Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemburuan tidak berarti
"bagaimana leon.? Kau suka tempat ini..??"
"terimakasih david..,,kau sudah menyiapkan apa yang aku minta...aku suka ini.."jawab leon dengan senang.
"sebenarnya untuk apa semua peralatan tukang ini ?? Apa kau akan membuka furnitur di daerah sini ??"
David merasa bingung dengan permintaan leon yang sangat aneh itu.
"ooh...kau benar juga david..,,mungkin aku bisa membuka meubel sendiri nanti..."
"candaanmu sangat garing...!!!"
"aku tidak sedang bercanda tau...!!!"jawab leon.
"hah....baiklah...,,ayo kita kedalam...!!!"
Setelah melihat ruangan yang mereka sebut bengkel,david mendorong leon kedalam rumah villa yang tidak terlalu besar, terdapat 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi, ruangan terbuka yang menghubungkan pada ruang santai dan dapur terasa sangat luas saat tidak terlalu banyak barang karena jarang ditempati,lokasi yang jauh dari pemukiman dan terdapat pohon-pohon besar sedikit mengingatkan leon dengan kehidupan dialam mimpinya. Leon menyebut itu sebuah ilusi,namun luka dalam tubuhnya tidak bisa di sangkal dengan akal sehatnya, bekas luka saat diserang babi hutan masih terlihat jelas,
Kenyataan bahwa seorang wanita dengan wajah yang sama ada dihadapannya pun tidak berarti apa-apa.sifat yang bertolak belakang semakin membuat leon semakin melupakan kisahnya yang lain.
"tuan....sudah waktunya beristirahat..."ucap luci lirih.
Leon tidak bergeming,leon hanya menatap ke arah pohon besar yang tinggi di belakang vila dengan khitmat.
"apa yang dia pikirkan...?? Waktu sudah hampir malam,apa dia melihat mahluk disana ??"gumam luci.
Luci menjadi sedikit merinding saat angin tiba-tiba berhembus hanya sesaat dan desisan yang menembus telinga seperti bisikan yang menggodanya.
"hiiii....tu...tuan...,,"
Leon memutar kursi rodanya dan mendorongnya jalan masuk ke dalam tanpa bantuan luci.
"sepertinya dia masih marah padaku...,,terserah lah...!!!"gumam luci.
Luci mengikuti leon dibelakangnya dengan cepat karena merasa takut.
Leon menghentikan kursi rodanya dan luci yang menatap kebelakang menabraknya dengan keras.
"braakk...!!!"
"adududu.....
Luci memegangi perutnya yang terbentur gagang kursi roda karena hilang fokusnya.
"apa yang kau lakukan !!!"
Suara leon kembali terdengar meskipun terasa dingin namun luci sedikit tersenyum saat tuannya kembali bicara kepadanya.
"ah...maafkan aku tuan...,,"ucap luci sambil memegangi perutnya.
"besok aku akan pergi terapi, kau sebaiknya pergi berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari "ucap leon.
"baik tuan...."
Luci merasa sangat senang,bukan karena leon mengajaknya berbicara,namun luci bisa berkesempatan untuk bertemu dengan jay.
Malam yang seharusnya menakutkan bagi luci tiba-tiba terasa sangat menyenangkan saat kerinduannya pada kekasihnya akhirnya akan bertemu,
Keesokan paginya david menjemput leon di villa,mengingat tempat yang jauh dari pemukiman leon membawa luci saat turun dari villa bersama mereka ke sebuah tempat pemberhentian bus dan pergi ke arah yang berbeda.
"tidak masalah jika harus berjalan ke atas nanti asalkan aku bisa bertemu dengan jay...,,
"apa yang dipikirkan oleh pria itu untuk memilih tempat yang terpencil, apa dia sudah gila..?? Dia tidak berniat jahat kepadaku kan ?? Tenang luci...,,pria itu tidak bisa berjalan dia tidak akan menyakitimu..!!!" gumam luci.
Luci menaiki bus untuk sampai ke kota terdekat,sebelumnya kuci telah berkirim pesan dengan jay dan siap untuk bertemu.
"tin....!!!
Luci melihat kearah sebuah mobil dan melihat wajah pria yang sudah menunggunya.
"jay...!!!"teriak luci.
Jay turun dari mobil setelah luci baru turun dari bus,
Luci memilih berjalan menuju villa untuk sekedar mengobrol dengan jay di sepanjang jalan yang asri.
"apa kau yakin tempat ini aman ? Kenapa kau mau mengambil pekerjaan ini luci.?"
"aku tidak bisa memikirkan hal lain jay.,,kau tau mereka selalu menuntutku begitu banyak,,aku bahkan tidak bisa menikmati hidupku sendiri...!!!"
"jangan bersedih..,,aku selalu ada untukmu.."jawab jay dengan lembut.
Jay merangkul luci dan sesekali mengusap rambutnya dengan lembut.
"aku pasti sudah berhutang banyak padamu kan jay..?? Aku berjanji akan segera melunasinya jay..."
"apa yang kau katakan,,aku tidak sedang menagihmu..,,santai saja....kau terlalu memikirkan yang tidak perlu dipikirkan..."
Sepanjang jalan luci sangat senang dengan terus memeluk lengan kekasihnya yang terus membelainya dengan lembut,sampai terlihat villa milik leon,luci memutuskan untuk berhenti di kejauhan.
"kenapa berhenti.??"
"disana tempatku bekerja jay,,"
Luci meletakan barang belanjaannya dan memeluk jay dengan sangat erat.
"aku tidak tau bagaimana kehidupanku jika tidak bertemu denganmu jay..,,aku bersyukur kau masih mau bersamaku meskipun aku diposisi paling rendah sekalipun, kau tidak meninggalkanku."
Jay melepaskan pelukan luci dan meraih wajahnya dengan kedua tangannya dan mengecup bibir luci dengan lembut.
"kau selalu penuh dengan kekhawatiran,saat aku bersamamu,akupun merasa tenang dan nyaman seperti beban terangkat dari pundakku..,,jadi kita saling menguntungkan kan,dan untuk itu..,,kita harus saling menguatkan...luci,,"jawab jay.

"em....aku mencintaimu jay...."
"aku juga mencintaimu luci...,,,"
Luci berjalan kearah villa dengan berjalan mundur sambil terus melempar senyum pada jay dan melambaikan tangannya terus menerus,begitu juga sebaliknya.
Kebahagiaan luci yang sedang dia rasakan tiba-tiba hilang saat memasuki rumah tersebut.
Dengan jalan yang berirama dan bersenandung,luci menjatuhkan barang belanjaan setelah melihat leon yang berada di depan pintu.
"brak...!!!"
"tu...tuan....kenapa kau....disini...??"
"ini tempat tinggalku kenapa kau bertanya.? Apa yang kau lakukan ??"
Luci mengambil kembali tas belanjaan dan tidak berkata sedikitpun tentang pertemuannya dengan kekasihnya itu.
"aku tidak mau pekerjaanmu menjadi terganggu karena hal lain..!!!"ucap leon dengan tegas.
"baik tuan...."
Leon kembali kedalam kamar dengan wajah yang masam dengan sedikit membanting pintu kamar.
"ada apa dengannya ??"
Luci merasa bingung dengan sikap leon yang aneh baginya.
"berani sekali dia bermesraan dengan pria lain dengan wajah itu...!!!
"aku ingin sekali mencekiknya...!!!
Emosi leon meluap saat melihat kemesraan luci dengan kekasihnya dari kejauhan,wanita yang dia pikir orang yang sama telah memiliki seorang kekasih dan membuatnya terbakar cemburu.
Namun emosi tersebut seketika hilang saat mengingat senyuman indah dari chloe yang terlintas dipikiran leon.
Leon kemudian mengambil tongkat dan berjalan ke arah halaman belakang dimana bengkelnya berada.
"tuan mau kemana ? Biar aku bantu..."ucap luci.
"tidak perlu...!!!"
"baiklah...,,hati-hati tuan..."
Luci membiarkan leon berjalan begitu kesusahan kearah halaman belakang sambil terus melihatnya sampai tidak terlihat.
"sikapnya tidak seperti chloe...!! Dia jelas bukan chloe,hanya wajahnya yang sama...!!! Kenapa bisa begitu ?? apa chloe tidak benar-benar mati saat itu ??
"kenapa aku jadi memikirkannya lagi, semua itu hanyalah ilusi leon sadarlah...!!!
leon merasa sangat frustasi,tidak ada jawaban atas kegelisahannya,tidak ada seorang pun yang mampu menjelaskan kepadanya.hidupnya menjadi terasa hampa,
Keseharian yang dia lakukan di dunia chloe masih teringat jelas oleh leon,dan leon mencoba kembali dalam bengkelnya itu, leon mengambil sepotong kayu dan mulai menggunakan peralatan pertukangan yang modern untuk mencurahkan isi pikiran leon ke dalam kayu tersebut.
Sebuah senyuman yang sangat indah,yang mampu menggetarkan hati leon,membuatnya merasa nyaman dan damai,meskipun banyak orang yang membencinya namun leon berharap seseorang bisa menerimanya dengan tulus,dan saat itu terjadi,wanita itu menghilang seperti debu,dan semua yang terjadi hanyalah sebuah mimpi panjang belaka.
Leon tidak sadar telah meneteskan air matanya,merasa sangat hancur dan menyesali perbuatannya yang kasar itu kepada chloe.
"maafkan aku....,,maafkan aku.....jika saja....,,jika saja kita bertemu kembali.,,aku akan membahagiakanmu selamanya....chloe....!!!"
Waktu yang leon habiskan terlalu lama dan membuat luci merasa khawatir,luci pergi menjemput leon setelah masak untuk makan malam nanti.
"apa yang dia lakukan di gudang itu..???
Luci berjalan perlahan dan sedikit mencari celah untuk mengintip ke dalam.
"eh...apa yang dia lakukan dengan batang kayu itu ?? Apa dia mengukir.?? Dari mana tuan muda sepertinya bisa melakukan itu ??

"hem...bagus juga...,,,siapa wanita yang dia ukir itu ??apa seorang bidadari ??"
Luci menjadi lengah saat terlalu fokus mengintip dan pintu terbuka dengan lebar dan luci terjatuh ke lantai.
"bruk....!!!
"adududu....
Leon terkejut dan meletakan peralatannya dan melihat tingkah luci yang mengganggunya.
"sedang apa kau ?!!!"
luci bangkit sambil merapikan bajunya,wajahnya sangat ketakutan dengan tatapan leon yang sedikit melototinya.
"maaf tuan..,,aku akan menjemputmu karena ini sudah sore,kau harus membersihkan dirimu."
"kau tidak lihat aku sedang sibuk !!!"jawab leon sedikit lantang.
"aku melihatnya...,,memangnya siapa wanita itu ??apa itu kekasihmu ??"ucap luci dengan lantang.
"gawat..!!! Aku mengatakan apa yang ada di dalam kepalaku..,,bagaimana ini" ucap luci dalam hati sambil membungkam mulutnya.
"oh...kau benar...,,dia kekasihku...,,sayangnya dia sudah mati." jawab leon dengan sedih.
"gawat..,,aku melakukan kesalahan,apa dia akan marah padaku lagi ??"gumam luci.
"seseorang tidak akan tau bagaimana rasanya ditinggalkan setelah mereka benar-benar kehilangan orang yang dicintainya,terkadang manusia sangat serakah,mereka menginginkan sebuah keabadian hanya untuk bisa hidup bersama orang yang dicintainya,namun mereka lupa,manusia adalah mahluk yang lemah..,,,seberapa kuatnya manusia dia akan kembali menjadi tanah,seberapa kuat hati manusia jika sudah kehilangan dia akan menjadi lemah.!!!"
"wah....kata-katanya sangat dalam,pasti tuan leon sedang merasakan hal itu,kasihan...,tapi mengingat kelakuannya sangat menjijikan,mungkinkah dia sudah berubah ??"gumam luci.
Luci berdiri dengan terus memandangi wajah sedih leon yang terus menatap ke arah ukiran wajah chloe dan sesekali membelainya dengan halus.
"aku tau pria itu sangat mencintai wanita itu pasti, tragis sekali mereka berpisah karena maut..."gumam luci.
"jangan mengasihani aku dengan takdir yang menyakitkan ini, yang hidup akan melanjutkan hidupnya dan seperti itulah aku...,," jawab leon dengan tegas.
"apa dia bisa membaca pikiran .?menyeramkan !!!" gumam luci.
Leon merapikan kembali peralatannya dan juga ukiran yang belum selesai itu dan mencoba bangkit sendiri,namun kakinya belum bisa menopang tubuhnya dengan benar dan terhuyung-huyung,luci segera berlari kearah leon yang akan terjatuh itu dan menopang tubuhnya dengan memegangi lengannya dengan erat.
"kau tidak apa-apa tuan ???"
Melihat kesigapan luci yang menangkapnya sedikit mengganggu ego leon dan segera menyingkirkan tangan luci dengan kasar.
"aku bisa sendiri...."
Lirikan mata penuh dengan rasa kesal terlihat jelas di wajah leon yang bersikap dingin pada luci,luci menjadi sedikit kesal dibuatnya dan menggerutu dibelakang leon yang berjalan pelan dengan tongkatnya.
"dasar tidak tau diri...!! Jika terjadi sesuatu kan aku juga yang repot,sebenarnya apa yang dipikirkan orang ini !!! Bikin kesal saja !!"gumam luci.
Leon mampu untuk membersihkan diri dan memakai pakaiannya sendiri,leon tidak ingin orang lain melihat tubuhnya memiliki bekas luka,leon sendiri tidak tahu bekas luka apa yang tertingal ditubuhnya sehingga membuatnya begitu kesal dengan dirinya sendiri.