NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dunia Masa Depan / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yantiri

Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.34 kesalahpahaman

Alex duduk berhadapan dengan papahnya.Jason sibuk mempelajari berkas di tangannya.

Jason:" Mulai besok, kamu papah angkat menjadi Direktur di perusahaan papah.Setelah kamu berhasil menggarap proyek ini, papah berjanji kamu akan menggantikan papah sebagai CEO."

Alex mempelajari proyek yang akan di garapnya.

Tak sengaja Narendra mendengar percakapan Papah dan kakaknya.Dia mengepalkan tangannya, dia merasa Alex akan menguasai warisan papahnya.

Prang....

Narendra segera masuk kedalam kamar, tanpa ada yang curiga.Narendra merenungi percakapan papahnya tadi bersama kakaknya.

Kenapa papah menyerahkan perusahaannya kepada kak Alex??

Aku dan Nayla juga kan anaknya.

Narendra membuka tirai kamarnya.Dari atas ia bisa melihat halaman depan rumahnya.Tiba-tibanya hatinya memanas Melihat kakaknya dan Lusi ngobrol berdua di bawah.

Narendra cemburu melihat kedekatan mereka berdua.

Flashback

Narendra,Nayla dan Lusi tumbuh bersama sejak SMP.Sejak SMP Narendra menyukai Lusi.Lusi anak yang baik, sederhana, mandiri dan pintar.

Di sekolah,Narendra selalu melindunginya dari para bully teman - temannya.Semenjak SMP hingga SMA mereka selalu satu kelas.Mereka selalu bersama, hingga muncul benih cinta diantara mereka.

Narendra selalu ingin melindungi Lusi.Begitupun dengan Lusi yang sangat nyaman dekat dengan Narendra.Tetapi rasa nyamannya selama ini, dia hanya menganggap Narendra sebagai kakaknya tidak lebih.

Namun Narendra sudah terlanjur menyukainya.Lusi mengetahui perasaan Narendra,namun ia hanya berpura-pura tidak tahu .

Lusi sedang membaca buku di halaman rumah Jason.Tiba-tiba Alex mendekati dan duduk disampingnya.

Alex:"Kamu sedang baca buku apa?."

Lusi:"Hanya Novel biasa,kak."

Alex:"Kamu suka baca novel ya, aku bisa pinjemin kamu buku - buku novel terbaru."

Lusi:"Tidak terlalu juga kak, hanya mengisi waktu saja.Ma'af aku masuk ke kamar dulu "

Alex:"Tunggu...."

Alex menarik tangan Lusi.Lalu ia terdiam cukup lama.Tiba-tiba lidahnya kelu, Kata-katanya nyangkut di kerongkongan.

Lusi:"Iya kak,kenapa."

Alex:"Tidak ada, pergilah!."

POV Alex

Aku ini kenapa ya...

Setiap memandang wajahnya, mulutku tak bisa berkata -kata

Jantungku berdebar dan berdetak kencang ketika duduk di sampingnya.

Ini perasaan apa??

Aku tak pernah merasakan sebelumnya.Wajahnya menyejukkan hati.Senyumnya membuat jantungku berdebar.

Alex masuk kerumah menuju ke kamarnya.

Wajah Lusi terbayang - bayang dalam kepalanya.Semalam Alex tak bisa tidur,dia memikirkan Lusi.

Pagi hari,sinar matahari mulai masuk ke celah jendela kamarnya.Alex terbangun,dan pergi ke kamar mandi.Hari ini weekend,dia berencana mengajak Lusi untuk jogging bersama.

Alex turun ke lantai 1 mencari Lusi.Alex masuk ke dapur,ia mematung melihat Lusi yang sedang masak sambil bersenandung.Bibirnya tersenyum,dia mendekati Lusi berniat akan membantunya.Namun Lusi terkejut melihat kak Alex sudah ada di sampingnya.

Malu....

Itu yang Lusi rasakan.

Alex:"Boleh,aku membantumu?."

Lusi:"Tak usah kak,biar saya saja yang kerjakan."

Tiba-tiba mamah Tia masuk ke dapur.Dia tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.

Tia:"Ehm...."

Alex:"Wah kebetulan ada mamah, aku pinjam Lusi sebentar ya mah...Ini mamah terusin sebentar lagi selesai."

Tia:"Astaga anak ini..."

Alex pergi menarik tangan Lusi.Dia menyuruh Lusi untuk mengganti pakaian Jogging.Dari atas Narendra memperhatikannya.Semakin hari Narendra semakin tak menyukai kak Alex.Dia merasa kak Alex merebut semua yang dia miliki.

Lusi sudah siap dengan setelan joggingnya.Alex terpesona melihatnya.Mereka jogging bersama keliling komplek.Hampir 2 jam mereka mengelilingi komplek.Mereka berhenti di tukang bubur langganan Alex kecil.

Alex:"Mang,apa kabar? Buburnya 2 makan disini."

Mang bubur:"Aden siapa ya? Maklum mamang sudah tua."

Alex:"saya Alexander mang...."

Mang bubur:"Masyaallah cakep bener den Alex.Silahkan duduk."

Mereka menikmati sarapan bubur disana.Alex sampai nambah 1 porsi.Rasa buburnya tak berubah,sama seperti 15 tahun yang lalu.

Lusi:"Kak sebaiknya kita pulang.Saya tak enak dengan tuan dan nyonya."

Alex:"Tak apa-apa,saya sudah meminta izin mamah.Hari ini kamu nemenin saya."

Mereka melanjutkan jalan -jalan ke mall.Alex membelikan Lusi beberapa pakaian,tas,dan sepatu.Awalnya Lusi menolak,namun Alex memaksanya.

Tak terasa hari mulai sore,Alex enggan pulang ke rumah.Dia masih ingin bersama dengannya.Dia mengajak Lusi nonton bioskop.Sebelum pulang dia mengajak Lusi makan di restoran favorit dia.

Lusi:"Kak,aku mohon ini yang terakhir kalinya kakak mengajakku."

Alex:"Kenapa?karena kamu seorang pembantu?."

Deg...

Hati Lusi sakit mendengar Alex bicara seperti itu.Hatinya perih bagaikan teriris pisau.

Tes...

Air mata Lusi jatuh begitu saja

Alex:"Aku menyukaimu dari awal kita bertemu.Salahkah aku jika ingin memiliki hubungan denganmu?.Asal kamu tahu keluargaku tak pernah membeda-bedakan status."

Lusi:"Tapi ini salah, kakak tetap majikan saya."

Lusi pergi dari restoran itu, Alex mengejarnya.Namun Lusi sudah tiba dahulu ke rumah.

Tia:"Lusi baru pulang?."

Lusi:"Ma'af mah akuuu...."

Tia:"Tak apa-apa mamah mengerti."

Tiba-tiba Narendra turun ke bawah . Tatapannya sangat tak bersahabat.Dia semakin tak menyukai Lusi.Dia merasa dikhianati.Dulu dia selalu melindunginya Lusi.Tapi setelah kak Alex kembali,Lusi merasa jauh dengannya.

Narendra:"Enak ya numpang di rumah orang kaya?.Dapat semua fasilitas gratis dan bisa seenaknya masuk keluar rumah ini."

Tia:"Narendra....! mamah tak suka cara bicaramu. Cepat minta ma'af!."

Narendra:"Aku sudah terlanjur sakit hati mah, aku tak salah."

Narendra pergi ke kamarnya dengan amarah yang memuncak.Baru kali ini dia di bentak mamahnya gara-gara orang lain.

Lusi menunduk diam tanpa berkata sepatah katapun.Air matanya sudah menggenang di sudut matanya.Perkataan Narendra terngiang-ngiang di kepalanya.

Ya benar....

Dia hanya seorang pembantu

Tak sepantasnya dia menerima fasilitas yang diberikan majikannya.

Tia menghampiri Lusi lalu memeluknya erat.

Tia:"Ma'af kan Narendra ya....mamah tak pernah seperti itu."

Tia mengajak Lusi ke halaman belakang rumah.Dia merasa ada sesuatu di antara anak-anak nya.Lusi adalah titipan bi Minah.Dia tak mau mengecewakan bi Minah.Bi Minah sudah dia anggap keluarganya.

Mereka duduk bersama.Tia memeluknya.Tangis Lusi tumpah membasahi baju mamah Tia.

Tia:"Ayo cerita sama mamah atau mamah yang cari tahu sendiri?."

Lusi menggelengkan kepalanya.Dia menceritakan kesalahpahaman antara dia dengan Narendra.Lalu ia pun meminta ma'af sudah mau diajak jalan-jalan oleh Alex.

Alex bersembunyi di belakang dinding mendengar semua pengakuan Lala.Dia berdiam diri tanpa bersuara.

Tia:"Mamah tak akan melarang kamu berhubungan dengan siapapun.Namun mamah tak mau ada kesalahan pahaman diantara kalian."

Tiba-tiba Alex muncul di belakang dinding

"Aku mencintainya,mah.... Izinkan aku memilikinya...."

1
yantiri
semangat juga
💪 terimakasih
yantiri
alur cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!