NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DODY JADI PELINDUNG

Pagi. Jam 09:00. Klinik Perusahaan PT. Gumilang Perkasa Lantai 1. Matahari dari jendela klinik menyinari muka Santi yg masih pucat.

Santi berbaring  di tempat tidur.  Daster sobek masih dipakai. Pikirannya ke rumah sakit K ke anaknya yang dirawat disana. Apakah anaknya baik-baik saja? Untunglah bu Dewi, tetangga kosan yang menjaga Nonik di rumah sakit K, sempat WA subuh, pagi-pagi sekali pake HP-nya.

"Nonik kambuh lagi, San. Dari subuh ngik-ngik terus napasnya. Oksigennya udah mentok. Dokter bilang nggak boleh stres. Katanya kangen Mama, mau video call."

Bu Dewi mengirim voice note lagi jam 07.00 Suara tangis Nonik kedengaran samar. "Mama... sakit... Nonik mau pulang... Mau peluk Mama..."

Santi menggigit bibirnya. Dia mau bangun dari tempat tidurnya, Tetapi Dody langsung menahan tangannya. Dody kelihatan sekali mengkhawatirkan dirinya yang kelihatan masih lemas karena kelelahan dan tidak makan seharian.

"Jangan, San. Kamu masih lemah. Kalo maksa ke rumah sakit pagi-pagi gini, Nonik liat kamu pingsan lagi. Dia makin stres."

"Tapi pak Dody... dia manggil aku..."

Santi berkata lirih. Air mata menetes.

"Aku janji nggak bakal nangis depan Nonik. Aku kuat. Biarin aku liat dia walau cuma 5 menit."

Dody diam. Rahangnya mengeras. Dia membuka laci nakas. Dia mengeluarkan HP Santi yang layarnya retak. Retak gara-gara jatuh dari saku daster pada waktu Santi pingsan di lantai 15  tadi.

"HP kamu mati. Ini, pake punya saya dulu."

Dia menyalakan video call. Jemari Dody gemetaran memencet tombol nomor Bu Dewi. Baru kali ini CEO PT. Gumilang Perkasa takut megang HP jam 9 pagi. Takut dengan kondisi Nonik yang terbaring lemas di rumah sakit. Takut nanti mendengar kabar dari bu Dewi Nonik kritis. Nonik stress. Ini yang dia takutkan. Dia merasakan sakit didadanya. Karena dia teringat waktu kecil yang susah sering tidak di beri makan oleh tantenya Wati hanya karena dianggap tidak menurut, bandel dan suka melawan.

Dody duduk di kursi samping, jasnya diselimutkann ke tubuh Santi. Matanya tidak lepas dari layar laptop. Di layer, rekaman CCTV ruang HRD semalem. Diputar ulang. Adegan Tante Wati memarahi Santi dan menyuruh Santi mengepel lantai.

Santi memejamkan matanya, tetapi mengingat samar. Tadi Dody menggendong dia lari ke lift CEO di ujung koridor lantai 15. Liftnya langsung tidak pakai berhenti sampai lantai 1. Dody berteriak dengan panik.

“Suster. Tolong.”

Pintu Klinik terbuka. Tante Wati masuk. Tersenum aneh. Di belakangnya, perawat jaga berseragam putih hanya bisa diam. Tidak berani menahan tante bos jam kerja begini. Di tangannya ada foto 4x6. Foto Nonik waktu umur 3 tahun. Rambut dikuncir dua. Senyum ompong, pipinya masih tembem. Foto satu-satunya yang Santi punya.

"Ck ck ck... Kasihan banget istri baru keponakanku."

Tante Wati duduk di tempat tidur, sengaja buat Santi terkejut.

"Lemes ya? Pingsan ya? Makanya tau diri. Udah pagi gini masih di klinik."

Perawat jaga berbisik pelan ke Dody,

"Pak, tensi Bu Santi 90/60. Tapi udah sadar."

Dody mengangguk tanpa menoleh. Dia tidak tanya suhu. Dia hanya fokus Santi sadar.

Dody melirik perawat itu. Namanya Suster Marlina, masih muda.

"Sus Marlina, tolong catet. Jam 09:17, Bu Wati masuk tanpa izin. Bawa barang yang bukan miliknya. Melakukan pengancaman kepada pasien yang butuh perawatan serius. Satu lagi, menekan pasien hingga ketakutan"

Marlina mengangguk takut-takut. Tangannya tremor menulis di buku laporan.

"I-iya Pak Dody. Saya catet semua."

Tante Wati tertawa pelan.

"Laporan? Mau lapor ke siapa ? Keamanan? Aku yang punya saham 15% di sini! Perawat kayak dia bisa aku pecat sekarang juga kalo ikut campur!"

Suster Marlina menunduk. Pulpennya terjatuh. Santi melihat kepada suster Marlina

"Sus... nggak usah... Nanti kamu kena masalah..."

Tetapi Dody mengangkat pulpen itu. Diselipkan lagi ke tangan Suster.

 "Lanjut nulis, Sus. Perintah CEO. Siapa yg berani mecat kamu, dia berhadapan sama aku."

Santi melihat ke tangan Wati. Langsung panik melihat foto Nonik di tangan Wati.

"Itu... foto anak saya... balikin Tante..."

"Bukan tante Wati!" Wati mengibas-kibaskan foto.

 "Mau foto ini balik? Gampang. Tanda tangan surat pengunduran diri kamu dari status 'Nyonya Gumilang'. Kamu balik jadi OB. Kamu minggat dari hidup Dody."

Dody mengangkat kepala. Dingin.

 "Keluar, Tante."

"aku bicara sama pembantuku, bukan sama kamu, Dod!"

Tante Wati mengeluarkan korek dari blazer. Cklek. Api nyala. Suster Marlina di pojok langsung mundur ketakutan.

Dia mendekatkan api ke ujung foto Nonik.

"Mau aku itung sampe 3? Satu... Foto anak kamu gosong dikit..."

Ujung foto mulai hitam.

"Dua... ujung foto mulai gosong..."

Santi menjerit, mau berdiri tetapi ditahan Dody.

"Ti..."

PLAK!

Dody menampol tangan Tante Wati. Korek terjatuh. Foto Nonik jatuh. Dody mematikan bara di foto pakai sepatunya.

Foto selamat. Tetapi gosong di ujung kanan. Kena rambut Nonik.

Dody berdiri. Badannya menutupi Santi. Menatap Tantenya. Suara pelan tapi berat.

"RUPS 23 hari lagi, Tante. Hitung mundur. Nyawa karir Tante di sini tinggal segitu."

Tante Wati pucat. Mundur.

 "Kamu... kamu belain dia? Demi apa?! Dia cuma OB!"

"Demi anakku."

 Dody menunjuk foto Nonik yang gosong.

"Dia adalah cicit opa."

Tante Wati tertawa keras.

"Anak kamu?! Ngaku-ngaku kamu! Itu anak tidak diterima! Bapaknya aja kepala gudang tumbang ketimpa forklift! Tidak punya! Nggak level!"

Dia menunjuk kepada Santi.

"Denger ya, pembantu! Sekali aku jentik jari, riwayat suami kamu yang tumbang gara-gara teledor kerja bakal aku sebar ke semua karyawan! Biar tau semua kalo kamu janda tidak punya malu!"

Santi seperti ditampar. Luka 2 tahun yang lalu terbuka lagi. Iya, Sony suaminya memang meninggal di gudang C. Tapi bukan karena teledor. Forklift-nya rem blong. Laporan K3-nya ditutup Tante Wati.

"Jangan... bawa-bawa suamiku..."

Santi menangis pelan.

"Dia udah tenang di sana..."

Dody yang dari tadi diam, urat di tangannya menonjol. Dia ingat laporan K3 yang dia temukan di arsip seminggu lalu. Nama korban, Sony. Penyebab, rem forklift blong. Status pesangon, Ditahan Bu Wati.

"Tante,"

suara Dody rendah sekali,

"Kalo nyenggol almarhum lagi, aku sumpah RUPS nggak sampe 23 hari. Besok saya bikin Tante keluar dari sini pake ikatan."

Tante Wati terdiam. Mukanya merah padam. Dia tersenyum keci, tetapi matanya takut. "Bawa-bawa almarhum segala. Oke, Dod. Kita liat aja 23 hari lagi siapa yang nangis."

Dia keluar klinik membanting pintu.

Hening. Marlina, suster perawat masih tremor di pojok. Santi menangis memegang foto Nonik yang gosong.

"Maafin Mama, Nonik... Foto satu-satunya..."

Dody mengambil foto itu. Mengusap pelan bekas gosong di rambut Nonik.

 "Kamu nggak salah. Tante Wati yang bakal bayar mahal."

Dia liat CCTV di pojok ruangan klinik yang nyala merah.

 "Semua kerekam. Dari dia memarahi kamu, bakar foto, sampai fitnah almarhum."

Santi nengok.

 "Almarhum siapa?"

"Suami kamu."

Dody menatap Santi dalam.

"Sony. aku udah baca laporannya. Dia nggak teledor. Dia korban. Dan hak kalian dia tilep."

Santi bengong. Baru kali ini ada yang menyebut nama suaminya tanpa rendahan. Dari bosnya. Dari suami sirinya. Dari Papa barunya Nonik.

BERSAMBUNG

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!