السلام عليكم ورحمة الله وبراكته :)
Selamat datang di novel perdana saya...
Salam kenal semuanya yaa... Semoga para pembaca dapat menikmati karya saya dengan baik.
Novel ini menceritakan tentang seorang dosen wanita disebuah Universitas swasta. Dosen ini merupakan salah satu dosen terfavorit dikampus. Wajah yang anggun, cantik, dan menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya untuk pertama kali tidak percaya jika ia dosen. Selain dosen, ia juga seorang Hafidhoh.
Universitas swasta ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Universitas ini dikelola oleh seorang dosen sekaligus rektor yang sangat luar biasa. Keren, tampan, pokoknya luar biasa deh... Ia menggantikan sang ayah yang awalnya menjabat sebagai rektor.
Bagaimana kisah mereka para penjaga hati yang sama-sama menolak untuk dekat atau berhubungan hati dengan lain jenis? Mereka yang sama-sama memiliki keilmuan agama yang kental.
#Muhammad Farhan Al-Faridz
Biasanya dipanghil Faridz oleh Anisa. Dan dipanggil Farhan oleh yang lain.
#Annisa Azzahra
Biasanya dipanggil Anisa/Ica/Anis
Mari kita simak bersama-sama kisah dalam novel ini.
#Selamat membaca
:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhu-Lhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Special Kak Ical
Kalian pada penasaran gak sih sama kepribadian kak Faisal /Kak Ical?
Di part kali ini, author pengen menceritakan khusus mengenai seluk beluk kehidupan Kak Ical.
Muhammad Faisal Al-Ghifari. Seorang CEO yang baru saja menggantikan Abinya. Seseorang yang sangat amanah dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Suatu hari diruang tamu, terlibat beberapa percakapan antara Faisal dan orang tuanya.
"Kalau serius mbok yo cepet diseriusin. Jangan terlalu lama menunda hal baik lee". Nasehat Abi.
Faisal hanya menunduk mendengarkan nasehat Abi.
"Kapan mau kamu kenalin sama Anisa? Katanya sebelum bawa ke Umi sama Abi mau minta pendapat sama Anisa". Sambung Umi.
"Nggeh Mi, secepatnya. Anisa juga masih sibuk akhir-akhir ini". Jawab Faisal.
"Anaknya sudah tahu kalau kamu berniat untuk serius?". Tanya Umi.
"Belum mi, niatnya Ical mau minta pendapat Anisa dulu baru terus terang sama Aisyah". Jawab Faisal.
"Yang mau menikah itu kamu lee, kamu yang harus memutuskan. Pilih yang pasti-pasti aja. Kalau dia udah punya calon gimana?". Tanya Umi.
"Umiii, Icak sudah cari tahu seluk beluk Aisyah kok mi... Dia juga anak pesantren. Anisa kenal kok sama dia". Jawab Faisal.
"Kakak tingkat 2 tahun dari Anisa. Dulunya juga mereka dekat". Sambung Faisal lagi.
"Ya sudah... Abi percaya sama kamu. Tuh Anisa sudah pulang". Ujar Abi. Mereka menghentikan pembicaraan ketika mendengar mobil Farhan.
"Assalamu'alaikum". Sapa Anisa.
"Wa'alaikumussalam, gimana kencannya?". Ledek Kak Ical. Diruang tamu sudah ada Umi dan Abi juga.
"Kencan-kencan. Siapa yang kencan? Jelas-jelas lagi cari barang keperluan kampus". Jawab Anisa. Iapun duduk bersender di pundak Abi.
"Besok kamu istirahat total. Besoknya berangkat ke Jakarta". Ujar Abi dengan mengelus kepala anaknya.
"Iya bi". Jawab Anisa.
Setelah beberapa saat mengobrol Abi dan Umi meninggalkan sang anak berdua. Memberikan waktu pada Faisal dan Anisa untuk mengobrol.
"Ke kamar kamu yuk". Ajak Faisal.
"Ngapaiin?". Tanya Anisa.
"Ayo laaah". Farhan menarik Anisa menuju kamar. Mereka duduk di kursi balkon kamar Anisa.
"Kamu masih ingat sama kak Aisyah kan?". Tanya Faisal.
"Iyaa, ingat. Kan aku masih sering chatan sama mbak Aisyah". Jawab Anisa.
"Eh! Tunggu. Beberapa waktu yang lampau kakak nanyain soal mbak Aisy, sekarang ngomong lagi tentang mbak Aisy. Sepertinya ada sesuatu ini". Serka Anisa sambil menunjuk Faisal.
"Huufft, bingung mau mulai dari yang mana". Faisal menurunkan tangan Anisa dan menyender ke kursi.
"Kenapa sih kak?". Tanya Anisa.
"Kakaak...berencana mau meminang Aisyah" jawab Faisal akhirnya.
"Hah! Serius? Kok bisa?". Pertanyaan konyol Anisa mulai muncul.
"Pertanyaan apa kek gitu? Ya bisa laah. Mbak Aisy kamu itu kerja di kantor kakak". Jawab Faisal.
"Waw! Amazing! Mbak Aisy udah tahu kalau kakak naksir sama dia?". Tanya Anisa.
"Beluum, makanya kakak minta bantuan kamu". Suara Faisal melemah.
"CEO kok mlempem". Sindir Anisa.
"Ngledek teruus". Jawab Anisa.
"Kalau soal itu serahin sama Anisa. Tapi nunggu aku pulang dari Jakarta yaa. Emmm, asalkan ada piti yang siap dicairin". Ujar Anisa.
"Iya-iyaa, kakak sebenarnya mau ngomong sama kamu kalau kamu udah pulang dari Jakarta sebenarnya. Tapi lihat Umi sama Abi yang pengen banget kenal sama Aisyah jadinya kakak gak mau bingung sendiri". Ujar Faisal.
"Kakak serius kan sama mbak Aisy? Bukan karena Abi Umi?". Tanya Anisa memastikan.
"Ya serius laah. Kakak juga baru kali ini berhubungan sama cewek. Belum berhubungan sih. Cuma sekedar ngepoin Aisyah aja". Jawab Anisa.
"Kok kakak bisa kecantol sama mbak Aisy?". Tanya Anisa.
"KEPO". Jawab Faisal.
"Dasar! Aman dah pokoknya. Tenang ajah. Ya udah, kakak keluar dulu. Aku mau siap-siap mandi sama sholat". Ujar Anisa. Faisal meninggalkan Anisa di kamar.
"Hallo assalamu'alaikum?". Sapa Anisa pada Aisyah di seberang televon.
"Wa'alaikumussalam, ada apa dek?". Tanya Aisyah.
"Emmm, Anisa pengen ketemu niiih". Jawab Anisa.
"Utututu, tumben sekali kamu. Boleeh, tapi hari ahad aja yaa... Soalnya kalau senin - jum'at mbak kerja". Ujar Aisyah.
"Boleeh, nanti aku kabarin lagi yaa... Soalnya besok Anisa juga ada keperluan". Jawab Anisa.
"Siap boss!". Jawab Aisyah.
"Ya udah ya mbak, Anisa mau siap-siap sholat. Assalamu'alaikum". Pamit Anisa.
"Wa'alaikumussalam adek sayaang". Jawab Aisyah.
Anisa dan Aisyah ketika di pesantren memang sangat dekat. Anisa diangkat sebagai adik angkat Aisyah di pesantren. Bahkan Anisa juga sudah dekat dengan orang tua Aisyah.
Kembali ke Kak Ical nih...
Selama di kantor, Faisal terkenal sangat profesional dalam bekerja. Ia juga terkenal cuek. Ketika Aisyah mulai bekerja, Faisal mulai menyadari bahwa Aisyah merupakan Kakak angkat Anisa selama di pesantren. Ia mencari tahu seluk beluk keluarga Aisyah untuk memastikan.
Yang pada awalnya hanya memastikan benar atau tidak Aisyah yang sama dengan Anisa, malah terpincut dengan kepribadian Aisyah yang lembut, cekatan, dan ramah.
Tak pernah terlibat komunikasi diantara keduanya. Hanya sekedar mencuri pandang ketika tak sengaja bertemu. Tak tahu bagaimana isi hati Aisyah. Kita lihat saja part selanjutnya.... Wkwkwkwk
Bersambung...
Salam hangat dari author :")
Novel yg kubaca rata rata selalu visual nya artis manca negara.
Kalau gak Korea,China atau Turki.Toh orang lokal pun cantik cantik dan tampan.👍👍👍
selain hiburan baca novel sambil nuntut ilmu juga