Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Rahmat Kaget
RS Bhayangkara Jakarta
Raiden datang ke rumah sakit itu bersama dengan Dewi Mentari yang penasaran. Dokter Rahmat baru saja hendak pergi beristirahat makan siang, saat melihat pasangan kekasih itu.
"Mas Raiden ... ada masalah?" tanya dokter Rahmat.
"Pak Dokter bisa ikut dengan kami? Satu jam saja," pinta Raiden dengan wajah cemas.
"Kemana?" tanya dokter Rahmat bingung.
"Opa saya sesak nafas ... Tolonglah!" rayu Raiden.
Dokter Rahmat tampak bingung karena saat bersamaan, dokter Westin datang ke arah mereka. Pria itu tampak curiga dengan kedatangan dua orang yang tampaknya bukan pasien Bhayangkara.
"Siapa ini Dokter Rahmat?" tanya dokter Westin.
"Ini ...." Dokter Rahmat sedikit bingung.
"Opa saya tinggal di Harmoni Life dan membutuhkan bantuan dokter Rahmat," jawab Dewi Mentari dengan wajah sama paniknya dengan Raiden.
Dokter Rahmat mengangguk. "Opanya tinggal disana," ucap dokter Rahmat ikut bersandiwara. "Saya boleh izin Dok?"
Dokter Westin menatap dua orang yang tampak panik. Tunggu, kalau Opanya di Harmoni Life, bisa jadi ....
"Boleh, Dok Rahmat. Anda kan sudah hampir tiga puluh enam jam di rumah sakit. Kabari saja bagaimana situasinya. Saya berikan waktu empat jam ya?" ucap dokter Westin ramah.
"Baik Dok. Terima kasih. Saya ambil tas dokter dulu." Dokter Rahmat menuju ruangan dokter residen dan mengambil tas dokternya.
"Jadi Opa anda dirawat disana?" tanya dokter Westin.
"Iya," jawab Dewi Mentari.
"Kenapa Opa nya tidak tinggal dengan kalian?"
"Soalnya Opa kalau disana senang banyak temannya." Dewi Mentari tersenyum polos. "Makanya Opa pakai uang pensiunnya di panti jompo biar banyak temannya. Kalau sama kami, sendirian di rumah."
"Boleh tahu siapa nama Opanya?" tanya dokter Westin.
"Namanya ...."
"Yuk mas Raiden, mbak Dewi. Kita temui Opanya." Suara dokter Rahmat membuat ketiganya menoleh.
"Baik. Kita berangkat sekarang." Raiden tersenyum ke arah dokter Westin. "Mari Dok. Kami pinjam dokter Rahmat dulu."
"Baik. Jangan lupa. Hanya empat jam." Dokter Westin menatap serius ke dokter Rahmat.
"Baik. Empat jam. Saya sudah tiba di Bhayangkara jam enam sore." Dokter Rahmat mengangguk ke arah dokter Westin.
Ketiganya pun pergi dengan mobil Raiden. Dokter Westin menatap kepergian ketiganya dengan wajah dingin. Lalu dia mengambil ponselnya.
"Sepertinya bakalan ada korban potensial lagi, Arlo," ucap dokter Westin.
***
"Kita tidak ke Harmoni kan?" tanya dokter Rahmat.
"Tidak. Kita ke Polda Metro Jaya," jawab Raiden.
"Apa karena kasus semalam?" tanya dokter Rahmat.
"Benar. Aku minta tolong kakak sepupuku buat cari semua data pasca kasus kemarin. Ini kita semua ditunggu di ruang kerja divisi kasus dingin." Raiden membelokkan mobilnya ke arah Polda.
Ketiganya pun turun usai Raiden parkir di sebelah mobil Hoshi. Dokter Rahmat melihat mobil Range Rover itu dengan tatapan bingung dengan nomor polisi nya. B 10 HSH.
"Beten Hoshi," terang Raiden. "Tapi biasa kita ledek, Ben Ten."
"Kenapa bisa Ben Ten?"
"Tahu tuh Opa." Raiden mengangguk ke para polisi yang berpapasan dengan mereka.
Dokter Rahmat hanya menggelengkan kepalanya.
Tak lama mereka pun naik ke lantai empat dan Raiden menempelkan jempolnya di pintu pintar. Dokter Rahmat terkejut saat melihat ada dua orang asing disana.
"Pak Quinn?" bisiknya. Siapapun tahu Quinn Reeves yang berani melawan DPR dan memaki-maki ormas. Namun berkat Hoshi juga, lahan sawit dibeli semua oleh PRC Group dan kerajaan Belgia. Semua dikembalikan menjadi hutan dan Hoshi tidak bisa disuap oleh para mafia.
Tidak sedikit orang yang mati di hutan Kalimantan dan Sumatera yang berusaha mencuri satwa atau pun kayu. Hoshi memang dikenal pengusaha kejam bagi sebagian orang, tapi bagi pecinta lingkungan dan perlindungan flora fauna, Hoshi dan PRC Group pahlawan yang bisa melawan banyak penjahat lingkungan.
Siapa juga yang bisa melawan Hoshi dan PRC Group yang memiliki beking kuat di semua benua di dunia. Raja Inggris, Raja Belgia, Raja Denmark, Semua Emir di Timur Tengah, bahkan iparnya direktur FBI dan NCIS. Konoha masih kalah dengan kekuatan seperti itu.
"Ah, sudah datang. Ayo duduk!" senyum Hoshi.
***
Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta
"Senang bertemu dengan anda, pak Quinn," ucap dokter Rahmat sambil bersalaman dengan Hoshi. Untuk ukuran pria berusia tujuh puluhan, Hoshi masih tegap dan semangat. Wajahnya saja yang sudah menua tapi dokter Rahmat yakin, waktu mudanya pria ini cantik!
"Ah, dokter Rahmat. Apakah Dendeng sudah berbuat ulah?" tanya Hoshi.
"Dendeng?" beo dokter Rahmat bingung.
"Raiden. Kan dia biasa dipanggil Dendeng." Hoshi menunjuk ke arah Raiden yang sedang mengambil camilan di lemari makanan.
"Owalaahhh. Nama panggilannya itu Dendeng?" Dokter Rahmat menoleh ke Raiden.
"Bisa Dendeng, bisa Denden Mushi, bisa hand destroyer. Tergantung situasi." Raiden menjawab dengan wajah cuek.
"Astagaa ...." Dokter Rahmat menggeleng geli.
"Ayo, kita bicara serius." Hoshi pun duduk di kursi milik Kompol Jarot, sementara yang lain duduk di kursi yang ada disana. Mereka semua mengarah ke monitor layar lebar.
"Oke, jadi semalam dokter Rahmat dan Raiden berada di Harmoni Life. Raiden menyamar menjadi relawan disana dan dia menemukan ada pintu rahasia yang tidak pernah dipakai." Kaivan memperlihatkan hasil penyelidikan dirinya dan Hoshi.
Kaivan Reeves
"Gara-gara Dendeng yang ribut, akhirnya aku dan Opa Macan, mulai merunut kemana unsub itu pergi." Kaivan menunjuk ke arah layar.
"Jadi pak Quinn dan mas Kaivan semalam mencari tahu?" tanya Kompol Jarot.
"Yup. Aku kan kepo," ujar Hoshi sambil ngemil blueberry yang dibawakan oleh Rina. "Oh, Rina lagi ke Harmoni Life sama Katya karena dia punya teman disana."
Semua orang kaget. "Opa? Bagaimana kalau ...." Iptu Rayyan tampak khawatir.
"Tidak apa-apa. Kan ada Katya dan pengawal. Lagipula, Rina juga sama keponya sama aku. Makanya jodoh!" jawab Hoshi dengan gaya songong.
"Kagak usah diperjelas Opaaaa," balas Kaivan gemas karena Hoshi memang bucin berat ke Rina.
"Siapa tahu ada yang kepo. Oh, dokter Rahmat, Rina itu istri saya," celetuk Hoshi lagi.
Dokter Rahmat mengangguk. "Baik pak Quinn."
"Oke lanjut ya. Jadi aku dan Opa main hack CCTV Harmoni Life. Ini rekamannya saat Yono meninggal." Kaivan memperlihatkan ke semua orang.
Dokter Rahmat menatap layar monitor dengan seksama hingga dia terkesiap. Hoshi menoleh ke dokter residen itu.
"Anda mengenal dia siapa?" tanya Hoshi.
"Saya, sangat mengenalnya, pak Quinn. Itu dokter Westin! Terlihat dari cara berjalannya. Dia memiliki khas kalau berjalan, kaki kanan sedikit diangkat seperti jinjit." Dokter Rahmat menatap semua orang. "Jadi dugaan saya tidak salah kan?"
"Nope! Memang si Gareng pelakunya," jawab Hoshi.
"Kok bisa si Gareng?" tanya Kaivan bingung.
"Gareng itu pincang, Kai. Gareng digambarkan memiliki cacat tubuh ( tangan ciker/bengkok, kaki pincang, mata juling ). Namun, cacat tersebut adalah simbol filosofis: kaki pincang bermakna kehati-hatian, tangan bengkok bermakna tidak suka mencuri, dan mata juling bermakna menjauhi pandangan jahat. Dokter Westin tidak juling dan tangan bengkok tapi sifat dan hatinya rusak! Broken!" jawab Hoshi geram.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
apakah target selanjutnya opa bin cabe level 100 ya🤔🤔🤔🤔
jgn blng kl target slnjutnya opa bon cabe??????
sking serakahnya dmi uang,dia smp ceroboh krna ga cek organ yg dia jual shat atw ga....dfnisi dia yg jd prntra pnularan pnykit mmatikn ky gt....
mga aja dia jg mrsakn akibtnya nnti,mnimal dia ktularan lh sm pnykt tu....
keceplung juga akhirnya
kuapokmu kapannnnn