Megan hancur setelah mengetahui pengkhianatan Sawyer, mencurahkan rasa sakit dan penyesalannya kepada Brenda melalui telepon. Di tengah percakapan emosional itu, tragedi terjadi—sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.
Klakson keras menggema, Megan panik dan menginjak rem, namun semuanya terlambat. Benturan dahsyat tak terhindarkan, kaca pecah berhamburan, dan kepalanya menghantam setir sebelum akhirnya ia kehilangan kesadaran.
Sementara itu, Sawyer merasakan kegelisahan aneh tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menampar Sawyer
Megan berhenti di tempatnya, matanya menyala penuh amarah saat ia menoleh menghadap Sawyer. Suaranya menembus udara seperti sebilah pisau.
“Apa?” teriaknya. Ledakan emosi itu membuat Sawyer terkejut, dan ia mendekatinya dengan hati-hati, alisnya berkerut bingung.
“Ada apa, Megan? Kau sedang bad mood?” tanyanya dengan nada lembut. “Kau tidak bilang kalau kau sudah kembali, dan bukannya senang, kau malah membentakku.”
Tawa Megan terdengar hampa saat ia menggeleng tidak percaya. “Senang? Siapa kau bagiku sampai aku harus senang melihatmu?” balasnya.
Sawyer mencoba menyentuhnya, tetapi Megan langsung mundur dari sentuhannya, matanya penuh peringatan. “Jangan berani-berani menyentuhku,” ancamnya dengan suara rendah. “Kau akan menyesal.”
“Ada apa?” tanya Sawyer semakin bingung. “Jangan-jangan kau cemburu melihat Isabella dan aku?” ia tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana. “Maksudmu wanita yang kau lihat bersamaku tadi? Jangan khawatir, dia hanya temanku.”
Amarah Megan semakin memuncak. “Aku tidak peduli, Sawyer. Pergi ke neraka dan tinggalkan aku. Aku membencimu,” semburnya tajam.
Kebingungan Sawyer semakin dalam. “Ini lelucon ya?” tanyanya sambil mencoba menyentuhnya lagi.
Tangan Megan bergetar karena marah, ia mengangkatnya untuk menampar, tetapi di detik terakhir ia ragu dan tangannya berhenti di udara.
“Jangan paksa aku menamparmu. Pergi. Aku tidak mau bicara denganmu. Kau tidak berguna bagiku. Pergi,” tegas Megan penuh racun.
Alis Sawyer semakin mengerut. “Semua orang melihat kita. Apa masalahnya?” pintanya frustrasi. “Kalau kau marah padaku, katakan saja apa salahku.”
“Biar saja mereka lihat, siapa peduli. Aku pemilik tempat ini, kau siapa? Kau cuma orang biasa di sini, jadi pergi,” katanya.
“Ada apa sebenarnya?” tanya Sawyer lagi, penuh cemas. “Kenapa kau se-marah ini, Megan?”
Megan berbalik, hendak pergi, tetapi Sawyer meraih pinggangnya dan menariknya perlahan. “Megan, apakah aku menyakitimu?” tanyanya pelan, menatap matanya mencari jawaban.
Megan merasakan gelombang emosi saat sentuhan Sawyer membuat tubuhnya bergetar. Meski marah, ia tidak bisa mengabaikan pengaruhnya. Tapi ia tetap bertahan, mengangkat tangan mengancam.
“Apakah kau mencoba melakukan pelecehan padaku? Aku akan menamparmu, Sawyer. Aku serius.”
Sawyer terkejut. “Wow! Kau akan menamparku, Megan?”
Megan menatapnya tajam. “Ya, aku serius.”
“Kalau begitu lakukan,” tantang Sawyer, amarahnya ikut naik. “Lakukan dan buktikan kalau kau benar-benar membenciku.”
Megan tetap diam, tangannya masih di udara, menatapnya penuh amarah.
Sawyer terkekeh kecil, nada suaranya sedikit arogan. “Aku tahu. Kau tidak bisa menamparku, kan?”
Tiba-tiba, tangan Megan melesat dan mengenai pipi Sawyer dengan keras. “PLAkk!” suara tamparan itu bergema di supermarket, menarik perhatian semua orang.
Mata Sawyer melebar karena shock. Ia menyentuh pipinya, tidak percaya. “Kau menamparku, Megan?” tanyanya, kaget dan terluka.
Megan menatapnya tanpa ragu. “Dan aku bisa melakukannya lagi, coba saja,” katanya keras. Ia lalu menoleh ke sekitar. “Keamanan, keluarkan pria ini dari sini!”
Para pengunjung saling berpandangan bingung.
Dua petugas keamanan segera mendekat ke arah Sawyer. Namun Sawyer mengangkat tangan menghentikan mereka.
“Jangan sentuh aku,” katanya tegas. “Aku akan pergi sendiri.”
Sawyer lalu berjalan mendekati Megan. Saat sampai, ia tertawa kecil meski matanya terlihat terluka.
“Aku tidak tahu salah apa yang telah kulakukan sampai kau menamparku di depan umum dan mempermalukanku seperti ini,” katanya tenang namun penuh emosi. “Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa aku masih mencintaimu, Nona. Aku mencintaimu lebih dari yang kau kira, tapi kau telah mengecewakanku.”
Melihat Sawyer pergi, emosi Megan pecah. Air mata mulai menggenang di matanya. Ia cepat mengeluarkan sapu tangan dan mengusapnya.
Dengan tangan gemetar, ia mengambil kacamata hitam di meja dan memakainya untuk menyembunyikan matanya yang merah.
Merasa banyak orang memperhatikannya, Megan marah. “Kalian lihat apa?” bentaknya. “Mau dipecat semua?”
Para staf segera mengalihkan pandangan dan kembali bekerja.
Sementara itu, Isabella masih menunggu Sawyer ketika ia melihatnya berjalan kembali. Hatinya berdebar, tetapi ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dari ekspresinya.
“Kau sudah kembali. Mau beli barang lain?” tanyanya mencoba bersikap biasa.
Sawyer menjawab singkat dan dingin. “Kemas barangnya dan bayar. Aku akan kirim uangnya.” Lalu ia pergi begitu saja.
Isabella mengerutkan alisnya, bingung dan kecewa.
“Ada apa dengannya?” pikirnya.
Ketika tindakan kamu mencerminkan ketulusan dan kata-kata kamu mengandung kebenaran, kamu secara alami akan menarik orang-orang dan peluang yang tepat ke dalam hidup kamu.
Intinya kesuksesannya tidak diukur dari kekayaan materi, tapi dari dampak positif yang ia buat dalam kehidupan orang lain.
Oleh karena itu, kesuksesan harus dinilai berdasarkan prestasi dan kontribusi seseorang, bukan hanya status keuangannya .
Kesuksesan sejati ditentukan oleh kepuasan pribadi, dampak positif pada orang lain , dan kemampuan untuk mencapai tujuan.
Orang yang sukses adalah seseorang yang bahagia, dihormati, dan meninggalkan kesan abadi pada masyarakat.
Kualitas seperti kerja keras, dedikasi, ketahanan, dan integritas berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang .
Cinta juga akan mengajarkan seberapa besar rasa peduli kita terhadap orang dicintai.
Pepatah mengatakan bahwa cinta itu buta.
Mungkin hal ini benar adanya.
Jika anda memang cinta pasangan, maka tak peduli apa pun kekurangan yang ada padanya, anda akan tetap menganggapnya sempurna.
Begitu pun yang disebut dengan cinta sejati.
Ingat, cinta sejati akan membuat Anda berkorban tanda disadari.
Anda rela melakukan apa saja demi pasangan...💘💞😍
Seharusnya tepat pukul 8 pagi.
Setelah saya baca separuh Bab, Megan dan Sawyer setelah sarapan selesai bersiap mau rapat perusahaan.
Komunikasi adalah fondasi dari setiap hubungan, terutama dalam konteks pacaran.
Ketika dua individu memutuskan untuk menjalin hubungan, komunikasi yang terbuka dan jujur menjadi kunci untuk membangun ikatan yang kuat dan sehat.
Lalu, mengapa komunikasi terbuka begitu penting?
Komunikasi terbuka memungkinkan pasangan untuk saling berbagi pikiran, perasaan, dan harapan dengan bebas. Ketika kita merasa aman untuk mengungkapkan diri, kita dapat membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang pasangan kita.
Ini berarti kita dapat mengetahui apa yang mereka sukai, apa yang mereka takutkan, dan apa yang mereka butuhkan dari hubungan.
Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat lebih menghargai dan mendukung satu sama lain...🤔
Sebenarnya kata oportunis tidak selalu dikonotasikan sebagai hal yang negatif.
Keinginan memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan diri sendiri yang identik dengan sifat oportunis, sebenarnya ada dalam diri setiap individu.
Namun beberapa orang tidak dapat mengendalikan dirinya sehingga keinginannya tersebut merugikan orang lain.
Secara umum orang yang oportunis adalah pribadi yang memanfaatkan kesempatan atau situasi tanpa berpegang pada norma.
Seorang oportunis yang hanya peduli pada keuntungannya sendiri cenderung tidak memperhatikan akibat negatif dari tindakannya bagi orang lain...🤔
Di Nyhavn ini Raymond sama Megan sudah mulai perjalanan wisata, sedangkan di episode 54 Megan baru di jemput sama Raymond.