NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Jantung Miranda berpacu sangat kuat. Tapi, ketika ia menoleh, wajah Rahel lah yang menatapnya degan bingung. Miranda cukup terkejut dengan hal itu.

"Kemana dia? Perasaan tadi ada di belakang?" lirihnya.

Rahel masih mengernyit. "Mira... Kamu cari siapa sih? Di sini tembok, nih! Udah ah, ayo kita masuk lagi," katanya sambil menarik lengan Miranda.

"Jadi, tadi hanya ilusi saja? Syukurlah," Miranda dapat bernapas lega kala Ezar dan kekasihnya sudah mulai masuk ke mobil.

Diah dan Rena bergantian istirahat. Wanita berjilbab maghonay itu menyodorkan sebuah ponsel. "Mbak... Tadi Masnya yang baru keluar itu, titip Hp buat Mbak Miranda."

Cukup tersentak. Sebuah ponsel? Untuk apa Ezar memberikannya ponsel itu? Apa maksud pria itu?!

"Iya, makasih ya! Ini posel saya sewaktu kerja di rumah Ibunya. Dia putra mantan Majikan saya, Mbak!" balas Miranda sambil menerima gawai itu.

Rena dan Diah sudah berlalu. Dan kini, Miranda bergantian jaga kasir selama Diah beristirahat.

Miranda reflek menekan tombol di sisi kanan. Alangkah terkejutnya ia, ketika wallpaper yang ada di gawai itu muncul. "Astaqfirullah...." reflek kalimat Istiqfar itu keluar cukup padat. Miranda meletakan ponselnya cepat, mencoba mengusir hal yang barusan matanya tangkap.

Segera mungkin Miranda memasukan ponsel itu ke dalam tas. Toko kembali ramai dan ia tak ingin mengganggu aktivitasnya.

*

*

"Iya, baik Pah! Ezar langsung ke sana."

Ezar kembali menyimpan gawainya dan, kini masih fokus pada laju mobilnya. "Sinta... Kamu ke kantor naik taxi aja ya. Aku mau jemput Papah ke Bandara."

Sinta menolak. "Ezar... Apaan sih?! Nggak ah. Aku ikut kamu ana jemput Om Baskara."

Ezar menoleh sekilas. Kekasihnya itu sudah melipat tangan di dada dengan wajah cemberut. Tapi, mobil Ezar lebih dulu menepi di pinggir trotoar. "Sinta... Aku sama Papah akan langsung mengunjungi pabrik. Kamu jangan kaya anak kecil dong!"

Dengan berat hati itu, Sinta bergegas turun sambil membanting pintu. Ia rasa, seharian tadi moodnya rusak gara-gara kekasihnya itu.

Meninggalkan Sinta sendirian di tepi jalan, Ezar kembali melanjutkan perjalananya menuju Bandara untuk menjemput sang Papah, Pak Baskara.

Bandara Soekarno-Hatta.

Seorang pria parubaya yang masih terlihat tampan dan segar, memakai kemeja abu rapi, celana hitam sangat licin, sepatu hitam mengkilap, serta tatanan rambut klimis dibalik pewarna hitam itu, kini berjalan keluar sambil menarik koper cukup besar.

Pak Baskara baru saja mendapat kabar jika mobil jemputannya mengalami pecah ban di jalan.

Ezar melambaikan tangan tinggi, "Pah...." panggilnya cukup nyaring.

Pak Baskara juga mengangkat tinggi tanganya, Ezar bergegas menghampiri. Keduanya saling berpelukan sekilas, melepas rindu yang hampir 5 tahun menyiksa.

"Kamu dari kantor?"

Ezar mengangguk sambil mengambil alih koper sang Ayah. "Benar, Pah! Cukup melelahkan selama Papah pergi."

Pak Baskara tahu keluh kesah Ezar. Tapi, mau bagaimana lagi? Dewa belum mampu bergabung lagi dengan perusahaan. Belum? Sepertinya Kakaknya itu sudah tidak tertarik lagi dengan dunia perkantoran.

"Kamu sudah makan siang? Kalau belum kita mampir ke resto dulu," kata Pak Baskara sambil berjalan memapah pundak putranya keluar.

"Sudah, Pah! Tadi di bawain Sinta makan siang di kantor. Oh ya, Pah...." Ezar menghentikan langkahnya. Sementara sang Ayah mengernyit. "Papah bawa laptop 'kan?"

"Bawa kok, kenapa emangnya?"

Ezat tersenyum getir, lalu melanjutkan kembali jalannya. "Mas Dewa bilang, dia menyimpan file bukti rekaman cctv kejadian Miranda 5 tahun yang lalu di laptop Papah."

Deg!

Dewa? Menyimpan, sebelumnya mengotak atik laptop di ruang kerja, dan kejadian itu 5 tahun lalu? Pak Baskara memjawab hampir tak percaya, "Sebentar-sebentar... Apa maksud kamu, Ezar?"

Ezar mengajak Ayahnya untuk duduk terlebih dulu. Barulah ia menjelaskan. "Pah... Menurut keterangan Mas Dewa pada saat itu, Miranda hanya di jebak oleh Mamah!"

Pak Baskara mencoba mengingat kejadian itu. Tapi, dirinya juga sama seperti Ezar, hanyalah korban dari muslihat seorang Ria.

"Begini saja. Nanti kamu ajak Dewa ke ruangan kerja Papah. Sepertnya hanya dia yang tahu dimana file itu dia simpan," putusnya Pak Baskara.

Sesampainya di rumah,

Bu Ria kini tengah berbahagia atas kepulangan sang suami tercinta. Wanita berambut panjang gelombang itu tampak antusias menyiapkan makan siang untuk suaminya.

Sejenak, ia merasa puas dan menang, atas sesuatu yang dirinya dapatkan secara instan. Kemewahan hasil penghianatan itu membuat Ria rela meninggalkan rumah orang tuanya, dan memutuskan apa pun yang berkaitan dengan kedua orang tuanya.

"Kamu memang wanita nggak tahu diri, Ria! Bagaiman kamu bisa mencintai suami kakakmu sendiri!" kecam Pak Winarto, sang Ayah.

Ibunya menimpali, "Kakakmu hamil tua, Ria... Tapi kenapa kaya nggak ada pria lain di dunia ini! Kenapa harus Baskara?!" tubuh Bu Murni terguncang kala melihat beberapa potret berselingkuhan Ria dengan Baskara.

Semenjak kejadian itu, Ria di usir oleh kedua orang taunya. Ia mengibah pada Kakaknya -- Helena, dan diam-diam selalu menggoda Baskara ketika Helena pergi keluar.

"Bu, sepertinya mobil Den Ezar susah tiba. Lebih baik Anda ke depan saja untuk menyambut, Bapak! Ini biar saya yang tata," ucap Aini sang antek-antek Ria.

Bu Ria tersadar. Tersenyum puas. 'Nggak papa di buang, kalau dapatnya rombongan kaya gini. Dapat anaknya, dapat kemewahan juga. Yang jelas, Mas Baskara selalu mencintaiku. Helena-Helena... Semoga kamu tenang ya disana.' senyum sinis kembali mencuat. Sedikit merapikan penampilanya, lalu segera berjalan ke depan.

"Papah, selamat datang di rumah! Mamah kangen tau nggak," ucapnya setelah memeluk suaminya sekilas.

Ezar sangat bahagia melihat rumah tangga orang tuanya tampak harmonis dan sangat sehat. Namun di balik kagumnya, ia masih menyimpan beberapa pertanyaan. Jika pun iya kejadian Miranda karana ulah Ibunya, apa yang membuat Ria sebegitu bencinya terhadap sang pembantu.

"Pah, Mah... Ezar masuk ke dalam dulu," ucapnya sambil membawa koper tadi masuk.

Di lantai dua, Ezar bertemu Dewa yang asik membaca di teras balkon. Kedatangan adiknya itu membuat fokus bacanya cukup terusik.

"Mas... Papah sudah pulang! Kita di minta untuk masuk ke ruang kerjanya," seru Ezar dengan hati-hati.

Dewa menutup bukunya, lalu bangkit dengan helaan napas berat. "Kamu sudah bilang sama Papah?"

Ezat mengangguk. "He.em...."

Tak menjawab lagi, Dewa langsung berjalan melenggang, sementara Ezar mengikutinya dari belakang.

Di bawah, Ria merasa geram sebab suaminya mengacuhkan makan siang yang sudah ia siapakan begitu saja. Wanita berusia 55 tahun itu bersedekap dada, hatinya panas melihat sikap dingin suaminya barusan.

Tapi, setelah itu matanya menyipit sambil meluruhkan kedua tanganya ke bawah. "Mas Baskara mengajak ke dua anaknya masuk ruang kerja? Apa yang terjadi?"

Sementara di dalam ruangan. Dibalik senyapnya pintu mengkilap itu, kini kedua putra Baskara sudah duduk di hadapan laptop. Dewa dengan gesit menggerakan jarinya pada keybord, lalu disana terdapat sebuah file dalam berkas dan segera ia klik.

Wajah Ezar sudah menegang. Pak Baskara juga menatap kejadian yang akan Dewa putar.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!