NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:448.4k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar Diri

Di luar rumah, Cassia berjalan ke arah jalan raya besar untuk mencari taksi. Sambil menunggu taksi, dia mengeluarkan ponsel, dan tanpa sadar membuka galeri.

Foto Maxence Kingsford muncul di layar ponselnya. Wajahnya yang tegas dan tampan dengan senyum miring itu selalu bisa mengalihkannya dari segala kekacauan hidupnya.

"Ironis," bisik Cassia pada dirinya sendiri. "Aku dikelilingi oleh orang-orang yang tidak benar-benar menginginkanku, sementara aku menyimpan foto seorang pria yang bahkan tidak peduli aku ada."

Dia mematikan ponsel, memasukkannya kembali ke dalam tas, dan menaiki taksi yang datang. Di dalam taksi. Cassia duduk dan menatap ke jendela.

Hari ini dia bertemu ayahnya, mendengar undangan yang hangat, tapi juga mendapatkan kembali pengingat bahwa di keluarga itu, dia hanya tamu yang tak diinginkan, selamanya tamu.

Dan di kantor? Dia hanyalah perabotan yang berguna.

Tapi entah mengapa, Cassia tidak merasa sedih. Mungkin karena dia sudah terbiasa. Atau mungkin karena dia sudah belajar bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari menjadi pusat perhatian.

Kebahagiaan bisa datang dari hal kecil, sebuah pekerjaan yang membuatnya mandiri, seorang ayah yang meski lemah namun tetap mencintainya, dan sebuah foto rahasia di ponsel yang tidak pernah akan dilihat siapa pun.

Taksi melaju meninggalkan kawasan elit itu meninggalkan rumah besar dengan semua kenangan pahitnya, tanpa manis sedikitpun.

Cassia menyandarkan kepalanya di jendela kaca, memejamkan mata, dan membiarkan getaran taksi membawanya pulang.

Besok, dia akan kembali menjadi Cassia yang profesional. Sekretaris yang akan melayani semua perintah bosnya tanpa protes. Perempuan biasa yang tidak menarik. Perabotan kantor yang berguna.

Tapi malam ini, dia membiarkan dirinya menjadi apa adanya, seorang anak perempuan yang merindukan keluarganya, seorang perempuan muda yang diam-diam menyimpan cinta tak terbalas, dan seseorang yang berusaha bertahan di antara dua dunia yang tidak pernah benar-benar menerimanya.

Dan entah bagaimana, itu sudah cukup baginya. Cassia masih bersyukur bahwa hidupnya terasa damai tanpa kehadiran siapa pun di sampingnya.

*

*

Setibanya di rumah sewaannya. Cassia membuka semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.

Dia berdiri di bawah shower air hangat yang tak terlalu hangat. Meluruhkan semua beban hidup yang dirasakannya seharian ini.

Setelah mandi, wanita itu hanya memakai handuk yang dililitkan di tubuh dan rambutnya yang basah. Dia melihat ponselnya bergetar.

Cassia langsung mengambilnya dan membaca pesan dari Max.

[Minggu depan temani aku ke pesta bisnis Tuan Viper. Akan ada negosiasi bisnis di sana. Jadi, bersiaplah. Pelajari apa yang akan kita sampaikan nanti tentang proyek baru kita.]

Cassia menggigit bibirnya. Meskipun sudah setahun bekerja, tapi Max tak pernah mengajaknya ke pesta jamuan bisnis sebelumnya.

Max biasanya akan membawa kekasihnya, atau salah satu direktur perusahaan jika sedang menjomblo.

“Baju apa yang harus kupakai? Tak mungkin hanya setelan kerja biasa, kan?” bisiknya bingung.

Lalu Cassia berjalan ke arah lemari kecilnya dan melihat beberapa pakaian. Tak ada gaun sama sekali karena Cassia memang tak pernah pergi ke sebuah pesta.

Setiap diundang ke pesta, Cassia selalu menolak. Dia tak terlalu suka dengan keramaian karena keramaian pesta membuatnya tak tenang.

“Apakah aku harus beli?”

“Ya, sepertinya aku harus membeli gaun. Warna hitam saja, yang tak terlalu mencolok,” lanjutnya.

1
Ami Lee
jangan salah paham sama max cassi.. max itu cemburu ituh🤭🤭🤭
Ami Lee
ya elah... ternyata bryan modus an ya
Ami Lee
selalu suka sama cerita kak thor ini
Ami Lee
cantik nya cassi
Ami Lee
kyx cassi mau aja 😝
Ami Lee
bryan pantang menyerah tau kali cassi org nya gak enakan
Ami Lee
bener .... jangan dzolim sama diri sendiri cassi
Syavira Vira
🥰🥰🥰❤️❤️♥️🙏🙏🙏🙏
ida wati
🤣🤣🤣🤣 bener2 plenger 🤣
ida wati
parahhh playboy kena kutukan 🤣🤣🤣
Ami Lee
gak semua lelaki punya pikiran kotor macam kau max🤭cemburu bilang aja max....
Ami Lee
cie yg kesal karna keduluan bryan🤣🤣🤣
Ami Lee
max bakalan terkejut nih lihat laporan anak buah nya😝
Ami Lee
bagus max😄
Ami Lee
untunglah kau cepat sadar max....
Ami Lee
pas bgt ya😝
Ami Lee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣rugi kamu max gak lihat cassi make gaun itu... malah bryan yg beruntung lihatnya😝😝🤣
Ami Lee
tuh cassi bener apa kata max... jangan dzolim sama diri sendiri cas
Ami Lee
😄😄😄😄makasi loh bryan berkat kedekatan kamu sama cassi... max jadi memperhatikan cassi🤭🤭🤭
Ami Lee
akhirnya sadar diri juga kamu ya max😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!