NovelToon NovelToon
ISTRI PILIHAN

ISTRI PILIHAN

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Martina Alfarizqi

Istri pilihan menceritakan tentang.

Dina Nabila, Nabila kecil selalu bahagia, selalu ada senyum, dan canda tawa yang menghiasi hari - harinya dengan dikelilingi oleh orang - orang yang menyayanginya.

Tapi, semua itu berubah semenjak sang Ayah pergi untuk selama - lamanya.

Bukan sesuatu hal yang mudah baginya untuk menerima kenyataan setelah di tinggal pergi untuk selama - lamanya oleh orang yang sangat sangat di cintainya yaitu Ayahnya.

"Dasar anak pembawa sial, menyesal aku pernah melahirkan mu kedunia ini."

Dia pun harus berjuang sendiri melawan dan melewati seluruh rintangan yang di depannya sudah menghadangnya. Hingga suatu ketika entah nasib baik atau buruk, dia terpilih menjadi istri seorang pemuda yang terkenal kayak raya dan cukup populer namanya di dunia bisnis.

Akankah Nabila menemukan kebahagiaan setelah menikah ?

Atau malah sebalinya, penyiksaan, caci maki dan air mata menjadi teman setianya dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan harus kah berpisah adalah jalan terakhir yang harus mereka tempuh?


Simak ceritanya dalam "Istri pilihan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martina Alfarizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

...Di kantor....

Setelah insiden itu Arumi dan teman - temannya memutuskan untuk segera kembali kekantor, walau sebenarnya ada perasaan bertanya - tanya di hati teman - temannya.

Di kantor Arumi sama sekali tidak fokus pada pekerjaannya, fikirannya melayang - layang bagaikan burung yang lepas dalam sangkarnya. Kadang - kadang senyum - senyum sendiri kadang - kadang diam membisu seolah - olah ada yang sedang mengganggu fikirannya. Ketika sedang sibuk dengan khayalan dan mengingat kejadian di kafe barusan,

"Ting ...." bunyi notifikasi pesan dari ponsel Arumi.

Arumi pun terjaga dari khayalannya. Arumi pun segera menyambar ponselnya yang kebetulan di letakkan di atas meja kerjanya.

"Nomor baru," gumam Arumi dalam hati.

Arumi pun segera membuka pesan tersebut,

...Nomor baru...

..."Hallo Nona, semoga Anda tidak melupakan diriku?"...

...Arumi...

..."🤔🤔🤔."...

...Nomor baru...

..."Secepat itukah kamu melupakan aku?"...

...Arumi...

..."🤔🤔🤔."...

...Nomor baru...

..."Ya ... ya ... aku mengerti. Aku orang kamu tabrak di cafe beberapa jam yang lalu."...

...Arumi...

..."Kamu mau apa? Tidak usah bertele - tele."...

...Nomor baru...

..."Aku suka gaya mu Nona."...

...Arumi...

..."Tidak usah berbasa - basi. Cepat katakan kamu mau apa?"...

...Nomor baru...

..."Kopi itu ibarat kehidupan, dia penuh dengan kepahitan. Namun setelah ada gula, timbul rasa manis. Begitulah sebelum dan setelah aku bertemu denganmu."...

...Arumi...

..."🤔🤔🤔."...

...Nomor baru...

..."Kopi yang kuminum saat ini, sepahit perpisahan kita yang di beberapa jam yang lalu, itu sebabnya selain butuh gula aku juga butuh kamu sebagai pemanis yang baru."...

...Arumi...

..."Rumah sakit jiwa penuh."...

...Nomor baru...

..."Ok, I Love You."...

...Arumi...

..."Saraf."...

*********

Di pusat perbelanjaan, kini aku sudah menyelesaikan tugas belanjaku bersama Nyonya Luciana, dan sekarang aku dan Nyonya Luciana sedang menikmati makan siang.

"Kalau boleh tau ada hubungan apa kamu dengan cucu saya? Atau lebih tepatnya bagaimana kalian bisa mengenal."

Aku pun menghentikan aktifitas makanku lalu kemudian menatap wajah Nyonya Luciana, "Saya dan cucu Anda, tidak saling mengenal. Bahkan untuk bertemu dan melihat wajahnya dengan jelas pun saya belum pernah melihatnya Nyonya," ucapku lalu kemudian menunduk, ada rasa tak biasa yang hadir di dalam hati dan persaaanku.

Kemudian aku pun melanjutkan kata - kata ku, "Saya hanya pernah sepintas melihat wajahnya sewaktu datang kerumah bersama Ghea membawa sepatu itu," ucapku jujur tanpa melebih - lebihkan kata - kata.

"Lalu apa kamu pernah bertemu dengannya setelah pertemuan itu?"

"Tidak Nyonya, saya belum pernah bertemu dengannya setelah itu."

"Baiklah, lanjutkan makanmu setelah ini aku akan ikut bersama supir mengantarmu pulang."

"Baik Nyonya."

*********

Kini aku dan Nyonya Luciana sudah berada di dalam mobil dan sudah di jalan menuju pulang kerumah.

Beberapa saat kemudian, kini mobil Nyonya Luciana sudah masuk kehalaman rumahku.

"Nyonya terima kasih karena sudah mengantar Nabila pulang dan terima kasih juga atas traktiran makan siangnya."

Nyonya Luciana hanya berdehem sebagai jawabannya.

"Hemmmm...."

Sambil menoleh ke arahnya, "Nyonya silahkan mampir dulu ke rumah saya?"

Sambil tetap menatap lurus kedepan, "Mungkin lain kali saja."

"Kalau begitu Nabila pamit dulu, Assalamualaikum," seraya meraih dan mencium punggung tangannya.

"Waalaikumsalam."

Tapi belum sempat aku membuka pintu mobil itu, "Nabila tunggu."

Aku pun menoleh kembali kebelakang, "Ya Nyonya?"

"Saya rasa pilihan baju dan lainnya yang sudah kamu pilih barusan, cucu perempuanku tidak akan menyukainya. Kamu bawa aja seluruh belanjaan itu pulang kerumahmu. Nanti lain kali dia saya suruh beli sendiri saja. Ambilah semuanya."

Dengan wajah berbinar bahagia karena seumur - umur semenjak di tinggal pergi oleh Ayahku, aku tidak pernah berbelanja apa lagi sampai membeli barang - barang mahal dan bermerek.

"Apa pilihan barang yang saya pilih tidak bagus ya Nyonya? Atau warna dan ukurannya yang kurang bagus? Kalau ya maalum Nyonya saya tidak pernah berbelanja." ucapku sedih.

Ada rasa iba dan kasihan di dalam hati Nyonya Luciana tapi sebisa mungkin dia menutupinya.

"Ambilah semuanya," ulangnya sekali lagi.

"Terima kasih Nyonya, terima kasih," ucapku seraya mengambil semua paperbag belanjaan itu yang ada di jok belakang kursi yang aku duduki bersama Nyonya Luciana.

Kini aku sudah berada di dalam rumah. Ibu yang melihat itu, "Wah ... wah ... enak benar ya sekarang kamu jadi orang, belum jadi orang kaya sungguhan saja tapi gayamu sudah selangit."

"Ibu maaf ya Nabila capek ingin istirahat," ucapku seraya berlalu pergi. Aku segera berlalu bukan niat untuk tidak sopan ke pada Ibu, namun aku tidak mau jika harus berdebat, belum jauh melangkah, "Nabila...." teriakan Ibu menggema memenuhi seluruh ruangan yang ada di dalam rumah ini. Aku pun berhenti, "Berani ya sekarang kamu berlaku kurang ajar sama Ibu? Siapa yang mengajarkan kamu untuk kurang ajar pada ibu, hah ... katakan siapa?

Masih tetap membelakangi, "Ibu ... maafkan Nabila bukan maksud Nabila ingin kurang ajar sama Ibu, tapi Nabila mohon bisakah kita dalam sehari saja tidak bertengkar? Mana Ibu yang dulu yang kukenal yang penuh dengan kasih sayang menjaga, melidungi, dan penyabar dan akan selalu ada untuk anak - anaknya di kala susah dan bahagia," ucapku kini dengan air mata yang sudah tidak dapat di bendung lagi.

Ibu pun berjalan mendekat, "Kamu mau Ibu seperti dulu lagi, hah ... kamu mau Ibu yang kamu kenal penyayang dan penyabar kembali seperti yang kamu inginkan? Itu yang kamu inginkan?"

Aku pun menoleh ke arah Ibuku, "Ya, Nabila ingin Ibu yang dulu kembali seperti Ibu yang sekarang."

Ibupun tertawa, "Ha ... ha ... ha ... caranya gampang, cukup kembalikan suamiku semua akan baik - baik saja. Jika itu tidak bisa terjadi selamanya aku akan membencimu dan mengganti nama mu menjadi anak pembawa sial."

Sebenarnya dalam hati Ibu ada rasa menyesal mengucapkan kata - kata itu tapi kebenciannya kepada Nabila sudah mendarah daging dan seperti nya tidak akan bisa di rubah lagi. Sementara Arumi memang sejak dulu sudah membenci Nabila yang menurutnya selalu mencari muka di depan Ayah, yang menurutnya sang Ayah lebih sayang sama Nabila dari pada dirinya, sedangkan Akbar sebenarnya dalam hal ini dia tidak memihak siapa - siapa tapi tetap saja dia lebih membela Ibu dan adiknya Arumi dari pada Adiknya Nabila.

...❤❤❤...

...Terima kasih untuk yang sudah hadir memberikan like dan komentar dan terima kasih juga untuk like mode kalem ya, maaf komentar - komentar kalian tidak bisa aku balas satu - persatu. Yang ingin promo monggo promo tapi no spam promo ya hp aye oleng - oleng😂😂. Silahkan tinggalkan jejak dikolom komentar nanti saya berkunjung balik ke karya keren anda - anda semuanya. Terima kasih, semangat, mari saling mendukung dan tetap jaga kesehatan....

...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...

...❤❤❤...

1
Cb c
tokohnya cantik 🥰
Harice Funay
banyak bicara
Kurnaesih
udah mulai seru nih semangat Thor 💕💪👍
Kurnaesih
hadir kak 👍👍
Martina Alfarizqi: terimakasih...dukung karya ku yang lain ya.... salam kenal 🙏☺️
total 1 replies
Memelia Paixao
Baby Honey
I love you pulll😘😘💋💋
Memelia Paixao
kok Nabila tidak ketemu sama Tuan Adam, kok ketemu terus sama nenek
Susanna Nancy Macpal
thor,kalau aku sih sudah di sakiti n di hina,aku tdk mau lg kembali.biar dia mati dlm penyesalan
Susanna Nancy Macpal
Nabilakan punya butik thor
Martina Alfarizqi: iya selain ada butik dia juga punya galeri seni...... terimakasih atas hadirnya. kalau boleh silahkan berkunjung kekarya aku yang lain ya yg berjudul mertua dan ipar toxic, terimakasih
total 1 replies
Susanna Nancy Macpal
semangat thor ♥️
N1SW4N Z4F4
katanya si Arumi udah berubah.. bagian mna nya yg brubah sifatnya?...yg ada mlh makin mnjdi
Martina Alfarizqi: terimakasih bunda🙏🙏dah berkenan hadir dan berkomentar. silahkan kunjungi karya ongoing saya jika berkenan dengan judul mertua dan ipar toxic
total 1 replies
abcdefghi__lmnopqrstuvwyz
maaf thor bukan apa" panggilan nya terlalu berlebihan lebih baik biasa aja gitu biar yg baca juga gak ngulang" terus bosen
ini sekedar masukan doang thor
Mamah zaki
ga enak bnget dnger nya ..pipi mimi...coba ganti panggilan nya
Martina Alfarizqi: ok terima kasih atas masukannya 🙏🙏, dukung karya tina yang lain ya judulnya mertua dan ipar toxic. makasih🙏
total 1 replies
Imas Mulyani
Yey g suka tuh akhirnya hati yg berpaling
Martina Alfarizqi: Bukannya hati yg berpaling. cuman kekasih Chandra kan meninggal krn kanker....jadi kesan berpaling itu krn tiara gak mau memberikan harapan palsu sama Chandra makanya dokter yg merawat tiara dijadikan pacar sementara biar chandra benci tiara. terimakasih untuk dukungannya. dukung karya author yg lain ya🙏🙏
total 1 replies
bukan Sehun
Alhamdulillah mati juga nenek lampir 🤭🤭😄😄
hafid nadhif
sabar candra
Martina Alfarizqi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Naryati
Jadi ikut terhura mendengar cerita Chandra.. semangat Up..
Martina Alfarizqi: 😂😂😂 makasih
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut
Lenkzher Thea
Srmangat thor
hafid nadhif
lanjut
Naryati
Sabr ya Candra kamu harus tahu bahwa Tiara juga membutuhkanmu. dan semoga author nya nanti kembali menyatukan kalian.. 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!