NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Tepi Sungai Darah yang mendidih seketika menjadi hening. Bahkan suara uap korosif yang meletup seolah tertahan oleh ketegangan yang mencekik udara.

Mendengar deklarasi kematian dari Zhao Xuan, Yao Feng tidak meledak dalam amarah buta. Alih-alih meradang layaknya tuan muda yang manja, mata pemuda dari Klan Yao itu justru menyipit tajam. Aura Ascendant Menengah-nya memadat, membentuk lapisan perisai Qi yang luar biasa kokoh di sekeliling tubuhnya.

Di Alam Dewa, Klan Yao bukanlah klan yang memanjakan keturunannya. Yao Feng telah bertahan hidup melalui puluhan uji coba darah di perbatasan dimensi yang buas. Ia sadar, pemuda berjubah hitam di depannya ini memancarkan aura bahaya yang tidak masuk akal untuk ukuran seorang Ascendant Awal.

"Xue Tu!" panggil Yao Feng dingin, tanpa menoleh. "Urus Pangeran pemberontak itu. Aku akan memurnikan cacing fana ini menjadi pil darah."

Pangeran Xue Tu menyeringai buas, menjilat mata golok bergeriginya. "Dengan senang hati. Kematian Ye Sha akan memuluskan jalanku menuju Takhta!"

BLAAAR!

Xue Tu melesat maju, membelah udara dengan goloknya yang memancarkan Qi Lautan Darah. Niat Ascendant Awal Puncak-nya mengunci ruang di sekitar Ye Sha.

Namun, Ye Sha hanya berdiri tegak. Tombak patahnya berputar ringan di tangannya. Saat golok Xue Tu nyaris membelah kepalanya, Ye Sha mengayunkan Tombaknya dengan gerakan yang terlihat sangat lambat namun membawa beban sebuah planet.

TRANGGGGG!

Percikan api dan Qi darah meledak! Golok Xue Tu terpental ke belakang, membawa tubuh sang Pangeran Lautan Darah terhuyung sejauh puluhan tombak. Kedua lengan Xue Tu mati rasa, dan matanya membelalak tak percaya.

"K-Kekuatan apa ini?!" batin Xue Tu ngeri. Ia tidak tahu bahwa Ye Sha saat ini menekan kultivasi Nirvana Awal-nya hanya untuk bermain-main dengannya. Di mata Ye Sha, Xue Tu tak lebih dari anak kecil yang mengayunkan ranting kayu.

Di sisi lain, pertarungan yang sesungguhnya meletus dengan brutal.

"Seni Dewa Yao: Tungku Pelebur Bintang!"

Yao Feng tidak membuang waktu untuk menguji lawannya. Ia langsung menggunakan jurus pembunuhnya. Kipas bulu bangaunya dilemparkan ke udara, berubah menjadi sebuah tungku alkimia raksasa berwarna emas kebiruan yang memancarkan Api Suci tingkat Dewa.

Tungku raksasa itu terbalik, menutupi langit di atas Zhao Xuan, dan langsung menghisap tubuh Zhao Xuan ke dalam pusaran api penyerap jiwa!

WUUUUUSSSSH!

Suhu di dalam radius seribu tombak melonjak hingga membuat batuan obsidian di sekitarnya mencair. Zhao Xuan tertelan sepenuhnya oleh pusaran api dari tungku tersebut.

Para jenius iblis yang menonton dari kejauhan menelan ludah.

"Mengerikan... Api itu bisa membakar Nascent Soul hingga tak bersisa hanya dari jarak sejauh ini!"

"Pemuda itu sudah tamat. Perbedaan ranah antara Ascendant Awal dan Ascendant Menengah adalah jurang yang tak bisa dilompati, apalagi lawannya adalah elit Alam Dewa!"

Di dalam pusaran api, Zhao Xuan mengertakkan giginya. Lapisan Qi di sekeliling tubuhnya mulai retak. Api Suci milik Yao Feng bukanlah api biasa; api itu mengandung hukum alkimia yang secara khusus menargetkan meridian untuk dilebur.

Kulit pucat Zhao Xuan mulai melepuh di beberapa bagian. Ujung jubah tempurnya hangus. Darah segar menetes dari sudut bibirnya akibat tekanan ranah yang menindas organ dalamnya.

"Kau pikir aku hanya tuan muda yang bermodal nama klan?!" Suara Yao Feng bergema dari luar tungku, penuh dengan Niat Bertarung yang liar. "Aku telah membantai monster Ascendant Puncak di jurang kosmik! Kau, dengan ranah Ascendant Awal yang cacat, tidak memiliki hak untuk berdiri di hadapanku!"

Yao Feng terus menyuntikkan Qi murninya, mempersempit pusaran api itu untuk meremukkan Zhao Xuan. Ia menunjukkan kehebatan sejati dari fondasi Klan Yao yang kokoh dan tak tertembus.

Zhao Xuan terdesak. Paru-parunya terasa seperti menghirup serpihan kaca panas. Jika ini adalah pertarungan Qi konvensional, ia harus mengakui bahwa fondasi Yao Feng luar biasa solid dan nyaris tanpa celah.

Namun, di tengah kobaran api suci yang mengancam nyawanya, Zhao Xuan justru tertawa. Tawa yang sangat serak, perlahan mengeras menjadi tawa tiran yang menggema mengalahkan suara deru api.

"Bagus..." bisik Zhao Xuan, matanya berubah menjadi lubang hitam yang menyerap cahaya api di sekitarnya. "Jika kau hanya sampah manja, mencabut kepalamu tidak akan terasa memuaskan."

Zhao Xuan menutup matanya sejenak. Ia tidak lagi mencoba menahan api itu dengan Qi spiritualnya.

Di dalam Dantian-nya, Roda Bintang Ketujuh Roda Pemusnahan berputar hingga batas maksimal.

"Kau membanggakan ranah dan hukum apimu," suara Zhao Xuan mengalun pelan, meresonansikan ruang di sekelilingnya. "Maka, izinkan aku menunjukkan padamu... apa artinya ketiadaan mutlak."

Zhao Xuan mengangkat kedua tangannya.

"Seni Bintang Ketujuh: Pemakan Dimensi."

ZRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASH!

Seketika itu juga, warna emas kebiruan dari Api Suci di dalam tungku itu memudar menjadi abu-abu. Bukan dipadamkan oleh air, bukan ditahan oleh perisai. Api itu... dihapus dari eksistensi.

Hukum ketiadaan menyapu ke luar, secara konseptual menelan suhu panas, Qi pembakar, dan akhirnya tungku raksasa itu sendiri!

Di luar, Yao Feng terbelalak ngeri saat melihat tungku pusaka kebanggaannya mulai rontok menjadi debu abu-abu layaknya kertas yang tertiup angin. Hubungan spiritualnya dengan artefak itu terputus paksa, membuatnya memuntahkan seteguk besar darah!

"A-Apa yang terjadi?! Artefak ku... Hukum apiku menghilang!" jerit Yao Feng, arogansinya mulai retak.

Sebelum Yao Feng bisa memproses kengerian itu, sebuah tangan pucat yang dinginnya melampaui es abadi telah menembus debu ketiadaan, langsung mencengkeram leher Yao Feng dengan kecepatan yang menentang ruang dan waktu!

KRAAAAK!

Zhao Xuan mengangkat Yao Feng dari tanah, menghentikan seluruh aliran Qi di meridian pemuda Klan Yao itu hanya dengan satu cengkeraman Niat Asura. Wajah Zhao Xuan masih dipenuhi luka bakar ringan dan noda darah, namun senyumnya memancarkan dominasi yang membuat jiwa Yao Feng menjerit histeris.

"Kau benar, Yao Feng. Pengalaman tempurmu sangat bagus," bisik Zhao Xuan tepat di wajah Yao Feng yang mulai membiru karena kehabisan napas. "Tapi di hadapan hukum ketiadaan, ranah kultivasi dan teknik suci klan Yao-mu... hanyalah hiasan."

"L-Lepaskan... aku..." Yao Feng meronta, mencoba memanggil Niat Pedangnya, namun Dantian-nya terasa kosong melompong, seolah keberadaan kultivasinya telah ditelan oleh tangan yang mencekiknya.

PLAAAAAK!

Tanpa ampun, Zhao Xuan melayangkan tangan kirinya, menampar wajah Yao Feng dengan kekuatan fisik murni yang dilapisi Qi Ketiadaan.

Tamparan itu terdengar seperti ledakan meriam. Setengah dari gigi Yao Feng rontok dan berhamburan ke udara bercampur darah. Tulang rahangnya retak parah. Tamparan absolut ini tidak hanya menghancurkan fisik Yao Feng, tapi meremukkan total harga diri sang jenius dari langit atas itu.

"Satu tamparan untuk kesombonganmu di pelataran altar," ucap Zhao Xuan dingin.

PLAAAAAK!

Tamparan kedua melayang ke sisi wajah yang lain, merobek pipi Yao Feng hingga memperlihatkan tulang, membuatnya menjerit tertahan.

"Dua tamparan untuk setiap detik kau membuang waktuku di depan jembatan ini."

Zhao Xuan melemparkan tubuh Yao Feng yang kini tak lebih dari boneka rusak ke atas tanah berbatu. Jenius Ascendant Menengah yang beberapa detik lalu menguasai medan perang kini menggulung dirinya di tanah, menangis dan merintih dalam genangan darahnya sendiri.

Melihat pemandangan itu, Pangeran Xue Tu yang sedang bertarung dengan Ye Sha membeku. Keberaniannya menguap seketika. "T-Tuan Yao Feng dikalahkan?! Hanya dengan... tamparan?!"

Ye Sha tidak menyia-nyiakan momen kelengahan itu. "Fokuslah pada kematianmu sendiri, Xue Tu!"

JLEB!

Tombak Ye Sha melesat, menembus bahu kanan Xue Tu dan memaku sang Pangeran Lautan Darah itu ke tanah, membuatnya melolong kesakitan.

Keheningan yang luar biasa mencekam melanda tepi Sungai Darah. Ratusan jenius iblis yang tadinya tertahan kini menatap Zhao Xuan dengan pandangan memuja sekaligus ketakutan mutlak. Pemuda manusia ini baru saja menampar wajah seorang elit Ascendant Menengah hingga tak berbentuk!

Dari balik kerumunan, Gu Tianxue dalam wujud iblis bersayap buntung berlari mendekat dengan gaya, langsung bersujud di samping kaki Zhao Xuan.

"OH, KEAGUNGAN YANG TAK TERTANDINGI! TAMPARAN YANG MEMBELAH CAKRAWALA!" teriak Gu Tianxue, suaranya dipenuhi puja-puji yang memekakkan telinga. "Bahkan Sembilan Surga pun akan menangis melihat keindahan tamparan Tuan Zhao Xuan! Tuan, apakah hamba boleh melucuti sampah dari klan Yao ini?!"

Zhao Xuan tidak memedulikan anjing penjilatnya. Ia menginjak dada Yao Feng yang sedang sekarat, menunduk dengan tatapan predator. Karena Yao Feng bukanlah jenius dari faksi iblis, aturan larangan membunuh di Kuburan Leluhur ini tidak berlaku untuknya.

"Aku bisa membunuhmu sekarang, Yao Feng," desis Zhao Xuan pelan, merobek cincin spasial dari jari Yao Feng. "Tapi itu terlalu mudah. Kembalilah ke Alam Dewa dengan wajah hancurmu ini. Beri tahu klan Yao-mu, bahwa Pangeran Bintang yang mereka benci sedang dalam perjalanan ke langit atas. Dan saat aku tiba, aku akan menampar wajah Patriark kalian sama seperti aku menamparmu hari ini."

Zhao Xuan menendang tubuh Yao Feng. WUUUSSSSH! Tubuh pemuda malang itu terpental melintasi udara, terlempar ke arah tepi Sungai Darah. Sebelum Yao Feng tercebur ke dalam darah mendidih, sebuah jimat pelindung darurat dari Klan Yao di tubuhnya aktif, membungkusnya dalam cahaya putih dan menteleportasinya paksa keluar dari Alam Rahasia demi menyelamatkan nyawanya yang tersisa.

Zhao Xuan menepuk debu dari tangannya, lalu menoleh ke arah kerumunan ratusan jenius iblis yang masih membeku.

"Pajak jalan telah dihapus," titah sang Asura dengan nada absolut. "Jembatan ini sekarang terbuka."

Tanpa membuang pandangan lagi, Zhao Xuan dan Ye Sha berbalik, melangkah dengan tenang melintasi jembatan tulang tersebut.

1
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
sikatttty dan hsncurrrrksnnn sudahhhh
saniscara patriawuha.
gasss pollll pokokeee manggg...
saniscara patriawuha.
serappppp kabehhhhh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!