Sadewa dan Bianca sudah bersahabat dari kecil. Terbiasa bersama membuat Bianca memendam perasaan kepada Sadewa sayang tidak dengan Sadewa,dia memiliki gadis lain sebagai tambatan hatinya yang merupakan sahabat Bianca.
Setelah sepuluh tahun berpacaran Sadewa memutuskan untuk menikahi kekasihnya,tapi saat hari H wanita itu pergi meninggalkannya, orang tua Sadewa yang tidak ingin menanggung malu memutuskan agar Bianca menjadi pengantin pengganti.
Sadewa menolak usulan keluarganya karena apapun yang terjadi dia hanya ingin menikah dengan kekasihnya,tapi melihat orangtuanya yang sangat memohon kepadanya membuat dia akhirnya menyetujui keputusan tersebut.
Lali bagaimana kisah perjalanan Sadewa dan Bianca dalam menjalani pernikahan paksa ini, akankah persahabatan mereka tetap berlanjut atau usai sampai di sini?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 30
Sejak bangun tidur Sarah merasa mual parah, akhir-akhir ini Sarah merasa ada yang salah dengan tubuhnya,pagi ini Sarah memberanikan diri untuk mengecek kehamilan.
Dan benar saja tanda positif terpampang jelas di alat tes kehamilan. Sarah menutup matanya sejenak,dia mengambil ponselnya kemudian menekan nama laki-laki misterius tersebut.
Agak lama sampai telpon tersambung.
"Aku hamil." dua kata yang keluar dari bibir sarah sejenak membuat suasana hening.
"bagus." kata yang tidak Sarah sangka keluar dari sebrang telpon.
Sarah ingin melempar ponselnya mendengar jawaban lelaki misterius.
"APANYA YANG BAGUS, KEHAMILAN INI AKAN MENGHAMBAT KARIRKU SEBAGAI AKTRIS." Sarah meluapkan emosinya.
"Yang kamu kandung adalah anak Sadewa,aku yakin. Jika kamu ingin menghancurkan Bianca gunakan anak itu sebagai alat." Lelaki misterius mengatakan dengan suara yang terdengar bahagia.
"Bagaimana bisa ini anak Sadewa, belakangan ini aku hanya melakukannya dengan kamu." jawab Sarah.
"Kamu tidak perlu tau,yang jelas itu adalah anak Sadewa, kembali ke Indonesia secepatnya,kita akan mulai drama yang sesungguhnya." perintah dari lelaki misterius.
Setelah sambungan telpon terputus Sarah membanting ponselnya,dia merasa semenjak meninggalkan Sadewa hidupnya berantakan, tiba - tiba dia teringat momen saat bersama Sadewa.
Flash back
Satu bulan sebelum pernikahan di apartemen Sadewa.
Setelah melakukan hubungan intim Sadewa memeluk Sarah dari belakang, Sadewa mengelus perut Sarah sambil berkata,"one day di dalam perut ini akan terisi anak-anak kita,aku mau punya anak yang banyak dari kamu."
"No Dewa,aku belum siap punya anak,dan aku ga mau tubuh aku berubah karena melahirkan." jawab Sarah.
Apakah Sadewa marah? Jawabannya tidak.
"oke, terserah kamu aja,asal kamu bahagia aku ikut."
"Aku ga sabar nunggu hari pernikahan kita, setelah hari itu kamu akan resmi menjadi milikku selamanya,dan aku pastikan kamu tidak dapat lari dari hidupku." ucap Sadewa penuh cinta.
Sementara Sarah memikirkan hal lain yang akan menghancurkan impian Sadewa.
"Love you more more and more Sarah, jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku."
Kemudian Sadewa terlelap karena kelelahan.
flash off
setelah memikirkan tentang kenangan bersama Sadewa Sarah meminta kepada managernya agar di siapkan tiket pesawat ke Indonesia secepatnya.
"Bianca,aku akan mengambil milikku kembali." ucap sarah dengan penuh keyakinan untuk mendapatkan Sadewa.
......................
Sementara di kantor saat ini Bianca sedang asik menikmati makan siang bersama teman-temannya. Makan Bianca terhenti saat salah satu temannya mengeluarkan pertanyaan yang membuat Bianca terkejut.
"Bi kamu ada hubungan apa sama Pak Raka?."
Teman Bianca yang lain menambahkan,"Eh iya Bi,kita penasaran banget soalnya kamu kelihatan Deket sama pak Raka, sorry ya kalau pertanyaan kita agak sensitif."
"Bisa-bisanya kalian mikir aku punya hubungan sama pak Raka,guys aku cuma kerja kebetulan aku sempat beberapa kali ga sengaja ketemu pak Raka, jadi hubungan aku sama pak Raka cuma sebatas rekan kerja." jawab Bianca dengan tenang.
"Kalau sama pak Sadewa?." pertanyaan tidak terdapat yang membuat Bianca terbatuk-batuk.
"Eh sorry bi,aku kelewatan ngasih pertanyaan ya, sorry Bi." teman Bianca merasa tidak enak karena bertanya hal yang sensitif.
"Aku dan pak Sadewa cuma atasan dan bawahan,oke?."
Salah satu teman Bianca menyauti,"Kan apa aku bilang pak Sadewa ga mungkin secepat itu move on dari Sarah yang aktris itu."
Mendengar nama Sarah disebut suasana hati Bianca mendadak berubah,tapi sebisa mungkin Bianca menutupi.
"Lagian ni ya, meskipun pak Dewa tetap lanjut nikah sama orang lain, palingan itu cuma buat nutupin biar ga malu aja sih, semua orang juga tau gimana bucin nya pak dewa ke Bu Sarah."
Bianca merasa jika dirinya hanya sebatas pengganti setelah mendengar ucapan temannya.
"eh udah ah jangan bahas hal kata gitu di kantor takut pak Dewa denger,udah yuk kita kembali." teman Bianca yang lain menyudahi aksi bergosip ria tersebut.
Semenjak percakapan yang terjadi di kantin perilaku Bianca mendadak berubah, karena sedang melamun Bianca tidak sadar jika dari tadi kepala departemen nya memanggil namanya.
"Bianca."
"Bianca."
Sampai salah satu temannya menyadarkan Bianca dengan menepuk pundaknya, Bianca terkejut sambil menatap temannya.
"Bi,kamu ngelamun in apa,tuh pak Bram dari tadi manggil kamu, cepet gih kesana, sebelum beliau berubah jadi villain."
Bianca langsung berlari menuju ruangan pak Bram, setelah mengetuk pintu dan diizinkan untuk masuk Bianca masuk dengan perlahan.
"Mohon maaf pak,saya tidak tau jika bapak memanggil saya,ada yang bisa saya bantu?." tanya Bianca dengan nada sopan.
"Kamu kalau kerja jangan ngelamun terus,fokus Bianca kan saya jadi lupa mau ngomongin apa,oh iya kamu di panggil pak Sadewa keruangan nya."
"Saya?." tanya Bianca sambil menunjuk dirinya sendiri.
"ya iya kamu,masa saya." jawab pak Bram yang agak bad mood.
"Kamu jangan bikin pak dewa marah ya nanti saya yang kena getahnya,sana pergi." usir pak Bram.
"Baik pak terima kasih."
Bianca bertanya - tanya kenapa Sadewa sering sekali memanggil dia,bukan apa-apa Bianca takut hubungan mereka diketahui oleh orang kantor.
Tidak sadar jika lamunannya sudah mengantarkan Bianca ke depan ruangan Sadewa.
Bianca menarik nafas kemudian mengetuk pintu ruangan Sadewa.
Tok tok tok
"masuk." setelah mendengar perintah untuk masuk Bianca membuka pintu dengan perlahan.
Bianca tidak melihat Sadewa dikursi kerjanya,mata Bianca menyisir ruangan,dan yap dia menemukan Sadewa dikursi tamu,tapi Sadewa tidak sendirian ada laki-laki yang memiliki tubuh mirip Sadewa yang membelakangi nya.
Saat laki-laki tersebut membalikkan badan Bianca terkejut.
"Kak Arsen!!."
Lelaki tersebut tersenyum kearah Bianca, sedangkan Sadewa bingung bagaimana bisa Bianca mengenal kliennya.