Aisya harus menelan pil pahit, dua tahun pernikahan, ia belum dikaruniai keturunan. Hal ini membuat mertuanya murka dan memaksa suaminya menjatuhkan talak.
Dianggap mandul dan tak berguna, Aisya dicampakkan tanpa belas kasihan, meninggalkan luka yang menganga di hatinya.
Saat sedang mencoba menyembuhkan diri dari pengkhianatan, Aisya dipertemukan dengan Kaisar.
Penampilan Kaisar jauh dari kata rapi, rambut gondrong, jaket kulit lusuh, dan tatapan liar. Mirip preman jalanan yang tampak awur-awuran.
Sejak pandangan pertama, Kaisar jatuh cinta pada Aisya. Ia terpesona dan bertekad ingin menjadikan Aisya miliknya, memberikan semua yang gagal diberikan mantan suaminya.
Tapi, mampukah Kaisar meluluhkan hati Aisya yang sudah terlanjur hancur dan tertutup rapat? Atau apakah status dan cintanya yang tulus akan ditolak mentah-mentah oleh trauma masa lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Hendra berbaring di samping Aisya, tetapi punggungnya dingin. Pikirannya tidak di sini, bayangan suapan makanan dari Rima dan aroma parfum mahal wanita itu terus menari-nari di kepalanya.
Sementara itu, Aisya memejamkan mata, berpura-pura tidur meski hatinya sedang tercabik.
Tiba-tiba, suara ketukan panik terdengar dari pintu kamar mereka.
TOK! TOK! TOK!
"Mas Hendra! Mas! Tolong!" seru Rima ketakutan.
Hendra tersentak dan langsung terduduk. Aisya pun membuka matanya, menatap punggung suaminya dengan tatapan kosong. Tanpa sepatah kata pun pada istrinya, Hendra bergegas membuka pintu.
Di sana, Rima berdiri dengan napas tersengal, wajahnya pucat dan kedua tangannya mencengkeram lengan kemeja Hendra.
"Ada apa, Rima? Kenapa teriak malam-malam begini?" tanya Hendra cemas.
"Mas... di kamar tamu... ada kecoak! Besar sekali! Aku takut, Mas, aku tidak bisa tidur. Aku geli sekali," rengek Rima sambil menyandarkan kepalanya sejenak di bahu Hendra.
Hendra tertegun. Di bawah lampu yang sedikit remang, ia baru menyadari apa yang dikenakan Rima. Bahu mulusnya terpampang nyata, dan kain tipis itu seolah mengikuti lekuk tubuh Rima dengan sempurna.
Aroma melati yang kuat menguar dari tubuhnya, menyerang indra penciuman Hendra.
"Cuma kecoak, Rima. Biar aku usir," ucap Hendra.
Aisya muncul di ambang pintu kamar, menatap pemandangan itu dengan rasa mual yang memuncak.
"Mas, ini sudah jam dua pagi. Biar aku saja yang urus kecoak nya. Kamu tidurlah, besok kamu harus masuk kantor pagi-pagi."
Rima langsung menggeleng cepat, ia semakin erat memeluk lengan Hendra. "Tidak mau! Aku mau Mas Hendra! Aku trauma, Aisya. Mas Hendra saja yang periksa kamarnya, aku takut kalau cuma kamu yang lihat, kecoak nya malah sembunyi lagi."
Hendra menoleh pada Aisya, namun tatapannya tidak lagi lembut. "Sudahlah, Aisya. Kamu masuk saja. Biar aku yang menemani Rima sebentar sampai dia tenang. Kamu kan tahu dia tidak biasa tinggal di rumah sederhana seperti ini."
Aisya terdiam. Kalimat itu seperti tamparan. Tidak biasa tinggal di rumah sederhana? Lalu apa artinya pengabdiannya selama dua tahun ini?
"Terserah kamu, Mas," ucap Aisya lirih sebelum berbalik dan menutup pintu kamar.
Hendra melangkah menuju kamar tamu diikuti Rima. Di dalam kamar, Hendra berpura-pura mencari kecoak di kolong tempat tidur dan balik lemari.
"Sudah tidak ada, Rima. Mungkin sudah lari keluar lewat celah pintu," ucap Hendra sambil berdiri kembali.
Namun, Rima tidak membiarkannya pergi. Ia duduk di tepi ranjang, menarik ujung jubah tidurnya sedikit hingga memperlihatkan kakinya yang jenjang.
"Mas, jangan pergi dulu. Aku masih gemetar. Bisakah kamu duduk di sini sebentar saja? Temani aku sampai aku mengantuk."
Hendra menelan ludah. Iman yang selama ini ia jaga untuk Aisya mulai goyah. Lelaki mana yang tahan jika diberikan ikan segar yang begitu menggoda di depan mata? Rima sangat cantik, sangat wangi, dan sangat memujanya, berbeda dengan Aisya yang belakangan ini hanya memberikan tatapan dingin dan air mata.
Hendra duduk di tepi ranjang, menjaga jarak namun matanya tak bisa berhenti melirik ke arah Rima.
"Kamu harusnya tidak perlu takut begini, Rima."
"Aku ini lemah, Mas. Aku butuh pelindung seperti kamu," bisik Rima. Ia mengulurkan tangannya, menyentuh jemari Hendra dengan lembut. "Mas, apa kamu bahagia dengan Aisya? Dia selalu terlihat murung. Harusnya pria sehebat kamu punya pendamping yang bisa membuatmu tersenyum setiap saat, yang bisa membantumu naik jabatan, yang bisa memberimu segalanya."
Hendra menghela napas panjang. "Entahlah, Rima. Belakangan ini semuanya terasa berat."
"Kalau begitu, biarkan malam ini jadi malam yang ringan buatmu," Rima bangkit dan berdiri tepat di depan Hendra, tangannya kini beralih ke pundak Hendra, memijatnya pelan. "Aku sangat mengagumimu, Mas. Sejak pertama kita bertemu di kantor ayah."
Hendra merasakan panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Sentuhan Rima, aroma tubuhnya, dan pemandangan di depannya benar-benar mengacaukan logikanya. Ia seolah lupa bahwa istrinya sedang menangis di kamar sebelah. Ia justru menikmati perhatian yang diberikan Rima.
"Rima, kamu—"
"Sttt!" Rima meletakkan jarinya di bibir Hendra. "Jangan bicara soal dia. Malam ini, di rumah ini, biarkan aku yang menjadi yang utama bagimu."
Rima tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu Hendra sudah masuk ke dalam perangkapnya. Ia merasa sangat puas. Akhirnya, ia berhasil merebut perhatian penuh dari pria yang ia inginkan. Baginya, Aisya hanyalah batu sandungan kecil yang sebentar lagi akan ia tendang keluar dari rumah ini.
lanjut thor 💪💪bnykin bab nya🤣🤣
itu si kaisar tau gak y bapaknya gundik bawahannya jg... 🤔
Hendra jg dipecat biarin dia melihat aisyah bahagia...
jadikan aisyah sekertaris mu biar Hendra dilema
pas sdh tau kebenarannya tth aisyah mau balik jg gk bs karena karir taruhannya sebab aisyah sdh dijaga oleh big boss nya🤣🤣🤣
kau tau bulan aisyah yh seperti sampah tapi kau seperti binatang jd bersyukurlah kau aisyah lepas sr binatang karena hanya binatang lah yg bersenggama tampa menikah dan tanpa mandi junub mengucapkan talak🤣
bersyukur lah kepada Allah krn mata mu dibuka selebarnya dan Allah sayang padamu bahwa kamu tidak di biarkan tidur dengan binatang yg berupa manusia🤣🤣
lebih baik buat Hendra seyakin yakinnya untuk menceraikan mu... percaya aja sma Allah kebenaran itu pasti ada jalannya untuk membuka siapa yg jahat