Angel hidup dengan dendam yang membara. Kakaknya ditemukan tewas mengenaskan, dan semua bukti mengarah pada satu nama
Daren Arsenio, pria berbahaya yang juga merupakan saudara tiri dari Ken, kekasih Angel yang begitu mencintainya.
bagaimana jadinya jika ternyata Pembunuh kakaknya bukan Daren, melainkan Pria yang selama ini diam-diam terobsesi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sopir taxi
"berhenti! "
Angel terkekh pelan, dia kembali mengancingkan dua kancing blousenya yang terbuka. menggeser kursinya menjauh dari posisi Daren.
daren mengerut tidak suka saat angel mulai menjaga jaraknya. Tapi, bukankah ini yang dia inginkan tadi. Dia ingin angel menjauh dan berhenti untuk menggodanya. Namun, saat angel benar benar menjauh ada rasa tidak rela di hatinya.
"setelah ini ada rapat dengan para anggota dewan direksi pak. " Suara angel sudah kembali normal seperti semula dingin dan profesional. berbeda dengan sifatnya yang tadi seperti wanita penggoda di club.
"ekhemm." Daren berdehem pelan. ia kembali menyibukan diri dengan steak di piringnya. rasa panas terasa menjalani pipinya.
"kenapa angel bersikap biasa saja setelah hal tadi? " tanya daren dalam hatinya. sedangkan ia sendiri mati-matian menahan rasa gugup serta meredakan hasratnya yang mulai naik ke permukaan. Tapi lihatlah wajah sekretarisnya itu hanya datar tanpa ekspresi seolah hal tadi tidak berarti baginya, Ataukah dia sendiri yang terlalu berharap berlebihan.
"Jam berapa? " Tanya dsren dengan dingin lebih dingin dari biasanya. Angel menatap daren dengan bingung namun tidak terlalu mempermasalahkan perubahan tuannya.
"pukul 2 siang Pak. " daren mengangguk dan menghabiskan makan siangnya.
Keheningan menggantung di udara. setelah percakapan tadi tidak ada lagi yannerniat membuka pembicaraan. Masing masing sibuk dengan makanan di hadapannya.
Diam-diam daren selalu mencuri pandang pada angel. memperhatikan gerak gerik sekertarisnya.
tidak ada kegugupan di sana, tidak ada juga rona malu di pipinya, yang ada hanyalah wajah datar yang begitu tenang.
Daren tahu angel memiliki tujuan datang ke perusahaannya. Tapi apa? ia sendiri belum mengetahuinya.
Untuk saat ini dia akan membiarkan angel bermain-main di dalamnya, ia ingin tahu sampai sejauh mana angel berani bertindak.
tak. Angel meletakan sendok dan garpunya dengan rapi di atas piring. makan siangnya sudah di habiskan. dengan gerakan anggun dia mengambil air mineral lalu meneguknya langsung dari botol . Jangan tanya kenapa ada air mineral karena angel sendiri yang menginginkannya.
"Aku sudah selesai pak, atau tuan? menurut anda panggilan mama yang lebih baik? "
"aku lebih suka dengan kata tuan! "
Dalam hati angel berdecih sinis "tuan arogan, sombong pembunuh kejam " umpat angel dalam. hatinya, segala kekesalan dia keluarkan di sana.
Daren beranjak dari kursinya melangkah keluar dari restoran. di belakangnya angel mengikuti dengan setia.
Mereka tidak membayar karena Ini adalah salah satu restoran yang berada di bawah naungan Castello Corp.
Beberapa pelayan menundukan kepala saat berpapasan dengan Daren, diantara mereka ada yang terang terangan menggoda daren, tapi tidak di hiraukan sama sekali, jangankan di tanggapi di lirikpun tidak.
Dalam hatinya angel tertawa terbahak bahak melihat ekspresi para pelayan yang bersikap jalang itum ia yakin sebagian besar dari mereka menyerahkan tubuhnya untuk atasan agar bisa bertahan bekerja di restoran ini.
Dengan langkah ringan ia terus mengikuti daren dari belakang tidak mempedulikan tatapan sinis dan iri para wanita.
saat mereka sampai di basemant, daren mendadak berhenti, ia meneh ke belakang.
"kau pulang sendiri! setelah ini aku masih ada urusan. " setelah mengucapkan itu daren masuk ke dalam mobilnya. sedangkan angel hanya mengangguk dan diam memastikan daren pergi dari sana.
ia mengeluarkan handphone nya memesan taksi online lalu menghubungi Ken. Tidak ada yang tahu, termasuk Ken.
"ken apa kamu baik baik saja? "
tak sampai satu menit balasan sudah datang. Angel tersenyum, ken memang selalu menjadikan dirinya prioritas.
"lebih baik dari tadi pagi. tapi tidak sebaik saat ada kamu di sini. "
Angel kembali tersenyum membaca gombalan ken. Hatinya selalu menghangat dan bahagia saat bersama lelaki itu. Ada saja tingkahnya yang membuat dia tertawa.
"aku baru saja makan siang dengan Daren. kau berbohong sesuatu padaku ken. "
"ohh aku cemburu sayang. tidak ada kebohongan di yang pernah aku ucapkan. "
Angel terkekh pelan memandangi ponselnya.
"atas nama angel? " seorang pria parub baya keluar dari dalam mobil dan menyapanya.
"iya Pak saya. " tanpa menaruh rasa curiga angel masuk ke dalam mobil. bibirnya masih tersenyum memandangi ponsel yang berisi pesan dari ken.
Mobil taxi yang di tumpanginya melaju dengan pelan membelah jalanan jakarta siang hari.
"tahan dulu rasa cemburu itu! benarkah? apa kamu yakin tidak berbohong padaku? "
Bukan balasan pesan yang dia dapat melainkan panggilan masuk dari ken.
"halo sayang" suara berat ken terdengar di sebrang sana saat panggilan sudah terhubung.
"iya." jawab angel singkat.
"apa yang kamu maksud dengan berbohong? " tanya ken dengan penasaran.
Angel tersenyum ia membayangkan pasti di sebrang sana ken sedng memberenggut penasaran di tambah dengan dahinya yang berkerut berlipat-lipat.
"Aku akan membahasnya nanti di apartemen. "
"kenapa tidak sekarang saja. " terdengsr nada protes dari ken.
Angel memandang ke depan memperhatikan sopir taxinya. sedari tadi sopir itu sering melirik ke belakang memperhatikan dirinya. bukannya ia. tidak menyadari hanya saja ia berpura-pura tidak tahu.
"aku tutup ya sayang. sebentar lagi aku akan sampai. sampai jumpa nanti sayang. " sebelum ken kembali protes angel mematikan sambungan teleponnya, menyimpan ponsel ke. dalam tas lalu fokus ke depan.
sopir menghentikan mobilnya tepat di depan gedung Castello Corp. angel mengernyitkan dahinya dia bahkan belum menjelaskan kemana tujuannya akan tetapi sopir ini sudah tahu. dugaannya semakin yakin bahwa taxi ini adalah kata-kata yang di perintah oleh seseorang. angel tersenyum miring siapa yang mau bermain-main dengan dirinya.
Dengan polos angel turun dari mobil taxi itu, menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan "Terima kasih pak. "
"ini terlalu banyak non. " sopir itu meng balikan kembali uang yang di berikan angel namun angel langsung menolaknya dengan tegas.
"untuk bapak. anggap saja tips dari saya. " angel tersenyum tipis memperhatikan pria paruh baya yang bekerja sebagai sopir ini tubuhnya terlalu kelar di usianya yang sekarang, lalu tatapan matanya juga memiliki ketajaman, tangan yang berurat di dukung tubuh besar juga kekar.
"seorang bodyguard? " tanya angel dalam hati.
"Terima kasih non. " sopir itu mengangguk dan menundukan kepala tanda hormat.
Angel tersenyum sopan memandang mobil taxi yang mulai menjauh. wajahnya berubah datar mata itu setajam elang menyipit menghapal plat nomor.
Dia berbalik dan melangkah masuk ke dalam gedung Castello Corp. setiap langkahnya anggun namun berwibawa.
"mari kita lihat siapa yang mau bermain-main di sini? sepertinya akan menyenangkan. " angel tersenyum smirk , senyum yang jarang di tunjukan pada siapapun.