NovelToon NovelToon
Setelah Kita Berpisah

Setelah Kita Berpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kebangkitan pecundang / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.

Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.

Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.

Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇

"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.

WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30#. Percaya diri dan dampaknya

Ariel tiba di ruko D'Style lima belas menit dari kantornya. Dia langsung mencari Dian dan menemukannya sedang mengawasi para karyawan yang sedang bekerja.

"Di, aku pengin ngomong sesuatu sama kamu," kata Ariel, dengan nada serius.

Dian menoleh dan menatap Ariel dengan tatapan penuh tanya. "Ada apa, Riel? Kamu kelihatan serius banget?"

Ariel mengajak Dian ke ruangan yang lebih tenang. Dia lalu menceritakan percakapannya dengan kedua orang tuanya pagi tadi, tentang harapan ayahnya agar dia meneruskan usaha keluarga. Dia juga menceritakan kebingungannya dan dilema yang sedang dirasakannya.

Dian mendengarkan cerita Ariel dengan seksama. Ia memahami apa yang dirasakan oleh Ariel. Ia paham betapa pentingnya keluarga bagi Ariel, dan betapa berat baginya untuk mengecewakan orangtuanya.

Setelah Ariel selesai bercerita, Dian terdiam sejenak. Ia berpikir keras tentang bagaimana cara membantu Ariel dalam mengambil keputusan yang terbaik.

"Riel, aku mengerti apa yang kamu rasakan," kata Dian, akhirnya. "Ini memang situasi yang sulit, tapi aku yakin kamu pasti bisa menemukan solusinya."

"Aku sendiri bingung, Dian. Aku nggak tahu harus bagaimana," kata Ariel, dengan nada putus asa.

Dian menatap Ariel dengan serius. "Dengerkan aku ya, Riel. Kamu itu punya hak untuk memilih jalan hidupmu sendiri. Kamu nggak harus mengikuti apa yang orang lain inginkan. Kamu harus melakukan apa yang membuatmu bahagia dan merasa bermakna."

"Tapi aku nggak mau mengecewakan orang tuaku, Di," kata Ariel, dengan suara lirih.

"Aku tahu," kata Dian, lembut. "Tapi kamu juga nggak boleh mengorbankan kebahagiaanmu sendiri demi memenuhi harapan orang lain. Kamu harus mencari jalan tengah yang bisa membuat semua orang bahagia."

"Maksud kamu?" tanya Ariel, dengan tatapan bingung.

Dian tersenyum. "Mungkin kamu bisa mencoba membagi waktumu antara bisnis clothing line dengan usaha keluarga. Kamu bisa tetap fokus pada bisnis clothing line mu, tapi kamu juga bisa membantu ayahmu dalam mengelola usaha keluarga. Kamu bisa mencari orang yang bisa kamu percaya untuk membantumu dalam mengelola bisnis tersebut."

Ariel terdiam sejenak. Dia memikirkan saran Dian dengan seksama. Dia merasa saran Dian sangat masuk akal dan mungkin bisa menjadi solusi yang terbaik.

"Kamu benar, Di," kata Ariel, akhirnya. "Mungkin aku bisa mencoba membagi waktuku antara kedua bisnis itu. Aku akan mencari orang yang bisa aku percaya untuk membantu ayah dalam mengelola bisnisnya itu, dan aku akan tetap mengawasinya."

Dian tersenyum lega. "Aku senang kamu setuju, Riel. Aku yakin kamu bisa melakukan ini. Aku akan selalu ada untuk mendukungmu."

Ariel tersenyum. "Terima kasih ya, Di. Kamu selalu ada untukku. Aku nggak tahu apa jadinya aku tanpa kamu."

Dian tertawa kecil. "Sudah ah, jangan gombal gitu. Mendingan sekarang kita kerja. Noh, bagian kamu sudah nunggu, tuh."

*

*

*

Dua bulan berlalu sejak perceraiannya dengan Luna. Ariel merasa lebih percaya diri menatap masa depan. Fokusnya kini tercurah pada pekerjaan dan bisnis clothing line-nya, D'Style. Dia ingin menikmati waktu kesendiriannya dan membangun karier impian bersama Dian, partner bisnisnya yang setia.

Ariel tenggelam dalam kesibukan mengurus proyek-proyek baru di kantor dan mengembangkan D'Style. Kepuasan terpancar dari wajahnya. Dia merasa telah membuat keputusan yang tepat, memprioritaskan hal-hal yang penting: karier dan bisnis.

Bersama Dian, Ariel sedang mengerjakan proyek baru untuk D'Style yang sangat menjanjikan. Antusiasmenya meluap-luap. Mereka seringkali begadang demi memastikan proyek itu berjalan lancar sesuai rencana.

Meskipun sibuk dengan pekerjaan kantor dan D'Style, Ariel tak lupa menyempatkan diri untuk membantu usaha keluarganya. Baginya, keluarga adalah prioritas utama. Ayah Ariel memiliki usaha tambak udang yang lumayan besar di daerah Banyuwangi. Dia memasarkan udang segar melalui media sosial, mencari relasi bisnis baru, dan membantu mengelola keuangan usaha tambak sehingga kini usaha ayahnya mulai teratur.

Namun, kehidupan tak selalu berjalan mulus. Semangatnya dalam mengelola kedua bisnis tersebut, justru berdampak negatif pada pekerjaannya di kantor. Pak Raymond, atasannya, mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja Ariel yang menurun akhir-akhir ini.

Hingga pagi itu, Ariel menerima panggilan dari Pak Raymond untuk menghadap di ruangannya. Jantungnya berdebar tak karuan. Perasaan was-was menyelimutinya saat ia melangkah menuju ruangan atasannya.

Tok

Tok

Tok

"Masuk!" sahut suara berat dari dalam.

Ariel mendorong pintu perlahan dan melangkah masuk.

"Selamat pagi, Pak. Ada apa ya, Bapak memanggil saya?" sapa Ariel, sedikit menundukkan kepala.

Pak Raymond menatap Ariel tajam, memainkan bolpoin di antara jari-jarinya. Pria paruh baya itu menghela napas sebelum akhirnya bersuara, tanpa mengalihkan pandangannya dari Ariel.

"Ariel, saya perhatikan kinerjamu akhir-akhir ini menurun drastis. Ada beberapa kesalahan yang kamu lakukan, meskipun masih bisa ditolerir," kata Pak Raymond dengan nada serius.

"Saya maklumi jika beberapa waktu lalu kamu memiliki masalah pribadi, tapi ini sudah dua bulan berlalu, Ariel. Ingat, kamu harus bisa mengesampingkan urusan pribadi dengan pekerjaan," sambung Pak Raymond, menekankan setiap kata.

"Maafkan saya, Pak. Saya berjanji akan lebih fokus dan memperbaiki kinerja saya. Mohon berikan saya kesempatan," ucap Ariel sungguh-sungguh, menatap langsung ke arah Pak Raymond.

"Baiklah, saya akan mempertimbangkannya. Tapi jika kinerjamu tetap seperti ini, saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas," ujar Pak Raymond dengan nada tegas.

Ariel meninggalkan ruangan atasannya dengan pikiran berkecamuk. Dia mengakui kesalahannya. Pikirannya memang terbagi antara pekerjaan dan bisnisnya. Terlalu bersemangat menjalankan bisnisnya sampai seringkali lupa waktu. Kadang dini hari baru tidur, akibatnya dia bangun kesiangan dan saat di kantor dia seringkali mengantuk. Konsentrasinya pun buyar, membuatnya melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari.

Ariel berjalan gontai menuju meja kerjanya. Dia menghempaskan tubuhnya ke kursi dan menghela napas panjang. Kata-kata Pak Raymond terus terngiang di telinganya membuatnya merasa bersalah karena telah mengecewakan atasannya.

"Aku harus gimana sekarang?" gumamnya pelan.

"Haruskah...?"

1
〈⎳ FT. Zira
dah kesna duluann🤭
Nar Sih
siaapp momz👍
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
udah Melucur, dong/Kiss//Kiss/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: awas kepleset🤭
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
siap meluncurrr ...
Aditya hp/ bunda Lia: sama-sama
total 2 replies
Nar Sih
selamat th baru ya momz 🙏moga sehat lancar rezeki nya juga sukses dgn karya,,nya😊
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, doa yg sama juga untukmu mbak🫰🫶
total 1 replies
Sunaryati
Semoga berhasil, usaha kalian tambah berkembang dan nama baik pulih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
awas kalian jatuh cinta kalo sampe ntar jadi heboh lagi ternyata emang benar dulu kalian syelingkuuhhhh .. hu hu hu 🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 3 replies
ora
Yang penting selalu hati-hati aja sih kalian ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: benarrr
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
gak yakin aku..
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱😱😱😱😱
total 3 replies
〈⎳ FT. Zira
akhirnya mereka akhirnya
〈⎳ FT. Zira: betulll🤣🤣
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
berhubung kemarin aku gak komen.. sekarang jariku gatell..
Nde.. dikasih tambahan hurup O di depanya, bisa di makan nih..🤭
〈⎳ FT. Zira: kasih hurup O aja di depannya bu,, kan enak
total 2 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
Hendra Yana
karma itu nyata
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iyakah?
total 1 replies
Ma Em
Biar Luna cs kapok agar TDK mengganggu Ariel dan Dian lagi , Luna yg salah yg mau cerai malah Luna sendiri yg sakit hati melihat Ariel dekat dgn Dian .
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hareudang dianya🤭
total 1 replies
Sunaryati
puas Luna ditangkap
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya, 🫶🫰
puas banget romannya mak🤭🤭🤭
total 1 replies
Sunaryati
Salah sendiri karena iri melihat adiknya dinikahi orang kaya membuat dirinya melakukan pencemaran nama baik dan fitnah mantan suami yang menghancurkan dirinya sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum...
total 1 replies
Patrick Khan
kira2 penjara berapa taun ya..🤔🤔🤔😅😅
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tak tahu banti tak lihat dulu ya🤭
total 1 replies
ora
Inilah akibatnya selalu membela anak, ntah itu benar atau salah. Jadinya semakin nenjadi-jadi anaknya ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
rasak no lun ,kapok ora nek wes ngene iki ,salah mu dewe duwe ati kok reget 🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo, bersihin sana🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!