Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Bisa Dipaksakan
Arjuna menjadi uring-uringan saat tahu kalau keluarga Fiana justru mendorongnya untuk bersama dengan pangeran.
Sementara Jelo nampak tak setuju dengan keinginan Arjuna untuk terus bersama dengan Fiana.
"Aku mengerti dengan perasaanmu terhadap Fiana. Apalagi ini cinta pertama dalam hidupmu. Namun kamu juga harus belajar menerima kenyataan bahwa tak ada satu pun yang akan setuju dengan cinta kalian." kata Viona saat ia dan Arjuna berdiskusi menyangkut sidang putusan yang akan dilaksanakan besok pagi.
"Aku tahu. Namun aku tak bisa membunuh perasaan ini. Aku sangat mencintai Fiana. Menjauh darinya sangat menyiksa diriku."
"Waktu Zack cerita tentang pertemuan kalian, aku awalnya ragu. Aku pikir kamu mungkin jatuh cinta karena nona Fiana memang sangat cantik. Namun saat Zack cerita bahwa kalian menikah, aku yakin cinta kalian berdua memang cinta sejati. Aku hanya berharap ada jalan untuk kalian berdua."
"Aku harap juga demikian. Oh ya, bagaimana kabar Zack junior?"
"Dia sehat." kata Viola sambil mengusap perutnya yang mulai kentara itu.
"Sudah tahu jenis kelaminnya?"
"Baby boy."
"Aku dan Jelo berjanji akan menjaga kalian, Viola. Kamu jangan khawatir tentang masa depan anak ini karena dia akan mendapatkan semua yang dia butuhkan."
"Terima kasih. Kamu dan Jelo jangan terlalu khawatir. Aku kan punya pekerjaan. Aku bisa menghidupi anak ini dan diriku."
"Zack punya saham di perusahaan yang kami bertiga bangun. Kamu akan tetap mendapatkan hasilnya." Ponsel Arjuna berdering. Dia langsung tersenyum melihat nama "my wife" yang tertera di sana. "Halo sayang...." sapa Arjuna.
Viola langsung tersenyum. Dengan gerakan tangannya pamit meninggalkan ruangan kerja Arjuna.
"Sayang, kamu di mana?" tanya Fiana. Arjuna langsung mengubah panggilannya menjadi mode Videocall.
"Kamu di kantor ya? Aku sudah kembali ke ibu kota. Aku sangat merindukanmu."
"Aku juga, sayang. Apakah hari ini kita bisa ketemu?" tanya Arjuna. Hatinya bergetar menatap wajah istrinya di layar hp.
"Sepertinya bisa. Aku dan aunty Rere rencananya mau mengunjungi panti asuhan Debora. Kamu tahu pasti asuhan itu kan?"
"Tentu saja. Sampai ketemu di sana ya, sayang. Nanti aku akan memakai topi dan masker supaya kehadiranku tidak terlalu mencolok."
"Aku tak sabar ingin ketemu."
"Aku juga, sayang. See you...!"
Arjuna segera mematikan ponselnya. Ia kemudian menelepon satpam untuk menyiapkan mobil Zack yang masih tersimpan di basecamp perusahaan ini.
************
Keluarga Adams setiap bulan selalu membawa sumbangan untuk panti asuhan ini. Biasanya mama Wulan yang akan mengantarkan semua kebutuhan panti ini. Namun sekarang, Fiana yang disuruh. Pastinya untuk membentuk citra dirinya sebagai calon menantu kerajaan.
Pengurus panti asuhan bahkan menyiarkan secara langsung melalui akun media sosial mereka tentang kedatangan Fiana.
Setelah bermain dengan anak-anak sebentar, Fiana segera menghubungi Arjuna saat ia pamit ke toilet.
"Sayang, kamu di mana?"
"Aku ada di bagian belakang panti asuhan ini."
Fiana langsung keluar dari toilet yang memang letaknya ada di bagian belakang panti asuhan itu. Bagian belakang panti asuhan memang adalah hutan kecil dengan perbukitan yang indah.
Fiana langsung tersenyum bahagia melihat kekasihnya sudah berdiri di dekat salah satu pohon.
"Sayang ...!" Fiana langsung berlari dan memeluk suaminya.
"Ah sayang, aku sangat merindukanmu." kata Arjuna sambil semakin mengeratkan pelukannya. Ketika pelukan itu terurai, keduanya langsung berciuman dengan penuh kerinduan, penuh cinta dan terselip hasrat yang tak tertahankan setelah hampir 2 Minggu tak bisa bersama.
"Sayang, mobilmu di mana?" tanya Fania.
"Aku parkir di sana." kata Arjuna sambil menunjukan Zack ,nag dibawahnya, tersembunyi di balik pepohonan.
Fiana tersenyum. "Kamu sangat merindukan aku?"
"Sangat merindukan kamu, sayang." Arjuna langsung mengangkat tubuh istrinya ala koala. Langkahnya menuju ke arah mobil hamer hitam. Zack memang suka mobil yang bisa dipakai di alam liar karena di sangat suka camping.
Arjuna membuka pintu tengah lalu langsung membaringkan istrinya di jok mobil itu.Ia kemudian menyalahkan mesin mobil melalui remote sehingga AC nya bisa menyala.
Tak menunggu lama, Arjuna langsung membuka kemeja dan celana yang dipakainya.
Fiana juga mengeluarkan gaun yang dipakainya.
Di ruangan mobil yang sempit itu, Fiana dan Arjuna saling memadu kasih. Mereka melampiaskan hasrat dalam balutan gairah yang sama gilanya.
"Besok hasil putusannya. Semoga kamu bisa dibebaskan, sayang. Aku akan ijin ke Amerika untuk mengurus cuti kuliah S2 ku. Aku akan menunggu kamu di sana dan kita akan pergi kemana saja. Jauh dari semua kekacauan dan dendam ini." kata Fiana. Keduanya sudah selesai bercinta dan sedang menikmati keintiman dengan Fiana yang duduk di pangkuan Arjuna.
"Aku tak sabar menanti hari itu, sayang. Aku sudah membayangkan kita akan punya anak-anak yang lucu. Aku ingin punya 4 anak, sayang."
Fiana tertawa. "Enak saja 4. Dua sudah ideal."
"Aku nggak mau 2, sayang. Aku ingin rumah kita nanti akan penuh tawa anak-anak kita."
Fiana mengecup pipi Arjuna. "Kita lihat nanti berapa yang Tuhan akan percayakan bagi kita. Sekarang aku mau pergi dulu. Nanti aunty Rere bingung mencari aku." Fiana merapikan rambutnya sebentar lalu segera membuka pintu mobil.
Arjuna ikutan turun sambil merapikan kemejanya yang belum dikunci.
"Sayang, kalau besok selesai sidang, datanglah ke apartemen aku. Jangan takut Jelo akan datang karena aku sudah mengganti password nya."
Fiana mengangguk. Keduanya saling berciuman.Lalu Fiana pun kembali masuk ke halaman panti asuhan. Mereka tak tahu saat berciuman itu, ada seseorang yang memotret mereka dari jauh.
***********
"Sidang memutuskan, Arjuna Pekins terbukti secara benar membunuh Jordy Adams. Tindakan terdakwa dianggap sebagai tindakan pembelaan diri. Namun walaupun demikian keadilan harus dinyatakan. Karena itu Arjuna Pekins dihukum dengan cara diasingkan di pulau Moana selama 6 bulan. Tanpa bosa dikunjungi oleh siapapun juga. Semua fasilitas komunikasi diputuskan karena memang tempat itu tak ada jaringan seluler. Demikian putusan pengadilan telah ditetapkan."
Arjuna yang berdiri hampir saja jatuh saat mendengar putusan itu. Dia memang tak masuk penjara. Ia hanya diasingkan selama 6 bulan. Namun bagi Arjuna itu bisa saja membunuh nya karena ia tak bisa bertemu dengan siapapun kecuali dengan Petugas di sana.
"Bersyukurlah, nak. 6 bulan itu tak lama. Dari pada kamu harus memdekam dalam penjara selama beberapa tahun." kata Wulan.
Arjuna membayangkan dirinya yang akan sangat merindukan Fiana.
"Besok pagi mereka akan menjemputmu, nak. Beristirahatlah." kata mama Maura.
Arjuna hanya mengangguk namun perasaannya tak menentu. Ia kemudian meninggalkan rumah untuk menuju ke apartemennya.
Ia menunggu dengan tak sabar.
Sementara itu Fiana beralasan hendak ke salon untuk memotong rambutnya. Ia diijinkan keluar namun kali ini Jerry juga ikut.
Fiana tak tahu apakah ia bisa berjumpa dengan Arjuna atau tidak.