NovelToon NovelToon
Putra Rahasia Sang Aktor

Putra Rahasia Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pernikahan Kilat / Single Mom / CEO / Anak Genius / Romansa
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Quenni Lisa

Menikahi Pria terpopuler dan Pewaris DW Entertainment adalah hal paling tidak masuk akal yang pernah terjadi di hidupnya. Hanya karena sebuah pertolongan yang memang hampir merenggut nyawanya yang tak berharga ini.

Namun kesalahpahaman terus terjadi di antara mereka, sehingga seminggu setelah pernikahannya, Annalia Selvana di ceraikan oleh Suaminya yang ia sangat cintai, Lucian Elscant Dewata. Bukan hanya di benci Lucian, ia bahkan di tuduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap kekasih masa lalunya oleh keluarga Dewata yang membenci dirinya.

Ia pikir penderitaannya sudah cukup sampai disitu, namun takdir berkata lain. Saat dirinya berada diambang keputusasaan, sebuah janin hadir di dalam perutnya.

Cedric Luciano, Putranya dari lelaki yang ia cintai sekaligus lelaki yang menorehkan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenni Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 - Di Tolong Raven

JANGAN LUPA ~ LIKE ~~ YA GUYS.

BIAR AKU SEMANGAT UPDATENYA 😭🤧

...****************...

"Ugh..." Anna melenguh. Matanya berkedip-kedip pelan, mencoba menerima rangsangan cahaya yang masuk ke matanya.

'Dimana ini...' batin Anna, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, terutama bagian kaki.

Anna teringat bahwa dirinya terjatuh, karena tak fokus membawa motor. "Hah! Cedric!" pekik Anna, seketika teringat. Ia bangkit secara tiba-tiba dari tidurnya, dan celingak-celinguk menatap sekitarnya.

"Akhhh... " Anna merasakan sakit pada pinggangnya. Yang mungkin terbentur saat ia terjatuh tadi.

"Anna! Kau sudah sadar? Syukurlah... Aku sangat khawatir," ujar seseorang, dengan nada khawatir. Anna menoleh, dan terkejut mendapati Raven tengah berdiri di ambang pintu sembari menatapnya.

"Ra-raven? Ba-bagaimana bisa aku ada disini? Bu-bukankah aku tadi terjatuh?" tanya Anna. Apa Raven yang menyelamatkannya? Kenapa harus Raven?

"Iya. Kau terjatuh di jalan. Aku sempat lewat dan heran kenapa rame-rame. Eh, ternyata kau yang jatuh, mangkanya aku minta warga buat bantu aku angkat kamu ke mobil dan bawa kamu kesini," jelas Raven sembari tersenyum. Rasanya ia telah lama tak menatap Anna selama ini.

Ia berjalan mendekati Anna. Ia tahu Anna sedang menghindarinya. Secara garis besar, Raven tahu bahwa Anna menyembunyikan Cedric, yang merupakan anak Lucian. Jika tidak, Anna tak akan bereaksi seperti itu saat bertemu dengannya. Karena mereka tak pernah memiliki hubungan buruk sejak dulu.

'Jadi... Dia alasanmu menghindariku, Na. Aku sangat merindukanmu, tapi lagi-lagi gara-gara Lucian, aku bahkan tak bisa mengobrol nyaman denganmu,' batin Raven sendu.

"Ak-Aku harus pulang sekarang. An-anakku pasti khawatir menungguku!" pekik Anna, saat matanya tanpa sengaja melirik jam dinding. Sudah menunjukkan pukul 12 siang, itu tandanya ia telah telat menjemput Cedric.

"Anna... Kau baru saja sadar, tubuhmu masih sakit. Tak bisa di paksakan. Aku akan mengantarmu menggunakan mobil dan motormu akan diantar nanti oleh pengawalku," jelas Raven dengan hati-hati, takut Anna akan menolaknya lagi. Jujur, ia sangat khawatir.

Anna terdiam, ia tampak memikirkan perkataan Raven. Karena memang tubuhnya terasa sakit. Bahkan dudukpun terasa menyakitkan.

Anna mengangguk. "Maaf aku merepotkanmu..."

Raven menggeleng sembari tersenyum senang. "Apapun untukmu, Anna..."

Anna terdiam. 'Ternyata dia tidak berubah... Masih saja sama seperti dulu. Selalu menggodaku,' batin Anna, merasa senang. Jika ia yang dulu pasti akan bereaksi malu terhadap perkataan Raven, namun ia yang sekarang sudah terlalu tua untuk reaksi itu.

Sepanjang perjalanan, Anna hanya menatap keluar jendela dengan khawatir. Bagaimana ia harus memulai percakapan dengan Raven.

'Aku harus membicarakan ini. Sebelum kami berpisah, jika tidak aku takut... Dia akan memberitahu Lucian,' batin Anna gelisah.

Anna membalikkan tubuhnya kesamping. Menghadap Raven. Membuat lelaki itu mengernyit heran. Anna menatap Raven, dengan mulut yang terus ragu berucap.

"Haha, Anna... Anna... Kau tetap tidak berubah ya. Katakan saja, aku akan mendengarkannya. Seperti dulu, mendengarkan, memberi solusi tanpa menghakimi," ujar Raven, sembari tertawa. Anna menunduk malu.

"A-aku... Ap-apa kau tau, jika Lucian ada disini?" tanya Anna, dengan kepala tertunduk. Ia takut membahas Lucian, namun keadaan memaksanya untuk bertanya.

Raven mencekam stir dengan erat. Lalu, menoleh sekilas melihat ekspresi Anna. "Ya, aku tahu. Aku baru saja mengetahuinya kemarin," jelas Raven.

Anna menengadah dengan mata berkaca-kaca. 'Sekarang aku harus apa? Haruskah aku pergi membawa Cedric? Tapi, kemana lagi?' batin Anna, dengan takut.

Raven melirik. 'Aku tahu apa yang sangat kau takuti Anna.... Aku tahu betul itu,' batin Raven. Terlintas sebuah ide cemerlang di benaknya.

"Bagaimana jika kau kembali ke Ibukota saja? Bersamaku, Anna... Lucian pasti akan berada disini lama, karena syutingnya baru akan dimulai hari ini," jelas Raven, penuh harap. Ini adalah kesempatan emas untuknya. Tak hanya menjauhkan Anna dari Lucian, ia juga bisa mendekati Anna secara tenang di kota tanpa gangguan Lucian ataupun lelaki yang kemarin dianggap Anna sebagai Suami.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, bukan?

Anna terbelalak. Tak menyangka Raven akan menyarankan hal itu padanya. Jelas ini bukan keinginannya untuk kembali. Karena ia masih merasa takut untuk ke Ibukota.

Namun, ia memang berencana akan kembali suatu saat nanti. Apakah ini memang sudah waktunya? Namun, pada akhirnya Lucian pasti akan menemukannya dan Cedric dengan lebih mudah jika mereka kembali ke Ibukota.

Tapi tak menutup kemungkinan jika mereka tak bertemu disini. Apalagi jarak Desa Kembang dan Kotanya sangatlah dekat, bahkan mereka berlalu lalang melewati rumahnya.

'Setidaknya... Aku hanya perlu mengulur waktu. Aku belum siap jika sekarang... '

"Ba-baiklah. Tapi, aku perlu membicarakan ini dengan Putraku terlebih dahulu. Aku tahu, kau pasti sudah menebaknya secara kasar, apa yang aku sembunyikan. Aku mohon, Raven. Aku akan menceritakan semuanya nanti. Tapi, tolong rahasiakan ini semua dari siapapun," jelas Anna, memohon. Ia menatap Raven dengan sendu.

Raven menatap Anna lama. "Ya, aku tahu! Kau tenang saja. Persiapkan semuanya, dan aku akan menjagamu dan Putramu ketika kita tiba di Ibukota," jelas Raven, tersenyum ramah.

'Yes, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini...'

SD Kasih Ibu.

Anna bergegas setelah keluar dari mobil, matanya menangkap sosok Putranya yang berdiri di depan sekolah di dampingi seorang Guru.

"Ceddy!" teriak Anna.

Deg!

Cedric menoleh menatap Bundanya, yang sedari tadi ia tunggu namun tak juga muncul. Bahkan guru-guru sudah berusaha membujuknya untuk menunggu di dalam atau mereka antarkan kembali. Namun, anak itu menolak, ingin menunggu Sang Bunda di depan sekolah.

"Bunda!" teriak Cedric. Air matanya hampir luruh. Ia berlari dengan kencang.

Greb!

"Akh," ringis Anna, saat Cedric menabrak tubuhnya.

Anna memeluk erat Cedric. Walau ia merasakan sakit. Ia dapat merasakan betapa khawatir Putranya itu padanya. "Maafin, Bunda..."

"Bunda kenapa? Bunda jatuh?" tanya Cedric, memeriksa tubuh Anna. Ia menatap kaki Bundanya yang di perban dan tangannya yang penuh goresan.

"Aku kan sudah bilang... Bunda hati-hati bawa motornya!" Cedric lelaki kecil itu nampak berkaca-kaca, menatap tubuh Anna yang penuh luka.

Anna merasa bersalah. Padahal ia telah berjanji, malah tanpa sengaja membuat dirinya melanggar janji. "Maaf, sayang... Maafin, Bunda. Bunda salah. Jangan nangis ya..."

1
Linda Liddia
Lanjuuuuutttt kk otor
alyssa bunga: ohey, otw🤧
total 3 replies
alyssa bunga
telat eh lah, typo mulu🤣🤧
Nana Meidian
nah kan kasian cedrik dan lucian . smga mrka bersatu kmbali.
DozkyCrazy
sehat sehat author
Linda Liddia
Lanjuuttt kk..
Semangat selalu
alyssa bunga: makasihhhh🤧
total 1 replies
tia
semangat thor,,semua update ny rutin 🤭
alyssa bunga: iya makasih, pasti ak usahain rutin🫶
total 1 replies
kalea rizuky
klo balikan ya goblok. aja
Denni Siahaan
lanjut lagi Thor ♥️♥️♥️
TRI FAA
lanjut thorr smoga aj sgera thu bpak ny udh ad ank,,dn brjuang mndptkn anna kmbali😍
alyssa bunga: wokeyy🫶
total 1 replies
DozkyCrazy
minta maaf rubah sikap n sifat lu lucinta lu na
DozkyCrazy
pantesan g up
Cpt sembuh author
alyssa bunga: makasih, udah mendingan. entar bisa update 🫶😄
total 1 replies
Purple Girls
😍🤩🤩🤩
DozkyCrazy
anna sosok bunda luarr biasaa👏👏🤘🤘
DozkyCrazy: semangat
total 3 replies
DozkyCrazy
bettul anna kamu berhak bahagia
DozkyCrazy
lebay ah ci lucinta
DozkyCrazy
eh lucinta luna bisa nyaa marah"😪😪
DozkyCrazy
mending raven deh
DozkyCrazy
preet
DozkyCrazy
emang bodoh jago nya cuma marah" n nyakitin anna
DozkyCrazy
mending diem tuh mulut g pernah sekolah ya ibu ibu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!