Supaya tidak bingung, alangkah baiknya membaca The Mafia Bride 1.
Siena gadis berusia 20 tahun harus merelakan suaminya untuk wanita lain dan takdir mempertemukannya dengan Kenzi. Seorang pria dingin dan kejam membawa Siena ke dalam hidupnya. Perjalanan panjang, lika liku kehidupan dan bayang bayang kematian mengiringi perjalanan hidupnya. Hingga takdir memisahkannya dari Kenzi dan kedua putranya.
Dapatkah mereka bersatu kembali menjadi keluarga yang utuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Confused
Dalam kebingungannya, Kenzi tidak tahu siapa yang harus di percaya. Mereka kah yang ada di hadapannya? ataukah musuh besarnya yang kini menjadi mertuanya?
"KLIK!"
Kenzi mulai menarik pelatuknya, tinggal ia lepas jarinya. Maka peluru itu akan melesat ke kepala Siena. Tidak bagi Siena, ia masih menahan jarinya untuk menarik pelatuk. Semua memori masa lalu serasa mencegahnya untuk membunuh Kenzi, pria yang pernah mengerti segala hal tentang Siena.
Angela dan Kyo menahan napas melihat orangtua mereka saling ingin membunuh. Sudah banyak hal yang telah Ryu saksikan membuatnya lebih dewasa dari sebelumnya. Ia maju dan berdiri di tengah. Menghadap ke arah Kenzi dengan mata berkaca kaca, kali ini suaranya terdengar lembut di telinga Kenzi.
"Ayah, sebelum kau membunuh Ibu. Biar aku terlebih dahulu mati di tangan Ayah," ucaonya dengan nada bergetar.
"Tapi, sebelum ayah membunuhku. Sebaiknya kau dengarkan terakhir aku bicara. Sebelum ada penyesalan di akhir."
Ryu menelan salivanya susah saat mata Kenzi melirik ke arahnya, tatapan penuh curiga. Bukan lagi tatapan teduh penuh kasih sayang. Dengan terbata bata, Ryu mulai mengingatkan kembali dan menceritakan saat terakhir di malam berdarah tujuh belas tahun yang lalu. Saat Kenzi meninggalkan keluarganya, saat Jiro juga pergi meninggalkan keluarganya untuk membantu Kenzi.
Namun sebelum Ryu selesai bicara, dari arah belakang Laila datang langsung menghasut Kenzi.
"Jangan dengarkan! mereka semua pembohong!"
Kenzi langsung mendorong tubuh Ryu hingga tersungkur ke jalan aspal.
"Kakak!" pekik Angela langsung mengangkat tubuh Ryu.
'Wanita sundal!" jerit Angela. Lalu berlari menerjang Laila.
"BUKKK!
Siena menendang perut Kenzi hingga senjatanya terpelanting jauh. Lalu wanita itu mencdngkram kerah baju Kenzi dan meninju wajahnya berkali kali.
Kenzi kembali bangkit dan menarik lengan Siena dan menghajar wajah Siena hingga terpental ke samping lalu tersungkur duduk di jalan aspal. Tangan Kenzi menarik rambut Siena supaya berdiri.
" Kau bukan istriku!"
"Bukk!"
Siena menendang kedua kaki Kenzi hingga tersungkur. Ryu benar benar kecewa dan marah. Namun ia tidak tahu harus pada Siapa ia marah.
"Ayah hentiakn! jangan sakiti Ibu!" pekiknya lalu memeluk erat tubuh Kenzi supaya tidak menghajar Ibunya lagi.
"Lepaskan! kau bukan putraku!"
"Tidak Ayah! tidak!"
Kenzi berusaha melepaskan pelukan Ryu lalu ia memukul tengkuk Ryu hingga pelukannya terlepas.
"Brengsek!" umpat Siena, mengambil jarak mundur ke belakang lalu menendang tubuh Kenzi dengan kedua kakinya. Keduanya ambruk bersamaan dengan erangan dari mulut Kenzi. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya, menatap tajam ke arah Siena yang tengah memeluk Ryu.
Sementara Angela, mati matian melawan Laila. Mereka berdua saling pukul dan menendang. Hingga salah satu di antara mereka tersungkur. Angela belum puas menyiksa Laila. Rambut Laila ia tarik lalu di seret.
"Aaaaahhhkkk! jerit Laila kesakitan.
" Wanita sundal, lebih baik kau mati dari pada hidupmu terbuang percuma dan hanya mengotori dunia!" seru Angela. Berkat didikan Laura sejak kecil, membuat gadis remaja itu sulit untuk di lumpuhkan.
"Buk! Buk!"
Punggung wanita itu di tendang kaki kanan Angela.
Kenzi yanv melihat Laila kewalahan langsung berlari dan mendorong tubuh Angela hingga terjatuh ke depan. Kenzi langsung mengarahkan senjatanya ke arah pelipis Angela.
"Bunuh dia!" pekik Laila.
"Ayah hentikan! dia putrimu! putri yang kau inginkan!" seru Ryu terus mengingatkan. Sementara di sisi lain Laila terus menghasut Kenzi.
"Aaahkkkkk!!"
Kenzi berteriak menutup telinganya, ia mulai tertekan dan depresi.
"Bunuh dia sayang!" seru Laila.
"Tidak Ayah!
Kenzi kembali menurunkan tangannya, lalu mengarahkan senjatanya pada Angela.
" Ayah.." ucap Angela lirih.
"Hentikan!" seru Siena berdiri di hadapan Kenzi.
"Angela putrimu.." ucap Siena akhirnya ia mengalah. Demi putrinya ia rela untuk mengakui semuanya.
"Aku istrimu, kau boleh percaya atau tidak. Bahkan aku tahu semua kebiasaan burukmu." Perlahan Siena mengatakan apa yang menjadi kebiasaan buruk Kenzi.
"Kau selalu mengatakan, aku ratumu, aku hidup dan matimu di setiap aku bangun tidur." Perlahan tapi pasti, air mata Siena turun membasahi pipinya.
Perlahan Kenzi menurunkan senjata apinya. "Siena, kau kah istriku?"
"Bohong! mereka tengah berbohong!" seru Laila lagi.
Kenzi mulai kebingungan lagi, ia kembali menutup telinganya lalu duduk di jalan aspal. Ryu berlari mendekati Siena dan Angela.
"Ibu, ada yang tidak beres dengan Ayah." Ryu berbisik di telinga Siena.
"Apa maksudmu?"
"Nanti aku jelaskan, sebaiknya kita bawa pulang Ayah Bu!" Ryu langsung mendekati tubuh Kenzi yang tengah kebingungan. Namun Siena masih tetap diam di tempatnya, mungkin putra putrinya bisa memaafkan, tapi tidak baginya.
Namun sebelum Ryu sempat menyentuh Kenzi, dari arah belakang. Anak buah Kenzi sudah mengepung tempat itu. Laila tersenyum menyeringai melihat bantuan datang, tanpa membuang waktu Laila langsung membawa Kenzi pergi.
Siena, Ryu, Angela dan Kyu berada di tengah di kelilingi musuh yang siap melenyapkan mereka secara bersamaan.
"Mom, aku tidak mau mati..." ucap Kyo tubuhnya menggigil hingga tanpa terasa celana sekolah yang ia kenakan basah.
aq slah dtu reders yg hoby membca novel tentang mafia tpi kli ini aq bru menemuka kisah mafia yg tak pernah membosankan untuk di bca krna alur dan crtanya sngat bgus dan ke'ren.. smgantt dan trus brkarya author ku syank ummaccc😘