The Queen of Mafia Love Stories
Sebuah kisah yang menceritakan tentang pembalasan dendam seorang gadis cantik untuk Mommy nya yang mengalami koma selama bertahun tahun yang membuat nya tidak bisa tinggal bersama orang tua kandung nya.
Yang akhirnya jatuh cinta pada sosok lelaki yang ternyata adalah putra dari orang yang menyebabkan Mommy nya koma.
Seperti apa kelanjutan nya?apakah mereka akan bersatu atau gadis itu akan bersama lelaki lain?atau apa Mommy nya bisa sembuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu (7) Eps. 29
Mereka sampai di depan rumah Ais, Ais meminta Rio untuk mampir namun Rio menolak dengan alasan sudah malam.
"Baiklah aku masuk dulu yah dan emm terima kasih untuk malam ini" ucap Ais dan hendak pergi tapi di cegah oleh Rio.
"Ah tunggu" ucap Rio.
"Tunggu sebentar" lanjut nya dan berjalan menuju ke belakang bagasi mobil nya untuk mengambil sesuatu, Rio kembali menghampiri Ais dengan sebuah kotak dan boneka beruang yang sangat besar bahkan ukuran nya dua kali lipat dari ukuran tubuh Ais.
"Ambil ini" ucap Rio memberikan kotak dan boneka itu.
"Tapi untuk apa semua ini" tanya Ais sambil memegang boneka dan kotak itu.
"Ini hadiah ku untuk mu, tolong terima yah" mohon Rio.
"Tapi ini berlebihan, bagaimana mungkin aku _" ucapan Ais terhenti karna Rio meletakkan jari telunjuk nya di bibir mungil Ais.
"Ku mohon yah" ucap nya lagi.
"Baiklah, aku ucapkan banyak terima kasih karna telah memberikan aku banyak hadiah dan kejutan hari ini, tapi aku mohon bersikap lah seperti biasa saat di kampus nanti aku tidak ingin membuat kehebohan di sana" ucap Ais.
"Ok"balas Rio.
"Aku masuk yah, kamu hati - hati di jalan" ucap Ais dan di balas anggukan oleh Rio, Rio masih berdiri di depan gerbang rumah Ais memandangi seluit tubuh nya yang semakin menjauh dan hilang di balik pintu.
Setelah memastikan wanita nya pulang dengan selamat Rio pun kembali ke rumah utama dan merebah kan tubuh nya ke tempat tidur besar nya yang super nyaman itu.
Di tempat lain seorang gadis tengah tengah sibuk bersiap untuk tidur tapi kembali teringat moment indah yang baru saja ia lalui seketika sebuah senyuman merekah di bibir mungil nya.
Ais membuka sebuah kotak kecil yang tadi di berikan Rio kepada nya.
"Waah jam tangan nya cantik banget" ucap Ais sambil memegang dan memasang jam itu di tangan nya.
"Yaa Tuhan ada apa ini, kenapa jantung ku terus berdegup sekencang ini" batin Ais.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
"Kayak nya hari ini ada yang seneng banger nih" ucap Silvy salah seorang teman Ais di kampus nya.
"Apaan sih aku biasa aja kok" jawab nya malu - malu dan sedikit tertawa.
"Hai" ucap seseorang yang tiba - tiba datang dari arah belakang Ais, dan membuat nya menoleh namun juga terkejut.
"Hm eh aku duluan yah, takut ganggu soalnya hhehe" ucap Silvy sedikit menggoda Ais dan hendak pergi namun di tahan oleh Ais.
"Iih apaan sih Sil, kamu di sini aja temenin aku" tahan Ais.
"Ga ah nanti aku jadi obat nyamuk nya kalian lagi" balas Silvy sedangkan Rio hanya tertawa kecil, yah seseorang yang menghampiri Ais adalah Rio.
"Aku ke kelas duluan yah" lanjut nya seraya pergi meninggalkan Ais dan Rio.
"Hmm ternyata temen kamu pengertian juga yah" ucap Rio sedikit tertawa namun hanya di balas senyum oleh Ais.
"Hmm gimana kamu suka sama hadiah ku" tanya Rio.
"I-iyaa aku suka" jawab nya sedikit gugup.
"kalo kamu suka kenapa ga di pake" tanya nya lagi.
"Aku ga mau bikin seisi kampus heboh" jawab nya seraya terkekeh.
"Ada - ada aja deh, di pake aja kali lagian gak akan ada yang tau juga kalo itu dari aku" ucap Rio.
"Iya nanti aku pake, oh iya aku lupa bilang_" ucap Ais tapi belum selesai sudah di potong Rio.
"Bilang?bilang apa?aku dengerin kamu ngomong kok?" ucap nya antusias berharap gadis yang ia sukai itu akan mengatakan kata - kata sayang.
"Ka_kamu kenapa sih" ucap Ais sedikit terkejut dengan respont Rio yang sedikit berlebihan.
"A_aku cuma mau bilang makasih buat hadiah dan makan malem kemarin" lanjut nya.
"Oh iya..aku kira kamu mau ngomong apa, iya sama - sama aku juga makasih karna kamu udah mau temenin aku dinner dan mau terima hadiah ku" balas nya.
"Aku duluan yah" ucap Ais yang hendak pergi namun di tahan oleh Rio.
"Eeh sebentar" ucap Rio.
"Ada apa" balas Ais.
"Hm pulang ngampus nanti kamu mau bagi - bagi makanan ke orang - orang di jalan gak?" tanya nya.
"Insya allah iya" balas Ais.
"Aku mau ikut boleh yah" tanya Rio sedikit ragu.
"Hah ikut?" ucap Ais sedikit terkejut.
"Buat apa?" lanjut nya.
"Yaah tujuan utama aku sih pengen nemenin kamu tapi liat kamu kayak nya bahagia banget bisa berbagi sama orang lain buat aku jadi iri sama kamu" jawab Rio dan membuat Ais mengerenyit kan dahi nya.
"Nanti aku jelasin alesan aku iri sama kamu yah, tapi inti nya aku boleh yah ikut sama kamu" tanya nya lagi.
"Iyh boleh" jawab nya.
"Yaudh aku masuk dulu yah" lanjut Ais.
"Iya kamu hati - hati" ucap Rio yang terus memandangi kepergian Ais dengan rasa sedikit tidak rela.