BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Bianca berguling-guling di atas tempat tidur seperti orang gila yang sedang mabuk asmara, tersenyum lebar sambil cekikikan tak jelas, menatap arah langit-langit kamar dengan mata terlihat bahagia. Wajahnya merah memerah, pipinya bengkak karena tersenyum terlalu lebar.
"Bianca, jangan bilang lo jatuh cinta beneran lagi sama Edgar," gumam Bianca sambil memukul-mukul pipinya, membuat wajahnya semakin merah. Dia tertawa kecil, giginya terlihat putih dan rapi.
"Yah, namanya manusia yah, pasti ada rasa cinta juga," gumam Bianca lagi, sambil menggigit bibir bawahnya. Dia menggulung-gulung tubuhnya, seperti ingin menahan rasa bahagia yang tidak bisa ditahan lagi.
Bianca melompat dari tempat tidur, dan berputar-putar di dalam kamar, sambil berteriak dengan suara nyaring, "gue cinta Edgar! gue cinta Edgar!" Dia tertawa keras, dan menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur, sambil memeluk bantal dan menggeliat-geliat seperti anak kecil yang bahagia.
Tiba-tiba, Bianca berhenti bergerak, dan menatap ke arah cermin di depannya. Dia tersenyum manis, dan berbicara pada dirinya sendiri, "Bianca, Lo benar-benar jatuh cinta kali ini." Dia menggigit bibir bawahnya lagi, dan tersenyum malu-malu.
ting
Trio Ganas
Varsya:ca, ingat besok misi terakhir Lo
Victoria: Benar juga yah,tapi kayak Nya Bianca yang jatuh cinta sama Edgar
Anda: apaan sih ganggu aja
Almira: ngapain Lo,kita cuman ngigatin ca
Almira:ngak sabar benget gue
Bianca: Lo semua tentang aja, gue sekarang ada di apartemen Edgar
Varsya:ca benaran kan Lo ngak ngeprank kita kan ?
Victoria:gila Lo nekat banget Lo
Almira: Lo jangan nekat yang aneh aneh ca
Anda: lah kenapa emangnya, Besok yah gue ngak mau tau mobil sama motor gue udah kalian siapin
Victoria: apaan deh jangan macam-macam Lo kita besok udah ujian
Varsya: gue ngak mau jadi aunty
Almira: nanti kalo anak nya udah lahir gue yang kasih nama yah ca
Anda:gila kali di kira gue cewek apaan, gue punya masa depan yang panjang yah
Varsya: idih, Uda udah bubar cepat waktunya tidur
Bianca tak lagi membalas pesan dari teman teman nya gadis itu meletakkan ponselnya di atas nakas ingin
"m.....Arkkkkk"teriak Bianca saat lampu apartemen mati tiba tiba
Gadis itu yang tadinya kelihatan bahagia kini berubah menjadi ketakutan
"Ca Lo ngaapapa kan!!"teriak Edgar membuka pintu kamar Bianca dengan senter di tangan nya berlari menghampiri Bianca
"Ed gue takut hiks hiks hiks"Bianca memeluk Edgar dengan erat
Bianca masih memeluk Edgar erat, wajahnya terbenam di dada Edgar, dan dia terus menggigil ketakutan. Edgar membalas pelukan Bianca, dan membelai rambutnya dengan lembut.
"Gue di sini, Bianca" ujar Edgar dengan suara yang lembut dan menenangkan.
Bianca mengangkat wajahnya, mata merah dan berair karena menangis.
"Gue takut gelap, gue takut gue sendirian. Gue kesepian dari kecil, gue di tinggal di rumah yang besar, gue mohon jangan ninggalin gue" ujar Bianca dengan suara yang terguncang.
Edgar memandang Bianca dengan penuh kasih sayang, dan membelai pipinya. "Gue ngak akan ninggalin lo," ujar Edgar dengan suara yang penuh keyakinan.
Bianca tersenyum kecil, dan memeluk Edgar lagi. "makasih Ed." ujar Bianca dengan suara yang masih terguncang.
"Lo tidur yah, gue temanin Lo sampai lampu nya nyala," ujar Edgar lembut sambil terus memeluk Bianca, wajahnya penuh dengan kasih sayang.
"Gue takut, gue takut tutup mata gue," ujar Bianca, suaranya terguncang dan mata merah karena menangis.
Dia memandang Edgar dengan mata yang sedikit ketakutan berharap Edgar bisa melindunginya.
"Udah gue janji sama Lo, gue jagain Lo sampai lampu nya nyala," ujar Edgar, suaranya lembut dan menenangkan. Dia membelai rambut Bianca dengan lembut, membuat Bianca merasa lebih tenang.
Bianca memandang Edgar dengan mata yang berkilauan, dan tersenyum kecil. "makasih Ed," ujar Bianca, suaranya masih terguncang.
Bianca menutup matanya, tapi tetap memeluk Edgar yang duduk bersandar di tempat tidur. Wajahnya terlihat tenang dan damai, dengan senyum kecil di bibirnya. Edgar juga memeluk Bianca erat, dan membelai rambutnya dengan lembut.
Setelah beberapa saat, napas Bianca mulai teratur dan dalam, tanda bahwa dia sudah tertidur. Edgar tersenyum melihat Bianca yang sudah tertidur, dan membelai pipinya dengan lembut.
"cantik banget sih Lo, sumpah"Gumam Edgar "kenapa dari awal gue cuekin ni anak yah padahal secantik ini"lanjut Edgar menatap wajah teduh Bianca
Edgar juga mulai merasa lelah, dan kepalanya mulai menunduk ke dada Bianca. Dia mencoba untuk tetap terjaga, tapi akhirnya dia juga tertidur, dengan kepala bersandar di bahu Bianca.
Kedua orang itu tertidur dengan damai, dengan lengan yang saling memeluk dan wajah yang terlihat tenang. Mereka terlihat seperti dua orang yang sangat dekat, dan saling mencintai.
Waktu berlalu, dan kedua orang itu terus tertidur dengan nyenyak. Apartemen menjadi sunyi, kecuali suara napas mereka yang teratur dan dalam. Mereka terlihat seperti dua orang yang sangat bahagia, dan saling mencintai.
...----------------...
"euhhh,"Bianca menggeliat karena sinar matahari mengenai wajahnya
Bianca menggeliat karena sinar matahari mengenai wajahnya, dan membuka matanya perlahan. Saat dia melihat wajah Edgar yang sedang tidur di sebelahnya, dia terkejut dan memandang wajah ganteng pemuda itu dengan mata lebar.
"Hehehe, ganteng banget ni orang," gumam Bianca sambil menyingkirkan rambut yang menutupi dahi Edgar. Dia tak bisa tak tersenyum melihat wajah Edgar yang tampan dan damai saat tidur.
Bianca memandang Edgar dengan mata yang berkilauan, dan membelai pipinya dengan lembut. "Lo ganteng banget pas tidur," ujar Bianca sambil tersenyum.
Edgar masih tidur dengan nyenyak, tak menyadari bahwa Bianca sedang memandangnya dengan mata yang penuh kasih sayang. Bianca terus memandang Edgar, dan membelai rambutnya dengan lembut.
Setelah beberapa saat, Edgar mulai menggeliat dan membuka matanya. Dia memandang Bianca dengan mata yang masih kabur, tapi saat dia melihat wajah Bianca yang sedang tersenyum, dia tersenyum juga.
"Eh, maaf semalam gue ketiduran," ujar Edgar melepaskan pelukannya. Bianca memandang Edgar dengan mata yang sedikit memayunkan bibir nya
"Eh, kok di lepas?" tanya Bianca, suaranya sedikit murung. Edgar mengambil ponselnya di atas nakas dan melihat jam.
"Udah jam berapa ini?" tanya Edgar, suaranya mulai panik. Saat dia melihat jam 6:45, dia membuka matanya lebar dan terkejut.
"Ca, kita telat ca!!" teriak Edgar.
suaranya penuh panik. Dia menatap Bianca yang tersenyum melihatnya, tapi Edgar tidak bisa tersenyum karena sudah terlambat.
"Semenit lagi gue ke sini, Lo pake baju Ailiy," ujar Edgar tergesa-gesa turun dari ranjang dan berlari ke kamarnya.
"Ha telat," gumam Bianca, suaranya sedikit kesal. Belum konek.
"APA TELAT ASTAGA KOK BISA KITA TELAT!!"
pekik Bianca, suaranya penuh panik dan kesal. Dia langsung melompat dari tempat tidur dan berlari ke dalam kamar mandi.