Season 2 cek IG ilona_shanum
Alexander Brandon Haidar pebisnis besar, yang ternyata memiliki cinta pada seorang gadis SMA dan menikahinya.
Pertemuan pertama berhasil mengetuk pintu hatinya yang beku, menjadikan Angelina Kayla Justin sebagai gadis pertama yang ia cintai, meski jarak usia terlalu jauh yakni 30 dan 17 tahun
Sebuah tipu muslihat Carlos, telah membuat mereka semakin dekat dan menikah. Akankah pernikahan itu berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Pukul 22.00 Brandon yang sudah kembali ke rumah merebahkan diri di sofa ruang tengah karena merasa sangat lelah dengan jadwal yang Pieter agendakan hari ini untuk nya. Brandon mulai melonggarkan dasi dan meletakkan kaki nya ke atas meja sembari memijat tengkuk yang terasa sangat lelah dan kaku.
" Kamu mau kemana ?" tanya Brandon ketika mendapati Angel membawa gelas kosong dan berjalan tanpa melihat dirinya tengah duduk.
" Kenapa kamu suka sekali mengejutkan orang ? apa kamu mau aku mati serangan jantung ?" ucap Angel yang merasa sangat terkejut hingga menjatuhkan gelas di tangan nya sampai pecah.
Angel mulai berjongkok dan mengambil satu persatu pecahan gelas yang berserakan di lantai dengan sangat hati hati.
" Tinggalkan itu, biar pelayan yang mengurus nya " seru Brandon beranjak dari duduk nya yang kembali mengejutkan Angel dan mendapat luka goresan dari pecahan gelas.
" Apa kamu sangat suka menyakiti diri mu sendiri ? kenapa tidak sekalian saja kamu bunuh diri daripada menyiksa dirimu seperti ini " ucap Brandon marah marah dan berjongkok di hadapan Angel yang membiarkan jari nya berdarah sambil terus berusaha mengumpulkan pecahan gelas ke atas telapak tangan nya.
" Aku bilang tinggalkan itu ! urus luka mu ! " teriak Brandon menarik pergelangan Angel dan menyeretnya duduk di sofa.
" Ambilkan aku kotak obat dan bawa kemari segera " teriak Brandon keras memerintahkan pelayan yang masih terjaga di sana.
" Bisakah kamu berhenti marah marah ? keriput mu mulai muncul dimana mana " seru Angel menatap jengah ke arah Brandon yang duduk di ujung meja tepat di hadapan Angel.
Seorang pelayan yang datang membawa sebuah kotak obat memberikan kotak berwarna putih tersebut kepada Brandon yang terus memegangi jari Angel dengan darah keluar dari jari ramping tersebut. Perlahan dan lembut Brandon membersihkan luka Angel dengan bibir yang terus meniup nya agar gadis di hadapan nya tak merasakan sakit. Usai membersihkan, lelaki yang terlihat sangat telaten tersebut memberikan obat dan membungkus luka Angel.
" Sekali lagi aku melihat mu terluka, maka aku akan memberimu lebih banyak luka " ancam Brandon dengan menatap tajam mata gadis yang terus menatap nya lekat.
" Berhentilah berbuat baik pada ku " seru Angel tak ingin merasakan perasaan lebih dalam lagi kepada Brandon karena ia menyadari jika suatu hari Brandon akan meninggalkannya.
" Kenapa ?" tanya Brandon tak mengerti dengan ucapan Angel.
" Aku tak ingin mencintai mu lebih dari hari ini karena perbuatan baik mu kepada ku " jawab Angel dengan tegas hingga membuat pria di hadapan nya terlihat sangat kesal.
" Kenapa ? apa kamu mau pergi ?" tanya Brandon dengan tatapan menakutkan ke arah Angel.
" Aku hanyalah perempuan pemuas mu yang cepat atau lamabat pasti akan kau buang ketika bosan. Maka semakin sedikit perasaan ku kepada mu, luka yang tertinggal juga tidak akan terlalu menyakitkan " jelas Angel menundukkan wajah nya.
" Apa kamu sudah gila ? kenapa kamu berkata seperti itu ? apa perasaan ku terhadapmu hanya kamu anggap sebuah candaan belaka ?" tanya Brandon dengan kesal mendengar penyataan Angel yang ia pikir mereka telah saling mencintai dan memiliki hubungan yang layak di sebut sebagai pasangan kekasih bukan lagi tuan dengan budak pemuas nya.
" Aku mau tidur " ucap Angel bangkit dari duduk nya dan tanpa menunggu lama Brandon menarik kuat pergelangan tangan Angel hingga memerah karena tenaga Brandon.
" Jangan pernah pergi ketika aku sedang berbicara ! " tegas Brandon dengan nada geram.
" Tangan ku sakit, tolong lepaskan " seru Angel kembali duduk dan mencoba melepas genggaman tangan Brandon yang terasa sangat kuat.
" Jawab pertanyaanku " tegas Brandon penuh dengan penekanan ke arah Angel sambil tetap duduk di atas meja.
" Aku tidak mengerti harus bagaimanan menggambarkan persaan yang kamu berikan padaku, yang aku tahu aku hanyalah budak pemuas bagimu sampai kapan pun dan aku menyadari hal itu, tidak seharusnya aku mencintai mu " jawab Angel semakin membuat Brandon emosi.
" Jika kamu tidak menyukai ketika aku menyentuhmu, baik aku tidak akan pernah menyentuhmu lagi. Dan jika memang tinggal di sisi ku membuatmu begitu tersiksa, maka pergilah aku tidak akan pernah menahanmu " ucap Brandon melepaskan genggaman tangan nya dari pergelangan Angel.
" Baik, jika itu yang kamu mau " seru Angel lirih dengan hati yang entah mengapa begitu terasa sakit ketika Brandon melepaskan dirinya untuk pergi.
" Ya ! pergilah, itu yang aku mau ! " teriak Brandon kuat lalu meninggalkan Angel untuk pergi ke kamar nya dengan membanting vas bunga yang terdapat di atas meja lalu menendang kuat sofa yang menghalangi langkah nya dengan sangat emosi.
Angel yang masih duduk terdiam di atas sofa mulai menguraikan air mata karena sakit hati nya. Ia mengusap air mata tersebut dan berlari menuju kamar lalu mendengar Brandon membanting kuat pintu kamar nya ketika Angel mulai menapaki anak tangga. Angel tak mengerti kenapa Brandon menjadi begitu marah ketika ia mengatakan hal yang memang itu adalah kebenaran. Ia memasuki kamar nya dan mengunci rapat kamar tersebut lalu mengemasi barang barang yang ia bawa dari rumah dan meninggalkan semua barang yang telah di berikan Brandon padanya karena tak ingin merasakan beban hutang budi yang lebih besar lagi kepada lelaki yang telah memberikan nyawa baru bagi Olivia.
Brandon yang tengah merasa sangat emosi mulai melampiaskan emosi nya dengan membanting semua barang yang ada di dalam kamar. Ia sama sekali tak menyangka jika perasaan tulus yang ia berikan kepada Angel tak pernah berarti apa apa bagi gadis kecil tersebut, semua perhatian yang ia berikan seakan sia sia. Cinta yang baru pertama kali ia rasakan dan membuatnya sangat bahagia harus berubah menjadi luka yang teramat menyakitkan. Luka yang juga baru pertama kali ia rasakan hingga ia sulit bernafas karena sesaknya dada yang kini mendera nya.