🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.30.Kesedihan Clarisa
Kediaman Kevin
Menjatuhkan diri disofa, yang terletak diruang tengah.
Wajahnya terlihat pucat, memandang tangannya sejenak yang ia pakai untuk menampar keponakannya, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukannya.
" Anda baik - baik saja Tuan..? Tanya Denis, yang tau Kevin, dalam suasana hati tidak baik - baik saja.
Beralih dengan tatapan kosongnya, menatap tubuh tegap itu.
" Kau dengar tadi, yang dia katakan Denis ? dia menyukai Clarisa, dia menyukai wanita yang sudah menjadi istriku. Dan yang membuat aku tak habis pikir, dia adalah keponakanku sendiri Denis..., keponakanku satu -satunya. Anak dari Kakak kandungku sendiri. Seru Kevin dengan wajah terlihat sendu, yang terpampang jelas dari guratan - guratan yang membingkai diwajahnya.
Menghembuskan nafas kasar, dan menatap intens Bosnya.
" Aku rasa, tidak adasalahnya Tuan Cristian menyukai Nona Clarisa, bukankah perkataan Tuanmuda Cristian tentang anda, dan Nona Clarisa sepenuhnya adalah benar. Ucapnya tegas.
Beralih pandangannya, menatap tajam sekretarisnya.
" Jadi kau lebih mendukung keponakanku.., dari pada aku bosmu..!! Dengan ucapan yang sudah mulai meninggi, dari sebelumnya.
Wajahnya berubah pias, dengan perkataan Bosnya. tersenyum kegugupannya, dan serays menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sebab merasa bersalah dengan ucapannya sendiri.
" Maa....maafkan saya Tuan.., saya tidak bermaksud seperti itu." Ucapnya tersenyum kikuk.
" Ya...ya, kau memang tidak bermaksud seperti itu. Tapi maksudmu kau mendukung mereka, ia kan..?
" Ti.., tidak Tuan.., anda salah." Ucapnya dengan menggeleng - geleng cepat kepalanya, meyakinkan Tuanmudanya.
Turun kelantai bawah, dengan wajah yang terlihat sudah segar.
Senyuman terus terukir diwajahnya, karena tidak lama lagi ia akan menerimah gaji.
Sedikit terkejut saat melihat suaminya masih berada dirumah itu.
Berjalan menghampiri, Suaminya dan sekretarisnya itu.
" Tuan..., eh maksudku Sayang..., kau dan sekretaris Denis belum kekantor? Tanyanya. dengan menatap lelaki tampan, yang tengah duduk disofa.
Tersenyum kecut, merutuki kebodohan istri dari bosnya.
Yang tidak menyadari Suaminya sedang dilanda, api cemburu.
" Nona, kenapa anda begitu bodoh, apa anda tidak menyadari kalau Tuan Kevin, tengah mencemburui anda, dan keponakannya. Tapi kenapa anda malah membuat api itu, semakin membesar dengan menanyakan keberadaan Tuan Cristian. Bathinnya yang terlihat kesal terhadap istri dari bosnya.
" Sayang..., dimana Cristian..? Tanya Clarisa.
Pandangan yang sedari tidak memperdulikan keberadaan istrinya, kini beralih menatap paras cantik yang menanti jawaban darinya dengan tatapan tajam.
" Kenapa kau menanyakan dia..?, apakah belun puas denganku jadi kau mau menggoda keponakanku juga..? Tanyanya, dengan wajah telah memerah.
" Tuan...!! Seru Denis pelan, agar Tuannya tidak tersulut emosi.
Terdiam dan dengan mata sudah berkaca - kaca,dan hanya menunduk.Tidak menyangkah akan mendapatkan perkataan yang begitu menyakitkan hatinya.
" Jawab aku Clarisaa....!! Teriaknya, dengan volume suara meninggi.
" Tuan..., aku mohon jangan seperti ini. Tahan emosi anda. Seru Denis,menenangkan.
Berani mendongakkan kepala, dan menatap intens wajah tampan itu,dengan mata mata berkaca - kaca.
" Aku tidak serendah itu, bagaimana mungkin pelayan sepertiku berani mencintai Tuan Cristian, sampai kapanpun aku hanya seorang pelayan, bukankah anda selalu mengingatkan padaku, kalau aku hanya seorang pembantu rumah tangga saja, dan akupun selalu mengingat akan hal itu, mencintai anda saja aku tidak berani, apalagi mencintai Tuan Cristian. Ucapnya dengan cairan bening, terus mengalir membasahi kedua pipinya.
Perkataan Clarisa begitu menusuk, seolah melarang kedua insan yang sudah terikat pernikahan itu, untuk saling jatuh cinta, dan dialah yang membuat aturan, dan larangan itu ada.
" Maaf aku kedapur dulu, aku akan membantu Bibi Sofia memasak." Seru Clarisa, dengan masih bercucuran air mata, dan berlalu meninggalkan mereka begitu saja.
" Tuan..., kenapa anda mengatakan hal serendah itu pada Nona.., apakah anda tidak melihat kalau Nona Clarisa begitu terluka, karena perkataan anda.
" Kenapa kau menyudutkanku.., tentu saja wajar kalau aku marah. Kau sendiri menyaksikan Cristian, sendiri mengakui kalau dia mencintai Clarisa. Ucapnya dengan volume suara meninggi, karena tidak mau disalahkan.
Tersenyum, dan yakin kalau Bosnya sudah jatuh cinta pada istrinya.
" Tuan saya sarankan, bertindaklah lebih cepat, sebelum Tuan Cristian mendahalui anda. Saran Denis, kalau Bosnya telah jatuh cinta pada istrinya.
" Maksudmu....? Tanya Kevin, yang tidak mengerti ucapan sekretarisnya.
" Anda bisa mencari tau, digeogle Tuan." Ucapnya yang merutuki kebodohan Tuannya.
"Jangan bermain - main denganku Denis.., kau sengaja membuatku marah. Kau mau membuatku, melakukan hal yang sama, seperti yang aku lakukan pada Cristian tadi..?
" Tuan saya rasa, Nona Clarisa pasti sekarang sedang menangis. Karena perkataan Tuan begitu menyakitan, jadi pergi bujuklah dia kembali, dan minta maaf.
" Apaa.. !! Terkejut.
Apa kau tidak salah, bicara Denis..? Kau menyuruh aku untuk merayunya kembali? Tanya untuk meyakinkan ucapan sekretarisnya.
" Iya, sebelum anda didahului oleh keponakan anda Tuan."
Menghembuskan nafas kasar, dan beralih menatap tajam sekretarisnya.
" Baiklah, kalau begitu hari ini urusan kantor, aku serahkan semuanya padamu.
" Tapi Tuan...!!
" Jangan menolak, karena aku Bosmu." Dengan berlalu pergi meninggalkan sekretarisnya begitu saja.
Enggan memenuhinya, tapi tidak mungkin ia membantah ucapan Bosnya.
" Tidak mungkin aku menolak, apalagi cari kerja sekarang sangat susah. Dan Tuan Kevin, memberikanku gajih cukup besar. Ucapnya, dengan berlalu keluar dari kediaman mewah itu.
Langsung bersembunyi disebuah bunga yang begitu rimbun, saat sekretsris Denis keluar dari rumah mewah itu.
" Haah...,hampir saja dia melihatku." Ucap Jeni, dengan mengelus dadanya, karena hampir saja keberadaannya diketahui sekretaris Kakak iparnya itu.
Jadi selama ini, hubungan mereka hanya sebatas seorang pelayan, dan majikan saja. Hemm..., dengan begini jalanku untuk merebut hati Kakak iparku, semakin terbuka lebar." Ucapnya, dengan senyuman menyeringai membingkai diwajah cantiknya.
Terus tersenyum, dan ia begitu bahagia, saat mengetahui kenyataan membahagiakan ini.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa