NovelToon NovelToon
Revenge Ends In Love

Revenge Ends In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cerai
Popularitas:80.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: farala

Oleh orang tuaku, aku di jadikan sebagai pelunas utang dan menikahkan ku dengan seorang pria kaya. Tidak ada cinta di antara kami. Suatu malam, tanpa sengaja, aku melakukan one night stand dengan bos ku hingga aku harus mengakhiri rumah tangga ku yang masih berumur jagung.
Ternyata, kejadian malam itu adalah jebakan. Jebakan balas dendam yang membuatku terluka dan trauma.
Lima tahun berlalu, aku bertemu lagi dengannya, bertemu dengan pria yang malam itu membuatku tak berdaya karena sentuhannya. Pria yang sangat aku benci dan ingin aku lupakan.
Tapi pertemuan itu kembali membuatku terseret oleh pesonanya.
Mampukah aku tetap membenci atau justru aku malah jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 : Bertemu grandfa dan grandma

Wajah bingung menyelimuti nyonya Beatrix dan suaminya, Austin Dawson.

Keduanya berada di salah satu restoran mewah dengan seorang pria tampan dan wanita cantik yang hampir seumuran dengan mereka.

" Maafkan saya karena dengan lancang mengundang tuan dan nyonya makan siang di luar tanpa mengunjungi anda terlebih dahulu." _ Andrew Muller.

Tuan Austin nampak tersenyum risih dengan permintaan maaf tamunya. Lagian dia seperti mengenal pria berjas mewah yang tengah berdiri menatap ke arahnya.

" Saya Andrew Muller dan ini istri saya Daisy Muller." Tuan Andrew mengulurkan tangan untuk berkenalan.

Dan benar saja. Siapa yang tidak mengenal keluarga Muller, bahkan tuan Austin yang tinggal jauh dari negara Belanda mengenal sosok pengusaha sukses tersebut.

" Austin Dawson."

" Beatrix Dawson."

" Silahkan duduk. Mungkin anda terkejut dengan kedatangan kami yang begitu tiba tiba."_ Nyonya Daisy. " Tapi, ada sesuatu yang harus kami bicarakan dengan tuan dan nyonya Dawson." Lanjutnya.

Nyonya Beatrix menatap wanita anggun yang tepat duduk di depannya, wanita yang di perkenalkan suaminya dengan nama Daisy Muller.

" Tunggu, mungkinkah anda tuan dan nyonya Muller pemilik Quantum Mayors?" Tanya tuan Dawson hampir bersamaan dengan nyonya Beatrix.

Nyonya Daisy tersenyum simpul dan mengangguk pelan.

Anggukan pelan itu seketika membuat tuan dan nyonya Dawson berdiri serempak. Dan sikap keduanya itu membuat nyonya Muller terkejut.

" Ka..kami seperti mimpi bisa bertemu langsung dengan orang terkaya negeri kincir angin." Kata Tuan Austin.

" Itu hanya anggapan anda saja tuan Dawson, pada dasarnya kami tidak sekaya yang kalian bayangkan." Ujar nyonya Muller.

" Jangan terlalu merendah nyonya, saya sangat mengenal keluarga anda."_ Nyonya Beatrix. " Saya lahir dan besar di Amsterdam. Jadi pasti mengenal Quantum Mayors dengan sangat baik."

" Tapi apa gerangan yang membawa anda jauh jauh datang kemari dan menemui orang rendahan seperti kami ini?" Lanjut Tuan Austin.

" Jangan berkata seperti itu, di mata Tuhan semua sama tuan Dawson." Tutur tuan Muller.

Nyonya Daisy membuka tas dan mengambil beberapa lembar foto yang di berikan Arthur dua hari yang lalu. Kemudian nyonya Daisy memberikan foto tersebut kepada tuan dan nyonya Dawson.

" Kami tau kalau anda sudah merawatnya dengan baik, dan kami ucapkan banyak terima kasih untuk itu."_ Daisy.

Kening keduanya mengernyit." Apa maksudnya ini nyonya Muller?" Nyonya Beatrix mencoba menutupi kegugupannya.

" Foto gadis kecil menggemaskan itu adalah cucu kami. Cucu kedua keluarga Muller." _ Daisy.

" A- Apa?" nyonya Beatrix terkejut bukan main, begitupun tuan Austin, hanya saja, tuan Austin masih bisa mengontrol ekspresi nya.

" Iya, kami minta maaf karena baru mengetahuinya beberapa hari lalu. Tapi tuan dan nyonya tenang saja. Emilia dan Sophia akan tetap tinggal bersama kalian, hanya saja jangan menolak usaha kami untuk memberinya kebahagiaan, saya tau tuan dan nyonya Dawson sangat mampu menghidupi cucu dan calon menantu kami, tapi ijinkan kami untuk memberikan apa yang belum sempat di rasakan oleh Emilia. Saya tau kelakuan bejat anak saya. Karena itu kami berusaha menebusnya dengan cara yang lain. Tolong jangan tolak niat baik kami." Kata nyonya Daisy panjang lebar sembari menangkupkan kedua tangannya di depan dada.

Tuan Austin nampak berpikir, sungguh dia sangat terkejut, tak pernah terlintas dalam benaknya, jika wanita hamil yang datang setahun lalu itu ternyata punya hubungan erat dengan keluarga Muller. Terlebih permohonan nyonya Daisy yang begitu tulus untuk Emilia dan anaknya.

" Baiklah tuan dan nyonya, kami juga merasa tidak punya hak absolut untuk Emilia maupun anaknya. Meski kami sebenarnya sudah menganggap mereka bagian dari keluarga Dawson."

" Terima kasih banyak tuan Dawson, entah apa yang akan terjadi andai Emilia tidak bertemu dengan kalian." Ucap nyonya Daisy.

" Jangan terlalu sungkan." Kata tuan Austin tersenyum simpul.

" Kami biasa mengajak Sophia berkeliling taman setiap sore, jika anda ingin bertemu dengannya, datanglah ke taman." Ujar nyonya Beatrix.

" Tentu saja kami sangat ingin bertemu dengannya, terima kasih karena sudah mengijinkan kami."

" Saya yakin kalau anda juga belum pernah bertemu langsung dengan Emilia." Kata nyonya Beatrix lagi.

Nyonya Daisy mengangguk pelan dengan raut wajah penyesalan.

" Dia wanita yang sangat cantik dan baik. Saya jamin, anda akan langsung menyukainya. Apapun masalahnya dengan putra anda, meski terlihat kuat, di mata saya, dia tetaplah wanita rapuh dan lemah."

" Aku sangat paham keadaannya nyonya Dawson, semua ini murni kesalahan anak saya."

" Saya hanya berpesan, jika kelak nyonya membawanya kembali, cintai dan sayangi lah dia seperti anak kandung nyonya sendiri."

" Anda tidak mengatakan nya saja, kami pasti akan melakukannya."

*

*

Seperti yang di katakan sebelumnya, nyonya Beatrix, Emilia, dan Maia tengah berjalan jalan di taman sembari mendorong kereta Sophia. Udara di taman sangat sejuk, apalagi langit sore terlihat sangat indah dengan warna jingga kekuningan berpendar dari danau nan biru.

" Aku dengar semalam Sophia rewel." _ nyonya Beatrix.

" Iya Bu. Entahlah, ini pertama kalinya dia begitu."_ Emilia.

" Dia tidak demam kan?"_ nyonya Beatrix.

Emilia menggeleng. " Tapi, sejak pagi tadi, Sophia sudah jauh lebih tenang."

" Syukurlah."

Emilia memilih duduk di sebuah bangku taman bersama Maia dan nyonya Beatrix. Dia mengambil Sophia dari dalam kereta dan menggendongnya.

" Anakmu cantik sekali, berapa umurnya?" Wanita di bangku sebelah menatap penuh haru bayi mungil dalam pangkuan Emilia.

Emilia menatap wanita itu, seketika darahnya berdesir. Netranya berembun. Namun dalam sekejap dia kembali mengatur nafas dan berusaha terlihat biasa saja.

" Enam bulan nyonya." Ujar Emilia.

Pria yang baru datang dan duduk di samping wanita tadi pun ikut memuji kecantikan Sophia.

" Apa kau ibunya?" Tanya wanita itu lagi."

" Iya."

" Wajahnya sangat mirip denganmu." Tambahnya.

" Terima kasih."

" Boleh aku menggendongnya?"

" Tentu saja nyonya."

Emilia memberikan Sophia kepada nyonya Daisy. Dengan senyum sumringah, nyonya Daisy menggendong Sophia.

Perasaannya jadi berkecamuk. Tiba tiba saja, cairan bening itu menetes dari kedua netranya. Dia sengaja memalingkan wajahnya agar Emilia tidak melihatnya menangis.

Tuan Andrew pun nampak terharu. Dia mengusap lembut wajah Sophia, dan ajaibnya, Sophia tertawa cekikikan hanya karena mendapat sentuhan dari nyonya Daisy dan tuan Andrew.

Setelah bisa menguasai perasaannya, nyonya Daisy mengusap pelan netranya dan berbalik menatap Emilia. " Boleh aku berfoto dengannya? Anakmu sangat lucu, aku jadi teringat dengan cucu perempuanku yang tinggal jauh dariku." Katanya sembari memasang senyum.

" Tentu saja boleh." _ Emilia.

" Mari ponselnya, biar aku yang foto." Kata Maia yang bangkit dari duduknya.

Maia pun mengambil gambar, pertama, nyonya Daisy dan Sophia, setelah itu tuan Andrew ikut bergabung.

Dan terakhir.." Boleh aku berfoto dengan mu juga?"_ Nyonya Daisy.

Meski sempat terkejut dengan permintaan nyonya Daisy, namun Emilia tetap menganggukkan kepala tanda mengiyakan.

Emilia memasang senyum di depan kamera sembari menggendong Sophia, sementara nyonya Daisy merangkul bahu Emilia.

Setelah sesi foto selesai, tiba tiba saja nyonya Daisy memeluk Emilia. Emilia cukup kaget dengan pelukan mendadak nyonya Daisy, tapi kembali, dia tetap mengikuti apapun yang nyonya Daisy lakukan.

Anehnya, keduanya sama sama menangis, air mata Emilia yang mahal meleleh begitu saja kala pelukan hangat nyonya Daisy merambat hingga ke jantungnya. Begitupun nyonya Daisy. Entahlah, mungkin rasa bersalah pada Emilia yang membuatnya seperti itu. Kelakuan tidak bermoral dari anaknya membuat seorang wanita yang sangat baik harus hidup menderita jauh dari keluarga dan kerabat nya.

" Terima kasih untuk hari ini, aku dan suami ku sangat bahagia."

" Sama sama nyonya."

" Boleh aku tau namamu dan nama anakmu?"

" Emilia, dan ini anak saya Sophia."

" Nama yang sangat indah. Aku Daisy. Aku berharap suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi."

Kalimat nyonya Daisy barusan membuatnya tidak segera menjawab, melainkan hanya memasang senyum yang sangat di paksakan.

" Ayo kita pulang." Ajak Emilia setelah tuan Andrew dan nyonya Daisy pergi beberapa menit lalu.

" Iya aku juga sudah sangat lelah." Kata nyonya Beatrix dan Maia hampir bersamaan.

Tidak ada keceriaan sepanjang perjalanan kembali ke rumah, tidak sama saat mereka berangkat tadi.

" Aku berharap tidak ada pertemuan berikutnya dengan anda, tuan dan nyonya Muller. Dan aku mengijinkan kalian mengambil gambar Sophia, anggaplah itu adalah hadiah yang ku berikan pada kalian. Semoga takdir kita berakhir sampai di sini."

...****************...

1
Jumi Eko
Bagus
Risma Surullah
aq suka nyonya daysi 😄😄
Asriani Bfc1
ceritanya tdk berlanjut padahal bagus ..aku suka..jd penasaran
Yekin Yong
Lo...ngak sambung lagi ceritanya?
Pujierde
ternyata masih bersambung yaaa😁 apakah ge dan emi akan bersatu ? msh nunggu lanjutannya penisirin dg lanjutannya krn heidi dan maia akan berjodoh dgn siapa yaks? apakah heidi dg arthur dan maia dg willy ? di tunggu lanjutannya ya kak author sehat selalu dan semangaaaat
Pujierde
bisa kena tatapan tajam ato kena omelan dari gerrard ney 😂😂
Pujierde
apakah gerrard gak melihat kemiripan sophia dg dirinya kan kata ny daisy sophia mirip daddynya
Pujierde
seperti kata orang dunia tidak selebar daun kelor 😁😁 ternyata abangnya will nikah dg sepupu ludwig
Pujierde
aduh jangan cepet ketemu lah
Pujierde
bisa ya orang tua kaya begitu terhadap anaknya hellowwww belum tentu anak laki" bisa mandiri seperti anak perempuan belum tentu anak laki" bisa pintar dan cerdas seperti anak perempuan bisa jadi malah anak laki" yang kelak menghancurkan perusahaan yang anda bangun
ren_iren
bagus
Neneng Sumiati
pdhl anak u gerald
Ma Malikha
ayo up kk
3 dhi: 😅😅aduh, yang sabar ya kakak🙏🙏🙏
total 1 replies
Kurniawati Nita
Kecewa
Kurniawati Nita
Buruk
Ma Malikha
sibuk ya kak.. lama gak up..
ayo doong... tamatin..
semangat🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥🔛🔥
Bunda Aish
lho cerita nya masih nggantung ya?😁
3 dhi: iya kak, nanti balik lagi jenguk si Emi,,aku di Keluarga Brawijaya dl ya😍😍
total 1 replies
Bunda Aish
belajar sono bagaimana cara minta maaf yang benar
Bunda Aish
😀😀😀 yang kamu katain mati itu temannya lho Maia
Bunda Aish
CEO kok pikiran nya picik begitu,yang salah siapa balas dendam nya ke siapa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!