NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resign Jadi Simpanan

Cecilia masih duduk termenung di atas sofa empuk ruang tamu, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Pikirannya berkecamuk memikirkan cara bertahan hidup di dunia novel ini.

​Jika dipikir-pikir lagi, hidupnya benar-benar di ambang kemiskinan yang nyata. Di kehidupan lamanya sebelum mengalami transmigrasi, Cecilia hanyalah seorang gadis biasa yang harus membanting tulang menjadi kasir di dua tempat kerja berbeda demi menyambung hidup. Dia terbiasa hidup mandiri, lelah, dan berdarah-darah mencari uang. Sementara itu, pemilik tubuh asli yang dihuninya sekarang adalah seorang parasit ulung yang kerjanya hanya ongkang-ongkang kaki, menghamburkan uang, dan memuaskan hasrat seorang sugar daddy dingin bernama Douglas Michael Essen.

​"Kalau aku tidak punya uang, mau makan apa aku nanti? Bekerja jadi kasir lagi? Memangnya di dunia aneh seperti ini ada lowongan kasir minimarket?" gumam Cecilia frustrasi, menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa.

​Tok! Tok! Tok!

​Lamunan panjang Cecilia mendadak buyar saat suara ketukan pintu utama berbunyi cukup nyaring.

​Cecilia terperanjat kaget, menegakkan duduknya dengan waspada. Dahi cantiknya mengernyit bingung. Siapa lagi yang datang ke apartemen ini? Apakah Douglas tertinggal sesuatu? Ataukah tunangannya Adara sudah melacak tempat ini dan datang membawa air keras?.

​Dengan perasaan ragu-ragu dan jantung yang berdebar kencang, Cecilia melangkah pelan menuju pintu. Ia menarik handle pintu dan membukanya perlahan.

​Begitu pintu terbuka lebar, sesosok pria tampan berbalut setelan jas rapi langsung menyapa pandangannya. Pria itu berdiri dengan postur tegap, raut wajahnya datar, dingin, dan nyaris tanpa ekspresi. Aura intimidatif langsung menguar dari tubuhnya.

​"Selamat pagi, Nona Cecilia," sapa pria itu dengan nada suara yang berat dan kaku.

"Saya Logan, asisten pribadi Tuan Douglas."

​Cecilia mengerjap pelan. "Ah, Logan! Asisten yang sebelas duabelas mirip kulkas dua pintu seperti bosnya," batin Cecilia mengenali nama itu dari ingatan sang pemilik tubuh.

​Sebelum Cecilia sempat membalas sapaan tersebut, Logan melangkah masuk begitu saja tanpa menunggu persetujuan. Saat melewati Cecilia, pria itu sempat melirik ke arahnya dengan tatapan sekilas yang sarat akan ketidaksukaan dan penghinaan yang kentara.

​Cecilia kontan mendelik tajam, kedua matanya membelalak sebal. "Apa-apaan tatapan mata itu?! Dia seolah jijik padaku! Sialan, baru jadi asisten saja sudah berani sombong!" maki Cecilia dalam hati, menutup pintu apartemen dengan sedikit hentakan keras.

​"Silakan duduk," kata Cecilia ketus, mencoba mengatur nada bicaranya agar tidak meledak-ledak.

​Logan berjalan ke ruang tamu dan duduk dengan anggun di sofa seberang, lalu meletakkan sebuah map cokelat tebal di atas meja kaca. Tanpa basa-basi, Logan mendorong map tersebut tepat ke hadapan Cecilia.

​"Baca ini," ucap Logan singkat, dingin, dan otoriter.

​Dengan perasaan dongkol, Cecilia membuka map tersebut dan mulai membaca lembaran kertas di dalamnya. Detik berikutnya, mata cokelat Cecilia membelalak lebar, nyaris copot dari soketnya. Wajahnya yang tadinya memerah karena kesal mendadak berubah pucat pasi.

​Isi berkas perjanjian tersebut sangat kejam dan telak. Tertulis dengan jelas bahwa jika Cecilia memutuskan untuk mengakhiri hubungan gelapnya dengan Douglas, maka seluruh fasilitas mewah yang melekat padanya harus dicabut seketika. Cecilia diwajibkan segera keluar dari apartemen mewah itu, meninggalkan mobil sport pemberian Douglas, serta seluruh kartu kredit hitam yang selama ini dipakainya.

​"Apa-apaan ini?!" seru Cecilia histeris, tidak percaya dengan apa yang dibacanya.

"Kenapa jadi aku yang dirugikan separah ini?! Pemilik tubuh ini memang benar-benar manusia yang menyebalkan dan menjijikkan!"

​Logan menatap raut wajah pucat Cecilia dari seberang meja. Alis asisten berwajah dingin itu terangkat sebelah, disusul oleh sebuah senyuman sinis yang terukir tipis di sudut bibirnya. Tatapan mata Logan menyiratkan sebuah ejekan telak, seolah-olah ia sedang menertawakan kebodohan Cecilia dan sudah sangat yakin bahwa wanita di depannya ini sebentar lagi akan berlutut, menangis histeris, dan memohon-mohon ampun kepada tuannya agar diizinkan tetap tinggal.

​Bagi Logan, wanita seperti Cecilia tidak lebih dari parasit matre yang hanya mencintai harta dan kekayaan Douglas semata. Logan sangat tahu alasan di balik keputusan tuannya memelihara Cecilia selama ini. Douglas sama sekali tidak memiliki perasaan cinta, bosnya itu hanya membutuhkan pelampiasan biologis. Douglas sengaja mencari wanita simpanan seperti Cecilia agar hasratnya tersalurkan tanpa harus merusak atau menyentuh tunangannya tercinta, Adara. Bagi Douglas, Adara adalah wanita suci yang paling dijaga, disayangi, dan disucikan. Sebelum hari pernikahan mereka tiba, Douglas tidak akan pernah menodai Adara.

​Logan berdehem kecil, memecah keheningan dengan nada meremehkan.

"Bagaimana, Nona Cecilia? Apakah isi perjanjian itu cukup jelas bagi Anda? Anda bisa mulai mengemasi barang-barang murah Anda sekarang."

​Cecilia menarik napas panjang, menahan gemuruh amarah di dadanya. Harga dirinya mendadak berontak hebat, tetapi kenyataan dompetnya yang kosong melompong membuatnya harus berpikir realistis.

​Dengan tangan sedikit gemetar, Cecilia mendongak menatap Logan. "Uhm... Tuan Logan, apakah aku harus meninggalkan apartemen ini hari ini juga? Apa tidak bisa diberi waktu beberapa hari lagi? Tolonglah..." rintih Cecilia memohon dengan suara yang sedikit melunak, mencoba bernegosiasi.

​Jujur saja, di lubuk hatinya yang paling dalam, Cecilia benar-benar panik. Dia sama sekali belum tahu apa-apa tentang peta kehidupan di dunia ini, tidak punya tempat tinggal lain, dan tidak punya bekal uang sepeser pun.

​Logan menyipitkan matanya. Alisnya menaut tajam, menatap Cecilia dengan tatapan penuh selidik dan kebingungan. Reaksi wanita di depannya terasa sangat di luar perkiraan. Biasanya, jika Cecilia disinggung soal pengusiran, wanita itu akan mengamuk, melempar barang, atau menangis meraung-raung histeris sambil memeluk kaki bosnya. Kenapa sekarang wanita ini justru memohon dengan cara yang begitu tenang? Apakah Cecilia sedang merencanakan trik busuk yang lain?.

​Melihat Logan hanya terdiam seribu bahasa tanpa memberikan secercah harapan pun, Cecilia menghela napas panjang dengan kasar. Keheningan yang ditunjukkan Logan sudah menjadi jawaban mutlak yang mewakili penolakan telak.

​"Baiklah kalau begitu," ujar Cecilia akhirnya dengan suara pasrah namun tegas.

​Tanpa ragu-ragu sedikit pun, Cecilia meraih pulpen yang berada di atas meja, lalu membubuhkan tanda tangannya di lembar paling bawah berkas tersebut.

​Logan tertegun seketika. Bola matanya melebar untuk sesaat.

"​Dia menandatanganinya begitu saja?" batin Logan terkejut luar biasa. Tidak ada drama menangis? Tidak ada adegan memohon-mohon atau mencakar lantai seperti biasanya? Apa mungkin wanita licik ini sedang merencanakan permainan baru untuk menarik perhatian Tuan Douglas?.

​Logan mengamati gerak-gerik Cecilia dengan saksama. Namun, ia tidak menemukan secercah pun kepalsuan di sana, ekspresi wajah Cecilia terlihat sangat serius, mantap, dan tanpa keraguan sedikit pun. Keraguan mendadak menyelimuti benak Logan.

​"Aku akan membereskan barang-barangku yang tidak seberapa ini dan meninggalkan tempat ini hari ini juga," sambung Cecilia dengan nada bicara yang santai namun formal, sama sekali tidak menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam.

​Logan segera menarik kembali map berkas tersebut ke pangkuannya dengan gerakan kaku. Rasa penasarannya tertahan rapat di balik wajah datarnya.

​"Baiklah jika itu keputusan Anda, Nona Cecilia," ucap Logan sambil bangkit berdiri dari sofa merapikan jasnya.

"Saya akan pastikan kunci akses apartemen ini diblokir sore ini. Dan satu hal lagi... saya harap Anda menepati janji untuk tidak pernah lagi mengganggu Tuan Douglas ataupun mendekati lingkaran hidup beliau."

​Cecilia ikut berdiri, melipat kedua tangannya di dada sambil tersenyum tipis penuh kemenangan semu.

​"Tenang saja, Tuan Logan. Anda tidak perlu khawatir berlebihan begitu," balas Cecilia dengan nada ramah yang dibuat-buat.

"Asal Anda tahu, jangankan mendekati bosmu yang arogan itu, bahkan sedetik pun aku sama sekali tidak berminat pada pria yang hobi berselingkuh dan mendua!"

​Logan terperanjat mendengar jawaban menohok yang terluncur begitu bebas dari bibir Cecilia. Belum sempat asisten bermata tajam itu membalas ucapannya, Cecilia sudah berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamar tidur.

​Logan terdiam kaku di tempatnya berdiri, merasa bahwa wanita di depannya hari ini benar-benar telah berubah menjadi sosok yang sangat asing dan tidak bisa ditebak. Dengan perasaan penuh tanda tanya, Logan akhirnya memutuskan membalikkan badan dan melangkah keluar dari apartemen mewah itu, membiarkan Cecilia bergulat seorang diri dengan takdir barunya di dunia transmigrasi yang kejam ini.

Bersambung...

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!