NovelToon NovelToon
Lautan Cinta

Lautan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan seorang wanita bernama Rafa Sasmita yang merupakan istri dari Evan Wirya Negara. Rafa menikah dengan Evan karena mencintai pria itu setulus hati namun sayang rumah tangga Evan dan Rafa kandas karena kemunculan Zaskia Mulandari. Tak hanya Zaskia namun masalah muncul dari ibu mertua Rafa yaitu Nena Apriandini yang selalu menghinanya miskin dan tidak beradab. Namun di tengah huru-hara masalah pertemuan Rafa dengan pria tampan bernama Sean Andrew Lee mengubahnya menjadi penuh warna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlindungan Keluarga yang Tulus

"Ibu... Bapak..." bisik Rafa dengan suara parau yang nyaris tak terdengar. Kaki lemasnya hampir terjatuh ke lantai jika saja Pak Pamuji tidak sigap merengkuh pundaknya.

​"Masuk, Nak. Ayo masuk dulu ke dalam," ucap Pak Pamuji dengan nada panik bercampur ketegangan yang kentara. Ia langsung menarik koper Rafa masuk ke ruang tamu, sementara Bu Arma merangkul tubuh putrinya dengan sebelah tangan yang gemetar.

​Mereka duduk di sofa ruang tamu yang sudah usang namun bersih. Bu Arma segera berlari kecil ke dapur dan kembali membawa segelas air hangat, memaksa Rafa meminumnya barang seteguk untuk meredakan gemetar di sekujur tubuh anaknya.

"Minum dulu, Nak. Tarik napas yang tenang," ujar Bu Arma dengan suara bergetar, tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Rafa yang tampak sangat mengenaskan. "Ceritakan pada Ibu dan Bapak. Sebenarnya apa yang terjadi di sana? Kenapa kamu pulang membawa koper tengah malam begini, dan siapa yang berani membuat wajah anak kesayangan Ibu jadi lebam seperti ini?!"

​Pak Pamuji duduk di kursi kayu di seberang sofa, mengepalkan kedua tangan di atas lututnya. Sorot mata pria tua itu menyalang tajam, memancarkan amarah seorang ayah yang tidak terima darah dagingnya disakiti. "Katakan pada Bapak, Rafa. Apakah si Evan itu yang sudah berani berbuat kasar padamu? Kalau iya, biar Bapak sendiri yang mendatangi pria keparat itu!"

​Rafa menundukkan kepalanya sejenak, menatap cairan bening di dalam gelas yang ia pegang erat-erat. Ia mengangkat wajahnya, menatap satu per satu mata kedua orang tuanya dengan tatapan yang sarat akan luka dan kebencian mendalam.

​"Evan... Evan sudah mengkhianati pernikahan kami, Pak, Bu," ucap Rafa dengan suara bergetar namun jelas terdengar di ruangan yang sunyi itu.

​"Mengkhianati?" potong Pak Pamuji dengan dahi berkerut tajam. "Maksudmu... dia berselingkuh?"

****

"Bukan cuma berselingkuh, Pak," jawab Rafa getir, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis. "Dia membawa wanita jalang bernama Zaskia Mulandari ke rumah kami. Mereka bermesraan tanpa malu-malu di atas meja bar di hadapan mataku sendiri. Saat aku menegur mereka, Evan tidak merasa bersalah sama sekali. Dia malah membela wanita itu dan mencaci maki aku."

​Bu Arma menutup mulutnya dengan kedua tangan, napasnya tersengal seketika. Air mata langsung meleleh di pipi renta wanita pensiunan guru itu. "Ya Allah, Gusti... Jahat sekali perbuatan si Evan padamu, Nak. Padahal selama empat tahun ini kamu sudah berkorban banyak untuk mengurus rumah tangga mereka... Kenapa dia tega berbuat sekeji itu?"

​"Bukan cuma Evan, Bu," lanjut Rafa, suaranya semakin parah menahan sesak di dada. "Ibu mertuaku, Bu Nena, datang ke penthouse malam ini. Tanpa mendengarkan penjelasan apa pun, dia langsung menampar wajahku sampai aku jatuh tersungkur ke lantai."

​Deg!

​"Apa?!" bentak Pak Pamuji tertahan, berdiri dari kursinya dengan napas memburu. Wajah tua Pak Pamuji mendadak memerah padam karena amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. "Nena wanita sombong itu berani menampar anakku di rumahnya sendiri?! Keparat! Kurang ajar sekali keluarga kaya raya itu!"

"Bukan cuma menampar, Pak..." air mata Rafa kembali menetes, mengalir deras membasahi dagunya. "Bu Nena menghinaku dengan kata-kata yang paling keji di muka bumi ini. Dia meneriaki aku sebagai wanita mandul... wanita tidak berguna yang tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga Wirya Negara. Bu Nena bilang aku cuma parasit numpang hidup, dan dia memaksa aku menandatangani surat cerai saat itu juga sambil tertawa bersama wanita selingkuhan anaknya."

****

​Mendengar kalimat itu, ketahanan batin Bu Armayani sebagai seorang ibu seketika runtuh total. Sebagai seorang wanita yang telah melahirkan dan membesarkan Rafa dengan penuh kasih sayang, mendengar putrinya diinjak-injak, dihina fisik dan kekurangannya, serta diperlakukan bagaikan sampah oleh keluarga mertuanya adalah sebuah siksaan batin yang luar biasa pedih.

​Bu Arma langsung menerjang maju, menarik tubuh Rafa ke dalam pelukannya yang hangat dan erat. Ia mendekap kepala putrinya ke dadanya, membiarkan Rafa menangis sejadi-jadinya di sana.

"Anakku... Ya Allah, anakku..." tangis Bu Arma pecah seketika, air matanya membasahi rambut Rafa. Suara tua wanita itu bergetar hebat penuh kepedihan yang teramat sangat. "Tega sekali mereka... Jahat sekali mereka memperlakukanmu seperti itu, Nak! Kenapa mereka begitu kejam menghinamu karena hal yang bukan kehendakmu? Kenapa mereka tega menginjak-injak harga dirimu setelah apa yang kamu berikan untuk keluarga itu?!"

​Bu Arma mengeratkan pelukannya, seolah ingin melindungi Rafa dari seluruh kekejaman dunia luar yang baru saja menghancurkan hati putrinya. Isak tangis Bu Arma menggema pilu di ruang tamu yang sederhana itu, memecah keheningan malam.

"Ibu tahu kamu sudah bersabar selama empat tahun ini, Nak," bisik Bu Arma di sela-sela tangisannya, mengusap punggung Rafa dengan penuh kelembutan yang teramat dalam. "Ibu tahu bagaimana kamu menjaga rumah tangga itu tetap utuh, bagaimana kamu melayani suamimu dengan tulus tanpa pernah mengeluh lelah walau sedikit pun."

****

​Pak Pamuji berdiri mematung di samping mereka, menggigit bibirnya hingga nyaris berdarah. Air mata kemarahan juga menggenang di pelupuk mata pria paruh baya itu, namun ia menahannya mati-matian demi terlihat kuat di hadapan istri dan putrinya. Pria itu mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat.

​"Cukup, Bu. Jangan teruskan menangisi orang-orang tidak tahu diuntung itu," suara Pak Pamuji terdengar berat, sarat akan ketegasan yang mutlak. Ia melangkah mendekat, lalu ikut merangkul pundak Rafa dan istrinya dengan penuh kasih sayang. "Kalau keluarga Wirya Negara itu membuang anak kita dengan cara yang tidak bermoral seperti itu, maka biarkan mereka pergi. Kita tidak butuh belas kasihan dari keluarga sombong yang berhati iblis."

​Rafa mendongakkan kepalanya dari pelukan sang ibu, menatap wajah kedua orang tuanya yang tampak begitu terluka demi dirinya. Di dalam pelukan hangat itu, Rafa merasakan sebuah kekuatan baru yang luar biasa besar menjalar ke seluruh aliran darahnya.

​"Ibu benar, Bapak benar," ucap Rafa dengan suara serak namun terdengar begitu mantap, menghapus sisa air matanya dengan punggung tangan. "Rafa tidak akan menangisi mereka lagi. Hubungan pernikahan itu sudah hancur lebur malam ini, dan Rafa pastikan... keluarga Wirya Negara tidak akan pernah bisa tidur nyenyak setelah apa yang mereka perbuat padaku."

****

​Bu Arma menangkup wajah Rafa dengan kedua tangannya yang keriput, menatap mata putrinya lekat-lekat dengan sorot penuh rasa sayang. "Pulanglah ke rumah ini, Nak. Tempat ini selalu terbuka untukmu. Apapun yang terjadi, Ibu dan Bapak akan selalu berdiri di belakangmu. Kita hadapi semuanya bersama-sama."

​Pak Pamuji mengangguk tegas menyetujui perkataan istrinya. "Betul kata Ibumu. Bapak tidak peduli seberapa kaya raya keluarga pemilik Negara Group itu. Kalau mereka pikir mereka bisa menginjak-injak harga diri keluarga kita semaunya, mereka salah besar. Hukum karma pasti akan datang menghantam mereka."

​Rafa mengangguk pelan, seulas senyum tipis penuh tekad terukir di bibirnya yang lebam. Di dalam tas koper kecilnya, sebuah flashdisk berisi dokumen rahasia korupsi Negara Group tersimpan aman. Malam itu, di bawah atap rumah sederhana orang tuanya, Rafa Sasmita bersumpah di dalam hati: kerajaan bisnis keluarga Wirya Negara akan segera runtuh dari dalam, dan ia sendiri yang akan memastikan kehancuran itu terjadi tanpa ampun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!