NovelToon NovelToon
SIMULATION

SIMULATION

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Contest / Sci-Fi / Dunia Masa Depan / Evolusi dan Mutasi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:646.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lelevil Lelesan

Dunia tahun 2170. Setelah terjadi perang besar yang berdampak ke seluruh dunia, teknologi dan persenjataan militer menjadi satu-satunya andalan dalam pertahanan negara.

Namun, pemberontakan terjadi pada sebuah negara superpower bernama "The Great Ruler". Di tempat itu, teknologi dan sains biologi malah menjadi perbedaan mencolok.

Dua penguasa kembar malah membuat kedamaian di dalam dinding terpecah. Presiden bidang sains biologi dianggap sebagai pemberontak karena menciptakan makhluk-makhluk mutan ganas dan tak bernaluri untuk menjadikannya seorang penguasa tunggal.

Diasingkan dan merasa dikhianati, dia kembali untuk balas dendam mengambil kekuasaan yang dianggap menjadi miliknya.

Ribuan mutan dikerahkan untuk mengambil alih kekuasaan. Ribuan robot dan drone dikerahkan untuk melawan.

Hingga munculah seorang wanita tak dikenal dan terabaikan yang membuat perubahan dan harapan di The Great Ruler.

Siapakah yang akhirnya akan bertahan dan menjadi penguasa di Great Ruler serta seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NEW FRIENDS

Sandra menatap wanita yang sekilas mirip dengannya. Yang membuat mereka tampak beda hanya sebuah kacamata dan tubuh Otka yang gemuk.

"Aku baru pertama kali datang kemari," ucap Sandra membuka obrolan.

"Oh ya? Aku sering datang kemari. Namun kali ini, aku serius, bukan sekedar menghabiskan waktu di Perpustakaan dengan membaca buku," jawabnya seraya menekan sebuah tombol hijau di ujung meja.

Tak lama, datang robot pelayan restoran berwarna cokelat susu dengan dasi kupu-kupu berwarna hitam selaras dengan jas yang jadi satu dengan tubuhnya, berbentuk seperti kapsul. Kakinya berupa roda, dan kedua tangannya sebuah papan bukan jari.

"Silakan input pesanan Anda," ucapnya ramah saat dadanya menyala berupa monitor layar sentuh.

Sandra mengamati cara pemesanan pada robot itu melalui Otka.

"Kau ingin pesan apa?" tanya Otka ramah.

"Mm, orange juice dan ... spagetti," jawab Sandra sungkan.

"Oke, aku samakan pesananku denganmu ya. Tak apa 'kan jika aku menirumu?" tanya Otka melirik, dan Sandra mengangguk pelan.

"Terima kasih. Silakan input barcode untuk tagihan pesanan Anda," pinta robot itu. Otka menunjukkan barcode di lengannya dan robot itu men-scan dari matanya, begitupula barcode milik Sandra. "Terima kasih. Data sudah terverifikasi. Silakan tunggu pesanan Anda. Geo-Resto akan kembali dengan makanan Anda," ucap robot itu ramah lalu pergi masuk ke sebuah lorong yang diyakini adalah jalan menuju dapur.

"Kalau kau, apa yang kaulakukan di Perpustakaan ini? Aku tak pernah melihatmu," tanya wanita gemuk itu.

"Aku ... ingin menjadi User. Jadi aku-"

"What?! Oh, tujuan kita sama. Aku juga!" pangkasnya dengan mata melotot hingga mengejutkan Sandra.

"Benarkah? Wow."

"Aku harus bisa menjadi User, agar aku, adikku, dan ayahku tetap bisa bertahan di Great Ruler," ucapnya mendadak sedih.

Kening Sandra berkerut. "Kenapa?" Wanita itu terlihat ragu untuk bercerita. "Jika kau tak ingin mengatakannya, tak apa. Aku hanya berusaha membantu."

Wanita itu menatap Sandra lekat. "Kau tahu. Cukup lama aku tak berbincang dengan orang asing. Selama ini, aku menutup diri. Aku ... malu pada diriku. Aku bisa bertahan di Great Ruler karena ayah dan ibuku. Namun, semenjak ibuku sakit, dan kini ayahku juga, aku terpaksa keluar dari rumah yang selalu menaungiku agar tetap bisa bertahan di dalam benteng ini," ucapnya dengan kedua tangan saling menggenggam terlihat gugup.

"Oke. Lalu?"

"Saat melihat berita jika Great Ruler membutuhkan User, meski aku nanti ditempatkan pada sebuah robot, dan aku harus bertarung bahkan mungkin tewas, asal keluargaku bisa tetap berada di dalam, aku rela," jawabnya seperti akan menangis.

"Kenapa kau sampai berjuang sejauh ini? Apa kau tak pernah bekerja sebelumnya? Berapa umur adikmu? Lalu ayahmu?"

"Adikku masih sekolah. Dan aku ... aku tak pernah bekerja sebelumnya karena kedua orang tuaku yang selama ini membiayai kehidupanku. Namun, melihat kondisi kesehatan ayahku yang semakin memburuk, aku kini harus menggantikan tugasnya sebagai kepala rumah tangga," jawabnya dengan mata berlinang terlihat begitu sedih.

Sandra menatap orang asing yang baru ditemuinya itu dengan iba. Ia teringat jika orang-orang yang bisa tinggal di dalam Great Ruler hanyalah para pekerja.

Sandra bisa merasakan kesulitan yang dihadapi oleh wanita di depannnya itu. Ia juga nyaris terusir. Namun berkat Tony, pengusiran Sandra di tangguhkan.

"Kita berjuang bersama. Kau beruntung memiliki orang tua. Sedang aku, sebatang kara. Suamiku telah meninggal dan aku ... sendirian di sini," ucapnya yang membuat tangisan Otka berhenti seketika.

"Sungguh? Oh, kau tahu. Aku sangat senang saat mengetahui jika ada yang senasib denganku. Aku tak siap tinggal di luar benteng, Sandra. Banyak diantara mereka yang tewas karena serangan makhluk ganas dan penyakit. Aku ingin tetap di sini," ucapnya bersikeras.

"Ya, aku mengerti," jawab Sandra dengan senyuman seraya memegang punggung tangan Otka lembut.

"Maaf menunggu. Silakan nikmati makanan Anda," ucap robot pelayan seraya meletakkan dua nampan dari dua tangannya yang seperti papan.

Sandra berterima kasih pada robot itu, tapi Otka malah terkekeh. Sandra bingung.

"What?"

"Haha, kau mengibaratkan robot itu adalah manusia. Lucu sekali," kekeh Otka dan Sandra hanya tersenyum menanggapinya.

Keduanya makan dengan berselera. Otka dan Sandra mengobrol ringan membahas tentang kehidupan mereka selama di Great Ruler.

Hingga akhirnya, jam istirahat usai. Sayangnya, Otka harus kembali ke rumah karena ia mengkhawatirkan kondisi ayahnya yang sedang sakit.

Sandra dan Otka bertukar nomor ponsel. Keduanya berjanji untuk saling menghubungi.

Sandra kembali ke kursinya untuk meneruskan bacaannya yang sempat tertunda. Senyumnya terukir, seakan pertemuan dengan Otka adalah hal baik untuknya.

Sore itu, seperti janji Tony, pria itu menjemput Sandra tepat waktu pukul 6 sore di halaman Perpustakaan.

"Hai. Aku merasa bertemu dengan seorang kutu buku. Jadi ... apa yang kau pelajari hari ini, Profesor?" tanya Tony seraya menekan menu layar sentuh di dashboard mobilnya.

Sandra terkekeh. Selalu saja ada hal lucu yang membuatnya tertawa. Namun sejenak, Sandra teringat akan Blue. Pria itu juga sangat hebat membuatnya tersenyum.

"Yah, aku masih bisa merasakan tulisan-tulisan itu melayang di depan mataku," ucapnya terlihat pusing.

Tony terkekeh. "Kau tak memanfaatkan ruang baca digital ya? Kau benar-benar penyuka cara kuno di zaman modern ini, Sandra. Kau memang langka."

Sandra hanya tersenyum ringan. Selama perjalanan pulang, Tony sibuk bercerita tentang Eliz, Akira, dan pekerjaannya. Sandra mendengarkan dengan seksama.

"Mereka sungguh serius ingin menikah. Dan ... Akira akan membawa Eliz ke Apartemennya nanti. Dan tinggalah aku, pria kesepian. Hempf," ucapnya diakhiri dengan hembusan nafas panjang.

Sandra tahu pesan dari ucapan Tony tersebut, tapi Sandra tak ingin memulai perselisihan lagi. Ia memilih untuk menganggap ucapannya sekedar obrolan biasa.

"Selama ini aku juga sendirian, dan aku baik-baik saja. Jangan berlebihan," sahut Sandra dengan wajah tertunduk memegang tas jinjingnya.

Tony tak lagi bicara. Keduanya terdiam untuk beberapa saat hingga tak terasa, mereka tiba di gedung Apartemen tempat mereka tinggal.

"Terima kasih, Tony. Besok, aku berangkat sendiri saja. Aku berangkat siang ke Perpustakaan," ucapnya seraya berjalan ke pintu rumahnya perlahan.

Tony hanya mengangguk dengan senyuman meski terlihat terpaksa. Tony melambaikan tangan dan berjalan menuju pintu rumahnya.

Sandra segera masuk. Ia menghembuskan nafas panjang terlihat lega karena tak lagi membicarakan tentang hubungan yang Tony inginkan.

"Dia ingin menggantikanmu, Rey. Sayangnya, tidak bisa. Aku hanya menganggap Tony sebagai sahabat hingga saat ini," ucap Sandra sendu seraya memandangi wajah tampan suaminya pada bingkai foto kuno di ruang tamu saat pernikahan mereka.

Sandra memilih untuk segera mandi dan pergi tidur. Ia sudah menyiapkan jadwal kegiatannya esok hari yang sudah disimpan dalam database Rey-asisten ruangannya.

"Selamat malam, Rey," ucapnya yang telah berbaring di kasur dan berselimut putih.

"Selamat malam, Sandra," jawab asisten ruangan. Sandra tidur dengan senyuman.

***

jangan lupa vote vocer ya. tengkiyuw ❤️ lele padamu💋💋💋

1
👑Metania👩‍💻🔫💣
Love bangeett❤️🌟
Felisyah
aduh aduh...
Felisyah
dudududu... ad ap ini
Felisyah
gitu toh ceritanya..
hemmmmmm...
Felisyah
kurang 1 ae kok y ..
selamat sandra.. sepertiny ad yg cemburu..
Felisyah
aduh sandra.. ok lh keputusanmu.
women x women..
Felisyah
manut" wae mb aju. visual siapapun keren..
Felisyah
ono op meneh iki.. tegang pas akhir.😑
Felisyah
semanggat sandra..
Felisyah
baru baca lg eh... ad yg bikin ngilu.. 😫😫😫
Felisyah
oh.. mb vesper I miss u.. 😚😚😚
seperti ny matteo brusha jd blue
Felisyah
hemmmmm...
Felisyah
semanggat mb aju..
Felisyah
in jendral kok kayak bocah y..
gemesssss sm matteo..
Felisyah
ad ap in mb aju..
mosok akira ate nyusul rey..
Felisyah
masuk perangkap y sandra..
Felisyah
sapa dalange iki..
Felisyah
ad udang dblik batu..
Felisyah
lh tony khn laki" normal. harap maklum..
Felisyah
penguntit yh.. hahay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!