NovelToon NovelToon
Menikah Karena Wasiat Kakek

Menikah Karena Wasiat Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sarah Mai

Adam yang sejak awal menolak pernikahan, berusaha sekuat tenaga menghindari perjodohan yang telah diwasiatkan sang kakek. Perempuan yang ditentukan itu bernama Hawa Aluna, sosok yang sama sekali tak pernah ia inginkan dalam hidupnya. Demi membatalkan wasiat tersebut, Adam nekat melakukan langkah licik: ia menjodohkan Hawa dengan adiknya sendiri, Harun.
Namun keputusan itu justru menjadi awal petaka. Wasiat sang kakek dilanggar, dan akibatnya berbalik menghantam Adam tanpa ampun. Tak ada lagi jalan untuk lari. Demi menghindari malapetaka yang lebih besar, Adam akhirnya terpaksa menikahi Hawa Aluna.
Sayangnya, pernikahan itu berdiri di atas keterpaksaan dan luka. Adam menikah tanpa cinta, sementara Hawa pun sama sekali tidak menaruh rasa padanya. Dua hati yang kosong dipersatukan dalam satu ikatan suci, menyisakan pertanyaan besar tentang bagaimana nasib rumah tangga mereka ke depan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Adam dan Hawa

Hari indah yang telah lama dinanti akhirnya tiba.

Pernikahan Adam dan Hawa digelar dengan begitu megah dan penuh keanggunan di sebuah convention hall mewah milik salah satu hotel ternama di Jakarta. Aula luas itu disulap menjadi lautan keindahan, dipenuhi dekorasi bernuansa putih dan emas yang memancarkan kemewahan sekaligus kesakralan. Undangan yang hadir pun sangat terbatas, diisi oleh para pengusaha papan atas, sejumlah pejabat penting, serta beberapa kalangan artis yang dikenal luas di dunia hiburan.

Hawa tampil begitu memukau. Balutan gaun pengantin yang menjuntai anggun membingkai tubuhnya dengan sempurna, dipadukan dengan riasan lembut yang menonjolkan kecantikan alaminya. Ia tampak elegan, tenang, dan berwibawa, seolah hari itu memang diciptakan khusus untuknya. Setiap langkahnya mencuri perhatian, membuat banyak mata terpaku, bahkan tak sedikit yang terdiam kagum.

Setelah rangkaian ijab kabul diucapkan dengan lancar dan sah, suasana haru pun menyelimuti ruangan. Adam dan Hawa kemudian berjalan bergandengan tangan sebagai pasangan serasi, keduanya melangkah perlahan menuju area pelaminan megah yang telah dipersiapkan dengan begitu sempurna oleh para event organizer. Pelaminan itu bertabur bunga segar dengan susunan artistik, menciptakan pemandangan bak negeri dongeng.

Dalam langkah-langkah lambat yang sarat makna, pasangan pengantin itu menerima taburan bunga dari kerabat dan sahabat terdekat. Senyum, doa, dan harapan baik mengalir mengiringi setiap langkah mereka, seolah menjadi saksi awal perjalanan panjang yang akan mereka tempuh bersama sebagai suami dan istri.

Namun di balik kemegahan hari itu, tersimpan sebuah ikatan lain yang tak kalah penting, sebuah perjanjian wasiat pernikahan yang harus dipenuhi oleh Adam.

Isi wasiat itu terpatri jelas, mengikat, dan tak boleh diingkari.

“Adam, isi wasiat ini wajib kamu jalankan dan tidak boleh kamu langgar,” demikian pesan tegas yang tertulis di dalamnya.

*

Pertama, Adam harus menikah dengan Hawa Aluna.

Kedua, jadikanlah ia istri yang bahagia dan merasa aman serta nyaman di sisimu.

Ketiga, milikilah keturunan bersamanya dan jagalah mereka dengan penuh tanggung jawab.

Keempat, penuhi lah seluruh kebutuhan nafkahnya serta royalti dari keuntungan perusahaan sebaik-baiknya, hingga kehidupan mereka benar-benar berkecukupan dan bahagia.

Kelima, bangunlah rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Sudahi masa nakalmu itu, dan ingatlah pesan ini baik-baik, jangan pernah menyakitinya setelah menikah, atau aku akan menghantuimu!

*

Wasiat itu bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan janji hidup yang akan terus membayangi perjalanan pernikahan Adam dan Hawa, menjadi pengingat akan tanggung jawab, cinta, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang akan mereka ambil.

Acara adat telah dilalui dengan sempurna. Dentuman musik band dari musisi ternama mengisi seluruh ruangan ballroom yang dipenuhi cahaya kristal dan tawa para tamu undangan. Nuansa bahagia terasa begitu nyata, setidaknya bagi mereka yang hadir sebagai penonton.

Sesi foto pernikahan berlangsung hingga sore menjelang senja. Senyum demi senyum dipaksakan, pose demi pose diabadikan. Gaun Hawa tampak berkilau, namun tubuhnya mulai terasa lelah, bukan hanya oleh rangkaian acara, melainkan juga oleh beban perasaan yang tak kunjung reda.

Adam menggenggam tangannya, membawanya berkeliling untuk menjamu kolega bisnis, sahabat, dan relasi keluarga besar. Memperkenalkan kepada mereka, jika ia sudah resmi memiliki seorang istri yang cantik dan baik.

“Sedikit lagi ya,” bisik Adam lembut, seolah segalanya baik-baik saja.

Namun Hawa mulai kehabisan tenaga.

“Aku mau istirahat sebentar, Mas,” ucapnya lirih, napasnya tertahan.

Adam menoleh sekilas, lalu mengangguk santai.

“Ok. Pergilah, nanti aku akan menyusul.”

Hawa melangkah menjauh, menyusuri lorong hotel menuju kamar rehat pengantin. Lorong itu sepi, hanya terdengar gema langkah sepatunya sendiri. Lampu-lampu dinding menyala temaram, menciptakan bayangan panjang yang terasa asing dan dingin.

Baru beberapa langkah, seseorang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan.

Hawa terhenti.

Darahnya serasa membeku.

"Raisa!"

Wanita itu berdiri dengan senyum tipis di bibirnya, perut hamilnya yang mulai membesar dibalut gaun ketat berwarna gelap. Tatapannya tajam, penuh ejekan.

Tanpa basa-basi, Raisa menepuk tangannya pelan, bertepuk tangan seolah memberi selamat.

“Hebat banget, ya, perempuan kampung satu ini,” ucapnya sinis.

“Hanya bermodalkan wasiat kakek, kamu bisa menikah dengan Harun… dan sekarang Adam.” Ia terkekeh kecil. “Wah, kamu benar-benar tidak punya malu. Mau jadi konglomerat tanpa bekerja. Miris.”

Hawa menahan gemetar. Dadanya naik turun.

“Mau apa kamu!” bentaknya, mencoba terlihat tegar.

Raisa mendekat satu langkah.

“Hawa… Hawa… aku cuma kasihan sama perempuan seperti kamu.”

Ia menyeringai. “Dijadikan tumbal oleh Adam.”

“Bukan urusanmu!” suara Hawa meninggi. “Pernikahan ini tidak pernah aku inginkan!”

“Munafik!” hardik Raisa. “Dengar baik-baik, ya. Adam itu playboy. Pacarnya bukan satu. Dia sering tidur dengan perempuan lain. Dan kekasihnya...oh, jauh lebih baik dari kamu. Seperti langit dan bumi.”

Kata-kata itu menusuk tanpa ampun.

“Kamu paling cuma mainan sesaat,” lanjut Raisa tanpa iba. “Terpaksa dinikahi demi wasiat. Jadi jangan berharap terlalu tinggi. Jatuhnya nanti sakit.”

Hati Hawa terasa diremas. Tenggorokannya tercekat. Ia ingin menutup telinganya, tapi kaki-kakinya terasa kaku.

“Oh iya,” Raisa mencondongkan wajahnya, berbisik pelan namun mematikan.

“Adam juga terlibat mafia lahan kayu jati. Ekspor ilegal ke luar negeri. Polisi sudah mengendus kasusnya.”

Jantung Hawa berdegup keras, seolah ingin meloncat keluar.

“Apa kamu siap mendampinginya?” tanya Raisa dingin.

“Karena sebentar lagi semuanya akan terbongkar.”

“Hahaha!” tawa Raisa melengking puas, memecah keheningan lorong.

Amarah Hawa akhirnya meledak.

“Kamu jangan fitnah!” teriaknya. “Urus saja kehamilanmu itu, tanpa seorang suami!”

Wajah Raisa berubah gelap dalam sekejap.

Tanpa peringatan, tangannya mencengkeram leher Hawa dengan kuat.

“Ngh!” Hawa terkejut, tubuhnya terdorong ke dinding. Napasnya tercekik.

“Le… lepaskan…” ucapnya tertahan, air mata mulai menggenang.

Lorong itu sunyi. Tak ada satu pun orang.

“Kau tidak tahu siapa aku,” desis Raisa di telinganya.

“Katakan pada Adam. Aku akan membongkar semua kasus hitamnya kalau dia tidak memaksa Harun untuk menikah denganku!”

Cengkeramannya semakin kuat. Pandangan Hawa mulai berkunang.

Tiba-tiba...

“Siapa di sana?”

Suara seorang penata rias terdengar dari ujung lorong.

Raisa tersentak. Seketika itu juga ia melepaskan cekikannya.

“Ah!” Hawa terjatuh terhuyung, akhirnya mendapatkan udara. Ia terbatuk hebat, tangannya refleks memegang lehernya yang perih.

Raisa tersenyum manis, seolah tak terjadi apa-apa.

“Bukan siapa-siapa,” katanya ramah.

“Saya hanya sahabat Hawa yang ingin memberi kado spesial. Maaf sudah masuk ke ruang pengantin.”

Dengan langkah anggun, Raisa berjalan masuk sebentar, meletakkan sebuah kotak kecil di atas meja, lalu keluar begitu saja melenggok tenang dengan perut kehamilan empat bulannya.

Hawa masih terduduk lemas, tangannya gemetar memegangi leher.

“Kamu baik-baik saja, Mbak?” tanya penata rias itu khawatir.

“I-iya… saya baik-baik saja,” jawab Hawa gugup, suaranya bergetar.

Mereka membantu Hawa berdiri perlahan.

“Sepertinya saya mau beristirahat. Tidak bisa tampil di depan lagi.”

“Tidak apa-apa, Mbak,” jawab sang penata rias lembut.

“Pestanya juga sudah selesai.”

Hawa masuk ke kamar mandi.

Begitu pintu tertutup, tangannya gemetar hebat. Ia menatap pantulan dirinya di cermin wajah pucat, dan bekas merah samar di lehernya.

Air mata akhirnya jatuh.

Di balik gaun pengantin dan pesta megah itu, Hawa baru menyadari…

Ia baru saja melangkah masuk ke pernikahan yang penuh ancaman.

1
ρυтяσ✨
hah... siapa lelaki Raisa itu??? ayah biologis dalam kandungan'y🤔🤔
Hatinya memang harus di kasih pencerahan kalo Raisa hanya memanfaatkan diri'y saja
☠ᵏᵋᶜᶟGalangᵇᵃʰᵃ❀∂я
halaah2 raisa pinternya

yg jadi korban mahluk kita yo gus, haseeem
🍁𝑴𝒂𝒎 2𝑹ᵇᵃˢᵉ🍁
Adam harus segera bertindak selidiki serius dong Raisa kasih ke si Harun bodoh itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
dh muncul tuh laki" yg ngehamilin Raisa. emang Harun yg paling ogeb keknya. kebiasaan apa" taunya beres. tinggal enaknya. gitu jadinya. otaknya entah kemana. sampai" dikadalin sama perempuan pun dia gk pernah tau. mungkin itu karma juga buat Harun karena sudah mencurangi Hawa dulu. akhirnya gantian dicurangi habis"an. kudu dijauhkan dari Raisa nih si Harun, biar gk kebablasan nyungsepnya. kasih wanita sewaan yg spek Hawa ada gk tuhh, biar gk tantrum mulu 🤣🤣🤣🏃🏃🏃
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : sepanjang jln kenangan 🤣
total 3 replies
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
benar kn firasat si Adam..
ternyata si Raisa lebih dari pemain 👊👊👊
kasihan Harun laki² bodoh🥺🥺
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
penasaran sama lakinya, ini siapa yaaa
bukan seseorang yg dekat dengan Hawa atau Adam kann...🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
iya kayanya enak ke club wa menghilangkan beban di pundak 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
itu yg kamu bilamg wanita baik2 Harun...🤦‍♀️
bodoh kamu Runn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
haruunn harunnn cinta membuatmu buataa 🤦‍♀️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
halaah diamin aja sih Run, akting doang itu Raisa jangan terpengaruh..
dia tuh ingin mnguasai perusahaan di sumatera kamu harus hati2
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
nih cowok selingkuhan Raisa kayaknya kacung si Raisa juga manut banget 😂
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
saking labilnya dibilang anak ya sama Adam 🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
kompor, ular berbisaa
knpa sih Runn kmu ga jauh2 dari Raisa, gmpang bngt kamu terpengaruh bujuk rayunya
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
cieee yg takut yaaa 🤣🤣
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
mencurigakann nihh..
jangan2 emamg udah dibeli nih dan Bunda Rani jg tau
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
karena Adam punya andil di rumah sakit itu,Wa...klo dia macam2 bisa dilengserkan malah dianya 😂
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
rumah sakitnya ga dibeli sama Adam kann🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ
lah makin yakin klo rumah sakit itu milik Adam nih 🤭
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
ayo dam. kirim dong ke harus kalo raisaaa bener3 resek.. dan itu bukan anak harun
🅝🅤🅡🅨ᵇᵃˢᵉ🍻
waah gendeng benerr ini raisaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!