Bagaimana mungkin pria yang ia hormati sebagai ayah dari sahabat nya tiba-tiba menikahinya karena sebuah permintaan yang cukup berat diterima Serena.
---
Nayla, sahabat Serena sejak SMA gadis itu menderita sebuah penyakit dan berakhir meninggal dunia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya nya Nayla mempunyai satu permintaan kepada Serena dan Ethan, ayah Nayla.
Karena sebuah permintaan itulah yang mengharuskan Serena dan Ethan menjadi terikat satu sama lain dan mempunyai tanggung jawab besar dalam kehidupan baru mereka.
Terlepas dari adanya cinta atau tidak itu akan menjadi urusan belakang yang mungkin akan menjadi penyesalan atau sebuah kebahagiaan diakhir kisah mereka.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 29
Bi Sum tergesa-gesa menghampiri majikan muda nya di dalam kamar, ia hanya takut terjadi sesuatu pada Nona muda nya.
TOK...
TOK...
TOK...
" Non, ini Bi Sum. " ucap Bi Sum mengetok pintu kamar Serena.
" Masuk aja Bi. " teriak Serena dari dalam kamar.
KLEK...
Bi Sum masuk kedalam kamar majikannya dilihat Serena membaringkan dirinya di kasur memejamkan matanya sejenak.
" Non Rena gak apa-apa? " tanya Bi Sum khawatir menghampiri Serena yang hanya terdiam memandang nya.
" Perut ku kram kenapa ya Bi? " tanya Serena meringis pelan memegang perutnya.
" Astaga! ayo kita kerumah sakit Non. Bibi takut kandungan nya Non kenapa-kenapa ini pasti pengaruh dari Non berkelahi dengan Ny. Maura . " ucap Bi Sum panik wanita tua itu sibuk membantu majikan nya untuk duduk perlahan dan memakaikan pakaian yang lebih pantas.
" Asshh, suruh Pak Dion siapkan mobil ya Bi Sum. saya mau telepon Genna dulu. "ucap Serena.
" Iya Non, saya Bantu turun ya Non. " ucap Bi Sum menawarkan diri.
Serena hanya mengangguk saja wanita itu dipapah perlahan menuruni anak tangga.
" Pak Dion! " teriak Bi Sum memanggil Sopir pengganti di Mansion.
Pak Dion berlari dengan nafas ngos-ngosan nya dari pintu utama.
" Ada apa Bi Sum, loh Non Rena kenapa?! " tanya Pak Dion mendekat.
" Nanti saja dijelaskan siapkan mobil sekarang kita kerumah sakit. " ucap Bi Sum.
" Ayo saya bantu Nok kedalam mobil sekarang. " ucap Pak Dion dibantu Bi Sum.
" Sudah-sudah aku bisa sendiri kok, nanti Pak Dion tolong kasih tau para pekerja saja saya di rumah sakit jangan kasih tau orang tua Ethan ya. " ucap Serena mencoba berdiri perlahan dibantu Bi Sum dan Pake Dion menuju mobil.
Pak Dion yang tampak panik langsung gas poll tanpa memikirkan lampu lalu lintas sama sekali yang penting keselamatan majikannya yang utama.
Untuk urusan tilang menilang gampang belakangan nanti yang bayar juga bos nya ia hanya potong gaji saja berapa persen.
RUMAH SAKIT....
Serena memejamkan matanya sejenak saat selang infusan telah terpasang di punggung tangan kanan nya. saat beberapa menit yang lalu.
Bi Sum dan Genna sedang mendengarkan penjelasan dari Dokter Rendy yang sesekali memperhatikan wajah pucat dan teduh milik Serena.
Pak Dion, lelaki itu diperintahkan Bi Sum untuk memberitahu para pelayan sekaligus membawakan perlengkapan Serena selama menginap dirumah sakit.
" Jadi Kak Ren, apa yang terjadi dengan Rena?? " tanya Genna cemas.
" Ny. Serena hanya kelelahan akibat terlalu stress yang berlebihan dan efek nya mempengaruhi kram perut. Untuk sementara Serena harus bedrest dulu agar kandungan nya tidak lemah dan perbanyak istirahat. " jelas Kak Rendy.
" Tuh Kan, sudah gue duga nih manusia satu susah banget di kasih tahu kak Ren! Marahin saja dia. " ucap Genna.
" Mak- " ucap Dokter Rendy terhenti.
BRAK...
Pintu ruang inap di buka kasar dari luar menampakan seorang Marlon dengan setelan jaz nya terlihat raut wajah panic dan cemas terpatri di air muka nya. Marlon melangkah tergesa-gesa menghiraukan kehadiran dokter disana.
" Nona Serena, apa anda baik-baik saja. " tanya Marlon mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
" Ekhhemm. " Dokter Rendy menyadarkan Marlon dengan kehadiran nya yang masih ada dalam ruangan.
Marlon menengokan kepalanya pada Dokter Rendy ia meminta maaf lirih.
" Jadi saya lanjutkan lagi, lo harus dirawat inap sampai 1 minggu ke depan gak ada toleransi dari gue pokoknya! Jangan coba-coba kabur dari penjagaan gue selama lo sakit disini. "
" Kalau lagi banyak pikiran setidaknya curahkan isi hati lo ke siapa pun itu jangan lo pendam sendiri bisa mempengaruhi janin lo juga. Kalau lo semakin pembangkang semakin lama juga lo akan keluar dari rumah sakit. " sambung Rendy menatap tajam menusuk.
" Ck! Gue itu gak apa-apa kali, gak perlu sampai dijaga sama lo kali kak! Gue itu cuman kelelahan aja emang apa yang harus gue pikirkan sementara laki gue aja kaya! Nih dia aja sampai punya dokter pribadi dan asisten pribadi. " jawab Serena.
" Intinya gue gak mau tahu! Gen lo sebagai sahabatnya, pantau terus sahabat lo itu jangan dibiarkan banyak melamun, intinya yang happy aja. " ucap Rendy.
" Iya-iya aman aja kok. " ucap Genna.
" Kalau gitu saya pamit dulu, permisi. Oh ya saya butuh satu orang untuk menebus obat Serena. " ucap Rendy formal dan tersenyum ramah.
" Saya saja dok. " ucap Bi Sum menawarkan diri.
" Mari ibu ikut saya. " ucap dokter Rendy menuntun Bi Sum dari depan.
" Bi Sum pergi sebentar ya Non. " ucap Bi Sum.
" Iya Bi. " jawab Serena.
BLAM....
" Oh ya Ser, gue ijin kedepan dulu ya pacar gue mau pamit ke Landon dulu. " ucap Genna nyengir pelan.
" Iya deh yang sudah punya pacar! Sana gih nanti pacar lo ngambek lagi.salam ya sama Noah. " ucap Serena.
Genna membentuk tangan nya jadi oke lalu pergi meninggalkan Serena dengan Marlon didalam ruangan rawat inap.
" Dia siapa anda Nona? " tanya Marlon membuka suara.
" Oh, dia teman aku sekolah Dok. " jawab Serena.
" Hah dokter? " tanya Marlon menunjuk dirinya sendiri.
" Iya dokter Marlo kan dokter pribadi Om Ethan toh. " ucap Serena.
" Oh maksud kamu saudara saya itu, dia memang dokter kalau saya asisten perusahaan Bos Ethan. " jawab Marlon mengerti.
" Hah? Jadi ini bukan Dokter Marlo? Terus kalian kembar gitu? " tanya Serena.
" Iya, saya kembar. Perkenalkan nama saya Marlon dan yang menjadi dokter pribadi keluarga Bos Ethan itu adik saya Marlo. " jelas Marlon.
" Oh ya pertanyaan saya tadi, yang dokter tadi itu siapa Nona? Kalian begitu sangat akrab sekali. " tanya Marlon ulang.
" Oh dia itu teman aku di Café, waktu itu aku sempat kerja paruh waktu dekat kampus nama cafenya Coffeeuniv dia pelanggan tetap sering kesana terus aku sama dia jadi akrab deh dan kita berteman sama Genna terus juga sama Nayla juga. " jawab Serena jujur.
Marlon manggut-manggut mengerti, jadi ini semua hanya kesalahpahaman Ethan saja mengenai hubungan istrinya dengan lelaki yang ia baru ketahui namanya dokter Rendy.
" Oh ya, Tuan Marlon kenal sama namanya Mura atau marah kah ya intinya dia cewek pakai baju kurang bahan ah bukan dia ibu kandung nya si Nayla. " ucap Serena mencoba mengingat nama wanita itu.
Marlon membulatkan matanya sejenak mendengar nama ibu Nayla disebutkan nyonya Mudanya.
" Si Maura maksud anda Nona? " tanya Marlon.
" Ah! iya itu si Maura itu, tolong kau kasih tau Ethan wanita itu mengamuk dirumah beberapa jam yang lalu gara-gara dia aku jadi masuk rumah sakit! "
" Kalau mau tahu detailnya tanya Bi Sum aja deh, malas aku jelaskan. intinya dia mengamuk kayak orang gila ngaku-ngaku suami orang, jadi pelakor kok bangga sudah kakaknya didapat adek nya pun di garap! " gerutu Serena menggebu tanpa sadar Serena meremas botol aqua kecil ditangan nya.
Marlon meneguk ludah kasar melihat kemarahan dan kebencian di manik mata Nyonya Mudanya yang menggebu-gebu.
" Kenapa anda tidak menghubunginya langsung Nona? saya hanya takut kalau terlalu ikut campur. " jawab Marlon mencoba menyelamatkan dirinya.
Ia tidak mau lagi menjadi perantara antara perkelahian orang lain cukup Edward dan Maura saja dulu kali ini tidak dengan adik nya Edward dan istrinya juga.
tadi baca cuma angka 3 . itu mksdnya usia papa Nayla 3 thn gitu
tadi bacanya kq cuma angka 3 aja mksdnya usianya 3 thn gitu