NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Sistem Mata Dewa : Dari Pria Terhina Menjadi Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Brumm.

​Mobil BMW merah itu melaju pelan memasuki area parkir bawah tanah Apartemen Grand Royal.

Anton mematikan mesin mobilnya lalu menatap Siska yang duduk diam di kursi penumpang.

​"Kita sudah sampai, ayo turun," ajak Anton dengan nada santai.

"I-iya, Pak Anton," jawab Siska gugup sambil melepaskan sabuk pengamannya.

​Mereka berdua berjalan beriringan menuju lift khusus penghuni VIP.

Suasana malam itu terasa sangat hening dan sedikit canggung bagi mereka berdua.

​Ting.

Pintu lift terbuka lebar di lantai dua belas.

​Anton melangkah keluar lebih dulu diikuti Siska yang mengekor di belakangnya.

Cklek.

​Anton mendorong pintu penthousenya yang tadi sempat rusak karena pertarungan pertama.

"Pintunya memang agak rusak, besok pagi aku akan memanggil teknisi untuk memperbaikinya," ucap Anton menjelaskan.

​Siska mengangguk pelan dan melangkah masuk ke dalam ruangan.

Mata Siska langsung melebar melihat kemewahan di dalam penthouse tersebut.

​Ruang tamu yang sangat luas itu dilengkapi perabotan mahal dan jendela kaca besar.

Pemandangan kelap-kelip lampu kota terlihat sangat indah dari atas sini.

​"Kamu bisa tidur di kamar tamu sebelah kanan itu," tunjuk Anton ke arah sebuah pintu kayu.

"Kamar mandinya ada di dalam, kamu bisa membersihkan diri dulu agar merasa lebih tenang," tambahnya.

​"Terima kasih banyak, Pak Anton," jawab Siska sambil menundukkan kepalanya sedikit.

"Aku tidak punya pakaian wanita, mungkin kamu bisa memakai kemeja kebesaranku untuk sementara," tawar Anton.

​Siska tersipu malu mendengar tawaran itu dan pipinya sedikit memerah.

"T-tidak apa-apa, aku bawa baju ganti di dalam koper kecil ini," tolak Siska halus dengan nada malu-malu.

​Anton tersenyum kecil melihat tingkah CEO wanita yang biasanya tegas itu kini terlihat sangat canggung.

"Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat," ucap Anton lalu berbalik menuju kamarnya sendiri.

​Keesokan paginya, sinar matahari pagi menembus masuk melalui jendela kaca penthouse.

Anton keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi menggunakan setelan jas abu-abu terang.

​Aroma masakan yang sedap langsung menyapa penciuman Anton.

Anton berjalan ke arah dapur dan melihat Siska sedang sibuk memasak sesuatu di atas wajan.

​Siska memakai kemeja kerja berwarna putih polos dan rok hitam selutut yang sangat rapi.

"Selamat pagi, Pak Anton," sapa Siska tersenyum manis saat menyadari kehadiran bosnya.

​"Aku membuatkan nasi goreng dan telur dadar sebagai tanda terima kasih untuk semalam," jelas Siska.

Dia menyajikan dua piring makanan hangat itu di atas meja makan kaca.

​"Baunya sangat enak, kamu ternyata pintar memasak juga," puji Anton jujur.

"Hanya masakan rumahan biasa, semoga sesuai dengan selera Anda," jawab Siska tersipu malu.

​Mereka berdua duduk berhadapan dan menikmati sarapan pagi itu bersama-sama.

Suasana pagi ini terasa jauh lebih hangat dan tidak secanggung tadi malam.

​"Bagaimana perasaanmu pagi ini? Sudah baikan?" tanya Anton di sela-sela makannya.

"Jauh lebih baik, Pak Anton, aku sudah siap untuk kembali bekerja penuh hari ini," jawab Siska dengan nada tegas seperti sedia kala.

​Anton mengangguk puas melihat mental Siska yang ternyata sangat kuat dan profesional.

"Bagus, karena hari ini kita akan berperang melawan Nexus," ucap Anton sambil meletakkan sendoknya.

​"Apa rencana Anda, Pak Anton?" tanya Siska penasaran menatap wajah bosnya.

"Kevin Kusuma pasti berpikir kita berdua sudah hancur malam tadi," jawab Anton tersenyum sinis.

​"Kita akan datang ke pameran seolah tidak terjadi apa-apa, lalu kita serang dia di depan umum," jelas Anton.

"Tapi bagaimana caranya menjatuhkan reputasi mereka?" tanya Siska masih sedikit bingung.

​"Aku punya bukti cacat fatal dari chip Nexus Alpha kebanggaan mereka," jawab Anton penuh percaya diri.

​Satu jam kemudian, mobil Anton sudah tiba di Pusat Pameran dan Konvensi Nasional.

Suasana hari kedua pameran ini jauh lebih ramai daripada hari pertama kemarin.

​Anton dan Siska berjalan beriringan memasuki lobi utama dengan langkah yang sangat mantap.

Banyak pasang mata yang memperhatikan kedatangan mereka berdua.

​Terutama para calon investor yang kemarin sudah menaruh minat pada Star Technology.

Di stan seberang, Kevin Kusuma sedang asyik berbicara dengan beberapa wartawan teknologi.

​Wajah Kevin terlihat sangat cerah dan sombong pagi ini.

"Prosesor Nexus Alpha kami akan menguasai pasar nasional mulai minggu depan," pamer Kevin di depan kamera.

​Tiba-tiba, pandangan Kevin menangkap sosok Anton dan Siska yang sedang berjalan menuju stan mereka.

Mata Kevin langsung membelalak lebar seperti melihat hantu di siang bolong.

​"B-bagaimana mungkin mereka ada di sini?" batin Kevin sangat terkejut dan panik.

"Bogel dan timnya bilang mereka akan membereskan wanita itu semalam," pikir Kevin dengan tangan yang mulai gemetar.

​Anton melihat raut wajah Kevin yang memucat dan langsung tersenyum mengejek dari kejauhan.

Anton sengaja mengubah arah langkahnya dan berjalan lurus mendekati stan Nexus.

​Para wartawan langsung membalikkan badan melihat kedatangan bintang utama pameran hari pertama itu.

"Selamat pagi, Tuan Muda Kevin," sapa Anton dengan suara lantang memecah keramaian.

​"Sepertinya kamu terkejut melihat kami berdua masih hidup dan sehat pagi ini," tambah Anton memancing emosi Kevin.

"A-apa maksudmu? Aku tidak mengerti," bantah Kevin dengan suara bergetar menutupi kegugupannya.

​"Jangan pura-pura bodoh, preman suruhanmu sudah menceritakan semuanya padaku semalam," bisik Anton tepat di depan wajah Kevin.

Kevin menelan ludah dengan susah payah dan mundur selangkah ketakutan.

​"Itu fitnah! Kamu mau mencemarkan nama baik keluargaku ya?" teriak Kevin mencari pembelaan di depan publik.

Para wartawan mulai mendekatkan mikrofon dan kamera mereka ke arah Anton dan Kevin.

​Ini adalah berita panas yang sangat ditunggu-tunggu oleh berbagai media massa.

"Aku tidak peduli dengan preman murahanmu itu, polisi yang akan mengurusnya nanti," ucap Anton santai.

​"Aku datang ke stan ini hanya untuk membuktikan bahwa chip buatanmu itu adalah barang rongsokan," lanjut Anton sambil menunjuk ke kotak kaca di stan Nexus.

Wajah Kevin langsung berubah merah padam menahan rasa malu dan marah yang meledak.

​"Kamu jangan asal bicara! Nexus Alpha sudah diuji oleh tim ahli internasional!" bentak Kevin tidak terima.

"Benarkah? Lalu kenapa kalian menyembunyikan fakta tentang overheat pada jalur sirkuit bagian utara?" potong Anton dengan sangat cepat.

​Kevin tersentak kaget dan mulutnya langsung terkunci rapat seperti di lem.

"Jika chip ini beroperasi lebih dari tiga jam, suhunya akan melonjak drastis dan menyebabkan korsleting fatal," jelas Anton di depan semua wartawan.

​"Dan yang lebih parah, kalian menggunakan bahan semikonduktor murah yang mudah meleleh untuk menekan biaya produksi," ungkap Anton membongkar kebohongan mereka.

"Sistem, bantu aku memindai datanya lagi," perintah Anton di dalam hati untuk memastikan.

​[Penglihatan Tembus Pandang Tingkat 1 aktif memindai struktur mikro.]

"Di lapisan ketiga chip itu, kalian bahkan menyalin sebagian besar kode dasar dari desain lama Star Technology," bongkar Anton tanpa ampun sedikit pun.

​Suasana pameran mendadak riuh dan dipenuhi suara bisikan keterkejutan dari para pengunjung.

Kamera wartawan terus merekam wajah Kevin yang kini pucat pasi tanpa bisa membantah sepatah kata pun.

​"I-itu tidak benar! Kamu cuma mengarang cerita kosong!" sangkal Kevin dengan suara yang sangat lemah.

"Kalau aku mengarang, silakan nyalakan mesin penguji di belakangmu itu sekarang juga," tantang Anton tegas.

​"Pasang chip itu dan jalankan tes ketahanan selama sepuluh menit di suhu maksimal, kamu berani tidak?" ancam Anton sambil menyilangkan tangannya di dada.

Semua orang langsung menatap ke arah Kevin menunggu jawaban tantangan tersebut.

​Kevin terus diam membisu dan keringat dingin bercucuran sangat deras dari dahinya.

Dia tahu betul jika tes itu dilakukan, chipnya benar-benar akan terbakar di depan semua orang dan perusahaannya akan tamat.

​"Kenapa diam? CEO hebat dari perusahaan raksasa ternyata hanya seorang penipu pengecut," ejek Anton sambil tersenyum sinis.

Anton berbalik membelakangi Kevin dan menatap lurus ke arah kumpulan wartawan.

​"Jangan buang uang dan waktu kalian untuk produk cacat ini," pesan Anton kepada publik dengan suara berwibawa.

"Star Technology akan meluncurkan prosesor generasi baru yang seratus persen aman dan sepuluh kali lebih efisien bulan depan," janji Anton mengakhiri serangannya.

​Prok prok prok.

Beberapa investor asing langsung bertepuk tangan kagum melihat keberanian dan kecerdasan Anton menguasai panggung.

​Anton kemudian berjalan santai kembali ke stannya diikuti oleh Siska yang tersenyum sangat bangga.

Di stan Nexus, Kevin Kusuma jatuh terduduk di kursinya dengan pandangan mata yang kosong dan hancur.

​Reputasi perusahaannya hancur lebur hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit saja.

"Habis sudah, ayahku pasti akan membunuhku setelah berita ini keluar," gumam Kevin putus asa meratapi nasibnya.

​Bagi Anton, ini adalah kemenangan mutlak di dunia bisnis tanpa perlu menggunakan kekerasan fisik lagi.

Star Technology kini resmi menjadi raja baru yang tidak tertandingi di pameran teknologi nasional tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!