NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 5

Keesokan paginya

06 : 55

Joan melemparkan tasnya ke arah meja tempatnya duduknya, lalu duduk di sana.

Satu kakinya terangkat ke atas meja dengan tangan terlipat di depan dada lalu memejamkan matanya, Joan masih mengantuk pagi ini, bukan hanya pagi ini setiap hari Joan seperti itu.

Di pagi hari pasti tertidur.

" Eh Jo, gue liat Lo jalan sama Liana anak lentera putih kemarin,,, Lo- "

Ucapan teman sebangkunya itu terhenti saat Joan tiba tiba menurunkan kakinya

" Kenapa? "

Yesa menggelengkan kepalanya heran, ini masih pagi Joan udah pasang wajah seketus itu, ya memang biasanya seperti itu sih, tapi ini masih pagi " Ngga, ya gue penasaran aja,,,,, oh gue lupa kasih tau Lo, soal cewe yang Minggu lalu gue bicarain Lo inget "

Joan menggeleng sembari menyadarkan punggungnya kembali, lagi pula Joan tak penasaran dan tak peduli.

" Cewe yang gue suka masa Lo lupa, cewe itu Liana cewe yang ketemu di lapangan basket dua hari lalu Minggu depan gue bakal ajak dia jalan dan confess sama dia " Ujar Yesa, saat dirinya hendak bersandar Joan menegakan tubuhnya membuat Yesa tak melanjutkan niatnya " Napa sih sat, bikin gue kaget Mulu perasaan " Protes Yesa

" Maksud Lo Liana lentera putih, yang barusan Lo berdua bicarain? " Tanya Dika teman mereka berdua juga.

Yesa mengangguk tanpa berpikir, Dika langsung heboh setelah melihat jawaban Yesa, ya bagaimana pun Yesa pernah di rumorkan yang tidak tidak seperti Yesa yang menyukai sesama jenis karna saking jarang terlihatnya interaksi yesa sama perempuan.

Tapi kenyataannya Yesa normal, sangat normal, Dika pun tak menyangka jika tipe yang Yesa suka adalah seperti Liana, perempuan yang di juluki macan cantik itu.

Joan yang sedari tadi hanya diam pun kini bersuara " Lo serius sama omongan Lo yes, ngga maksud gue kenapa Liana? Bukannya Lo suka sama Jihan temennya? " Tanya Joan, Dika dan Yesa justru aneh dan kebingungan saat melihat joan begitu serius.

" Anjir Jo, jihan sepupu gue Jo! " Balas Yesa nyolot, Joan bisa bisanya menganggap kalau Yesa suka sama sepupunya sendiri

" Terus kenapa respon lu gitu, Lo suka sama Liana? " Tanya Yesa.

Joan diam 5 detik kemudian berdeham, Joan memukul tangan Yesa dan tertawa pelan " Hah, gue suka sama Liana? Cewe galak itu? Haha Gak lah,,, "

Yesa mengangguk anggukan kepalanya

" Bagus deh, gue ga punya saingan di antara temen temen gue "

Joan kembali memejamkan matanya, lagi pula kenapa dirinya jadi banyak bertanya, Liana bukan siapa siapa Joan juga kan, Joan sediri bingung.

" SIALAN GUE LUPA KERJAIN SOAL KEMAREN! "

Joan tersentak kaget saat mendengar pekikan Dika yang duduk di bangku depan, kesal, Joan pun menendang kursi yang di duduki Dika " Berisik Lo! "

Dika sama terkejutnya, Ini Joan punya masalah apa sih sebenarnya " Apa sih, eh Jo Lo ngapa sih hari ini, ga biasanya Lo marah marah gak jelas, kerasukan setan Lo "

" Gausah bacot, setan gue nyerang Lo kalo Lo masih berisik " Geram Joan lalu kembali memejamkan matanya lagi.

" Beneran kerasukan si Joan " Gumam Dika berusaha mengeluarkan suara sekecil mungkin.

" Gue denger " ujar Joan dalam kondisi memejamkan matanya.

Dika bergidik ngeri merasa merinding sesaat, secepatnya dika berbalik takut kalau ucapan Joan soal 'setan' tadi menjadi kenyataan.

...----------------...

" Li ada yang nungguin Lo di taman Deket lapangan bola, anak lentera biru " Ujar salah satu siswa yang menghampiri Liana yang tengah duduk di perpustakaan bersamaan Jihan.

" Siapa? " Tanya Liana, Jihan yang duduk di samping Liana ikut penasaran.

" Anak basket, temen Bram gue gak kenal tapi pernah liat " kata siswa itu.

Liana mengangguk walaupun masih kebingungan siapa yang mencarinya

" Oke thanks win "

" Gue duluan kalo gitu Li, Han gue duluan "

Ujarnya lalu pergi setelah mendapat anggukan dari keduanya.

Liana bangkit lalu meraih ponselnya yang terletak di meja " Han gue temuin dia dulu ya, mau ikut atau Lo tungguin di kelas? "

Tanya Liana.

" Penasaran sih, tapi nih buku harus gue kasih ke Melani, dia nungguin pasti " Jawab Jihan.

Liana mengangguk anggukan kepalanya

" Yaudah kalo gitu gue cabut, nanti gue bawain makanan " Setelah mengucapkan itu Liana pun pergi meninggalkan Jihan di perpustakaan sendiri.

Saat perjalanan menuju taman Liana yang awalnya jalan santai santai aja tiba tiba terhenti karna melihat di koridor sekolah ada jeffran yang tengah mengusap kepala seorang siswi di sana.

Padahal taman yang menjadi tujuan Liana sudah di depan mata, tapi justru Liana malah terus memperhatikan pemandangan yang begitu menyakitkan, moodnya turun seketika.

Liana mendesah lelah " Liana Liana,,,, bodoh banget sih lo suka sama cowo yang suka sama orang lain, mikir dong kisah Lo tuh miris banget kenapa gak pernah sadar sih Adelliana " gumam Liana, dan bodohnya Liana malah terus melihatnya bukan mikir bua cepat cepat buang pandangannya dan berbalik pergi.

" Liana astaga Lo gue panggil panggil! Budeg Lo!? " Seru seseorang yang tengah berjalan menghampiri Liana.

Liana menolehkan wajahnya, menatap datar seseorang yang sudah sejak tadi menunggunya, siapa lagi kalau bukan Joan yang bisa seenaknya ngomong kasar.

" Apa sih, kenapa nyari gue, chat gue kan bisa! " Kesal Liana, entah Liana jadi emosi dan kesal pada siapapun saat ini, padahal Joan gak punya salah.

" Apaan sih Lo marah marah gajelas, heh gue gak akan kesini kalau lo angkat telpon dari gue, Lo gak aktif mangkanya gue kesini! " ujar joan menjelaskan, Joan memperhatikan arah mata Liana yang sedari tadi tak melihat ke arahnya.

Joan menggeleng sewaktu dia lihat apa yang membuat Liana si macan cantik itu mendadak galau.

Liana terkejut saat Joan menutup matanya dan membawanya ke tempat lain, Liana yang gak punya semangat setelah lihat kejadian tadi cuma bisa pasrah sewaktu Joan membawanya ke tempat lain.

" Nih " Ujar joan sembari memberikan ponsel miliknya pada Liana.

Liana mengambilnya lalu lagi lagi terkejut saat suara seruaan muncul dari ponsel milik Joan.

" Ka Liana hi! "

" Oh yolla hi " sapa Liana berusaha tersenyum saat tau Yolla yang ada di layar ponselnya.

" Pulang sekolah jadi kerumah kan, hari ini Yolla pengen belajar berenang mau kan temenin Yolla? " Tanya Yolla begitu gembira di sana.

Liana tak menjawab dan malah melirik Joan yang ada di depannya, Joan untungnya mengerti dan langsung menanggapi Liana dengan anggukan setuju.

" Mau dong, oke nanti pulang sekolah ka Liana kesana " Balas Liana.

" Oke, di tunggu ya, kalau gitu lanjut ngobrol aja sama ka Joan Yolla mau siapin semuanya, dahhh ka " Ujar Yolla di sana sembari melambaikan tangannya.

Liana melambaikan tangannya di depan layar ponselnya hingga beberapa saat kemudian panggilan video itu terputus, Liana pun memberikan ponselnya kembali pada Joan.

Joan mengantungi ponselnya di saku celana " Sorry gue jadi ngerepotin Lo " Ujar Joan.

" Ngga jo, orang gue gak ngerasa di repotin kok, lagian gue juga seneng bisa kenal Yolla, Yolla lagi butuh temen buat dia terbiasa nanti di luar dan bisa mulai bersosialisasi lagi " Jawab Liana, Liana berjalan ke arah bangku kayu dan duduk di sana, di ikuti oleh Joan yang ikut duduk di sebelahnya.

" Gue ngerti dan paham keadaan adik Lo, seenggaknya gue bisa jadi temen dia selama penyembuhan " Sambung liana, Joan terkekeh lihat Liana sekarang ini Joan merasa udah dekat lebih lama dari kenyataannya, Liana pun ternyata tak segalak itu setelah Joan dekat beberapa Minggu ini.

" Oh ya gue mau nanya, Lo lagi deket,,, " Joan terhenti tiba tiba, Joan mencoba memikirkan kembali apa yang akan dirinya tanyakan pada Liana, jika dirinya bertanya apa Liana akan berpikir bahwa dirinya kepo tentang kehidupan Liana " gak jadi deh, lupa gue "

Liana menyenggol tubuh Joan " Ih gajelas Lo "

Joan tiba tiba tersenyum saat Liana menyenggol tubuhnya, gimana kalau Liana tau kalau dia penasaran soal ucapan Yesa pagi tadi, Joan pun berusaha kembali bersikap biasa saja dan bangkit dari duduknya " Kalau gitu gue balik ke sekolah gue, pulang nanti gue tunggu di depan gerbang " Ujar Joan sembari menepuk bahu Liana.

Liana mengangguk.

" Gue cabut, jangan lupa Lo " Kata joan

Liana mendelik pada Joan " Iya! Bawel Lo "

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!