NovelToon NovelToon
Penantian DHYANDA

Penantian DHYANDA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:151.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Tiny Flavoi

Sepuluh tahun pun berlalu, Dhyanda terpaksa dibawa pengasuhnya dari Berlin ke Jakarta. Dia dibesarkan oleh Bu Arumi yang telah menganggapnya seperti anak sendiri.

Hari-hari gadis itu sangat sederhana, Dia tak perduli dengan julukannya 'si bule kere' oleh teman-teman disekolahnya.

Dhyanda Genovefa, ternyata dibalik sikap cerianya dia pun memiliki bakat bernyanyi dan memainkan gitar.

Sifatnya yang periang dan sedikit tomboi membuat banyak orang menyukainya, tapi tak sedikit pula yang membencinya karena iri. Namun di balik semua itu ia hanyalah gadis yang rapuh dan sangat membutuhkan kasih sayang yang lama tidak pernah ia dapatkan lagi dari sang Ayah.

Hingga akhirnya dua laki-laki bernama Aldrick dan Casey datang, membuat hari-hari Dhyanda menjadi berwarna dan harus menjatuhkan pilihannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiny Flavoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat tinggal baru

"Sepertinya ada 2 unit, Bu"

"Hah? beneran nih?" sambar Dhyanda tak percaya. Kelas agen properti mana ada rumah kontrakan bulanan, murah pula.

"Oh, ada ya?" Ibu Arumi ikutan berkomentar sanksi.

“Ya, ada dua unit yang sesuai dengan permintaan ibu. Tapi saya nggak yakin Ibu sama anaknya bakalan suka kondisi rumahnya. Tapi kalau mau liat dulu silahkan, saya antar langsung,” jelas Rizki menyodorkan katalognya.

Dhyanda dan Arumi melihat begitu antusias. Mata keduanya berbinar, sesaat kemudian saling berpandangan heran. Gambar yang mereka lihat dua-duanya bukan hanya mencengangkan, tapi membuat Dhyanda tak percaya. Pertama, yang tampak dalam gambar adalah rumah minimalis dua lantai yang cukup mewah untuk bisa dibayangkan sebagai kontrakan. Kedua, rumah itu bahkan memiliki taman dan halaman belakang, sangat mencurigakan saat disewakan dengan harga sangat murah. Ketiga, kenapa terkesan seperti modus penipuan yang sangat tidak profesional? Dhyanda benar-benar tidak percaya.

“Satu bulannya berapa Pak?” tanya Ibu Arumi meyakinkan diri untuk bertanya lebih banyak.

“kedua-duanya bertarif 850 ribu per bulan Bu”, jawab Rizki masih dengan senyum menghiasi bibirnya.

“Ini bukan penipuan kan?” Dhyanda angkat bicara, “rumah sebagus ini 850 ribu per bulan? Seriusan ini?”

Pemuda berpakaian rapi tapi berambut gondrong yang diikat kebelakang itu pun tersenyum, “Alasan kenapa rumah ini disewakan dengan harga murah adalah karena pemiliknya cuma pengen ada yang menjaga dan merawat rumahnya. Beliau sudah sangat kaya, jadi bukan uang yang menjadi prioritasnya,” jelas Rizki meyakinkan.

“Serius bukan rumah angker berhantu? Bapak nggak nyoba nipu kami kan?” ujar Dhyanda penuh selidik dan langsung mendapat teguran dari Arumi karena sikap Dhyanda yang asal tuduh begitu.

Rizki tampak menahan tawanya. “Saya tunjukan surat-surat rumahnya kalau Ibu dan Mbaknya nggak percaya,” balasnya mengambil berkas yang tadi sudah dipersiapkan lalu menunjukannya pada Dhyanda dan Ibu Arumi.

Surat-surat itu resmi, sah secara legal dan memiliki kekuatan hukum. Tidak ada yang janggal. Ibu Arumi yang dulunya sempat kuliah jurusan hukum meski harus drop out karena masalah keuangan masih cukup paham tentang hukum, hampir tidak ada celah untuk melakukan penipuan jika surat-suratnya selengkap ini.  Ia lantas menandatangani berkas persetujuan sewa sebanyak tiga rangkap.

Setelahnya itu Rizki mengantar Ibu Arumi dan Dhyanda melihat rumah yang sudah mereka pilih. Bahkan rumah itu melebihi ekspektasi mereka. Tidak terkesan angker sama sekali.

“Serius ini bukan rumah hantu, Pak?” gumam Dhyanda saat mereka keluar dari dalam rumah yang asri itu. Lingkungan sekitar juga nampak merupakan kalangan menengah ke atas.

“Percaya sama saya, ini adalah jackpot yang nggak semua orang bisa dapet. Sekarang Ibu dan Mbaknya bebas liat-liat lingkungan luar, saya harus kembali ke kantor.” Pamit Rizki terburu-buru.

“Oiya, nanti kalau sudah saya transfer bulan pertamanya, saya kirim buktinya ke Pak Rizki” ucap Ibu Arumi.

“Baik Bu, saya permisi!” balas Rizki akhirnya berlalu pergi.

“Mencurigakan nggak sih Bu?” Dhyanda menyikut pelan lengan Ibunya.

“Ibu liat dokumen sama fisik ini rumah nggak ada indikasi ke situ. Kamu jangan berburuk sangka begitu, Dhy! Lagipula meskipun ibu udah tanda tangan, tapi kan belum bayar”, ujar Ibu Arumi tersenyum.

“Pinter juga ibu ku ini. Eh, tapi batasnya ntar malem lho Bu, jangan sampe juga jackpot begini diserobot orang,” kata Dhyanda jadi khawatir tapi juga tidak mau rugi seperti Ibu Arumi.

Tanpa sepengetahuan keduanya, Rizki menghubungi seseorang. Wajahnya sumringah seperti sesuatu yang baik sudah menantinya.

.

“Dokumen lengkap sudah ditandatangani. Nanti kalau udah transfer, gue kabari lo lagi.” Lapor Rizki melalui ponselnya.

Langkah Rizki terhenti sebentar, ia kemudian terkekeh mendengar respon disebrang sana.

“Gue udah lakuin peran ini sebaik mungkin. Gue tunggu kamera pesenan gue sepulang lo ke Indo”, tutupnya kemudian. Wajah Rizki tak bisa menutupi raut bahagianya.

Aldrick sedang turun tangan melalui peran Rizki sahabatnya. Ia menjanjikan kamera canon EOS tipe terbaru untuk Rizki yang hobinya fotografi itu jika ia berhasil membuat Dhyanda dan ibunya tinggal disalah satu rumah khusus karyawan O’Neill Grup. Vero sebelumnya sudah menyiapkan dokumen ganda yang tidak memperlihatkan sedikit pun pengaruh Aldrick disana. Lelaki itu membuktikan omongannya, ia menjaga Gadis kecilnya terus ada dalam pantauannya.

***

Setelah menyelesaikan pembayaran sewa rumah dua hari yang lalu, Dhyanda dan Ibu Arumi mulai mengemasi barang-barangnya dan pindah. Mereka cukup kerepotan juga mengangkat barang-barangnya meski sudah dibantu Imel dan Ayu. Sementara Aldrick masih berada di Singapore sampai besok malam. Mereka hanya saling berkirim pesan untuk memberi kabar.

"Kita makan dulu! ibu udah masak sayur asem sama tempe goreng nih" ajak Dhyanda pada Imel dan Ayu yang masih sibuk menata barang-barang.

"Akhirnya, sumpah gue laper banget" sahut Imel mendekati aroma masakan yang sudah disiapkan Ibu Arumi diatas meja makan.

Tak mau ketinggalan Ayu pun ikutan menyusul, kini mereka makan bersama di rumah baru itu setelah sedari tadi kompak bergotong royong saling membantu.

Itulah mengapa kebersamaan dalam persahabatan itu penting. Karena dengan kebersamaan membuat mereka bisa saling bertukar pengalaman hidup yang sangat berguna ketika menghadapi suatu masalah. Kebersamaan juga bisa untuk berbagi kebahagiaan dan kekonyolan bersama. Dengan selalu menjaga kebersamaan, mereka bisa mendapatkan arti hidup yang sebenarnya.

.

.

.

1
nur
dhyanda sebenarnya keluarga siapa?
nur
Casey sama ayu aja
Putri Atan
kok gantung sih thor.
jabbar gaming
lanjut thor
Fitriani
endingnya kok gantung sih thor....😔😔
Fitriani
ohhhhh....hatiku jatuh thor.....😍😍😍
Fitriani
cinta itu tak berwujud datang seperti angin hangat seperti mentari ....btl enda thor 😊😊
Fitriani
ya iya tau namanya rmhnya aja tau 😁😁😁
Fitriani
nyimak dulu....
Juraidah Lukman
tamat begitu sahaja kah? 😔
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Rhiya MomNya Syafira
lanjut thor...😁
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
denisa
Kok end thor?
Soalnya soal andrew masih belum jelas.
Atau ada extra part juga kah?
denisa: Siap kk thor.
Makasih banyak ya. 😄
total 2 replies
Rhiya MomNya Syafira
kpn up lg thor
denisa
Mantap, semoga selalu bahagia.
Penantian Dhyanda itu sepertinya bukan Aldrick saja, tapi buat ayahnya ya (Andrew)?
zahra
lanjuttt
ocha❤
suka thor, semoga mereka selalu bahagia😊😍😍
YuRà ~Tamà💕
Akhirnya sah Aldrick n Dhyandha... pdhl awalnya kukira sm Casey.
Lanjt dah thor
YuRà ~Tamà💕
kenapa belum lanjut, thor?????
Ika Dewi
smangatt thor,
keren...
gimana reaksi Diandra yha,kalo tau masa lalu orang tuanya,dan papanya Al?😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!