NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Tip Besar dari Tuan VVIP

...Debu-debu tebal dari dokumen lima tahun terakhir di gudang bawah tanah dua masih terasa menyumbat paru-paru Rania, meninggalkan rasa gatal di tenggorokan dan lecet di ujung-ujung jarinya. ...

...Namun, begitu jam dinding beralih ke angka tujuh malam, perubahan itu harus kembali terjadi. ...

...Di dalam ruang ganti Dark Moon Maid Cafe, Rania menanggalkan kemeja lusuh berbau debu arsip, memakai kembali wig cokelat madu bergelombang, mengunci netra hitamnya dengan lensa kontak abu-abu, dan mengulas senyum andalannya....

...Ketika melangkah keluar sebagai Milky, tubuhnya terasa remuk. ...

...Tulang belakangnya berdenyut nyeri akibat membungkuk seharian menyortir ratusan map tebal di bawah tekanan bos iblis di siang harinya. ...

...Namun, semua rasa lelah itu mendadak sirna saat Manajer Tedi menghampirinya di balik bar dengan wajah semringah....

..."Milky, Tuan VVIP semalam datang lagi," bisik Tedi, matanya berbinar penuh kode keuangan....

... "Dia langsung memesan ruang nomor satu. Dan tebak apa? Dia meminta kamu lagi untuk melayaninya secara eksklusif. Masuklah, dia sudah menunggumu."...

...Jantung Milky berdegup kencang, memicu sensasi cemas yang campur aduk. ...

...Baru tadi pagi pria itu menyiksanya dengan hukuman mati di kantor, dan malam ini, iblis itu sudah kembali ke sarang rahasianya. ...

...Milky menarik napas dalam-dalam, menepuk kedua pipinya agar rona ceria palsunya kembali menyala, lalu melangkah mantap menuju lantai dua....

...Saat pintu ruang VVIP nomor satu didorong terbuka, aroma maskulin kayu cendana dan bergamot yang dingin langsung menyambut indra penciumannya. ...

...Arkan duduk di sana. ...

...Posisi tubuhnya masih seanggun dan setegap semalam, dibalut setelan jas hitam premium tanpa celah. ...

...Topi fedora dan maskernya sudah dilepaskan lebih awal, diletakkan di atas meja marmer, mengekspos wajah tampannya yang kaku di bawah temaram lampu gotik....

...Namun, ada yang berbeda malam ini....

... Begitu melihat siluet Milky memasuki ruangan, sikap kaku di bahu Arkan tampak sedikit mengendur. ...

...Ia tidak lagi menatap Milky dengan pandangan memindai yang dingin seperti semalam....

... Pria itu tampak jauh lebih rileks, seolah-olah ruangan remang ini memang telah bertransformasi menjadi persembunyian pribadinya dari kejamnya dunia luar....

..."Selamat datang kembali ke kastel kegelapan, Tuan Besar yang agung~" Milky membungkuk hormat sembilan puluh derajat dengan gerakan yang menggemaskan, menahan senyum getirnya rapat-rapat....

... "Milky sangat, sangat bahagia karena Tuan Besar merindukan sihir Milky dan datang kembali malam ini. Apakah hari Tuan Besar menyenangkan?"...

...Arkan mendengus pelan, seulas senyuman tipis yang sangat samar terukir di sudut bibir tipisnya. ...

..."Hari yang melelahkan seperti biasa. Banyak orang tidak kompeten yang membuang-buang waktu saya di kantor."...

..."Orang tidak kompeten itu sedang berdiri di depanmu memakai baju pelayan gotik, tahu!" teriak Rania histeris dalam hatinya. ...

...Ia harus mengerahkan seluruh kontrol otot wajahnya agar matanya tidak berkedip panik....

..."Wah, kasihan sekali Tuan Besar..." Milky memiringkan kepalanya, menangkupkan kedua tangan di pipi dengan ekspresi penuh simpati yang imut. ...

..."Kalau begitu, biarkan Milky menyeduh teh penenang jiwa khusus untuk mengusir semua orang menyebalkan itu dari pikiran Tuan Besar, ya? Moe Moe Kyun malam ini akan Milky buat seribu kali lebih kuat!"...

..."Kurangi kadar manisnya dari yang semalam," sela Arkan, suaranya bariton yang berat namun kini terdengar canggung. ...

...Ia berdeham pelan, memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca besar saat menyadari bahwa ia terlalu bersemangat menanggapi ucapan Milky. ...

...Rona merah muda tipis kembali menghiasi daun telinganya yang bersih....

...Selama satu jam berikutnya, waktu berjalan dengan dinamika yang aneh. ...

...Arkan tidak banyak menuntut....

... Ia menghabiskan tehnya dengan tenang, sesekali mendengarkan Milky bercerita tentang kisah-kisah fantasi konyol kafe dengan gaya yang menggemaskan. ...

...Arkan bahkan mulai merespons dengan kalimat-kalimat pendek yang tidak lagi terdengar seperti perintah seorang atasan, melainkan seperti seorang pria yang perlahan-lahan membuka diri. ...

...Di dalam ruangan itu, Arkan memperlakukan Milky dengan kesopanan yang amat sangat berbeda seratus delapan puluh derajat dari caranya membentak Rania tadi pagi....

...Rania mulai melihat dengan jelas betapa Arkan telah terpikat oleh pesona "Milky". ...

...Di mata Arkan, Milky adalah sosok imut yang tidak menginginkan saham atau kekuasaannya....

... Perbedaan ini membuat batin Rania menjerit ironis. ...

...Pria ini menyukai dirinya yang memakai topeng palsu, sementara menginjak-injak dirinya yang asli yang sedang berjuang mati-matian mencari nafkah....

..."Waktu pelayanan Milky untuk sesi ini sudah selesai, Tuan Besar..." Milky berlutut di samping meja marmer, merapikan cangkir porselen yang telah kosong dengan gerakan anggun. ...

..."Terima kasih banyak sudah membiarkan Milky menemani malam Tuan Besar yang berharga."...

...Arkan tidak langsung bangkit....

... Ia menatap Milky dengan tatapan elangnya yang kini melunak, penuh dengan maksud yang sulit Rania baca....

... Tangan panjangnya bergerak merengkuh saku dalam jas hitamnya, mengeluarkan sebuah benda, lalu meletakkannya di atas meja marmer dengan ketukan pelan....

...Sebuah amplop cokelat tebal....

...Milky tertegun, matanya yang berlensa kontak abu-abu melebar sedikit. ...

...Dari potongannya yang menggembung, ia tahu persis apa isinya. ...

...Itu adalah tumpukan uang tunai....

..."Ini untukmu," kata Arkan datar, suaranya kembali ke nada yang dingin, namun matanya menatap Milky dengan kesungguhan yang aneh....

... "Manajer katakan kamu sedang butuh biaya besar untuk urusan keluarga. Anggap ini... apresiasi karena sihirmu berhasil membuat tidur saya malam ini tidak akan terlalu buruk."...

..."T-Tuan Besar, ini terlalu banyak—"...

..."Ambil, Milky. Jangan membantah," potong Arkan tegas. ...

...Ia bangkit berdiri, meraih topi fedoranya, lalu berjalan menuju pintu ruangan. ...

...Sebelum memutar kenop, ia berhenti sejenak tanpa menoleh....

... "Dan pastikan kamu tidak kelelahan. Saya tidak suka melihat pelayan favorit saya memiliki kantung mata yang tebal besok-besok."...

...CEKLEK!!...

...Pintu tertutup. ...

...Ruangan kembali sunyi....

...Milky perlahan meraih amplop cokelat itu dengan tangan yang gemetar hebat. ...

...Begitu ia membuka segelnya dan melihat deretan lembaran uang seratus ribu rupiah yang masih baru dan kaku, air matanya mendadak tumpah tanpa bisa dibendung lagi....

... Ia menghitungnya dengan cepat dalam hati. ...

...Tujuh puluh lima juta rupiah....

... Pas. ...

...Angka itu adalah jumlah nominal uang muka operasi ring jantung ibunya yang harus disetorkan ke rumah sakit besok sore....

...Rania jatuh terduduk di atas karpet beludru, mendekap amplop cokelat itu erat-erat di dadanya. ...

...Dadanya bergemuruh hebat Rasa terenyuh yang menusuk hatinya....

... Rasa haru dan lega yang teramat sangat karena nyawa ibunya terselamatkan, kini berbenturan dengan rasa ironi yang menusuk ulu hatinya hingga perih....

...Uang penyelamat jiwa ibunya, uang yang ia tangisi dengan darah sejak kemarin sore, ternyata datang dari pria yang sama yang menjadikannya budak korporat di siang hari....

... Monster yang menyiksanya di bawah lampu neon kantor, adalah malaikat pelindung yang menyelamatkannya di bawah temaram lampu kafe malam ini....

...Rania tertawa getir di tengah isak tangisnya yang tertahan, menatap bayangan dirinya yang memakai gaun pelayan imut di cermin....

... "Terima kasih, Pak Arkan..." bisiknya dengan suara serak yang dipenuhi kepedihan yang mendalam. ...

..."Terima kasih karena sudah menyelamatkan Ibuku... lewat kebohongan ini."...

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!