NovelToon NovelToon
SCANDAL Part II: To Cacth A Star

SCANDAL Part II: To Cacth A Star

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

SCANDAL Part II: To Catch a Star

Sinopsis:

Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.

Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.

Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.

"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

...

Malam itu, dinginnya embusan AC di ruang tamu sama sekali tidak mampu menembus kehangatan yang tercipta di atas sofa panjang milik Gala. Setelah badai cemburu dan air mata penyesalan sore tadi mereda, suasana apartemen kini berubah 180 derajat menjadi begitu intim. Aira benar-benar memanfaatkan momen damai ini dengan kembali menggelayutkan tubuhnya manja pada tubuh kekar Gala. Kedua tangan mungilnya melingkar erat di lengan berotot sang aktor, seolah-olah dia adalah koala yang tidak boleh lepas dari pohonnya sedikit pun. Ada rasa takut yang jujur menyelinap di benaknya—takut jika dia lengah sedikit saja, Gala akan kembali menghilang dari hadapannya.

"Yaya kangen banget sama Om... Jangan ditinggal lagi kayak kemarin, ya?" bisik Aira lirih. Kepalanya bersandar nyaman di dada bidang Gala, menghirup dalam-dalam aroma parfum maskulin yang selalu sukses membuat hatinya berdesir hebat.

Gala melirik ke bawah, menatap puncak kepala gadis yang sedang menempel erat pada tubuhnya. Sebuah senyuman tipis dan sangat tulus terukir di bibir tegas sang aktor—sebuah senyuman penuh kemenangan sekaligus kelegaan yang sengaja dia sembunyikan rapat-rapat dari penglihatan Aira agar harga diri dewasanya tidak jatuh terlalu dalam. Tangan besar Gala yang hangat terulur, mengusap lembut rambut terurai berantakan milik Aira dengan gerakan yang sangat telaten, mendengarkan setiap ocehan manja dan cerita random yang keluar dari mulut manis gadis itu tanpa niat untuk memotongnya sama sekali.

Bagi Gala, mendengarkan suara berisik Yaya malam ini jauh lebih menenangkan daripada mendengarkan tepuk tangan ribuan penonton di atas panggung penghargaan.

Sementara itu, Aira masih sibuk mengoceh tentang banyak hal—mulai dari dosennya yang menyebalkan di kampus, sampai bagaimana dia hampir mati kebosanan saat dikunci di dalam apartemen tadi siang. Sembari berbicara tanpa henti, telinga Aira sengaja ditempelkan erat pada dada Gala, mendengarkan dengan saksama detak jantung pria 35 tahun itu yang berdegup dengan ritme konstan namun terasa sangat kuat.

Namun, semua kalimat random yang sedang diucapkan Aira mendadak terputus di tengah jalan. Tubuhnya tersentak kaget saat merasakan jemari besar Gala yang kokoh tiba-tiba menyusup di bawah dagunya, mencengkeramnya dengan lembut namun tegas, lalu menarik wajahnya untuk mendongak ke atas secara mendadak.

Sebelum Aira sempat memprotes atau mencerna apa yang terjadi, pandangannya langsung menggelap. Gala menundukkan kepalanya secepat kilat, menyambar bibir merah merona milik Aira dalam sebuah kecupan yang langsung mendalam.

Cup.

Sentuhan bibir mereka kali ini terasa sangat berbeda dengan kebrutalan penuh tuntutan hasrat pada malam itu atau amukan beringas di dalam mobil jam 3 subuh tadi. Malam ini, Gala mengeksekusi bibir manis Aira dengan ciuman yang sangat lembut, lambat, dan penuh dengan perasaan sayang. Lidah Gala bergerak dengan ritme yang memabukkan, seolah-olah dia sedang menyalurkan seluruh rasa rindu dan rasa bersalahnya selama tiga hari ini lewat setiap lumatan halusnya. Sentuhan itu begitu protektif, membuat seluruh persendian tubuh Aira mendadak meleleh tak bertulang, memaksanya untuk memejamkan mata rapat-rapat sambil meremas kuat kaos oblong hitam yang dikenakan Gala.

Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan yang menyesakkan dada, Gala perlahan melepaskan ciumannya. Jarak wajah mereka tidak bergeser sedikit pun, membiarkan deru napas mereka yang hangat saling beradu di udara yang temaram.

Mata Gala menatap lurus ke dalam sepasang mata sayu Aira yang masih terlihat linglung kehabisan oksigen. Tatapan pria dewasa itu kini terlihat begitu pekat, gelap, dan dipenuhi oleh aura kepemilikan.

"Ingat, Yaya... Kamu sendiri yang mau hubungan kita menjadi seperti ini," bisik Gala dengan suara baritonnya yang berubah menjadi sangat rendah, berat, dan terdengar begitu seksi di telinga Aira. Tangan besar Gala beralih mengelus kasar rahang mulus Aira, memberikan penekanan tajam pada setiap untaian kalimatnya. "Jadi, jangan pernah sekalipun berpikir untuk kabur atau berpaling ke laki-laki lain setelah ini. Karena Om... tidak akan pernah membiarkan kamu pergi begitu saja dari hidup Om, Yaya."

tubuh yaya menegang merasakan sensasi aneh yang menjalar ke seluruh organ tubuh dan jantung nya semakin berdegup kencang, sekencang remasan tangan nya pada baju gala.

1
Desy Bengkulu
wala mak posesifnyoooo
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
jhiee: wkwkwk iya dong🤣 tapi maklum aja si Aira emang segenit itu🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
wah si gala lebih serem dari elang ternyata yee gila🤣🤣🤣
jhiee: hahahah🤣🤣 salahin aja tuh om om yang lain, eh salahin aja si elang yang bilang dia gak ada nafsunya sama anak kecil🤣
total 3 replies
jhiee
ya bingung juga beb😭 masa gala jadi penjahat sih.. yang rubah licik kan si yaya🤧
Desy Bengkulu
aku komen satu rangkap aja ya beb
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
Desy Bengkulu
hihihihi kayk mbak kunti aku beb cekikikan sendiri seneng banget up cerita yang ini
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘
jhiee: love you to🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!