Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Di atas surat terdapat nama Qian Yu tertulis dengan aksara kuno, dimana nama mempelai wanitanya kosong, yang membuat Qian Yu semakin bingung.
Dan di sudut bawah surat terdapat dua energi aneh yang misterius, dengan dua warna yang berbeda, dengan dibelah kanan mengandung kehancuran dan kekacauan, dan disebelah kiri terdapat sebuah energi yang lembut dan menenangkan siapapun yang melihatnya.
"Xiao Yu, master berkata bahwa kamu bebas memilih siapapun untuk dijadikan sebagai istrimu, baik kamu memilih dari luar atau salah satu dari kami berempat, Guru tidak akan memaksamu untuk menikah dengan siapapun, kamu dapat memutuskannya sendiri."
Yun Xian'er berkata saat melihat Qian Yu yang kebingungan, dan menyampaikan maksud dari sang Master, bahwa ia tidak akan ikut campur dalam pernikahan muridnya.
"Jika Xiao Yu belum menemukan pasangannya sendiri, biar kakak senior yang menyimpankannya untukmu."
"Baiklah, tolong kakak simpan itu untukku."
Kemudian Qian Yu dan Yun Xian'er memakamkan sang Guru di suatu tempat yang tenang, dikelilingi oleh bunga-bunga liar yang indah, jauh dari pemukiman sehingga tempat tersebut sangat tenang dan alami.
Sebelum meninggal inilah permintaan terakhir Master, sehingga Qian Yu dan Yun Xian'er memakamkan nya di sebuah tempat terpencil.
Krakk..
Kraakk..
Krakk..
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa, kemudian terlihat tiga pria berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya dengan rapat, hanya di bagian mata dan alis yang terlihat, dengan tingkah laku yang mencurigakan.
"Siapa disana!"
Qian Yu berteriak, dan menoleh dengan cepat menatap ketiga pria tersebut dengan waspada.
"Bos, di depan ada dua anak muda, salah satunya sudah melihat keberadaan kita."
"Bos mungkin mereka habis bersenang-senang, abaikan atau kita langsung bunuh saja mereka?" Pria berjubah hitam di sebelah kiri berkata.
"Bunuh saja mereka agar kita tidak meninggalkan bukti apapun, dan menghilangkan ancaman di masa depan. "
Sang pemimpin yang berada di belakang keduanya berkata dengan kejam, kali ini aksi mereka tidak boleh meninggalkan jejak apapun.
"Hehehe... Bos, ada wanita cantik disana, kita harus menegakkan keadilan terlebih dahulu, bunuh pria tersebut, dan untuk wanita itu kita bicarakan kembali setelahnya." Pria berjubah hitam di sebelah kanan berkata dengan nada aneh, yang membuat siapapun pasti paham apa yang dimaksud olehnya.
"Hei, maling! Apa yang kamu bicarakan barusan? Coba ulangi sekali lagi jika berani." Qian Yu berteriak, memcemoh ketiga pria tersebut dengan angkuh, telinganya panas saat mendengar ucapan yang tidak senonoh dari mereka yang memikirkan hal-hal kotor tentang seniornya.
"Sialan, bocah, siapa yang kamu sebut maling, apakah kamu tidak takut kami siksa sampai kamu mati?"
"Baiklah aku ulangi sekali lagi, kita akan membunuhmu! Sialan!"
Pria disebelah kiri dan kanan terlihat marah hanya mendengar beberapa patah kata dari Qian Yu.
"Kak, lihat mereka, mereka berkata ingin membunuhku, tolong tegakkan keadilan untuk orang tampan sepertiku ini." Qian Yu berkata dengan berlebihan, yang membuatnya terlihat rasis.
"Hahaha,. Apakah ada pria yang hanya bisa mengandalkan kekuatan wanita di dunia ini? Ini baru pertama kalinya aku melihat seorang pria yang berdiri di belakang wanita!"
"Anak zaman sekarang semakin pengecut, ya?"
Ketiga pria berjubah hitam tertawa, dan menghina Qian Yu yang penakut.
"Hmph, selama aku masih hidup siapa yang bisa menyakitinya? Langkahi dulu mayatku."
Yun Xian'er yang sejak awal berjongkok memeluk kedua lututnya kini berdiri perlahan dan berbalik, wajah cantiknya terlihat sedih, matanya memerah, dan masih terdapat air mata yang mengalir, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa kasihan dan ingin melindunginya.
"Bos, poin kita, tidak disangka ditempat terpencil seperti ini ada seorang wanita yang begitu cantik,."
"Cepat kita habisi bocah laki-laki terlebih dahulu, setelah itu kita bisa bermain sampai puas dengan wanita itu."
Pria disebelah kiri dan kanan berbicara, mendesak bos nya setuju untuk membiarkan mereka langsung bertindak.
"Cuih, hanya dengan kalian bertiga ingin membunuhku? Kalahkan dulu kakak senior ku." Qian Yu meludah, meremehkan mereka bertiga.
Qian Yu tahu bahwa kultivasi bos yang masih di tingkat dua, sedangkan dua sisanya hanya di tingkat pertama, yang bukan tandingan kakak seniornya yang sudah berada di tingkat ketiga.
"Bocah yang bahkan belum masuk kultivasi saja sudah sombong, bunuh dia!"
Dengan perintah sang pemimpin ketiga pria berjubah hitam tersebut langsung bertindak bersama-sama meledakkan aura mereka masing-masing, dengan pedang yang di genggam erat di tangan mereka.
Yun Xian'er menarik pedang dari sarungnya, sosoknya tiba-tiba menjadi cahaya, melesat melewati ketiga pria berjubah hitam dan langsung berada di belakang mereka.
Kemudian Yun Xian'er mengeluarkan bunga pedang, dan menyarungkan pedangnya kembali, tanpa sedikitpun noda di bilah pedangnya.
Ketiga pria berjubah hitam seolah kaku di udara, dan terdapat banyak kilatan yang menyambar mereka dengan cepat, membuat ketiganya terpotong-potong.
"Sial, kenapa dia sudah berada di tingkat ketiga-."