Menjelang hari pernikahan Belinda astari harus menerima kenyataan pahit. Calon suaminya Sulthan ardanu yudha menghilang, seperti sudah menduga ini akan terjadi Belinda bisa tegar tapi tidak dengan orang-orang yang dia sayangi. Umi Maryam calon ibu mertua yang sangat menyayangi nya dan ayahnya harus di larikan ke rumah sakit karena shock dengan berita menghilangnya Danu. Saat dia berusaha tegar menghadapi kenyataan tiba-tiba Sulthan Anggara yudha melamar siap menggantikan posisi Danu. Belinda ragu, apakah dia harus menerima atau menolak lamaran adik dari calon suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darellia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Dengan langkah terburu Angga meninggalkan kantor, setelah mendapat kabar dari Adit dia memutuskan untuk segera pulang.
Masa bodoh dengan keberadaan Danu, dia justru khawatir keadaan istrinya.
Kemacetan adalah musuh bagi orang-orang, semua ingin bisa sampai dengan cepat Angga memukul setir bundarnya ingin rasanya dia menghilang agar cepat sampai.
Suasana kamar yang gelap gulita dan suhu ruangan yang sangat dingin, dengan langkah perlahan Angga masuk menyalakan lampu. Dilihatnya sang istri yang meringkuk di dalam selimut hingga tak terlihat tubuhnya.
Botol putih kecil menarik perhatian nya, saat dilihat ternyata itu adalah obat tidur dan masih tersegel buru-buru Angga menyimpan nya.
Ponsel Belinda di nakas yang terus menyala karena panggilan masuk bahkan tak mengusik tidurnya. Dilihatnya nama Ibunda Ratu yang tertera di layar buru-buru Angga menjawab panggilan tersebut.
Angga : Assalamu'alaikum ibu, ini Angga
Ibu : waalaikumsalam salam, lho Belinda mana nak? Apa dia sakit sejak tadi perasaan ibu ga enak kepikiran terus!
Angga : Ibu jangan khawatir ya, Belinda hanya demam gejala flu, cuaca di sini sangat panas anak ibu bandel minum es terus, Habis minum obat dia tidur.
Anga berusaha mengalihkan pembicaraan agar ibu mertua nya tidak khawatir.
Ibu : Angga yang sabar ya ngadepin anak ibu, tingkahnya sesuka hati makannya banyak, itu kulkas jangan sampe kosong perutnya kayak karet.
Angga tertawa mendengar ucapan ibu mertua nya.
Akhirnya dia pamit untuk bersih-bersih badan, Sedikit lega karena panggilan sudah berakhir dia pun bingung jika ibunya bertanya macam-macam.
Dibukanya selimut yang dia kira bagian kepala, tapi dia justru terkejut justru kaki Belinda yang berada di bantal. Angga terkikik pelan takut mengganggu singa tidur. Di bukanya selimut yang menutupi wajah istrinya terlihat sprei berwarna cream tersebut basah karena air mata, Belinda menangis sampai tertidur.
Diusapnya pelan pipi yang masih sembap itu, usapan itu pun mengusik tidur Belinda matanya mengerjap menyesuaikan cahaya yang menyilaukan mata.
Pandangannya tertuju pada wajah tampan yang tersenyum padanya, terlihat raut khawatir di wajah tampan tersebut.
Belinda segera bangun dan memeluk Angga sangat erat, tangisnya pecah lagi tak bisa di tahan. Angga urung menanyakan keadaan istrinya dia hanya mengelus lembut punggung istrinya hingga merasa tenang.
Dilepaskan pelukannya, diusapnya air mata yang masih meleleh di pipi.
"Maafin aku, aku bodoh aku ga bersyukur ada kamu di sini yang tulus mencintaiku justru aku sibuk menangisi laki-laki bangsa*t itu!"
"Menangislah, jangan menahan apapun yang kamu rasakan kini agar hatimu bisa lega!"
"Perempuan yang menganggap ku sebagai anak justru dia yang merebut Danu dariku, lucu nya jalan hidupku. Entah bagaimana reaksi keluarga yang lain jika tahu!" Ucap Belinda disela ia akan tangisnya.
"Gara-gara Abah sih bilangnya lebih ridho anaknya nikah sama nenek-nenek daripada sesama jenis ya di Aminkan Malaikat, tapi neneknya masih cantik dan seksi. Danu Danu bisa-bisa nya!"
Angga tertawa, saat menoleh dilihatnya wajah si singa betina sudah merah menahan amarah.
"Owh jadi seksi ya neneknya, lebih HOT lebih berpengalaman gitu, lebih enak, lebih segalanya. Mau ikutan nyari nenek-nenek modelan kayak mommy? Ikut Danu sana pasti teman-teman sosialitanya banyak!"
Mulutmu harimaumu, tapi yang di hadapan Angga adalah singa betina dalam mode senggol bacok jadi nyesel kan.
"Ga gitu! Tetep istriku paling cantik, paling segalanya!"
Angga yang berusaha memeluk pun di lempar bantal. Suara dering ponsel Belinda mengalihkan kemarahan nya dilihatnya nama Denis sedang memanggilnya.
"Iya, siapkan aja minggu ini aku siap!"
****
yuhuuu pecinta horor mampir yuk disini
i
dari tadi nerocos mulu
jadi penasaran niih gantengnya kek apa sih Angga ini kok di samain sama Lee min ho🤔🤔
awas sampai kau berulah
mampir juga di karya ku yaa ..
mohon di baca dengan benar tolong jangan di skip....jangan boom like yaa 🙏
saling dukung yukk, jangan lupa yaa mampir juga di karya ku /Smile/