Alexander melipat kedua tangannya di dada, memperhatikan secara detail calon sekretaris barunya.
"Lumayan cantik, tinggi dan kulitnya putih bersih. sepertinya dia tidak membosankan dan enak dipandang." gumam Alex, seraya memperhatikan penampilan Cika yang masuk kategori sekertaris yang diinginkannya.
"Sudah pernah bekerja sebelumnya?"
"Belum tuan, saya baru saja menyelesaikan pendidikan dengan nilai terbaik." Jawab Cika percaya diri.
"Apa pernah tidur dengan pria sebelumnya?"
"Bussyaet, pertanyaan macam apa ini. sabarr....aku harus mengikuti saja perkataan orang aneh ini, demi gaji besar yang ditawarkannya." umpat Cika dalam hatinya, karena pertanyaan ini tidak sesuai dengan profesionalisme pekerjaan.
"Jawab!"
"I...iya belum tuan, saya masih perawan."
"Uuuh lantas bagaimana caramu menyenangkan ku, angkat rok dan baju yang kamu kenakan!"
"Tidak! saya malu tuan."
"Kalau begitu silahkan keluar, kamu saya tolak."
Mendengar hal itu refleks Cika mengangkat rok dan bajunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perang segera dimulai
"Tidak!! lepaskan aku Naga. aku kesini bukan untuk menemuimu melainkan tuan Alexander, mana dia?" Cika mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah, namun tidak satupun orang yang dikenalnya.
"Kamu tidak perlu mengelak lagi cantik, bukankah kamu sendiri yang datang kekapal pesiar milikku ini."
"Tidak! tapi merekalah yang membawaku kesini."
Cika tersadar dari situasi dan kondisi yang terjadi, dia tidak sanggup membayangkan kemarahan Alex nantinya. begitu mengetahui Cika berlayar bersama Naga bukan dengannya, refleks dia melirik kearah tiga perias yang ternyata orang-orang suruhan Naga bukan utusan dari Alex, seketika dia merutuki kecerobohannya yang begitu mudah percaya tanpa klarifikasi terlebih dahulu pada sang bos.
"Aku harus segera kabur dari sini, sebelum kapal mulai berlayar." bathin Cika berlari keluar dari ruangan.
"Cika tunggu!"
Naga mempercepat langkahnya berusaha mengejar Cika, nampak gadis itu kewalahan karena mengunakan gaun dan high heels.
"Cika!"
Sebelah tangan Naga berhasil menangkap tangan gadis itu, hingga jatuh kedalam pelukannya, sekuat tenaga Cika meronta melepaskan diri namun tenaganya kalah banyak.
"Tolong lepaskan aku, Naga. biarkan aku keluar dari sini." ucap Cika mengatupkan kedua tangannya memohon dengan air mata berlinang.
"Terlambat Cika, kapal ini sudah berlayar mengarungi samudra lepas." bisik Naga dengan senyum penuh kemenangan, mengedipkan sebelah matanya kearah Lisa yang bersembunyi seraya mengeluarkan sebuah camera.
"Kali ini tamatlah riwayatmu Cika. hahaha!"
"Tenanglah Cika, aku tidak akan macam-macam kalau kamu patuh dan mau menuruti perkataanku." bujuk Naga.
"Tidak! aku tidak ingin tuan Alex salah paham, dia pasti marah besar begitu tahu pertemuan kita ini." meronta berusaha melepaskan diri.
"Ha...ha... kenapa harus takut pada pria itu, bukankah kamu hanya pemuas nafsunya saja. Cika aku juga bisa memberimu bayaran yang jauh lebih besar."
"Aku tidak butuh uangmu tuan Naga, lepaskan aku."
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, cantik. kamu sudah masuk dalam perangkapku dan tidak mudah lepas begitu saja dariku." Naga semakin berani menyentuh Cika, bahkan ciumannya sudah mendarat dikedua pipi Cika.
"Jangan lakukan itu padaku, Alex bisa marah besar dan akan membunuhmu."
"Oya, aku ingin lihat semarah apa Alex, jika aku memperlakukan wanitanya seperti ini."
Naga langsung mendaratkan ciuman dibibir Cika, meskipun gadis itu meronta bahkan sempat mengigit bibirnya, namun hal itu tidak membawa pengaruh apapun bagi Naga, justru dia semakin tertantang untuk menaklukkan Cika.
"Tolong saya tuan, tubuhku terasa sakit semua." pinta Cika.
"Berjanjilah jika kamu akan menuruti keinginanku, jika tidak tubuhmu yang berharga dan indah ini akan aku lemparkan kedalam lautan lepas, sehingga menjadi santapan hiu-hiu lapar, hahaha!" ancam Naga.
"Jangan! baiklah, aku akan menuruti keinginanmu." jawab Cika pasrah karena tidak punya pilihan lain, bagaimana pun juga dia harus tetap bertahan hidup, demi sang ibu dan calon bayi dalam perutnya.
Melihat Cika yang sudah patuh, Naga mengajak Cika untuk kembali masuk kedalam ruangan tempat diadakannya acara. dia membimbing mesra sebelah tangan gadis itu untuk naik keatas podium.
"Teman-teman semua, malam ini saya akan memperkenalkan calon istriku Cika, kepada kalian semua termasuk para awak media." ucap Naga penuh percaya seraya mengeluarkan sebuah cincin berlian. Cika terlonjak kaget dia benar-benar syok dengan apa yang terjadi.
Tepuk tangan terdengar semakin meriah, begitu Naga memaksa menarik sebelah tangannya untuk mengenakan cincin.
"Jangan lakukan ini padaku, Naga hick...hick.."
"Diam! berpura-pura bahagialah malam ini, jika tidak nyawa ibumu akan ikut melayang saat ini juga." Naga kembali mengeluarkan ancamannya. sehingga mau tidak mau Cika terpaksa tersenyum meskipun hatinya hancur dan menagis membayangkan jika Alex melihat hal ini semua.
Dengan senyuman licik, setelah berhasil memasangkan cincin di jemari Cika. Naga langsung ******* bibir Cika dihadapan semua orang. setelah itu dia menarik Cika menuju ruangan dansa.
Tubuh Cika bergetar, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, semua seperti berputar-putar mengelilinginya. Cika memegang pelipisnya dengan sebelah tangan. hingga akhirnya semua terlihat kecil dan gelap. Cika pingsan dengan sempurna. mengabaikan pangila orang-orang yang mengelilingi tubuhnya.
"Perfect Naga, aku benar-benar puas. rencana yang kita susun berjalan melebihi apa yang telah kita susun." gumam Lisa tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi perang dunia antara Cika dan Alex akan segera dimulai.