NovelToon NovelToon
IPAR

IPAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Kirei

Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.

Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.

Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit saja kau buka hatimu

"Ara kumohon." Lirih Varga, suaranya parau dengan pupil membesar. Aralia menggeleng, mendorong Varga supaya memberi jalan untuknya.

Aralia duduk ditepi ranjang, menitikkan air mata. Varga menggengam tangan Aralia duduk di tepi ranjang.

"Maafkan aku Ara, aku tidak berniat merendahkanmu. Aku melakukannya karena cinta. Aku mencintaimu. Sungguh. Tidak bisakah kau menyelisik kedalam hatiku, mencari ketulusan disana?" ucap Varga, menatap penuh harap Aralia.

"Itu masalahmu, seharusnya kau tidak perlu membuang waktu dan tenangamu untuk mencintaiku." kata Aralia, memalingkan pandangnya ke arah lain.

Varga melepas genggamannya dan menangkup wajah Aralia, membawanya pada tatapannya.

"Sedikit saja kau membuka hatimu untukku Ara. Sedikit saja, selanjutnya aku akan membuka lebar untuk masuk ke sana. Please ...." Mohon Varga.

" Kita menikah bukan karena cinta, aku menikah karena keinginan kak Rena, Mama. Kakak juga melakukan itu karena mereka kan? Kita melakukan ini untuk mereka, tidak bisakah kakak menjalani seperti yang kita sepakati? Tolong mengerti Ara kak, untuk pertama kalinya aku jatuh cinta, untuk kali pertamanya jantungku berdebar-debar untuknya." Kata Aralia menitikkan air matanya. "Maafkan aku," lirihny dengan mata sendu.

Aralia berjalan ke kamar mandi, menutup pintu dari dalam. Duduk di tepi bathup setelah menyalakan kran dan menangis disana sesunggukan.

Varga menarik napas berat melihat ke arah pintu kamar mandi, bulir di sudut matanya berlabuh ke pipinya. Pria itu menangis dalam diam. Ia lemah karena cinta. Apa yang kurang darinya hingga tak bisa memenangkan hati perempuan yang sudah ia ikat dalam ikatan pernikahan.

"Aralia milikku, selamanya menjadi milikku apapun yang terjadi." Katanya, menyakinkan dirinya. Ia punya tekad mempertahankan miliknya bagaimanapun caranya meskipun ia akan melakukan cara -cara yang tak biasa.

Varga mendengar ponsel berdering dari dalam tas Aralia. Varga melirik ke pintu kamar mandi, berpikir apa yang di lakukan Aralia di sana. Varga membuka tas Aralia dan mengeluarkan benda itu. Lalu tersenyum kecut dengan raut masam membaca si pemanggil.

Varga mengangkat, dan mendekatkan ke telinganya.

"Ara, kau tidak apa-apa kan? Suamimu tidak menyakitimu? Aku sangat khawatir." Sahut dari seberang, Reven tengah berada di dalam kamarnya dengan rasa cemas.

"Kedengarannya kau sangat khawatir pada istriku. Kau tidak perlu mencemaskannya. Dia baik-baik saja dan sedang berada di kamar mandi guna membersihkan dirinya dari keringat yang membajiri tubuhnya." ucap Varga menatap dingin dengan wajah suramnya. Lalu melanjutkan kata-katanya sengaja menghasut.

"Ketahuilah, terkadang setelah bertengkar pasangan memilih berdamai dengan cara unik dan itulah yang kami lakukan sekarang. Make up sex is the best sex, begitu orang menyebutnya." Varga menyeringai, ia penasaran seperti apa wajah pria itu setelah mendengar kata ini.

"Diam. Kau hanya mengarang untuk menprovokasiku, kau kira aku percaya. Istrimu mencintaiku bahkan dia sudah berjanji akan memberiku ciuman pertamanya."

Mendengar itu wajah Varga jadi gelap, menelan air ludahnya dan terdiam sejenak. Berpikir bagaimana ia bersikap sekarang. Antara sedih atau senang. Disatu sisi ia mengutuk Aralia, begitu gilanya istrinya itu berencana menyerahkan ciuman pertamanya untuk orang asing dan di sisi lain Varga lega karena belum lama ini dia sudah merampas ciuman itu.

"Kau nyakin? Sayang sekali aku sudah mengambilnya tadi. Menyentuhnya dengan lembut dan kau ingin tahu apa yang terjadi? Dia menyerahnkan segalanya untukku." Ucap Varga dengan nada tenang.

"Brengsek! Kau tidak sadar kalau kau sudah menjadi penghalang bagi cinta kami."

"Aku akan mengirimmu lokasi untuk kita bercerita malam ini. Datanglah dan aku akan menunggumu di sana. Akan lebih baik jika bertemu dan menyelesaikan masalah ini itupun kalau kau punya nyali." Dengan tenang Varga mengatakannya, dan mematikan ponsel itu.

Menyadari Aralia begitu lama di dalam kamar mandi, Varga memutuskan mengetuk pintunya dan memanggil.

"Ara ..., buka pintunya." Panggil Varga, menempelkan telinganya di daun pintu dan mendengar suara air deras dari kran.

"Ara, aku bilang buka pintunya!"

Ceklek.

Pintu terbuka, Aralia keluar dari sana dengan wajah basah tapi kedua matanya sembab.

Hati Varga berdenyut, melihat betapa menyedihkannya Aralia saat ini.

"Berikan sandi ponselmu." Kata Varga mengikuti Aralia dari belakang.

Terdengar Aralia berdecak, ia capek bertengkar dan melihat ponselnya kini berada di tangan Varga.

"Sini ponselku." Aralia mengambil ponselnya dari tangan Varga. Membuka sandinya lalu melempar asal di atas kasur.

Tidak masalah bagi Varga, hal seperti itu sudah biasa ia terima dari istrinya itu. Semena-mena dan sikap arongan sering ia dapatkan dari Aralia.

Varga mengambil benda itu dan mencari nama pria sialan yang sudah membuatnya bertengkar dengan Aralia.

Mengirim lokasi tempat mereka bertemu.

"Aku butuh sandinya." kata Varga, meminta kembali supaya Aralia menyebutkanya.

"Untuk apa?" Aralia lelah.

"Berikan saja."

Aralia menarik napas berat. "Ulang tahun bianca."ucapnya, naik ke atas ranjang.

"Baiklah. Jangan lupa makan malam, aku mau kesuatu tempat dan ponselmu aku bawa."

"Apa maksudnya? Kakak mau kemana?"

"Kencan. Kau mau ikut?" Varga tersenyum.

"Ponselku?"

"Aku bawa,"

"Sangat aneh." kata Aralia tidak percaya dan memilih tidak peduli dengan benda itu.

Tapi sedetik kemudian ...

"Kau mau kemana?" Tanya nya kembali menghentikan langkah Varga yang sudah di depan pintu. Aralia takut kalau pria ini akan memanfaatkan ponselnya menemui Reven.

Varga menipiskan bibirnya lalu keluar kamar dan menutup pintu.

Lima belas menit, Varga menunggu di tempat yang ia tentukan. Pantai.

Sore -sore angin meniup lebih kencang, suara ombak terdengar bergemuruh. Varga memilih tempat ini karena dia nyakin tempat inilah yang lebih aman untuk menghajar Reven.

Telpon Aralia yang di bawa Varga berdering, ia segera mengangkat.

"Datanglah ketepi pantai, yang tak jauh dari pohon kelapa." Sahut Varga mengencangkan suaranya.

Tak lama kemudian Reven sudah berada di sana. Berdiri di samping Varga dengan jarak semeter, keduanya saling menatap. Tatapan Reven penuh intimidasi sementara Varga tenang seolah dirinya menemui teman akrab.

"Hai man ..., akhirnya kita bertemu juga" ucap Varga santai.

"Katakan intinya saja. Karena aku tidak punya waktu untuk bersanda gurau denganmu."

Reven menatap Varga tajam. Hatinya masih sangat panas mendengar ocehan Varga lewat telpon tentang ke intimannya dengan Aralia. Yang pada nyata nya hanya bualan semata.

Varga terkekeh, tetap santai dan melihat lurus ke tengah-tengah lautan.

"Bagaimana kau bisa mengenal istriku?" tanya Varga penasaran.

"Kau mengundangku hanya ingin mendengar kisah indah kami, kalau benar dengan senang hati aku akan menceritakannya."

Varga terkekeh, matanya yang tajam memindai Reven. Pria itu bertubuh tinggi sekisar 170, kulit putih cocok dengan wajah tirusnya. Hidungnya mancung dengan sinar mata yang indah. Dapat di pastikan kalau pria ini mudah mendapatkan wanita sesuka hatinya. Tapi kenapa harus istriku?

"Kau menggodanya?" tanya Varga

"Kau tahu cinta itu apa tuan Varga Sadah? Cinta itu sebuah emosi dari kasih sayang dan ketertarikan pribadi. Saat pertama kami dipertemukan ada rasa tertarik di antara kami. Cinta memilih berlabuh di antara kami. Bukan seperti yang terjadi pada anda. Di pak sa kan!" Penjelasan Reven mengubah wajah tenang Varga menjadi suram, terutama di bagian kata terakhir yang sengaja diperlambat.

Varga menghela napas mencoba menenangkan diri, "Jadi apa yang harus aku lakukan?"

"Kenapa kau bertanya? Seharusnya kau lebih tahu diri, dan memberi kebebasan untuk Aralia lepas darimu. Biarkan di bahagia, biarkan dia memilih cintanya sendiri."

"Tapi sayangnya aku tidak berniat melepaskanya. Aku ingin kau merasakan mencintai seseorang tanpa bisa kau gapai."

"Egois!"

"Aku?"tunjuk Varga pada dirinya sendiri. "Aku yang egois? Jadi bagaimana denganmu, sialan? Apa kau tidak egois. Mencintai seseorang yang sudah mempunyai tuannya?" Varga menarik kerah kemeja Reven. "Hanya karena kau jatuh cinta dan kau bilang bahwa cintalah yang memilih kalian bersama?"

Bug!

Pukulan itu tepat mengenai sudut bibir Varga. Reven melayangkan tangannya keras merobek sudut bibir Varga membuat pria itu tersungkur di pasir pantai.

"Ceraikan Aralia!" katanya mencengkram leher kemeja Varga.

Varga menghempaskan tangan Reven, mengusap sudut bibirnya yang robek. Seringai di wajah suramnya muncul. Dengan cepat ia melayangkan tinju membalas tepat di pelipis Reven. Menjatuhkan pria itu ke pasir pantai lalu menekan tubuhny tetap berada.

"Kau bilang apa? Menceraikan istriku?" Belum lama ini kau menyebutku egois lalu yang kau katakan itu apa? Egois bukan?"

Varga mencekik leher Reven hingga merasakan susah bernapas.

"Kau mengajariku tentang cinta? Kau kira aku bodoh brengsek? Teori lebih gampang dari praktek. Kau ingin menghancurkan rumah tanggaku? Dengan membawa teori cintamu itu? Aku memberi hatiku pada Aralia dan juga kehidupanku dan aku tidak menuntut dia mencintaiku." Varga melepas cekikannya. Dia belum gila hingga membunuh seseorang demi cinta. Reven bangun dengan batuk -batuk. Mencoba menghirup udara banyak-banyak.

"Tinggalkan istriku kalau kau mengerti tentang cinta yang sesungguhnya." Pinta Varga.

Reven terkekeh, menatap sinis dengan perlawanan.

"Tidak akan! Aku mencintainya."Reven berlari ke arah Varga lalu menghamtam pipi Varga keras.

Melihat Varga terjatuh, Reven menindi dan mencengram leher Varga.

"Aralia mencintaiku, kau mengikatnya dengan paksa atas nama putrimu." Mendengar putrinya di singgung, Varga berusaha melepas diri dari Reven dan beehasil.

Varga menghujani Reven dengan tinjunya. Di kepala, rahang, pipi dan juga menendang bagian dada Reven. Ia tidak terima perkataan Reven yang membuat putrinya menjadi alasan satu-satunya mereka menikah. Walau dalam kenyataanya itu benar adanya.

Reven tengkurap di atas pasir, ombak kecil membasahi tubuhnya yang sudah terkapar lemah.

Varga menelpon anbulance dan memberitahukan posisi mereka. Varga duduk dengan keringat si seluruh tubuhnya. Perdebatan mereka menguras tenanga.

Sambil menunggu ambulance datang Varga berujar.

"Astaga lelahnya." membaringkan tububnya di atas pasir menatap langit yang sudah mulai gelap.

1
Shifa Burhan
perbandingan novel author sendiri
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban

adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
Shifa Burhan
segitu munafiknya wanita dalam berkarya banding dengan novel mu sediri
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)

obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan

jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya

miris
Shifa Burhan
kalau susah wanita buat novel pasti tidak adil dan egois

*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)

*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu

*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan

*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban

*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah

pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
sulanjari makmur
menarik,lanjut baca
Sulaiman Efendy
LAMA JUGA HAMILNYA, SETELH 3 TAHUN.. TPI BAGUS,JUGA, BIAR GK TRLALU DKT DGN BIANCA JARAK UMUR CALON ADIK BIANCA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
JGN2 KERJAAN LISA TU YG NABRAK ARA.
Sulaiman Efendy
UNTUNG VARGA MSH BISA KUASAI EMOSINYA, KLO AKU MNGKIN SDH TRJDI PMBUNUHN DIKAMAR HOTEL ITU..
Sulaiman Efendy
SETIDAKNYA LO JDI PRIA PRTAMA YG MNJADIKN ARA MANTAN PERAWAN..
Sulaiman Efendy
HRSNYA JGN LO MATIKAN, BIARKN REVEN DENGAR DESAHAN KALIAN BRDUA..
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBLOKIR TU NO REVEN...
Sulaiman Efendy
PASTI SI LISA SURUH REVEN NODAI ARA.. BNAR2 MAK LAMPIR IBLIS NI SI LISA
Sulaiman Efendy
ROMANTIS DN TUKANG ZINAH..
Sulaiman Efendy
INI SI LISA MAK LAMPIR,, MAU JDI PELAKOR RUPANYA
Sulaiman Efendy
NAHH, PANDAI JUGA LO MARAH DN CEMBURU MA CAYROL,, KMARIN2 LO GK MIKIRKN PRASAAN VARGA.
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
Sulaiman Efendy
KURANG APALAGI PRIA SPRTI VARGA INI, DEMI NAMA BAIK ARA DIDEPAN KDUA ORTUNYA, DY RELA TRSAKITI..
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA LO TAU YG SEBENARNYA ROLAND, APA LO MSH MNYAYANGI ARA...
Sulaiman Efendy
DEMI JAGA BAIK ARA DI DEPAN ORTUNYA, VARGA RELA MNGAKU SELINGKUH DI DEPAN ORTUNYA, MSH SAJA SI ARA WANITA ANJING GK PNY HATI, BRRTI MMG BNAR2 IBLIS TU ARA..
Sulaiman Efendy
NANGGUNG BANGET, KNP GK LO PATAHIN TU TULANG2NYA SI ANJING REVEN..
Sulaiman Efendy
KNP GK LO SETUBUHI SAJA TU ARA SIALAN GA, BIAR KAPOK DY...
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!