NovelToon NovelToon
Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Cinta Orang Kantoran : Part Satu

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Duda / Romantis / Kehidupan di Kantor / Office Romance / Tamat
Popularitas:587.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septira Wihartanti

Aku belum pernah bertemu atau pun berbicara dengan Komisaris di kantorku. Sampai kami bertemu di Pengadilan Agama, dengan posisi sedang mengurus perceraian masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tingkah Absurd Felix

Apakah sesederhana itu melepas IUD?

Tentu saja…

tidak.

Tidak sesederhana itu.

Pasti penuh drama perdebatan.

Ingat, Kita sedang berhadapan dengan Felix.

Saat datang ke dokter Spog, namanya Dr. Kemala, Spog., ternyata IUD ku tidak bisa langsung dilepas.

(IUD atau biasa disebut spiral atau coil, adalah Alat pencegah kehamilan yang bentuk bendanya mirip huruf T biasa diletakkan di pangkal rahim agar sper ma tidak dapat masuk ke tuba palofi).

Dan itu jadi masalah oleh Felix karena ia ingin aku terbebas dari segala benda sebelum pernikahan terjadi.

Istilahnya, ia menginginkan anak ‘kami berdua’. Walau pun kusinyalir ia tidak memaksaku untuk hamil, tapi paling tidak melepas IUD bisa membuka jalan lebih lebar untuk lahirnya seorang anak.

"Sebaiknya melepas atau memasang IUD itu ketika Bu Chintya masih dalam keadaan haid di hari-hari terakhir atau darah haid sudah tinggal sedikit. Itu akan lebih memudahkan pelepasan atau pemasangan karena saat haid mulut rahim dalam keadaan terbuka," kata Dokter.

"Jadi kalau sekarang sakit dok?" ini Felix yang bertanya, aku sih tenang-tenang saja.

"Ya bisa saja kalau sekarang. Tapi agak nyeri,"

"Pernikahan tinggal 3 minggu lagi dok, tapi dia kan baru selesai haid, jadi tunggu lagi nih dok?"

Yang membuatku heran adalah kalau pria kelewat bucin sama pasangannya, sampai siklus haid saja ia tahu. Mungkin lain kali akan ku tes, aku potong rambut se-senti di salon, dia tahu atau tidak.

"Sebaiknya begitu.Tapi IUD tidak mempengaruhi kegiatan seksual kok, Pak,"

"Ya tapi kan proyek saya terganggu jadinya,"

“Kehamilan seorang manusia bukan proyek, tapi amanah dari Sang maha Pencipta,”

“Tapi kalau manusianya diam-diam saja ya nggak jalan lah itu semua, dok,”

“Pokoknya tunggu saja Pak, Ibu-nya belum siap. Kasihan kalau sampai dia kesakitan hanya gara-gara melepas IUD,”

"Ini bukan sekedar IUD, ini alat pencegahan kedatangan berkah. Sampai kapan saya menunggu?"

"Siklus haid sekitar 28 hari-“

“Lama banget sih?!”

“Ya memang begitu Pak,” Dr. Kemala mulai malas dan tampak gregetan. Dalam hatinya mungkin ia membatin ‘untung gue bukan dokter biasa tapi lulusan Garnet, gue gibeng lo lama-lama’. Saat membayangkan isi hati Dr. Kemala, aku jadi cengengesan sendiri.

“Itu sudah settingan yang Maha Kuasa,”

“Kayaknya hampir tiap hari dia PMS, coba kamu cek lagi siklusnya Dok,” Felix masih tak mau kalah.

Dr. Kemala menyerah dan beralih padaku, “Ibu mau dilepas sekarang, atau nanti?”

Aku tersenyum, “Nanti dok,”

“Oke Done! Silakan kembali lagi bulan depan,” Akhirnya Dr. Kemala bisa bernafas lega.

Felix menatap aku sambil mengernyit tidak senang.

“Apa?” tanyaku padanya.

“Kenapa bulan depan?” sungutnya

“Aku menyukai segala sesuatu yang sesuai aturannya. Lagi pula keadaan biologis manusia, bukan kita yang tentukan,” desisku.

Felix menarik nafas panjang, menghembuskannya dan cemberut.

Tipikalnya dia.

“Sudahlah sayang, aku ingin kok punya anak dari kamu, aku suka anak kecil. Jadi yaaa, aku tak memaksakan Hak Prerogatif Allah, oke?” Aku mendorong lembut punggungnya agar keluar dari ruangan Dr. Kemala.

Sempat kulihat melalui sudut mata, Dr. Kemala langsung menempelkan stiker kompres di dahinya sepeninggal kami dari ruangannya.

Jadi, aku masih tetap bersama IUDku, kami tak jadi berpisah. Hehe

**

Aku baru tahu kalau calon suamiku jahilnya ampun-ampunan setelah aku tinggal di rumahnya. Ya dia memang memiliki banyak cara dan strategi yang berbeda dari kebanyakan manusia di dalam pekerjaannya. Tapi ternyata hal itu sudah terlatih sejak balita dengan segala hal isengnya.

Kata Mama sifat iseng Felix selalu membuat seluruh keluarga kesulitan, pada awalnya. Tapi ternyata ia berusaha memberitahukan sesuatu dengan caranya sendiri.

Intinya hasilnya selalu baik.

Mama bercerita, “Keluarga ayah saya, Ranggasadono, anak-anak biasa memanggilnya Mbah Rangga, itu punya peternakan kambing luaaaas sekali. Suatu saat Felix beli herder buat Mbah Rangga, yang pembenci anjing,”

“Dia marah dong Mah?”

“Ya ngamuk, menyerang Felix dengan dalih-dalih Al-Qur’an. Felix bilang, Mbah, itu Quintana harganya 40 juta bekas anjing pelacak Polisi. Perlakukan dengan baik ya,”

“Quintana?”

“Itu nama si herder. Dengar harga Quintana yang selangit ya mau tak mau Mbah Ranggah diam.”

“Bocah semprul... tujuannya apa, coba?” gumamku ikutan gemas mendengar cerita mama.

“Quintana itu galak, ada yang datang langsung dia menggonggong. Karena kami kan tak boleh memelihara anjing, ya dia kami letakkan di luar rumah. Felix membelikannya rumah ukurannya 2x2, di dalam sudah lengkap kebutuhan Quintana. Kandangnya di bangun di... hehe,”

“Di?”

“Dekat kuburan keluarga,”

“Hm?”

Setiap jam 2 malam, Quintana menggonggong. Sampai Mbah Rangga siram air dari atas,”

“Hm?”

“Kata Felix, Mbah Rangga samperin Quin dong kalau dia gonggong. Kata Mbah Rangga, sampai mati tak akan kuperbolehkan binatang haram masuk rumahku! Hahahaha,”

“Kok Mama ketawa sih?”

“Ya plot twitsnya... Suatu hari Quintana bukan hanya sekedar menggonggong, tapi sampai berlari, sampai rantainya itu kan tersambung ke rumahnya, nah dia lari sambil menarik rumahnya. Sontak Mbah Rangga bangun dong karena ribut sekali. Dia ambil kayu besar, dia hampiri Quintana. Niatnya mau memukul itu anjing. Sudah masa bodo dengan 40 jutanya. Dan dia pun berteriak histeris sampai semua orang menghampirinya. Kamu tahu kenapa?”

“Kenapa?”

“Ternyata... ada pencuri. Semua digigit Quintana. Yang dua pencuri kambing, yang tiga pencuri tali pocong di kuburan keluarga kami. Kami keluarga Tumenggung, jadi tali pocong kami dianggap berkhasiat,”

“Woh... Quintana bagaimana? Dia berlari sambil geret rumahnya loh!”

“Sekarang dia sudah beranak pinak tuh di kampung, hihihi, turun temurun jaga kambing.”

“Astaga...” aku menggaruk-garuk kepalaku, “Jadi Felix sebenarnya...”

“Dia bilang dia menemukan keanehan di kuburan keluarga, dan kok pagar kandang kambing sering longgar padahal sudah sering diperbaiki. Dia berkali-kali bilang ke Mbah Rangga, tapi Mbah Rangga kan suka meremehkan pendapat orang lain,”

“Kenapa Felix tidak sewa orang aja sih buat jagain kandang?”

“Katanya hewan lebih bisa dipercaya dari pada manusia. Ditambah, Mbah Rangga kan nggak suka anjing, jadi kalau anjing itu salah sedikit kan pasti langsung disamperin tuh. Harapannya dengan menghampiri Quintana yang ribut, Mbah Rangga juga bisa lihat penyebab Quintana Menggonggong,”

“Epic bener tingkahnya.”

Cerita Mama sebenarnya membuatku kilas balik terhadap pekerjaan sehari-hari Felix di kantor. Dia memang sering bersikap menyebalkan.

Seperti, ada nasabah besar yang datang mengajukan kredit, dari perusahaan minuman yang semua pasti tahu merk itu sering ada di minimarket, perusahaan itu tidak ribut soal nego bunga atau mekanisme pencairannya, jaminannya saja sudah deposito miliknya. Itu tak kunjung di acc Pak Felix selama dua minggu ia cuekin proposal kami. Sampai nasabah akhirnya jengah dan tak jadi menggunakan Bank Kami. Semua sudah kesal sama Felix sampai tiba-tiba... si nasabah mengumumkan kepailitannya ke publik.

Hal-hal yang di luar prediksi kami juga sangat banyak, seperti tiba-tiba si nasabah ditangkap polisi karena kasus penipuan, dan aja juga yang sampai jaminannya ternyata memiliki 5 sertifikat duplikat. Itu semua proposal yang tidak diacc Pak Felix.

Hari ini, dengan sukarela Felix ke mejaku dan meletakkan semua proposal buatanku dan Kenanga di meja.

“Perbaiki semuanya,” desisnya.

Aku kaget dong dan menatapnya dengan mata membesar, “Felix, kalau hal ini imbas dari masalah IUD, itu tak adil bagiku,”

Kenanga sampai berdehem mendengarnya.

“Aku tidak sekanak-kanak itu Bu Cin,” desisnya sambil mengelus puncak kepalaku dan tersenyum sinis khasnya. “Banyak typo, fotonya buram, fontnya beda, tabelnya diwarnain dong, jenis kertasnya pakai yang 70g saja, lalu saya nggak suka pakai Map, enakan pakai bantex,”

Aku bengong.

Itu kesalahan-kesalahan receh.

Fotonya buram dia permasalahkan?

Terus maunya pakai printer yang laser gitu?

Apa pula tabel harus diwarnain?

“Tabel pakai warna apa Pak? Pelangi? Warm tone? Black n WHite,” desisku malas.

“Yang bagusnya kamu aja,” ia terkekeh sambil berlalu.

Iya, seperti yang sudah di duga, ia ternyata mengulur waktu. Saat Kenanga dengan panik duduk di kursinya berniat memperbaiki semuanya, aku mencegahnya dan bilang, "Itu hanya asalannya untuk menolak pekerjaan. Kan tidak mungkin terang-terangan,"

"Hah? Bagaimana maksudnya?" tanya Kenanga kebingungan. "Kenapa dia tolak? Data Nasabah kan bagus? Juga secara keuangan nasabah dianggap mampu membayar cicilan?!"

Aku hanya tersenyum saja dan meminta Kenanga untuk santai saja. "Itu dia, alasan penolakannya belum kelihatan. Boroknya belum kecium. hehe," kataku.

Iya,

Benar saja.

Tak sampai dua hari aku menerima telepon dari temanku yang bekerja di Bank lain.

"Chin, ini PT. X katanya pernah ngajuin di Bank elo ya?"

"Terus lu tolak?"

"Nggaaaak, masih gue perbaikin proposalnya,"

"Di Bank gue udah acc 50 miliar nih,"

"Oh, kalau gitu nggak perlu lagi dong pengajuan di Garnet? kan dari kamu udah 50 miliar," tembakku ke temanku.

"Masalahnya... yaaaah guee nyesal sih acc PT. X,"

"Kenapa?"

"Baru angsuran pertama sudah macet,"

Waduh.

Memang tipikal Felix.

Berusaha menolak halus, agar Nasabah beralih ke Bank lain karena kami kelamaan, dan ternyata Nasabah mempermanis laporan keuangannya agar kami memberikannya kredit yang banyak. Iya, laporan keuangannya banyak di edit biar bagus, agar kami memberikannya pencairan lebih banyak. Setelah itu dia macet dan pailitkan perusahaannya.

Ini aku tahu dari teman-temanku di Bank lain yang kena korbannya si Nasabah.

Saat tahu kalau si nasabah beralih ke Bank lain, Felix hanya bilang “Rejeki bisa datang dari mana saja ya Bu Cin?” desisnya.

Aku kesal tadinya. Tapi kenapa sekarang aku jadi makin sayang padanya?!

1
Bakul Lingerie
kangen Geng Putus/Kiss/
Bakul Lingerie
Ga papa,, ribut aja di kantor.. dlu CEO kamu juga sering bikin heboh kantor . penggemarnya banyak yg dtg bikin rusuh🤣🤣🤣🤣
Bakul Lingerie
aku kesini lagi..
salah satu dari mininovel madam yg paling aku suka.. 😍
Dede Maesaroh
ikut nangis😭
Maya Ratnasari
ayat 250
sukensri hardiati
ngulang baca ah....
Risma Wati
bagus ceritanya..to the point,ga banyak drama.,sukaaaa
Reni Novitasary
so sweet
Nining Chili
😁😁😁
Ena Ariani
kerenn
Febi Chan😍
aq baca lagi di bulan Mei 2025
sesuka itu aq pada karyamu thor
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
wkwk bu cin mikir apaan sih 🤭
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
buset dah mokondo pedofil pula
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
njirr beda ye perlakuan cowok mateng ama abg tanpa babinu langsung hap
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
sekali" merakyat pak
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
dunia kerja keras say, diatas difitnah dibawah di injek, yang tau kerja keras kita cuma diri sendiri
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
goblok tom, si Rani juga gendeng banget dikibulin mau aja gusti 🤦🏼‍♀️
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
lah malah main ancem"an belom tau kebenarannya kek gitu
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
wow gini cara mainnya kek, pak artha ye di lepas semua dulu kalau kelilit tinggal di ambil lagi 🤭
☠🍒⃞⃟🦅𝒜𝐿𝓊𝓃𝒶
udah mokondo selingkuh pula, emang anjing tu cowok 👊🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!