Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.
Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.
Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.
Salam anu👑
Ig @nitamelia05
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Negoisasi
Sebuah rekaman CCTV yang menunjukkan Gavin pernah masuk ke dalam kamar Erzan menjadi salah satu bukti bahwa pemuda itu sudah memiliki rencana untuk membunuh ayahnya.
Alhasil proses penahanan Gavin bertambah semakin lama, karena penyelidikan terus berlanjut.
Dan semua itu adalah ulah Danesh, karena dia ingin menunjukkan pada Aina, bahwa apa yang dia ucapkan bukanlah sekedar omong kosong.
Sebab sampai saat ini Aina belum juga mempertimbangkan tawarannya. Sebagai pria yang memiliki kuasa serta harta untuk menundukkan hukum, tentu Danesh bertindak semakin jauh.
"Kita lihat sampai mana kamu akan bertahan, Aina. Gavin sudah tidak bisa berkutik, dan aku yakin cepat atau lambat kamu akan mengemis padaku," gumam Danesh dengan alis yang saling bertautan.
Melihat kehancuran Gavin benar-benar seperti sebuah kepuasan bagi Danesh, hingga tak ada habisnya otak pria itu mencari cara untuk membuat sang adik hancur sehancur-hancurnya.
Tok Tok Tok ...
Tiba-tiba pintu ruangan Danesh diketuk, membuat pria itu mengalihkan pandangannya.
"Masuk!"
Karena sudah mendapat izin, seorang pria yang ada di luar sana membuka pintu tersebut, lalu berkata. "Saya ingin melapor, Tuan, di bawah ada Nyonya Margin."
Danesh sedikit terperangah karena ibunya datang secara tiba-tiba.
"Suruh dia naik!" titahnya, lalu kembali menatap suasana di luar jendela.
Sementara di dalam sel tahanan Gavin mencoba berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan tuduhan Danesh.
Karena pria itu pasti memiliki beribu macam cara untuk menjebloskannya ke dalam penjara. Tak peduli dengan cara licik sekali pun.
Hingga akhirnya Gavin teringat dengan pengacara yang mengurus perceraian Erzan dengan Aina. Ya, sepertinya dia bisa meminta bantuan Bizard, dengan menunjuk pria itu sebagai kuasa hukumnya.
*
*
*
Setelah Margin pergi, Danesh kembali menghubungi Aina dan memberitahu tentang tuduhan yang sudah semakin mengarah pada Gavin. Hingga membuat gadis itu semakin takut, kalau sang kekasih benar-benar akan dipenjara.
"Sekarang kamu hanya sendirian, Aina. Gavin tidak bisa apa-apa di dalam sana," ucap Danesh, sementara Aina bergeming dengan perasaan kalut.
Dia bingung harus bagaimana. Andai dia menerima tawaran Danesh, sudah tentu dia akan membuat Gavin kecewa.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahu Gavin tentang negoisasi di antara kita. Aku hanya ingin merasakan tidur denganmu," sambung Danesh diiringi seringai kecil.
Aina mengepalkan tangannya, andai bisa mungkin dia sudah merobek mulut Danesh yang selalu sembarangan dalam berbicara.
"Sampai kapan pun aku tidak akan menerima tawaranmu!" tegas Aina, tetapi hal tersebut tak membuat Danesh marah, dia malah terkekeh dengan keras, seolah mengejek Aina.
"Jangan terlalu terburu-buru. Pikirkan saja dulu, aku masih memberimu waktu sampai besok, kalau tidak ada jawaban juga. Kamu lihat saja apa yang akan aku lakukan!" balas Danesh diiringi sebuah ancaman. Ingin membuat Aina tak berkutik.
Setelah panggilan itu terputus, Aina kembali memikirkan nasib Gavin serta tawaran yang diberikan oleh Danesh. Otak Aina terus bekerja keras, hingga akhirnya dia memilih untuk pergi dari rumah.
Dia menyambar topi, masker dan juga tas, lalu pergi tanpa pamit kepada Dina maupun Bagaskara.
*
*
*
Sore hari.
Saat itu Alex datang ke rumah utama, dia masuk dan ternyata Danesh belum pulang. Ada beberapa pelayan yang menyambutnya, tetapi dia tidak melihat Naumi di antara mereka.
"Ke mana Naumi?" tanya Alex mencari sosok kepala pelayan. Dia tidak tahu kalau wanita paruh baya itu sudah tidak bekerja di sini.
"Bu Naumi mengundurkan diri, Tuan. Jadi saya yang menggantikan posisinya," jawab salah satu dari mereka.
Kening Alex langsung bekerut. "Mengundurkan diri? Atau dia memang dipecat oleh Tuan Muda Danesh?"
"Setahu saya Bu Naumi memang mengundurkan diri, Tuan."
Alex tampak memikirkan sesuatu. Namun, karena tak ingin membahas lebih jauh, dia pun memilih untuk masuk ke ruang kerja Erzan.
***
Menurut kalian harus gimana membasmi si dudungprettt?😌😌😌
itu akibat tabur tuai Margin, udh mantan suami di srlingkuhin, boroknya du tinggalin di urus mantan msh aja otak jahat suruh anaknya bunuh PP sambung nya. sadis ngk tuh, kena situ padal berlapis habis itu tinggal Terima karma mu😡