NovelToon NovelToon
Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Rya Kurniawan

Kenzo Matthew, harus merasakan hidupnya hampa setelah masa lalunya yang kelam karena ditinggal menikah oleh sang kekasih yang telah berselingkuh. Kini semakin hancur karena melihat perselingkuhan sang ibu di depan mata hingga pada akhirnya kedua orang tuanya itu pun berpisah. Membuat Kenzo menjadi seorang bad boy dan ikut bergabung dengan geng motor.

Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita bernama Diandra Olivia Jhonson, yang sangat membenci geng motor karena pernah merenggut nyawa adiknya.

Seiring berjalannya waktu, Kenzo semakin menyukai kepribadian Diandra dan membuatnya jatuh cinta, serta membuatnya insyaf.

Akankah Kenzo berhasil untuk mendapatkan hati Diandra?
Akankah Diandra melanggar janjinya untuk tidak berhubungan dengan pria yang berhubungan dengan genk motor?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rya Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengingat Masa Lalu

"Kak Satria, aku takut. Lebih baik kita kabur saja ya Kak. Kakak nggak usah turun, itu mereka serem-serem Kak," ucap Diandra khawatir.

"Diandra, kamu tenang saja ya. Mereka itu hanya berdua. Lagipula aku nggak mungkin tinggal diam, gimana kalau mereka macam-macam dengan kamu. Mau kabur juga nggak akan bisa. Yang penting kamu tetap berada di dalam, jangan keluar. Kamu percaya sama aku, aku pasti akan menang melawan mereka," ucap Satria yang meyakinkan Diandra.

"Iya Kak, tapi Kakak benar-benar yakin bisa menghadapi mereka?" Tanya Diandra yang merasa sangat khawatir.

"Di, kamu kenalkan siapa aku. Bukan baru sekali aku berkelahi, masa iya hanya melawan mereka berdua saja aku tidak berani. Tadinya aku menghindar karena tidak mau mereka berbuat nekat, ada kamu di sini. Tapi kalau mereka sudah menantang seperti ini, nggak mungkin lah aku diam saja," ucap Satria.

Tok … tok … tok …

"Woy cepat keluar!"

Terdengar suara orang di luar sembari terus mengetuk kaca mobil.

"Diandra, kamu tenang saja ya. Kamu tetap di dalam ya, kunci pintu mobilnya, jangan sampai orang-orang itu menyakiti kamu," kata Satria.

Diandra pun mengangguk mengerti akan ucapan Satria. Lalu Satria keluar dari mobil untuk menghadapi orang-orang di luar yang sudah menghalangi jalannya itu.

"Siapa kalian? Kenapa kalian menghalangi jalanku. Ada perlu apa?" Tanya Satria yang masih berusaha bersikap santai.

"Banyak bacot kau!" Kata pria 1 yang langsung saja melayangkan pukulannya, tetapi dengan cepat Satria menangkap tangan tersebut dan malah Satria yang balik memukulnya hingga pria tersebut merasa kesakitan.

"Sialan!" Umpat pria 1 yang kini pun menyerang Satria.

Masih dalam posisi satu lawan satu, para orang rusuh itu pun terlihat kewalahan dan kini keduanya langsung saja menyerang Satria secara bersamaan. Pria 1 memegang tangan Satria, lalu pria 2 memukuli wajah serta perutnya, membuat Satria sudah tak sanggup lagi untuk melawan, hingga ia jatuh terkapar begitu saja.

Diandra yang menyaksikan akan hal itu merasa sangat terkejut dan kasihan, rasanya ingin keluar dari sana untuk menyelamatkan Satria, tetapi ia hanyalah seorang wanita yang tidak akan mungkin bisa melawan 2 pria berandalan itu. Diandra memutar otaknya untuk mencari cara agar Satria bisa diselamatkan, setelah mendapatkan ide, ia pun memberanikan diri untuk keluar dari mobil lalu berteriak sekuat mungkin untuk meminta pertolongan kepada orang di sekitar.

"Tolong … tolong … tolong … di sini ada orang yang dianiaya. Tolong, tolong … !" Diandra terus saja berteriak sehingga membuat 2 biang kerok yang menggunakan topeng itu menjadi panik dan menghentikan penganiayaan yang mereka lakukan terhadap Satria.

Kini beberapa orang yang mendengar teriakan Diandra itu pun langsung saja berlarian mendekati mereka. Karena takut dikeroyok oleh massa, 2 preman brandal pun segera melarikan diri.

"Kak Satria, kamu bertahan ya. Aku akan membawa kamu ke rumah sakit Kak," ucap Diandra yang sangat cemas dan ngeri melihat wajah Satria babak belur serta mengeluarkan darah dari hidung.

"Tenang saja Di, aku baik-baik saja. Kamu jangan khawatir ya," ucap Satria lirih dan berusaha menahan sakit dibalik senyumannya.

"Baik-baik gimana Kak, Kakak sudah babak belur seperti ini. Kakak tunggu ya," ucap Diandra menangis, ia sangat sedih melihat keadaan Satria saat ini. "Pak, tolong angkat teman saya ke dalam mobil ya," ucapnya kepada beberapa orang yang berada di sana. Diandra juga meminta salah satu orang untuk untuk menyetir mobil dan membantunya membawa Satria ke rumah sakit. Sedangkan Satria dibaringkan di kursi belakang dengan dipangku oleh Diandra.

Bagi Satria rasa sakit yang ia rasakan saat ini sama sekali ada tak artinya dibandingkan rasa bahagianya saat ia begitu dekat dengan Diandra seperti saat ini, wanita yang sudah dicintainya sejak lama.

"Diandra, bahkan jika aku harus terluka seperti ini terus aku rela, supaya bisa terus bersama denganmu," batin Satria mengulas senyum tipis.

*****

"Ya ampun Kak Satria, kenapa sih Kakak bisa seperti ini. Maka dari itu nggak usah sok jagoan deh, sok-sok'an melawan 2 orang sekaligus seperti itu, dikeroyok 'kan jadinya. Siapa sih mereka sebenarnya, aku yakin pasti Kenzo juga bisa sampai masuk rumah sakit awalnya dikeroyok oleh mereka," oceh Sasa.

"Duh bawel banget sih. Kamu kalau khawatir sama aku, ya khawatir aja. Tapi nggak usah bawa-bawa pria itu segala," seru Satria yang sangat tidak suka.

"Tahu ah, aku akan bilang ke Papi dan Mami kasus ini harus segera dilaporkan ke polisi supaya nggak ada korban lagi," ucap Sasa.

"Anak kecil diam aja bisa nggak. Masalah seperti ini tuh sudah biasa, nggak perlu sampai di lapor ke polisi," bantah Satria. "Oh ya Diandra mana?" Tanyanya.

"Lupa ya, ini 'kan rumah sakit tempat yang sama dengan Kenzo dirawat Kak. Jadi Diandra sedang ke ruang ICU sebentar melihat keadaan Kenzo," jawab Sasa.

"Ck, lagi-lagi Kenzo yang lebih penting. Padahal aku seperti ini juga karena menolong dia," umpat Satria.

Sasa memutar bola mata malas, "Sudah deh Kak, Diandra pergi sebentar aja kok. Nanti juga ke sini lagi." kata Sasa dan tidak digubris oleh kakaknya itu.

Sementara itu, di depan ruang ICU terdengar keributan kecil yang disebabkan oleh Laura karena tidak suka melihat kehadiran Diandra.

"Tante, lebih baik Tante usir saja wanita ini. Dia yang sudah menyebabkan Kenzo menjadi seperti sekarang ini," ucap Laura yang mencoba mempengaruhi Sinta.

Saat ini Sinta memang sedang berada di rumah sakit untuk melihat keadaan Kenzo, ia mengambil kesempatan di saat mantan suaminya sedang sibuk bekerja dan Kenzo hanya ditemani oleh Riko.

"Tante, apa yang dikatakan Laura itu tidak benar. Aku datang ke sini hanya ingin melihat keadaan Kenzo dan bukan aku yang menyebabkan Kenzo menjadi seperti sekarang," bantah Diandra.

"Sudahlah, kamu jangan banyak alasan lagi. Lebih baik sekarang kamu pergi saja dari sini," usir Laura. "Tante harus percaya, ada yang bilang ke aku kalau di malam sebelum Kenzo kecelakaan, dia ada di depan rumah wanita ini. Setelah pulang dari sana terjadi kecelakaan seperti ini, pasti mereka habis bertengkar dan menyebabkan Kenzo tidak fokus membawa motornya hingga terjadi kecelakaan," ucapnya yang terus beralibi.

"Apa benar apa yang dikatakan oleh Laura?" Tanya Sinta yang menatap Diandra dengan tajam, membuat Laura sangat senang melihat akan hal itu.

"Itu sama sekali tidak benar Tante. Aku memang sempat melihat Kenzo ada di depan rumahku, lalu aku masuk ke kamar sebentar dan setelah aku keluar lagi, Kenzo sudah tidak ada di depan rumah, kami sama sekali tidak bertemu apalagi sampai bertengkar. Aku juga baru mendengar kabarnya itu pagi-pagi dari Riko, jelas ini bukan aku yang menyebabkan Kenzo terang Diandra. Iya tidak mau terus menerus disalahkan oleh Laura, apalagi sampai difitnah di depan orang tua Kenzo, padahal ia tidak melakukan apapun.

Sinta menatap Diandra dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu ia pun terfokus pada sebuah liontin yang dipakai oleh Diandra dan menyebabkannya mengingat akan kehidupannya di masa lalu.

"Kalung itu," gumam Sinta yang tiba-tiba saja tampak sedih.

Bersambung …

1
Tri Handayani
akhirnya impian kenzo dan diandra trwujud'semangat thorrr d tunggu karya selanjutnya...
Rya Kurniawan: hai Kak terimaksih ya atas dukungannya. Mampir di karya baru aku yg berjudul Istri Tengil Sang Presdir dan Istri Yang Tak Diakui yuk Kak. Mohon dukungannya.. 🥰🥰
total 1 replies
Tri Handayani
Next thorrrr...
Tri Handayani
ikut bahagia...akhirnya kenzo bsa bersama diandra lg'semangat thorrrr....
Tri Handayani
semua karena cinta y thorrr'tetep semangat up thorrrr....
Rya Kurniawan: benar Kak terima kasih ya semangatnya. 🥰
total 1 replies
Pisces Girl
Lanjut thor..
Tri Handayani
semangat kenzo'semoga kamu bsa melewati semuanya dn menjadi lebih baik lgi...semangat jg thorrr'double up'nya
Rya Kurniawan: terimaksih kk.. ditunggu ya..
total 1 replies
Tri Handayani
sabar y kenzo klu emang jodoh pasti diandra kembali padamu'Next thorrr
Tri Handayani
Next thorrr...semangat'
Rya Kurniawan: terimakasih ya kk udah mampir 🥰
total 1 replies
Lena Laiha
wow ceritanya keren sih ini. semangat thor
Rya Kurniawan: makasih ya Kak.. 🥰
total 1 replies
Aquarius
ceritanya sangat bagus.. 🤩
Putri Bungsu
Ceritanya sangat Bagus, semangat Author.. 🥰🥰😙
Pisces Girl
Ceritanya seru
One
semangat Thor ..ceritanya menarik..
UQies (IG: bulqies_uqies)
Awal cerita yang menyesakkan untuk kedua tokohnya, bagus kak 👍
UQies (IG: bulqies_uqies): Sama-sama kakak 🥰
total 2 replies
Nana Shin
lanjut. semangat. sekuntum bunga buatmu
Rya Kurniawan: makasih ya Mak
total 1 replies
naya_handa
Sukakkk sama ceritanyaa
Rekomen bangeettt ❤️❤️❤️
naya_handa: Sip sama2…
total 2 replies
Pacarnya Lin Yi. 🥰
ceritanya menarik.. 🥰
Pacarnya Lin Yi. 🥰
Ceritanya menarik ..🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!