Memilih hidup berpetualang karena ingin melupakan cinta masa lalunya yang kelam, justru membuat Grey Stone Robert menemukan cinta baru di sebuah penginapan yang bernama 'OZ INN' ketika dirinya ingin mendaki bersama teman temannya.
Bagaimana kisah cinta Grey Stone Robert dan seorang gadis bernama Ozira Olsen -- yang tak lain adalah pemilik penginapan OZ itu?
Yuuk simak ceritanya ...
FOLLOW INSTAGRAM @zarin.violetta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Ozinn 30
Grey melepaskan pagutannya dan matanya masih menatap lekat mata Ozira.
"Jelaskan ini," ucap Ozira berbisik.
"Aku tak ingin melewatkannya lagi dan menyia-nyiakan waktuku selama dua tahun," sahut Grey mengusap pipi merah Ozira.
"Hmm ... Aku akan memikirkannya," ucap Ozira yang membuat Grey mengerutkan keningnya.
"Hei, kau bercanda, bukan?" tanya Grey.
"Tidak, aku ingin ada sedikit drama agar hubungan kita menjadi sedikit hidup," sahut Ozira.
"What?? Kau ingin mengerjaiku?" ucap Grey dan mengacak-acak rambut Ozira.
"Greeeyy!! Aku baru perawatan rambutku di salon," sahut Ozira dan membuat berhenti mengacak rambut Ozira.
Lalu pria itu menangkup wajah Ozira dan menyipitkan matanya.
"Jadi kau memakai baju secantik ini dan mengurai rambutmu untuk tebar pesona pada dokter itu?" tanya Grey.
"Kakek yang menyarankannya. Kakek membelikan baju seperti ini untukku dan isi lemariku sangat berwarna-warni karena semua kakek yang menyediakannya. Aku cucu kesayangannya, Grey," sahut Ozira.
"Ck, aku akan bertemu kakek nanti untuk menegaskan hal ini," ucap Grey.
"Menegaskan apa?" tanya Ozira sok polos.
"Kau sudah mulai nakal rupanya. Berapa banyak pria yang sudah kakek sodorkan padamu?" tanya Grey.
Ozira tersenyum usil dan tampak sedang mengingat-ingat berapa pria yang sudah dikenalkan Kakek Hans padanya.
"Entahlah, aku lupa. Tapi hanya Dokter Norma favorit kakek karena dia pria yang baik dan lumayan tampan, bukan?" sahut Ozira.
Grey membekap bibir Ozira dengan bibirnya agar wanita itu tak membicarakan lagi tentang Norma.
TIN TIN
Terdengar suara klakson dari belakang dan itu adalah klakson dari mobil Norman. Grey tak menghentikan ciumannya dan justru mengacungkan jari tengahnya pada Norman melalui jendela mobil.
Ozira menahan dada Grey dan menjauhkannya.
"Grey, ayo berangkat," ucap Ozira.
"Oke, kita lanjutkan nanti urusan kita yang belum selesai," sahut Grey sembari mengusap bibir Ozira yang basah karena ciumannya barusan.
Lalu Grey kembali melajukan mobilnya ke arah penginapa kastil Oz Inn milik Kakek Hans.
Setibanya di sana, Ozira langsung disambut Tom dan Toby yang juga sudah lama tak ditemuinya.
"Ziziiii!!" panggil Toby dan akan memeluk Ozira tapi Grey menarik tangan Ozira hingga wanita itu ada di belakang tubuh Grey.
"Cukup menyapanya saja dan jangan memeluknya," ucap Grey.
"Ozira, kita harus menemui kakek," kata Norman yang ada di belakang Ozira sejak tadi.
Ozira dan Grey menoleh ke arah Norman.
"Baiklah, ayo," ucap Ozira dan melepaskan tangan Grey.
"Aku akan ikut," ucap Grey.
"Nanti malam saja, Dokter Norman hanya akan memeriksa kesehatan kakek," jawab Ozira.
"Kau tidur di mana?" tanya Grey.
"Di bangunan utama," jawab Ozira.
"Nanti malam tidurlah bersamaku," ucap Grey dengan entengnya dan membuat Ozira sedikit salah tingkah karena yang ada di situ pasti berpikir macam-macam pada mereka berdua.
"Kau tak bisa memaksanya," sahut Norman yang tak suka dengan sikap Grey yang terlalu mendominasi.
Grey melihat ke arah Norman dan tersenyum miring pada dokter tampan itu.
"Apakah aku memaksamu, Zi?" tanya Grey yang masih melihat ke arah Norman.
"Nanti aku akan kemari lagi, Grey. Aku akan pergi menemui kakek dulu, oke?" sahut Ozira.
Grey melihat Ozira dan mengecup bibirnya di depan Norman. Kecupan ringan tapi membuat dada Norman begitu panas melihatnya.
"Oke," ucap Grey lirih dan tersenyum pada wanita cantik itu.
Ozira terpaku sejenak lalu berbalik pergi dari hadapan Grey, dan Norman mengikutinya dari belakang.
"Wohooo ... Apa-apaan ini? Kau sudah melakukan gencatan senjata lebih cepat di saat ada musuh lain menyerang?" ucap Tom.
"Ya, aku harus melakukan hal itu secepatnya. Dia tak bisa kubiarkan sendirian terlalu lama," jawab Grey dan berjalan masuk ke dalam penginapan.