NovelToon NovelToon
Mr. Costra

Mr. Costra

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.4M
Nilai: 5
Nama Author: DIANAZ

Enrico Costra yang tampan dan kaya merasa hidupnya tidak lengkap. Melihat teman sekaligus rekan bisnisnya berbahagia bersama istri dan anak-anak, membuat ia merasa hidupnya kurang. Rasa sepinya bertambah ketika gadis perwaliannya dibawa pergi oleh suami yang menikahinya. Ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa kata 'pernikahan' adalah hal yang menarik, lalu memutuskan ia juga menginginkan hal itu.


Vivianne Margue datang ke Mansion Costra mencari sepupunya yang bekerja sebagai asisten kepercayaan pemilik perkebunan Costra Land. Ia datang bersama neneknya, membawa masalah yang akan menentukan hidup Vivianne di masa depan.


Pertemuan pertama dengan Vivianne membuat Enrico terkesima ... gadis itu ... sama sekali tidak tertarik kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DIANAZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Approach plan 2

Selama perjalanan pulang, Vivianne hanya diam saja. Awalnya ia bermaksud pulang bersama neneknya dengan mobil bibi Olivia. Tapi setelah memikirkannya kembali, Vivi merasa itu agak tidak sopan dan seperti tidak punya perasaan. Ia diajak tuan Enrico ke Kedai Alona, pergi bersamanya, tapi kemudian pulang dengan mobil lain dan meninggalkan tuan Enrico menyetir sendirian kembali ke mansion. Karena merasa tidak enak, akhirnya Vivi kembali pulang dengan mobil tuan Enrico.

Vivianne juga merasa sangat malu. Ia mengira hadiah sepatu yang ia pakai adalah pemberian Olivia. Ia sudah memuji dan mengatakan menyukai sepatu itu berulang kali. Tidak hanya pada tuan Enrico saat perjalanan pergi ke kedai, tapi juga pada bibi Olivia saat di aula.

Bukan berarti ia tidak akan mengucapkan terima kasih jika tahu hadiah itu dari tuan Enrico. Hanya saja, jika sejak awal Vivi tahu, ia tidak akan mengatakan kalau ia sangat menyukai sepatu itu dengan sangat bersemangat dan menggebu-gebu. Ia hanya akan berterima kasih sekali dan mengatakan suka pada hadiahnya dengan nada sopan.

Vivianne mulai merasa terganggu, ia tidak dapat mengendalikan debar aneh di dadanya ketika mendapati sinar mata tuan Enrico tengah memandangnya, ia belum pernah ditatap sedalam itu oleh seorang pria. Vivi juga tidak berani mengartikan sinar mata berkilau yang kerap tertangkap tengah menatapnya itu.

Sejak tahu kalau tuan Enrico adalah lajang, Vivianne berusaha menjaga tingkah lakunya, menjaga ucapan dan nada suaranya. Karena dari cerita Lori, Vivi mengetahui kalau tuan Enrico adalah magnet bagi kaum wanita. Pria itu tidak kekurangan wanita meski statusnya bujangan. Lori mengibaratkan tuan Enrico adalah kumbang yang hinggap dimanapun bunga cantik yang menarik perhatiannya.

Vivi tidak mau menjadi salah satu bunga itu. Namun ia gadis normal ... pria itu tidak dipungkiri sangat tampan dan punya daya tarik yang amat kuat. Vivi merasa mulai kesulitan bersikap biasa seolah tidak tertarik sedikit pun pada pesona pria itu.

Mobil mereka akhirnya tiba di halaman mansion. Mobil yang dikendarai Pedro sudah terparkir di sana, namun tidak ada satu orang pun yang kelihatan. Mereka semua sepertinya sudah masuk ke dalam mansion.

Enrico turun dan memutar cepat untuk membukakan pintu bagi Vivianne. Karena masih memikirkan bagaimana caranya berterima kasih pada atasan sepupunya itu, Vivianne terlambat membuka pintu sendiri.

"Ayo turun," ucap Enrico sambil mengulurkan tangan untuk membantu Vivianne turun.

Mengabaikan tangan yang terulur itu akan terlihat sangat tidak sopan , pikir Vivi. Jadi ia menyambut tangan itu dan segera turun dari mobil.

Setelah menapakkan kaki dan berdiri sempurna, Vivi dengan cepat melepaskan pegangan tangan mereka.

Sedikit sentuhan dari pria ini ... dan jantungku jadi berdebar-debat lagi. Memalukan sekali ....

"Terima kasih, Tuan. Ehm ... dan juga ... terima kasih untuk sepatunya. Maaf, saya tidak berterima kasih dari awal. Saya tidak tahu kalau hadiahnya dari Anda."

Enrico menyipit, menunduk menatap ke wajah Vivianne yang tertunduk.

"Apa setelah tahu kalau hadiahnya dariku, kau jadi tidak menyukai hadiahnya?" tanya Enrico dengan nada tegas.

Vivianne langsung mengangkat wajahnya, menatap Enrico yang juga memandangnya dengan tatapan tajam.

"Tentu saja tidak, Tuan. Saya ... saya tetap suka hadiahnya," ucap Vivianne dengan jujur.

Enrico mengembuskan napas lega. Ia tersenyum dan memandang Vivi dengan mata berkilau.

"Mulai saat ini, aku akan memberimu hadiah, apapun yang ingin aku beli dan ingin aku beri padamu. Jadi biasakan dirimu, Vivianne."

"Apa ... tap--tapi itu tidak perlu, Tuan. Saya tidak membutuhkan apa-apa lagi," tolak Vivi dengan halus.

Aku mohon berhentilah menatapku dengan mata seperti itu Tuan Enrico, keluh Vivi dalam hati.

"Itu terserah padaku, aku menginginkannya ... kau bisa membuangnya ke tempat sampah kalau kau tidak suka atau tidak mau." Senyum lebar melembutkan wajah Enrico, Vivianne yang menatapnya jadi salah tingkah. Gadis itu akhirnya memutuskan melarikan diri dengan mengucapkan selamat malam.

"Saya pamit masuk duluan, Tuan. Selamat malam," ujarnya sambil berbalik dan melangkah cepat tanpa menunggu Enrico membalas ucapan selamat malam darinya.

Enrico memandangi Vivianne sampai menghilang di dalam mansion. Ia lalu teringat Frederic dan langsung menyeringai sambil bergumam, "Kau akan segera jadi sepupu iparku, Frederic. Kuharap urusanmu cepat selesai dan kau segera kembali kemari."

**********

Pagi menjelang dan Vivianne sudah sibuk membantu Olivia di rumah kaca. Neneknya pun sudah berkeliaran di sana bersama Olivia. Mereka bertiga langsung menghilang ke rumah kaca setelah selesai sarapan pagi.

"Aku butuh pupuk dan juga tambahan pot," ucap Olivia, "tapi ahhhh ... aku terlalu lelah untuk pergi membelinya."

"Bagaimana kalau aku saja yang pergi, Bibi," tawar Vivianne. Ia juga ingin bertemu dengan Sarah lagi. Saat di Kedai Alona, ia sudah berkenalan dengan wanita yang amat menyenangkan itu. Ia ingin melihat sendiri isi toko Sarah di Desa Costra Land.

"Benarkah? Kau mau membantu, Vivi ... oh, baiklah, Sayang. Aku akan mencatat apa saja yang kubutuhkan. Kau bersiaplah ... ganti sepatumu, juga kaosmu, Sayang, itu sudah terkena cipratan air. Seseorang nanti akan mengantarmu ke toko."

Vivianne menganggukkan kepalanya, lalu ia pergi untuk mengganti kaos dan juga sepatunya. Tiba di kamar, Vivianne membuka lemari dan memilih kaos berbahan lembut berwarna putih, ia merasa celana pendeknya tampak layak dan bagus untuk dibawa bepergian. Setelah mengganti bajunya, ia membuka satu lagi kotak sepatu yang diberikan oleh tuan Enrico. Sepatu kets yang pastinya akan cocok dipakai untuk perjalanan seperti ini. Akan memudahkan ia bergerak sambil mengangkat semua persediaan yang dibutuhkan Olivia nantinya.

Vivi mengenakan sepatunya, bersyukur tuan Enrico sudah pergi bekerja, jadi tidak akan melihat ia mengenakan hadiah dari pria itu. Vivi tidak ingin tuan Enrico melihat ia mengenakan hadiah pemberiannya yang entah bagaimana sangat pas di kakinya itu.

Setelah menyisir rambut dan mengoleskan pelembab di bibir, Vivi keluar dan kembali menuju rumah kaca untuk menemui Olivia.

"Ah, kau sudah siap, Sayang. Ini ... catatan semua yang aku butuhkan," ucap Olivia sambil menyerahkan secarik kertas dengan daftar yang terlihat panjang.

"Maafkan aku, tapi mumpung kau pergi keluar, aku titip beberapa barang lain juga ya, tidak apa-apa bukan?" tanya Olivia.

"Tentu saja, Bibi. Kalau begitu, aku berangkat sekarang." Vivi tersenyum sambil menganggukkan kepala pada Olivia, lalu menghampiri neneknya dan mencium pipi wanita tua itu.

"Mobilnya sudah menunggu di halaman, Vivianne. Tidak usah terburu-buru. Barang-barangnya tidak dibutuhkan dengan segera. Jadi berbelanjalah dengan santai nanti ya," ucap Olivia sambil mengedipkan mata.

"Baiklah, Bibi. Aku pergi, dahhhh." Vivi melambaikan tangan pada dua wanita tersebut sambil melangkahkan kaki meninggalkan rumah kaca. Ia segera memasukkan daftar dari Olivia ke dalam kantong celana, bibirnya bersenandung kecil sembari memikirkan ke toko mana saja ia dan Pedro akan pergi berbelanja di Desa Costra Land nanti. Karena di daftar Olivia, ia membaca topi jerami dan kacamata gelap yang berarti ia harus ke toko aksesoris, lalu ada keju, coklat, sukade, sprinkle warna-warni, yang berarti ia harus ke toko bahan kue. Belum beberapa pot dan juga bibit bunga yang harus ia beli di toko Sarah.

Vivi terus melangkah dengan sangat bersemangat. Ia merasa senang membantu Olivia, terhitung ia juga akan menikmati jalan-jalan bersama Pedro.

**********

From Author,

Vivianne Sayang, ... apa iya Pedro yang akan mengantarkan dirimu😂😂😂

Ikuti lanjutannya ya. Tekan juga tombol like , ketik komentar dan rate bintang lima, juga favoritenya. Yang punya poin, ditunggu vote untuk Costra ya sayang😁😁😁

Terima kasih, Luv you ....

Salam hangat, DIANAZ.

1
MoonChild7
entah kebarapa kali baca Mr.Costra dan selalu jatuh cinta sm playboy yg satu ini 😍😍😍
Tikus Tikus
engga bosen bacanya...sudah berulang kali bacanya ...
MPit Mpit MPit
aku mau seneng novel kaya ginih sat set sat set gak belibed..tp maniiiiis ih dr awal
MPit Mpit MPit
manissss ih
MPit Mpit MPit
kok maniiiis amat yah bab inih 😄
destiana
Luar biasa
Puspa Ayundari
hhhhhhh gue suka gaya loe ,tuan rico...
Ran Aulia
Luar biasa, te o pe banged kak , berasa nonton film romance ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih ya kak Diana 😍😍😍😍
Kios Flio
omo omo...😅🤣🤣🤣🤣 ngakak thorr....
Qiao Jingjing
Dari banyaknya novel, menurutku novel ini sangat pantas diberi rating bintang ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Tata bahasa baku,rapi,lain dari pada yang lain.
YuWie
agak2 bingung dengan nama2nya
Besse Sulfiani
Kapan ada karya barunya kk. aku udh bolak balik bacanya. udh gk terhitung. jatuh cinta dengan semua ceritanya yang berlatar LN. semoga sehat, semangat dan dimudahkan rejekinya 🤲
posutara ramli ramli
Luar biasa
Fatmawatiiska Fatmawatiiska
kk dianaz,kenapa karya ngak ada lagi,ada dilapak lainnya,ini udah kesekian kalinya aku baca yg ini kk,kayak nya udah lama aku ninggalin lapak ini,pertama buka maka nama dianaz di klik, berharap ada karya yang baru,tapi Taka ada😚😚😚
Yuli Yuliana
Kecewa
Ummu Shezan
Luar biasa
guest1053764442
udah baca yg k 2 kali 🤗🤗
🥑⃟вуυηgαяι
ah rsany blm pen brhenti baca 😩😩 ada kh sekuelny😅🙈
🥑⃟вуυηgαяι
ah manizzzz kek gula2
🥑⃟вуυηgαяι
asli bkin ngekek 😅😅🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!