NovelToon NovelToon
PURITY OF LOVE 2

PURITY OF LOVE 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: nanayu

IG : nanayu_95

Syarat msuk Grup "Tuliskan satu nama pemeran antagonis novel Author"

Sinopsis :

"Hanya karena persahabatan, bagaimana kau mau menikahi laki-laki itu? " Mama Zola tak percaya keputusan putrinya saat ini.

Ella Levina Victorya Winjaya, gadis cantik periang dan keras kepala bersedia menerima keinginan sahabatnya Deca Felista menggantikannya dijodohkan oleh seorang laki-laki yang tidak memiliki keluarga.

Pernikahan atas dasar rasa kasihnya pada sahabatnya itu, membuat dirinya terjebak oleh lingkaran hubungan rumit dengan laki-laki yang tak pernah dia cintai.

Akankah Ella menerima laki-laki yang sudah digariskan menjadi suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Teman

"Ella, Dylan, cepat turun!! " Teriakan Rey di pagi hari itu terdengar begitu keras memanggil anak dan menantunya itu.

Ella dan Dylan yang masih tertidur berusaha membuka mata mendengar suara Rey. Dylan semalam memutuskan tidur di sofa karena keinginannya sendiri. Bagaimanapun juga pernikahannya dengan Ella tidak didasari oleh Cinta. Karena itu Dylan berusaha menjaga jarak dengan Ella.

Sedangkan Ella juga tidak keberatan dengan keinginan Dylan. Tapi dia juga merasa kasihan saat Dylan tidur di Sofa. Ella merasa bersalah.

Dylan berdiri dan merenggangkan otot-ototnya karena tidurnya tidak begitu nyaman. Ella yang juga sudah bangun hanya melirik Dylan.

Dylan berjalan ke kamar mandi dan menutup pintu. Ella mendudukkan tubuhnya di tempat tidur dan melihat ponselnya di atas nakas.

Saat tidak ada pesan apapun Ella beranjak turun dari tempat tidur dan membuka tirai kamar. Silau Mentari pagi dan kicauan burung menyambut dirinya kala itu. Ella tersenyum dan mencium bau dedaunan yang terlapisi embun pagi. Begitu menenangkan bagi Ella.

Ella ingin keluar, tapi tiba-tiba dari arah kamar mandi Dylan memanggilnya. Membuat Ella menoleh padanya.

"Bisakah kau ambilkan handuk di lemari. Aku lupa membawanya" pinta Dylan sambil menjulurkan kepalanya keluar dan memperlihatkan dada atasnya.

Ella yang baru melihat Dylan telanjang dada sontak menundukkan kepala merasa malu. Dulu dia sudah terbiasa melihat hal semacam itu dirumahnya, apalagi kalau bukan kelakuan Papanya dan Hazel. Tapi saat melihat Dylan seperti itu Ella merasa gugup. Entah karena apa, dia tidak tahu. Apa mungkin Ella merasa Dylan masih orang asing.

Tanpa menjawab perkataan Dylan, Ella berjalan ke arah lemari dan mengambilkan sebuah handuk. Lalu dia berjalan ke arah kamar mandi dengan masih menundukkan wajahnya.

"Ini" seru Ella menyodorkan handuk itu tepat di wajah Dylan dengan sedikit kasar. Bukan menyodorkan tepatnya melempar.

"Kau mau membunuhku dengan handuk ini?" celetuk Dylan sedikit kesal.

"Apa maksudmu? Aku sudah mengambilkannya kan" bantah Ella tanpa melihat Dylan.

"Melemparkannya tepat diwajahku, sama saja membuatku sulit bernafas." ujar Dylan.

"Oh, Maaf. Aku tidak sengaja." jawab Ella dengan polosnya. Tapi tetap tidak berani melihat Dylan. Hingga membuat Dylan bingung dengan sikap istrinya itu.

Dylan kembali menutup pintu dan membiarkan Ella memantung di depan kamar mandi.

Ella kembali melanjutkan niatnya keluar kamar untuk menemui Papa dan Mamanya dibawah.

"Papa, Mama!!" seru Ella dari arah tangga.

"Sayang, kau sudah bangun rupanya" saut Zola yang duduk di sofa tamu bersama Rey.

"Anak perempuan harus bangun lebih awal lagi Ella. Siapkan semua keperluan suamimu." nasehat Rey.

"Iya Pa, Apa Mama dan Papa jadi pergi?" tanya Ella

"Jadi sayang. Kami akan pergi 10 menit lagi. Dimana Dylan?" tanya Zola.

Hari itu Rey akan melakukan perjalanan bisnis keluar kota selama 2 hari dan berniat mengajak istrinya untuk ikut. Ella awalnya tidak senang ditinggal dirumah. Tapi karena dia sudah menikah dan masih ada Dylan dirumah jadi dia mengijinkan.

"Dia masih mandi Ma, sebentar lagi mungkin turun." jawab Ella.

"Pengantin baru sudah biasa bangun siang diawal pernikahan. Iya kan istriku" tutur Rey melirik pada istrinya.

"Tidak. Dulu aku bangun pagi. Kau saja yang tidur kayak kebo." bantah Zola kesal.

"Itu karena aku harus tidur di sofa, itu juga karena dirimu. Jika saat itu kau mau tidur seranjang denganku pasti Ella sudah hadir lebih awal." kilah Rey sambil menahan senyum.

"Tutup mulutmu! Bikin kesal saja! " ucap Zola melototkan matanya.

"Tidur di Sofa? Kenapa Papa melakukan itu?" tanya Ella dengan polos.

"Itu karena Mamamu sok jual mahal dengan Papa. Makanya Papa terpaksa tidur disofa." jawab Rey santai.

"Sekali lagi bicara kumasukin kau ke koper!! " seru Zola sudah emosi. Rey langsung diam dan tak berani menjawab lagi.

Ella terkekeh geli melihat Orangtuanya berdebat dengan hal tak jelas. Tapi dirinya merasa mengalami hal yang sama seperti mereka. Pernikahannya tidak didasari rasa Cinta. Ella bingung dengan hubungannya sekarang. Apa dia mampu melupakan Adam dan mencintai Dylan, suaminya? Entahlah.

Mendengar keributan di bawah, Dylan mendekat untuk mengetahui apa yang terjadi. Dylan terheran saat melihat Papa mertuanya sedang dimarahi disana. Dia berjalan menghampiri mereka.

"Pa, Ma. Selamat pagi" sapa Dylan.

Ella menoleh pada Dylan yang sudah disampingnya. Mata Ella terpesona melihat ketampanan Dylan hanya dengan memakai baju santai. Rambutnya masih basah setelah keramas tentunya. Entah kenapa mata Ella sulit berkedip melihat suaminya itu.

"Pagi juga Dylan. Mama sama Papa mau berangkat dulu. Kami titip Ella dan Hazel ya. Katakan pada kami jika mereka menyulitkanmu. Mama akan hukum mereka.". ucap Zola.

"Mama apaan sih, memangnya Ella masih kecil apa" gerutu Ella cemberut.

"Kalau sudah besar untuk apa Kami menyuruh Dylan menjagamu." timpal Rey sambil memeluk Ella.

"Kalian menyebalkan." Ella membalas pelukan Rey sama eratnya.

Setelah puas bercanda, Zola dan Rey berpamitan pada mereka. Ella melambaikan tangannya dengan semangat sampai mobil kedua orangtuanya sudah tak terlihat.

"Ayo kita masuk" ajak Dylan.

"Iya, kau masuk dulu. Aku mau mencari paman Felix sebentar." ucap Ella.

"Baiklah, aku ke dalam dulu" balas Dylan langsung berjalan masuk ke rumah.

Ella segera berjalan ke halaman depan untuk mencari Paman Felix. Tukang kebun di rumahnya itu. Ella mau meminta Paman Felix untuk membelikan pot bunga untuk tanaman barunya.

Saat sedang berjalan santai, tiba-tiba dari arah gerbang rumah, masuk sebuah mobil minicooper berwarna kuning masuk ke halaman rumahnya.

"Mereka" gumam Ella tahu siapa pemilik mobil itu.

Nabila dan Teri keluar dari mobil dan tersenyum melihat Ella didepan mereka. Dengan bersemangat mereka berlari ke arah Ella dan memeluknya. Kedatangan mereka membuat Ella terkejut.

"Astaga kalian mau apa datang kemari. Bikin kaget saja" seru Ella mencoba menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh saat Nabila dan Teri memeluknya.

"Ini namanya Surprise. Kami sangat merindukanmu El. Sudah beberapa hari ini kau tidak masuk ke kampus. Kami tidak tahu alasanmu. Tapi aku yakin pasti kau ada dirumah. Jadi kami memutuskan untuk kemari" seru Nabila dengan heboh.

"Nabila benar. Tidak ada kau sehari kelas begitu sepi." saut Teri.

"Kalian bisa saja. Maaf, karena ada acara keluarga, aku harus absen kuliah." jelas Ella.

"El, kau tidak mau mengajak kami masuk?" tanya Nabila, Ella melihat dengan jelas kaki Nabila yang mulai pegal berdiri disana. Ella tertawa kecil dan menarik tangan mereka.

"Maaf jadi keasyikan ngobrol sampai lupa mengajak kalian masuk" tutur Ella.

"Ayo, masuk!! " Ella tersenyum dan terus menarik tangan mereka masuk ke dalam rumah.

Ella menyuruh Nabila dan Teri duduk. Ella memanggil Bi Dori pelayan baru dirumahnya untuk membuatkan minum dan makanan kecil untuk teman-temannya.

Cukup lama mereka bertiga mengobrol. Ella tak henti-hentinya memegangi perutnya melihat tingkah kocak Nabila.

Dikamar, Dylan sibuk mengotak-atik laptop miliknya. Banyak sekali ide bersarang diotaknya untuk mencari peluang bisnis bagi perusahaan pamannya. Dylan tidak membuang waktu dan segera merancang ide itu menjadi lebih efisien dan tentunya dapat menaikkan omset keuntungan.

Di sebelahnya, ponsel milik Dylan berdering dan terpaksa menghentikan aktivitasnya. Dia melihat temannya James menelfon. Dylan segera mengangkatnya.

"Ada apa? " suara Dylan terdengar malas.

"Suaramu kenapa? Apa Bibi Jane mengurungmu dikamar tanpa makan?" ledek James.

"Diamlah. Ada apa menelfonku" ucap Dylan kesal.

"Aku baru sampai di Indonesia. Sekarang masih dibandara. Bisakah kau menjemputku. Ada hal yang ingin kuberitahu" jelas James.

"Aku tidak bisa. Kau pulang naik taksi saja." tolak Dylan.

"Astaga, kau teman macam apa. Ayolah aku mau mengobrol sebentar denganmu. Pokoknya aku tunggu disini" seru James kekeh.

"Terserah." jawab Dylan acuh.

Dylan ingin mematikan ponselnya, tiba-tiba James berteriak. "Ini tentang Daddymu!! Aku ingin memberitahumu tentangnya!! "

Dylan terdiam, James yang merasa diacuhkan segera berbicara lagi. Tentunya dengan suara lebih keras. "Aku tunggu disini!! Kau dengar itu Dylan!!"

Setelah merasa sia-sia berbicara, James mematikan sambungan. Dylan meletakkan ponselnya dan terlihat melamun.

Tiba-tiba bunyi ponselnya berdenting menandakan pesan masuk. Dylan membacanya.

Cepat susul aku, atau aku akan menolak memberitahumu~ James

Dylan berdecak kesal. Dia berdiri dan terpaksa harus menjemput James. Bukan karena informasi yang dibawa temannya itu. Dylan merasa malas untuk mengetahuinya, tapi karena sedari tadi bunyi ponselnya terus terdengar akibat pesan singkat James berulang kali.

Dylan mengambil jaket kulit berwarna hitam di lemari dan membalutnya ke tubuh kekar Dylan dan berjalan keluar kamar.

Dylan yang mendengar suara bising beberapa orang, segera mencari tahu arah dari suara itu. Saat di diatas tangga, dia melihat Ella tertawa begitu senang bersama dua wanita lainnya. Dylan melanjutkan langkahnya untuk menghampiri mereka.

Teri melihat Dylan yang menuju tempat mereka segera menghentikan tawanya dan merasa penasaran bagaimana laki-laki itu bisa ada di rumah Ella.

"Ella" panggil Dylan.

Ella menoleh dan melihat ke arah Dylan. "Iya, ada apa?"

"Aku mau keluar sebentar. Kau tidak apa-apa kan kutinggal?" ucap Dylan yang matanya hanya fokus pada Ella dan tidak memperdulikan kedua teman Ella disana.

"Mau kemana? " tanya Ella.

"Menjemput temanku di bandara. Aku hanya sebentar" jawab Dylan.

"Ya sudah, pergilah" balas Ella.

Dylan sejenak melirik Nabila dan Teri yang masih tertegun melihatnya, lalu Dylan segera pergi meninggalkan mereka.

Bsb....

.

.

.

.

.

Nana kan bilang klo dukungan dkit nana jd mls up sma gk ad inspirasi... jd ya telat up..😔

Smua komen kalian sdh nAna baca,, Smkin byk saran,, smkin Nana bs nmbahin ide ke crita....♥

Smngat utk kalian...💪 jgn kyk Nana yaa.. 😅😅

1
Penta Ning Thiyas
karya yg bagus
Siti Aminah
kasian ella...sifatny yg baik hati dan polos d manfaatkan sm deca yg punya sifat iri dn dengki...ular kepala manusia
Febri Ana
ular kadut tuh si Deca
Febri Ana
parah sahabat penghianat
Febri Ana
lanjuutt mantaappp
Hasnah Se
kayaknya suka bacanya
Theresia Evana Gusani
seru
Elisnawati Madua
waw, ternyata masalah nya cukup kompleks 🙂
Tini Mimi RaniNradit
musuh dalam selimut si deca
Tini Mimi RaniNradit
sudah sy duga,,,ternyata pagar makan tanaman
Nayra Syafira Ahzahra
Dilraba Dilmurat😊😊 artis Tiongkok, keturunan Uighur 😊😊 dinobatkan sebagai wanita Tercantik se Asia tahun 2017👍👍👍
Nayra Syafira Ahzahra
cium aja🤭🤭🤭 daripada nyerocos muluuu🤣🤣🤣
Nayra Syafira Ahzahra
betulkan....pasti Adam😠😠😠
Nayra Syafira Ahzahra
Deka kayaknya suka Ama Adam, pacarnya Ella
Nayra Syafira Ahzahra
anak lelaki yang di tolong oleh Ella waktu Kecil thor 😊😊 jodohnya Ella🙏🙏
Nayra Syafira Ahzahra
aQ suka visualnya Ella thor 😊😊
n
jijik banget liat kelakuan deca
Juwita Rara
aku jatuh hati dgn novel mu thor🤣🤣🤣🤣🤣
Mr Lie
otw
Elsi Anolova
hazel......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!