Hidup sungguh tak pernah berpihak kepadanya,
Sejak kecil nyawanya sudah terancam, dia harus menjadi saksi kecelakaan yang merenggut nyawa ibunya.
Menjadi yang tertuduh dan dianggap paling bertanggung jawab atas kematian satu satunya orang yang paling menyayanginya setelah sang ibu yakni sang tuan besar yang sebenarnya adalah juga kakeknya hingga akhirnya ia di buang dan ia terpaksa harus bertahan hidup di jalanan menjadi seorang kurir narkoba sejak usia belia demi hanya untuk bisa bertahan hidup.
Gabriella Calista,
mampukan ia menyelamatkan nyawanya ketika meski setelah 15 tahun berlalu, nyawanya masih di inginkan.....
dan apakah ia akan mau menerima cinta yang di tawarkan padanya oleh seseorang yang ternyata dia adalah pewaris sah darah seseorang yang telah membuatnya hidupnya hancur dan sengsara....
ikuti karya baru aku.....
" BIEL..... "
SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA SUKA, LOVE YOU😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 lagi
Biel melangkah tegas meninggalkan tempat itu,
Namun sebuah suara menghentikan langkahnya.
" berhenti .....diam di tempatmu " suara itupun terdengar tegas dan sukses membuat Biel berhenti.
Gadis itu berdiri tegak di posisinya tanpa berniat untuk berbalik dan melihat siapa yang telah menghentikannya itu.
Langkah tapak kaki terdengar mendekat kepadanya.
Seorang pria berbadan tegap segera berdiri di hadapannya.
Seseorang itu menatap Biel dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Penampilan yang aneh,
Untuk datang ke sebuah diskotik seperti ini, sungguh penampilan Biel terlihat begitu aneh.
Celana jeans hitam lengkap dengan jaket warna senada juga helm yang masih melekat di kepalanya.
Dan sepatu.....
sungguh tidak selayaknya orang yang pergi sebuah diskotek.
" bisa kau lepas Helmu ?! Aku petugas...." ucap orang itu sembari menunjukkan tanda pengenalnya ke hadapan Biel.
Biel pun menurut,
Tanpa mendebat apalagi menolak, ia melepaskan helmnya.
Rambutnya yang panjang dan tadi ia ikat kini tergerai begitu saja karena ikatannya yang terlepas.
Sontak Aris yang ternyata adalah petugas itu terkejut bukan main melihat Biel.
Wajah cantik dan putih namun pucat segera tersaji di hadapannya.
Ia merasa tak asing dengan wajah itu, tapi.....
Ia lupa di mana pernah melihat gadis itu.
Aris gelagapan....
" e...eee....kau perempuan ?!! " cicitnya tanpa sadar
" ya..... Aku perempuan ?! Ada masalah ?! " jawab Biel dengan nada tenang dan wajah yang nampak datar juga tatapan mata yang begitu tajam.
Sungguh Aris merasa terintimidasi saat ini.
" ekhem....." Aris berdehem demi menetralisir kondisi jantungnya yang tiba tiba terasa tidak baik baik saja setelah ia tahu jika sosok di hadapannya itu seorang perempuan.
Apalagi tatapan gadis di hadapannya itu yang begitu tajam dan seolah mampu menembus jantungnya.
Sungguh tatapan yang tak biasa di miliki oleh seorang gadis.
" kau datang ke tempat ini dengan pakaian seperti ini ?! " cicitnya kemudian tanpa sadar.
Biel maju satu langkah ke arah Aris dengan kening yang berkerut.
" kenapa dengan pakaianku ?! Apa ada masalah ?! " jawabnya dingin
" e..tidak...tapi...ini adalah club, dan kau datang dengan pakaian seperti ini....?! " Aris kian tergagap.
" apa ada larangan memakai pakaian seperti ini saat kita datang ke tempat seperti ini ?! " jawab Biel ketus dengan tatapan yang kian tajam kepada Aris.
" kalau iya sorry.....
Aku tidak tahu " lanjutnya lagi.
" lagi pula asal kau tahu.....aku datang ke tempat ini bukan untuk berkunjung,
tapi aku hanya kurir paket...
seseorang memesan makanan dan aku mengantar makanan itu "
sambung Biel lagi dengan mata melotot dan sukses membungkam Aris.
Aris menelan ludahnya dengan sulit ketika Biel berkata demikian.
" apa kau ingin aku juga melepas jaketku ?! " tanya Biel
" hah ?!! " Aris kaget, apalagi tangan Biel yang sudah bersiap menurunkan resleting jaketnya.
Gadis di hadapannya itu hanya akan menurunkan resleting jaket dan pasti di balik jaket itu masih ada pakaian lain kan ?!
Tapi otak kotor Aris justru sudah kemana mana hingga ia kehilangan fokusnya.
" untuk apa ?! " cicit Aris kemudian kian bingung.
" untuk apa kau bilang.....?!
bukankah kau ini seorang petugas ?! Apa kau tidak ingin memeriksaku ?!
mungkin saja aku menyimpan sesuatu di tubuhku ini " tantang Biel
Aris kian tergagap,
" tidak... tidak usah,
silahkan pergi saja " jawaban Aris kemudian
Biel tersenyum tipis dan kembali menarik resleting jaketnya yang sedikit kebawah.
" kau yakin menyuruhku pergi ??! Kau sungguh tidak ingin memeriksaku lebih dulu...!!! " Ucap Biel
" ya aku yakin, pergilah " jawab Aris
" ok...
thanks..." jawab Biel dengan tersenyum kecil kepada Aris kemudian melangkah lebar meninggalkan tempat itu.
" tunggu !! " panggil Aris tiba tiba
" apalagi ?! kau jangan mempersulitku, aku masih punya kesibukan lain " jawab Biel ketus sambil menoleh kepada Aris.
" tidak,
aku hanya ingin...apa kau punya nomor yang bisa aku hubungi ?!
mungkin kita bisa berteman " jawab Aris.
Mendengar jawaban Aris, Biel langsung memutar tubuhnya tanpa menjawab.
Tapi ia hanya mengangkat satu tangannya ke atas dan melambaikannya.
Aris hanya bisa diam melihat hal itu,
Biel melangkah sedikit cepat ke arah parkiran yang ada di belakang gedung.
Tiba tiba ia merasa perih dan nyeri di bagian pinggang belakangnya.
Ia berhenti sebentar dan menekan bagian yang sakit itu.
Biel meringis menahan sakit,
Sepertinya luka goresan dari pisau begal tadi cukup dalam melukainya.
Biel menarik nafas panjang demi menetralisir rasa sakit yang ia rasakan.
matanya terpejam sejenak,
Butuh waktu sedikit lama untuknya meredakan rasa sakit itu.
Dan ketika matanya terbuka, ia justru merasa kepalanya seperti berputar.
Biel mengusap wajahnya kasar sebelum ia akhirnya memakai helmnya lagi.
Dengan langkah sedikit gontai dan terhuyung ia melanjutkan langkahnya.
Baru beberapa langkah ia melangkah ia kembali merasakan nyeri dan kepalanya yang terasa berputar.
" ada apa denganku ini ?! Kenapa kepalaku terasa berputar seperti ini ?!! " cicitnya pelan pada dirinya sendiri.
Lagi Biel memilih berhenti sejenak,
Tak lama ia kembali melanjutkan langkahnya, dan lagi....
Dengan terhuyung ia melangkah ke arah motor di sana.
" aku harus cepat pulang " desisnya lagi.
Setelah perjuangan yang cukup lama, Akhirnya Biel sampai pada motornya. Ia segera naik ke atas motornya dan memasukkan kunci motornya.
Mesin motor ia nyalakan dan ia siap untuk melaju.
Tapi tiba tiba tubuhnya terasa kian ringan dan kepalanya berputar cepat.
Biel memegangi kepalanya yang tiba tiba terasa berdenyut.
Brugh....
Gadis itu kehilangan kesadaran,
Motornya jatuh dan roboh kesamping berikut dengan tubuhnya.
" heii.....ada apa denganmu ?! " seseorang yang baru saja keluar dari pintu yang tadi juga di lewati Biel terkejut melihat motor Biel yang roboh begitu saja.
Ia segera berlari menghampir Biel dan menarik tubuhnya dari motor itu.
Mata seseorang itu terbelalak ketika ia merasakan sesuatu saat ia memeluk tubuh Biel.
Kenyal dan.....
Sejenak ia menatap wajah yang masih tertutup helm itu,
Dengan perlahan dan hati hati ia melepas helm yang di kenakan Biel.
Netra seseorang itu kian terbelalak ketika Helm itu terlepas dari kepala Biel.
" kau....!!! " pekiknya kaget melihat siapa wajah di balik helm itu.