NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Penjahat

Menikah Dengan Penjahat

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / CEO / Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Chicklit / Tamat
Popularitas:259.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ellani

Saat bangun di pagi hari rena menemukan dirinya memasuki cerita novel yang dia baca tadi malam dan menjadi adik tiri yang akan mati di pertengahan bab karena kebenciannya terhadap pahlawan wanita.

Rena didalam novel sangat menyukai pemeran utama pria yang merupakan tunangannya sebelum pemeran utama wanita di bawa kembali ke rumah. Setelah kembalinya pahlawan wanita ke rumah semuanya berubah, semua yang dia miliki bukan lagi miliknya bahkan orang tua dan kakak laki-lakinya. Sehingga dia memaksakan diri untuk menikahi saudara laki-laki pemeran utama pria untuk mengganggu kehidupan pernikahan pemeran utama wanita. karena sifatnya ini rena didalam novel mati di tangan suaminya sendiri.

“dari pada mengganggu pemeran utama pria. Lebih baik fokus pada kehidupan pernikahanku. Aku harus bertemu suamiku dulu”

“apa yang kamu lakukan didepan kamarku?” teriak seorang pria

Akankah rena berhasil menghindari kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Karangan Bunga

Di Restoran

“Alex kamu ingin memesan apa?” tanya Fany dengan semangat.

“Hanya minuman saja,” ucap Alex acuh tak acuh.

Beberapa menit yang lalu sebelum kejadian.

“Anda mau pergi kemana tuan?” tanya Albert.

“Aku ingin menjemput istriku,” jawab Alex sambil tersenyum kecil.

Sebelum Alex menjemput Rena, Alex berhenti ditoko bunga terlebih dahulu. Alex pernah baca kalau hadiah terbaik adalah buatan tangan, jadi Alex ingin membuat karangan bunga buatannya sendiri. Alex melihat banyak bunga dan bingung harus bagaimana.

“Nak … apa kamu ingin membuat karangan bunga?”tanya pemilik toko bunga dengan senyuman.

Alex hanya menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.

Pemilik toko mengambil salah satu bunga dan bertanya kepada Alex. “Apa kamu pernah membuat karangan bunga sebelumnya?” tanya pemilik toko.

“Belum pernah … ini pertama kalinya,” ucap Alex dengan tegas.

“Hahaha … imut sekali … baiklah aku akan mengajarimu.”

“Gadis seperti apa yang ingin kamu berian bunga?” tanya pemilik toko lagi.

Alex memikirkan Rena. “Dia wanita yang ceria dan sangat cantik dari semua wanita. Dia sangat suka tersenyum dan tertawa. Dia juga mudah sekali marah,” jawab Alex tersenyum kecil.

“Baiklah kamu sepertinya sangat menyukai gadis ini.”

Pemilik tokopun mengajari Alex dan menyuruh Alex untuk memilih bunga yang menggambarkan gadis itu. Setelah beberapa jam akhirnya Alex menyelesaikan karangan bunga tersebut. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan Alex.

“Menurutku ini tidak buruk. Wanita itu harus melihat hasil dari kerja kerasmu,” ucap pemilik toko bunga.

Alex melihat kesamping dan melihat rangkaian bunga yang sangat indah.

“Aku akan membeli ini juga,” ucap Alex.

Pemilik toko menghela nafas dan tersenyum kecil. “Kamu sangat tidak percaya diri dengan buatanmu ya? Bagaimanapun juga aku harap kamu memberikan hasil karyamu,” ucap pemilik toko bunga.

Alex hanya diam melihat bunga yang dipegangnya dan pergi memasuki mobil setelah mengucapkan terimakasih kepada pemilik toko bunga.

Setibanya dilokasi, Alex menunggu Rena di mobil dan setelah menunggu beberapa menit Rena tak kunjung keluar. Alex tidak sabar dan keluar dari mobil dengan membawa bunga dan berjalan masuk kedalam mencari Rena. Saat berjalan, tanpa diduga Alex bertemu dengan teman lama.

“Alex?!” teriak Fany.

“Ah … halo,” ucap Alex dengan enggan sambil mencari-cari dimana Rena berada.

Fany melihat pandangan Alex dengan heran dan melihat bunga yang ada ditangan Alex.

“Apakah ini bunga untukku?” tanya Fany ingin mengambil bunga yang ada ditangan Alex.

Alex menarik sedikit bunga tersebut mencegah Fany mengambil bunga darinya. Fany mengerutkan kening dan mengambil bunga tersebut.

“Hei … “ teriak Alex.

“Bunga ini sangat indah aku menyukainya,” ucap Fany.

Alex menarik nafas untuk mempertahankan kesabarannya. “Aku harus pergi,” ucap Alex ingin pergi.

“Tunggu ayo kita makan di restoran itu,” ucap Fany menarik paksa Alex.

Alex ingin menolak dengan kasar tetapi banyak orang yang melihat. Terpaksa Alex mengikuti Fany pergi ke restoran dan ini lah yanng terjadi saat ini.

“Alex mengapa kamu tidak pergi kebandara menjemputku?” tanya Fany sedih.

“Aku sibuk,” jawab Alex.

“Hei … apa kamu masih marah dengan kejadian beberapa tahun lalu?” tanya Fany.

Alex terdiam sesaat. “ Tidak itu sudah masa lalu dan aku tida memikirkannya lagi,” jawab Alex acuh tak acuh.

“Lalu mengapa sikapmu berubah?” tanya Fany.

“Semua orang pasti akan berubah,” jawab Alex singkat.

Fany sangat sedih mendengar jawaban Alex.

Alex masih melihat keluar jendela mencari Rena dan meraba-raba saku celananya. Ternyata Alex meninggalkan Hpnya di dalam mobil. Alex hendak pergi dari sini segera.

“Alex mau kemana? Kita bahkan sudah lama tidak bertemu,” ucap Fany sedih.

“Aku masih ada urusan,” jawab Alex terburu-buru dan pergi meninggalkan Fany.

Pada saat berjalan Alex mengingat sesuatu dan kembali ke meja dimana dia dan Fany duduk.

“Alex … “ panggil Fany.

Alex hanya diam dan mengambil bunga yang ada di atas meja lalu pergi meninggalkan Fany.

“Ha?” Fany melihat Alex dengan heran dan sangat kesal karena bunganya diambil lagi oleh Alex.

Alex berjalan kemobil dan melihat Hpnya ternyata Rena menelponnya dan mengirimi banyak sekali pesan.

“Alex … berani sekali kamu pergi dengan wanita lain?”

“Cinta pertama? Hah … lihat saja nanti kalau kamu sampai di rumah.”

Rena mengirimi pesan kemarahan kepada Alex. Alex yang melihat pesan teks tersebut sangat terkejut.

Dari mana Rena tahu? Aku bahkan hanya bertemu sebentar.

Saat Alex sedang kebingungan tiba-tiba telepon berdering.

“Bos apa yang anda lakukan?”

“Katanya anda ingin menemui istrimu?” teriak Albert.

Alex mengerutkan kening. “Ada apa?”

“Berita anda dan Fany telah tersebar dimana-mana,” jawab Albert.

Alex langsung melihat berita halaman pertama dan menggenggam Handphonenya dengan sangat erat.

“Hapus berita itu secepatnya,” ucap Alex dengan dingin.

“Baiklah,” ucap Albert.

Alex menutup telpon dan mencoba untuk menghubungi Rena.

“PIIIIIP Rena tidak bisa menerima telepon sekarang.” Rena merekam suaranya sendiri untuk nada ini.

“Sial,” teriak Alex kesal dan melajukan mobilnya pergi pulang kerumah.

Disisi lain Rena yang sedang bermain dirumah.

“Ah sedikit lagi susah sekali,” ucap Rena berkeringat.

“Nyonya apakah perlu bantuanku?” tanya Ronald.

“Sebaiknya kamu diam Ronald … aku sedang menurunkan tingkat kekesalanku,” ucap Rena dengan serius.

“Tapi nyonya … ini sudah sangat tinggi dan berbahaya,” ucap Ronald khawatir melihat Rena.

Saat ini Rena sedang menyusun kartu menjadi bentuk segitiga yang tinggi dengan bantuan Ronald memegangi kursi untuk Rena.

Setelah beberapa saat akhirnya Rena menyelesaikan bagian paling atas dari segitiga tersebut. “Akhirnya selesai,” ucap Rena sangat bangga sambil mengelap keringat yang ada di wajahnya.

“Tidak ada yang boleh mengganggunya sebelum aku mengambil foto,” ucap Rena serius.

“Baik nyonya,” jawab Ronald dengan sangat yakin.

Terdengar suara pintu terbuka.

“Rena,” teriak Alex terengah-engah.

Rena melihat kebelakang dan melihat Alex membawa dua bunga.

“Apa kamu masih ingat untuk pulang?” tanya Rena dengan acuh tak acuh.

“Maaf Rena itu tadi aku ingin menemuimu dan memberikan bunga kepadamu,” jelas Alex dengan cepat.

Rena hanya diam dan melihat hasil karyanya.

“Aku juga membawa kue kesukaanmu.” Alex mengambil kue yang ada pada pelayan.

Rena melirik kue tersebut dan tergoda. “Baiklah ceritakan semuanya kepadaku.”

“Jaga kartu ini untukku,” perintah Rena untuk Ronald.

“Baik nyonya,” jawab Ronald.

Alex dan Rena pergi keruangan sebelah, duduk di sofa sambil memakan kue yang dibawa oleh Alex. Rena mendengar semua penjelasan Alex dan tertawa mendengar semua cerita Alex.

“Hahahaha … jadi kamu mencariku dan bertemu dengan Fany yang mengira kamu datang untuk menemuinya?” tanya Rena sambil tertawa.

Alex hanya menganggukan kepalanya dengan sedih. Rena melihat bunga depangkuan Alex.

“Bunga itu bukankah sudah kamu berikan kepada Fany?” tanya Rena sambil mengusap air matanya akibat tertawa.

“Tidak … ini adalah bunga untukmu,” teriak Alex dengan tegas.

“Tapi yang diberit-“

“Aku mengambilnya lagi,” jawab Alex dengan suara kecil.

“Ha?” tanya Rena dengan tidak percaya.

“A-aku mengambilnya lagi. Ada apa? Ini awalnya memang bukan untuknya,” jawab Alex.

“Pffftttt … Hahahaha ….” Rena tertawa dengan sangat keras.

“Hah hah … Alex kamu ternyata sangat lucu,” ucap Rena sambil memegangi perutnya.

Saat Rena menundukkan kepalanya, tiba-tiba ada muka didepan wajahnya.

“I-ini bunga yang aku rangkai sendiri … aku membuatnya dengan sepenuh hati meskipun bentuknya tidak bagus tetapi aku harap kamu suka,” ucap Alex dengan wajah memerah.

Rena melihat bunga yang ada didepannya dan mengambil bunga tersebut. “Aku sangat menyukainya … ini sangat indah,”

“terimakasih Alex,” ucap Rena dengan senyuman bahagia.

Alex terpesona dengan senyuman Rena sehingga dia lupa ingin mengatakan apa lagi.

“Hei mengapa kamu termenung?” tanya Rena.

“Ayo kita rayakan keberhasilanku … ini makan kuenya,” ucap Rena sambil menyuapi Alex.

Alex memakan kue yang diberikan oleh Rena dan tertawa bersama.

“Tunggu … sepertinya aku melupakan sesuatu,” ucap Rena.

“Apa?” tanya Alex.

“Ntah lah.” Rena melanjutkan memakan kue yang ada dimeja.

Di ruangan yang berbeda.

“Ronald? Apa yang kamu lakukan berdiri disana?” tanya Sony sang koki.

“Aku sedang menjalankan tugas,” jawab Ronald dengan serius.

“Ha? Apa kamu sudah gila?” tanya Sony sambil memandangi susunan kartu yang tinggi ini.

Sony menggelengkan kepalanya dan berbalik. Tetapi saat Sony berbalik tanpa diduga dia tidak sengaja menendang salah satu kaki tiang kayu yang ada dibelakangnya dan membuat tiang itu goyah jatuh mengenai kartu.

“…..”

Sony terdiam dan melihat Ronald yang masih berdiri dengan senyuman melihat kartu yang sudah runtuh.

“R-ronald … k-kamu tahukan aku tidak sengaja?” tanya Sony gemetar.

“….” Ronald hanya diam mengabaikan Sony sambil berjalan mengambil kayu yang jatuh dan berjalan menuju Sony dengan aura api disekelilingnya.

“R-ronald.” Sony segera berlari sambil berteriak.

“Nyonyaaaaaa tolooong,” teriak Sony.

Akhir dari Bab 29

1
Ria Gazali Dapson
alex kek cewe, doyan belanja, 😄
Les Tari
semangat ya Thor, mungkin karna ini masih karya pertama author jadi masih banyak hal yang mungkin masih perlu dibenahibtentang jalan ceritanya. Tapi jangan berkecil hati tetap semangat 🥰
Aliya Liyah
jangan jangan rena adiknya albert
Kios Flio
ceritamu bagus thor...
Kios Flio
rumah yg pemuh dg drama lawak ronald 🤣🤣
Rina Yuli
karya u best thor 👍👍👍👍👍👍
Rina Yuli
Alhamdulillah setelah sekian purnama update juga tak sia sia ni novel gak aku hapus
bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 untuk u thor
ELLANI: terimakasih banyak sudah mau menunggu novel ini >_<)/❤️
total 1 replies
momi
semakin penasaran
Dewi Rosa
Lumayan
Ani Ani
tak habis2 jam kena amcam
Ani Ani
tulah Kau ambik lagi harta orang
Ani Ani
tak habis busuk hati
Ani Ani
mesti Kotak tu ada rasia
Ani Ani
APA seterus nya
Ani Ani
orang nya ada dimana2
Ani Ani
Kau tu tak ada perasan sombong kan diri
Ani Ani
Kau adalah penjahat yang sebenar
Ani Ani
ada yang sakit hati Ni nanti
Ani Ani
sayang Bini Sampai macam tu sekali
Ani Ani
berhati2 lah kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!