Karya ketiga dari imajinasiku.
Kisah pernikahan perjodohan antara Vechia dan Arkan. Wanita pemilik butik dengan seorang dosen muda di sebuah Universitas. Selain dosen Arkan merupakan anak juragan kelapa sawit yang sangat kaya di kota itu.
Arkan berkepribadian baik dan lembut. Keadaan keluarga nya yang mengajarkan kepada nya agar bersikap baik dan lembut pada orang lain.
Arkan juga dosen yang digilai oleh pada mahasiswa nya di kampus. Pria berusia 26 tahun itu hanya menganggap hal itu sebagai anugerah saja.
Vechia wanita 22 tahun yang sudah menyelesaikan sarjana pada usia 21. Ve di sibukkan dengan pengurusan usaha butik milik nya yang di dapat karena kerja keras nya.
Ia hanya seorang wanita cantik yang berasal dari keluarga kaya dan tidak bahagia.
Badai yang sempat membuat keluarga nya hampir kandas di usianya yang kala itu masih 17 tahun membuat nya membenci yang namanya pernikahan. Ia sebenernya bukan membenci melainkan rasa takutnya lebih menguasai dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Shoes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Divorce
Tiga jam berlalu namun dokter yang menangani mama Sarah sampai sekarang belum menampakkan dirinya
Rasa cemas yang amat dirasakan oleh Arkan, papa Dirga dan juga Nadya
Sedangkan Vechia masih di posisi yang sama, tidak mendekati mereka juga tidak menjauh dari mereka
V chia sibuk dengan pikirannya sendiri tentang apa yang selanjutnya ia lakukan. Entahlah... entah apa yang membuat Vechia merasa sangat sangat kacau
Seketika perlakuan buruk yang dia berikan pada Mama Sarah dan Nadya tiba tiba berputar putar di otak cerdasnya
Tapi emosi yang di muncul olehnya tidak tampak seperti orang yang sedang berpikir keras tampak seperti orang yang dengan datar dan cuek saja dengan keadaan sekarang
Vechia memang seorang wanita yang tidak bisa menampilkan emosi yang dirasakan, dia cenderung untuk diam dengan tatapan datar
Mungkin dengan begitu apa yang dipikirkan nya menjadi terselesaikan atau dia menemukan jalan keluar dari kediamannya
Tap
Tap
Tap
Bunyi orang berjalan terdengar membuat Vechia menoleh ke sumber suara dan ternyata di sana terlihat Rita sang sahabat
Dengan langkah cepat dia menghampiri Vechia
"Rita..." ucap Vechia dengan lirih
Seketika pelupuk matanya nampak berair menggambarkan apa yang dirasakan nya
Hanya pada Rita Vechia menampilkan emosinya, hanya Rita yang bisa mengetahui luar dalam Vechia
"Ya Allah Ve, kamu gak apa apa?" tanya Rita dengan khawatir
Vechia mengangguk kepalanya dengan pelan, tapi matanya semakin mengembun.
Melihat akan kesedihan dan kegundahan sahabat nya, Rita langsung memeluk tubuh Vechia
Dipeluk kan Rita Vechia menumpahkan air matanya tanpa suara, terlihat tubuh Vechia naik turun
Rita mengelus punggung Vechia dengan lembut sembari berucap untuk menguatkan sang sahabat, meskipun Rita tidak mengetahui secara jelas apa yang terjadi namun bagi Rita dia harus menguatkan sang sahabat untuk saat ini
Kret..!!
Terdengar pintu IGD terbuka dan terlihat dokter sudah keluar dari ruangan tersebut
Papa Dirga dan yang lainnya segera mendekati dokter meminta kejelasan keadaan mama Sarah
"Bagaimana dok? bagaimana keadaan istriku?" tanya papa Dirga cemas
"Operasinya berjalan dengan lancar, pendarahan di otak nya sudah teratasi"
"Tapi... "
"Tapi apa dok?" tanya Papa Dirga
Dokter menghela nafasnya sejenak, "Saat ini keadaan nyonya Sarah belum melewati masa kritis nya, masih dalam keadaan koma. Namun, kita masih berupaya untuk bisa membantu Nyonya dengan cara banyak banyak berdoa Tuan" terang sang dokter
Papa Dirga masih sedikit shock dengan penjelasan dokter hingga membuat nya terdiam
"Ya Allah mama" Ujar Nadya dengan kembali sesuggukkan
Arkan kembali memeluk Nadya yang kembali menangis
Vechia membalikkan badannya kearah belakang sehingga dia membelakangi Arkan dan yang lainnya
Vechia menghapus air matanya yang kembali jatuh
Rita melirik sang sahabat dan mengelus lembut punggung Vechia
Rita faham bagaimana karakter sahabat nya yang mana lebih suka memendam sendiri kesedihan nya
"Nanti akan kami pindahkan nyonya pada ruangan khusus dan akan kami pantau dengan ketat selama 48 jam kedepannya untuk bisa melihat perkembangan nyonya" ujar sang dokter
Dokter tersebut mengundurkan diri dari hadapan Papa Dirga dan Arkan
Tak lama terlihat mama Sarah yang di brankar dan di bawakan ke ruang VVIP
Nadya segera pergi ke ruangan sang mama dengan papa Dirga
Sedangkan Arkan mendekat pada Vechia yang masih duduk di kursi tadi. Rita pergi membeli sesuatu untuk Vechia
"Ve..." panggil Arkan
Vechia nampak terdiam seperti sedang berpikir keras, dia menoleh pada Arkan
"Kamu baik baik saja?" tanya Arkan pelan sembari duduk berdekatan dengan istrinya
Vechia memandang dalam Arkan dengan mata yang berkaca-kaca
Vechia mendekat pada Arkan dan memeluk tubuh suaminya. Arkan terkejut tapi tetap memeluk tubuh istrinya
"Maafkan aku" lirih Vechia di pelukan istrinya
"Tidak sayang,, ini bukan salahmu sayang, ini murni sebuah kecelakaan. Jangan menyalahkan dirimu sendiri"
"Tapi... aku yang mendorong nya, percaya padaku aku tidak sengaja mendorong kuat"
"Iya.. aku percaya padamu" balas Arkan mengecup puncak kepala istrinya
"Maafkan aku, aku bersalah padamu, aku bersalah telah menyakiti ibumu dan adikmu. Tapi kamu masih baik padaku. Aku tidak tau bagaimana jika kamu mengetahui semua kebenaran ini" ujar Vechia dalam hati nya
Di sudut lain, terlihat Rita memandang pasangan suami istri tersebut dengan sedih
Rita sudah tau apa yang terjadi dan sudah mengetahui apa kebenaran nya
"Aku tau kamu merasa bersalah pada Arkan Ve, tapi aku harap kamu tidak memilih jalan keluar yang lain yang dapat menyakiti kalian berdua" gumam Rita
"Bersalah apanya?"
"Eh.."
Rita terkejut melihat kearah samping ternyata sudah ada Romi sahabat Arkan
"Ngapain kamu kesini?" tanya Rita ketus
Romi memutar matanya malas, "Aku ingin melihat Tante Sarah, tapi aku kebetulan melihat sopir keluarga tuan Dirga dan dia mengatakan kalau Tante Sarah kecelakaan" terang Romi
"Em.. Tante Sarah sudah dipindahkan ke ruangannya" ujar Rita segera pergi
Rita melihat ke belakang "Kenapa kamu mengikuti ku?" tanya Rita
"Ya karena aku tidak tau di mana ruangan Tante Sarah jadi aku mengikuti mu" ujar Romi santai
"Masa kamu tidak tau, mereka menempatkan di ruangan VVIP"
"Ya.. aku tau VVIP, tapi masalahnya rumah sakit ini besar dan ruangan VVIP nya banyak, jadi aku tidak tau ruangan mana" jelas Romi
.
.
.
.
.
Di tempat lain
Seseorang sedang mengurung diri nya di kamarnya dengan melihat foto menantu ya
"Sayang... kamu di mana? maafkan mama tidak bisa melindungi kamu dari kejahatan anak mama nak"
"Mama akan berusaha mencari kamu, dan mama akan membawa kamu pulang tapi mama janji akan menjauh kan kamu dan cucu mama dari anak mama"
tangisan pilu terdengar menyayat hati dari kamar mama Pandu
Ia benar-benar kecewa dengan putra semata wayangnya yang telah membuat menantunya pergi
di luar kamar terlihat Pandu mengepalkan tangannya karena tidak kuasa mendengar rintihan hati sang mama
"Maafkan aku ma, maafkan aku,, Maaf kan aku istriku. Aku janji akan menemukan kamu secepatnya, Aku janji!" gumam Pandu
Seluruh anggota keluarga membenci dan menyalahkan Pandu. Mamanya yang selalu baik padanya dan membelanya juga sangat sangat kecewa padanya
.
.
.
.
.
Kembali ke ruangan mama Sarah
"Ayo kita bercerai!"
"Apa maksudmu?" tanya Arkan terkejut dengan penuturan istrinya yang meminta cerai padanya
"Maksud ku kita berpisah dan akhiri rumah tangga kita"
Arkan benar benar tidak tau bagaimana bisa istrinya berubah dengan secepat itu baru saja mereka berpelukan untuk saling menguatkan tapi sekarang secara tiba-tiba Vechia meminta cerai padanya
"Apa maksudmu ingin bercerai Ve?" tanya sang papa Dirga yang baru saja keluar dari ruangan mama Sarah
"Aku ingin berpisah pa, tidak bisa meneruskan pernikahan ini" terang Vechia
"Tapi kenapa Ve?" tanya papa Dirga
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai.. hai.. author datang lagi😂
Sorry ya karena gak update untuk waktu yang lama, author sibuk sama dunia nyata yang tidak ada habisnya ✌️🤣
Happy Reading semuanya ❤️❤️
makasih atas semangat nya💪