Yatim piatu bukan menjadi impian untuk semua orang, begitu juga dengan Mentari Kumala Dewi bocah cantik yang biasa di panggil Mala, Ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan mobil hingga membuat Mentari kehilangan semua nya, mulai dari orang tua, harta dan keluarga.
Mentari dititipkan oleh pamannya di panti asuhan kota tetangga karena pamannya ingin menguasai semua harta Mentari.
Bagaimana kehidupan Mentari selanjutnya???
Baca kisah nya di novel Mentari tak Bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekap
Mentari dari tadi sibuk hilir mudik di teras rumah dia menunggu kedatangan Arga yang akan membawa nya bertemu Om Retno tapi Arga tak kunjung muncul, padahal dia sudah janji pada Mentari hari ini.
"Mentari" Panggil Arkan membuat Mentari tersentak kaget
"Iya Kak,eh mas aduh....hmmm" Mentari canggung untuk memanggil Akran karena ini pertama kali mereka mengobrol.
"Mas saja" jawab Arkan cepat
"Iya Mas Arkan"
"Sedang menunggu siapa?" tanya Arkan
"Ini mas lagi nunggu kak-" Mentari tidak melanjutkan ucapan nya karena dia ingat pesan Arga tidak boleh bercerita pada Arkan, bagaimana pun juga Arkan dan Venny saling kenal.
"Sedang menunggu kak Bram" jawab Mentari
"Bram!! lelaki yang pagi tadi?" tanya Arkan
"Mas kenal?" tanya Mentari dan di jawab gelengan oleh Arkan
"Lalu dari mana mas tau? mas mengintip?" tanya Mentari lagi
"Bukan mengintip tapi tidak sengaja"elak Arkan cepat
"Kamu mau pergi lagi?" tanya Arkan
"Tidak"
"Jika tidak ibu mengajak mu makan bersama,ini saya sudah belikan soto Betawi kesukaan ibu" ajak Arkan
Mentari terdiam sejenak,kapan Bu Mina mengajak makan bersama sedang kan Arkan baru pulang pikir nya
"Ayo Tari,nanti jika dia datang akan memanggil mu" ucap Arkan lagi
Mentari mengikuti langkah kaki Arkan untuk masuk kedalam rumah.
****
"Sementara waktu rumah ini dulu ya yang kita kontrak Nit sampai kita gajian,jika ada uang lebih kita kontrak yang lebih besar" ucap Aris
"Kita!!! kamu aja Ris bukan aku,aku tidak mau menggunakan uang gaji ku untuk bayar kontrakan rumah ini, kamu tau sendiri kan kalau aku butuh uang untuk biaya perawatan kalau muka ku kusam,kulit ku kering siapa yang rugi kamu juga kan!" cerocos Nita
"Nit,kita saling bantu lah,sisih kan sedikit uang mu untuk biaya kontrakan nanti gaji ku untuk minyak kita berangkat ke kantor dan untuk makan kita sehari-hari kita,kita harus berhemat Nit" jelas Aris
"Makan kita ??? ck..makan kamu sendiri saja mas,aku tidak biasa berhemat kamu tau aku kan! sejak kita dulu pacaran kamu tau selera ku bagaimana kan,jadi jangan minta aku untuk berhemat, uang ku ya uang ku,uang mu ya untuk ku" tegas Nita membuat Aris menghela nafas panjang,dulu saat bersama Mentari dia tak pernah do pusing kan dengan uang bahkan tak memberikan uang pun dia bisa makan,apa ini karma untuk nya karena sudah menyia-nyiakan Mentari pikir Aris.
***
"Coba saja masih ada Mentari ya bu, pasti bisa aku suruh-suruh, tubuh ku rasa nya sangat lelah bu" ujar Laila mengeluh
"Ibu juga tidak tau kejadian nya begini, punya menantu miskin buat malu,punya menantu kaya tak tau malu,pusing ibu,ini pelajaran buat kamu Inayah jangan sembarang mencari calon suami nanti nya jangan buat ibu Stres,cukup sudah mas mu Aris yang begitu kamu jangan!" oceh ibu Aris
"Tapi ngomong-ngomong gimana kabar Mentari ya bu, sudah lama aku nggak lihat dia,apa udah jadi gelandangan atau sekarang hidup nya balik lagi ke panti?" tanya Laila
"Ntah lah,ibu juga tidak tau,tapi ada nya di di rumah ini cukup berguna sebagai babu kita" jawab sang ibu sedikit terkekeh
****
"Aman ma?" tanya Harja
"Aman,dari dia pulang mama kasih obat tidur pa biar nggak bangun dulu, pintu kamar sudah mama kunci rapat,nasi sama snack, minuman mama sudah letakkan di kamar kalau-kalau Arga bangun biar dia di kamar dulu sampai suasana kondusif"
"Papa bagaimana?" tanya Harja
"Aman,pak Retno mau membantu kita ya tapi begitu lah dengan bayaran yang tidak sedikit,tapi menurut papa tidak masalah karena harta orang tua Mentari jauh lebih dari itu dan kita sudah nikmati selama ini" ucap Harja tertawa licik
"Tapi kamu juga harus waspada pa,jangan sampai lengah, ingat mama tidak mau hidup miskin" ujar Mia dan di anggukki Harja patuh
bagus banget kak cerita, selalu suka..
semoga sehat selalu ya kak..
semangat untuk terus berkarya.. 💪🏻😘🥰🎉🎊