NovelToon NovelToon
THUNDEROUS

THUNDEROUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Horor / Supernatural / Vampir / Manusia Serigala / Epik Petualangan / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Roh Supernatural / Barat
Popularitas:157.8k
Nilai: 5
Nama Author: ittiiiy

Lanjutan Kisah dari Caelvita-119 yang sudah resmi menjabat yakni tokoh utama andalan Felix bersama dengan Pemimpin Alvauden Cain dan juga Tan, Teo dan Tom yang masih belum diketahui bagaimana kabarnya. Di season kedua ini, kita akan bisa melihat bagaimana perubahan Tiga Kembar.

Setelah Perang Besar Pertama Caelvita-119, Viviandem sudah dibangkitkan dan semua aktivitas di Mundebris kembali berjalan normal. Hingga terdapat masalah pertama yang muncul di Penjara Aluias. Disinilah awal mula konflik di season kedua ini dimulai.

Di season dua ini juga akan lebih menunjukkan bagaiamana permusuhan antara Aluias dan Sanguiber. Bagaimana kedua Viviandem dari Kerajaan yang berbeda ini selalu saja tidak pernah sependapat. Tapi Felix sendiri lahir dari Ayah yang seorang Raja Aluias dan Ibu yang seorang Ratu Sanguiber.

Apakah dengan itu, Aluias dan Sanguiber bisa berdamai? atau tetap saja tidak memberi perbedaan besar?!
Silahkan simak kisahnya, selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ittiiiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Kurikulum Perjalanan

Tan, Teo dan Tom dengan tubuh barunya itu masih kelihatan biasa saja. Padahal untuk Felix dengan tubuh baru Caelvitanya sangat sulit untuk beradaptasi. Maka dari itu juga Felix begitu terburu-buru untuk segera datang ketempat mereka bertiga saat dirasakan kalau mereka sudah bangun.

Tapi jauh dari perkiraan, mereka kelihatan baik-baik saja seperti tidak ada perubahan dan sama saja saat masih dengan tubuh manusia. Walau aura mereka sangatlah kentara kalau sudah tidak memunculkan aura manusia lagi.

"Aku mengikuti arahanmu karena kau bilang ini adalah cara yang terbaik ...." kata Felix pada Iriana.

Felix sudah mencari kesana-kemari cara yang cocok dan paling terbaik untuk Tiga Kembar. Untung saja Iriana punya banyak pengetahuan tentang Ruleorum. Seperti sudah ditakdirkan saja kalau ini memang harus terjadi pada Tan, Teo dan Tom sehingga Iriana dapat membantu Felix. Seperti Iriana memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pembimbing yang sempurna untuk apa yang dibutuhkan Felix. Sedikit demi sedikit Felix memberi petunjuk, bukan langsung memberitahu Itsenovit itu sendiri. Hanya mengisi bagian kosong pada pengetahuan Felix dan Felix sendirilah yang menemukannya.

Walau memang dari awal persiapan sampai hal itu dilakukan pun masih membuat Felix ragu. Apalagi sekarang Felix semakin ragu saja apakah ini benar sudah keputusan yang benar.

"Zewhit memang tidak terlalu merasakan perubahan besar pada tubuh. Tapi pikiran merekalah yang akan mengalami perubahan besar. Bukankah sangat wajar kalau tubuh hantu tidak merasakan sakit dan menurutmu ... apakah pikiran akan baik-baik saja kalau sudah merasakan kematian. Jangan khawatirkan soal bagaimana kesehatan fisik mereka tapi jaga pikiran mereka untuk tetap tenang dan tidak merasakan stres. Mungkin sudah waktunya juga kau membuka diri pada mereka supaya mereka juga bisa melakukan hal yang sama. Seperti kau yang menutup-nutupi sesuatu, mereka juga akan melakukan hal yang sama untuk menyembunyikan apa yang mereka pikirkan." kata Iriana.

"Aku hanya peduli pada tubuh fisik mereka saja. Kalau tubuh mereka sehat pasti pikiran mereka juga akan begitu." kata Felix.

"Sebaliknya juga begitu, kalau pikiran mereka tidak sehat maka tubuh juga akan ikut sakit." kata Iriana.

"Kau seperti tercipta hanya untuk menentangku saja! Mengatakan kebalikannya dari apa yang aku setujui ...." keluh Felix.

"Kau tahu, aku juga merasakan yang sama ...." kata Iriana tidak kalah sebalnya juga.

Felix tidak mendengarkan lagi keluhan Iriana setelah sudah mengajukan keluhan. Suara Iriana memang kedengaran tapi tidak ada yang diproses oleh otak Felix. Semuanya hanya langsung dilupakan.

Felix saat ini diam-diam sedang menikmati kebersamaan yang sudah lama tidak dirasakannya. Memang sudah reunian saat perang terjadi. Tapi situasi nyaman seperti inilah yang didambakan Felix. Cain yang sudah bergabung kembali dan Tiga Kembar yang sudah melewati masalah takdir mereka. Walau dipenuhi keraguan dan kekhawatiran, Felix sangat bersyukur semuanya berjalan lancar seperti apa yang diinginkannya.

"Entahlah, apakah ini masa depan yang terbaik ...." Felix mengingat semuanya di masa lalu bagaimana hal ini sangatlah mustahil. Tapi dirinya sudah berada di masa depan itu sekarang. Masa depan itu sudah dijalani, sudah menjadi masa kini dan tidak lama lagi akan menjadi masa lalu.

...****************...

Cairo dan Camden melanjutkan perjalanan, sudah kelaur dari dalam hutan dan memasuki pemukiman warga. Ingin dikatakan desa tapi tidak juga. Karena ada kesan gedung tinggi dan tidak sesepi desa pada umumnya.

"Apa kita sudah ada di kerajaan baru lagi?!" tanya Cairo.

"Masih di kerajaan yang sama, kau pikir wilayah kerajaan kecil?! Bahkan untuk kerajaan Amethyst yang tidak masuk dalam 4 kerajaan besar juga memiliki wilayah yang cukup luas." jawab Camden.

"Sepertinya sudah waktunya aku belajar geografi dunia ini!" kata Cairo memantapkan hati tidak mau lagi terpaku hanya mengikuti Camden saja.

"Aku tidak akan memberitahumu!" kata Camden.

"Hahh?!" Cairo bingung, bagaimana tidak, yang katanya akan menjadikannya murid itu tidak mau mengajarinya sekarang.

"Aku hanya punya firasat, kalau kau tahu segalanya bisa-bisa kau kabur dariku. Jadi akan aku jelaskan secara sedikit demi sedikit." kata Camden.

"Bukankah sudah jelas kalau jauh darimu sama saja cari mati!" kata Cairo.

"Wow, kau harus menanamkan itu baik-baik diingatanmu!" kata Camden.

"Kapan kita sampai ditujuan?! Seberapa jauh lagi?! Kerajaan apa sebenarnya yang kita tuju setelah meninggalkan wilayah kerajaan ini?!" tanya Cairo.

"Bisa tidak, kau nikmati saja waktu ini ... santai saja! Kita akan sampai kalau sudah waktunya sampai." jawab Camden.

Cairo tahu kalau berdebat hanya akan membuatnya semakin stres saja. Karena Camden ahlinya soal itu, mengalihkan pembicaraan dan membuat obrolan tidak tentu arah. Hanya terus berputar-putar seperti tidak ada penyelesaian. Cairo sadar kalau perdebatan dengan seseorang seperti Camden hanya akan terus membuatnya kalah. Tidak ada jalan untuk memenangkan perdebatan kalau lawan berdebat adalah Quiris aneh seperti Camden menurut Cairo.

"Wow ... refleks yang bagus!" seru Camden saat ada senjata mendarat tepat dihadapan Cairo.

"Kau sudah menyadari ini daritadi kan?!" Cairo masih panik bahkan tidak ingat bagaimana bisa secepat itu bergerak tadi.

"Bukan salahku kau terlambat menyadarinya, tapi kau tetap melakukannya dengan baik. Menghindar meski di detik-detik terkahir. Kau harus meningkatkan lagi kemampuanmu itu agar bisa menyadarinya jauh sebelum itu terjadi." kata Camden.

"Bagaimana aku melakukannya?! Bagaimana aku bisa merasakan pedang ini akan mendarat?!" tanya Cairo.

"Berkat senjata itu!" Camden menunjuk senjata yang bertambah di punggung Cairo itu, "Menyadari energi alam sangat baik untuk refleks sehingga kau bisa merespon dengan cepat."

Tiba-tiba ada seseorang muncul mencabut pedang itu dan kembali terbang lagi entah kemana. Sepertinya sedang terjadi pertarungan didekat sana.

Cairo juga menyadari kedatangan Quiris itu sebelum mendarat, "Benar ... inderaku seperti meningkat pesat. Bisa kurasakan energi disekitar terasa berat dan bisa kurasakan juga kalau ada yang aneh dari energi itu ... menandakan ada sesuatu yang datang darisana seperti pedang dan Quiris tadi." Cairo mulai menganalisis sendiri.

"Kau mau bertarung?!" Quiris lainnya yang terlempar di dekat Cairo dan Camden mengajukan tawaran.

"Tidak, terimakasih!" kata Camden.

Quiris itu kemudian hanya pergi setelah membersihkan pakaiannya dan mengikat lukanya agar menahan perdarahan.

Camden menangkap pisau dengan satu tangannya saat berjalan bersama Cairo.

"Wow!" Cairo kaget.

"Seperti yang telah kau ketahui disini semuanya gila bertarung jadi kau harus ingat bahwa semua tempat tidaklah aman dan bisa saja menjadi tempat pertarungan. Jadi kau harus selalu siaga atau kau akan terbunuh padahal bukan karena pertarunganmu sendiri melainkan pertarungan Quiris lain." kata Camden melempar kembali pisau kecil itu pada Quiris yang sedang bertarung di atas reruntuhan rumah.

"Seakan kau sudah mengatur semuanya saja. Kau memberiku senjata ini untuk membuat refleksku meningkat. Seperti kau sedang mengajariku secara bertahap sesuai kurikulum." kata Cairo tertawa tapi karena Camden yang tidak ikut tertawa Cairo berhenti melangkah, "Apa benar begitu?!"

"Mana mungkin! Kau pikir aku mengatur soal perjalanan ini?! Kelompok Quiris tadi, memberimu senjata dan sekarang mengundang Quiris untuk bertarung disini?!" kata Camden.

...-BERSAMBUNG-...

1
R⃟•D•I👏OFF
kapan lanjut kk
R⃟•D•I👏OFF
bagus banget
Vazdlia
kangen FCT3 kemana kah ini?? udh lama gak up 🥲🥺
Restia Nia
rindu FCT3 kak.....
Vazdlia
yaa ampun sampe lupa ini nyampe mana ceritanya, terakhir ini ngapain mereka aku sampe lupa 😭😭
With_maysa
semangat kaaaak😇💪🔥🔥🔥
Vazdlia
masih menunggu 🙂🙂
Restia Nia
masih menungguuu😊😊😊
🍉SEMONGKO
tuyulku tampil/Facepalm//Facepalm//Facepalm/,,
Restia Nia
selamat tahun baru 2024 juga buat kk author,, semoga apa yg di cita²kan akan terijabah ditahun ini, semoga semakin semangaaatt,,,💪💪💪💪
ittiiiy: Aamiin/Pray/ semoga sehat selalu juga dan apa yg diinginkan tahun ini perlahan" smuanya tercapai/Smile/
total 1 replies
Andi Hasni
sehat selalu thor
Suya
asik 🙈
Andi Hasni
/Drool//Drool/
Restia Nia
selamat berjuan Tan.. semoga sukses..
doaku menyertaimu...🤲🤲🤲😁😁😁
ikut deg²an yaaaahhh🤭
ittiiiy: Kasian operasi sendirian/Facepalm/
total 1 replies
🌸 Sunshine 🌸
keren ceritanya. 👍👍👍
Nikodemus Yudho Sulistyo
'Lini Masa' mampir nih.
༄༅⃟𝐐QueenCy
mampir kk
WiraBP
+1 vote! semangat 🔥🤭
WiraBP: bener🤭😆
total 4 replies
Andi Hasni
sehatki selalu thor
Taki
Semangat 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!