NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:99.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Arlan

Arlan membeku saat anak buahnya membuka kamar yang dulu ditempati Alya. Kamar itu kosong. Hanya sebuah koper dan beberapa potong pakaian yang masih tertinggal.

Tatapan Arlan beralih kepada Emil. "Di mana Alya?"

"Saya tidak pernah menyembunyikan sesuatu, Mbak Alya memang sejak semalam pergi dan sampai tadi tidak ada pulang," sahut Emil gadis itu nampak sedikit gugup menghadapi kecurigaan seorang Arlan.

Suasana semakin mencengkam, Emil seolah kehabisan kata-kata, apalagi saat langkah anak buah Arlan satunya lagi menghampiri. Dia membawa sebuah resep obat yang dibungkus dengan kantong plastik.

"Apa itu?" tanya Arlan datar.

 "Ini seperti obat Tuan," sahut salah satu anak buah Arlan.

Arlan langsung merebut kantong plastik itu dengan kasar. Namun seketika napasnya tercekat. Di dalamnya terdapat beberapa jenis obat, vitamin untuk ibu hamil, serta selembar surat hasil pemeriksaan dokter. Tangannya bergetar saat membaca isi surat itu. Di sana tertulis jelas bahwa kandungan Alya tergolong lemah dan membutuhkan istirahat total agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan janinnya.

Seketika tatapan Arlan kembali mengarah ke gadis itu dengan tajam, Emil yang berada di hadapannya kembali menyeret langkahnya, namun sayang tubuh berhenti di depan dinding pembatas.

  Sementara Arlan semakin mendekat, tatapan keduanya hampir tak ada sekat. "Kamu mau pisahin antara aku dan anak kandungku?"

Emil menggeleng cepat. "Aku tidak memisahkan siapa pun. Aku hanya melindungi Mbak Alya."

"Kalau memang bayi itu anakku, aku berhak tahu keadaan mereka."

"Berhak?" Emil menatap Arlan tanpa gentar. "Saat Mbak Alya keluar dari rumahmu sambil membawa luka, di mana hak itu? Saat dia berjuang sendirian, di mana tanggung jawabmu?"

Arlan terdiam. "Aku memang terlambat menyadari semuanya. Tapi aku tidak akan menyerah mencari mereka."

Tidak lama kemudian. Tiba-tiba suara beberapa sepeda motor memasuki halaman kos.

Beberapa penghuni yang pulang saat jam istirahat mulai berdatangan. Mereka langsung menghentikan langkah ketika melihat beberapa pria berbadan besar memenuhi halaman.

"Ada apa, Mbak Emil?" tanya salah seorang penghuni.

Emil menghempaskan napas lega. Ia segera memanfaatkan kesempatan itu, untuk lepas dari cengkraman Arlan.

"Mas ini memaksa masuk dan mencari salah satu penghuni kost!"

Seketika para penghuni saling berpandangan. Beberapa langsung berdiri di samping Emil, sementara yang lain mengeluarkan ponsel.

"Kalau memang ada urusan, bicarakan baik-baik. Jangan mengintimidasi orang," ujar salah seorang penghuni dengan tegas.

Salah seorang bahkan berkata, "Kalau masih memaksa, kami panggil pihak berwajib."

Arlan mengepalkan kedua tangannya. Tatapannya masih tertuju pada Emil, seolah berharap gadis itu berubah pikiran. Namun Emil membalas tatapan itu tanpa gentar.

"Aku sudah bilang, Mbak Alya sudah tidak ada di sini."

Menyadari situasi mulai dipenuhi banyak orang dan menjadi pusat perhatian, Arlan akhirnya memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mundur.

"Kita pergi."

Arlan menatap bangunan kos itu untuk terakhir kalinya. "Aku pasti menemukanmu."

☘️☘️☘️☘️☘️

Sementara itu. Di rumah Dewa, suasana jauh lebih tenang. Alya duduk di taman belakang sambil menikmati gemericik air kolam kecil.

 Mbok Ina diam-diam memotret Alya, lalu mengirimkannya kepada Dewa. "Tuan, Neng Alya sudah mulai betah."

Tak lama kemudian Dewa membalas dengan emoji senyum. Mbok Ina mengangguk puas sebelum kembali menemani Alya.

Suara gemericik air kembali memenuhi keheningan taman belakang. Alya yang semula memejamkan mata perlahan membukanya. Tatapannya menerawang ke arah kolam kecil di hadapannya, tetapi pikirannya justru melayang ke tempat lain.

Bayangan kamar kos kecil yang pernah menjadi tempatnya bertahan hidup kembali memenuhi pikirannya.

"Ya Allah..." gumamnya lirih.

Mbok Ina yang sedari tadi berdiri di sampingnya langsung menoleh. "Kenapa lagi, Neng?"

Alya tersenyum tipis, tetapi senyum itu terlihat dipaksakan. "Aku jadi ingat kamar kostku."

Mbok Ina menghela napas pelan baru saja ia merasa lega akan tetapi perempuan hamil di depannya itu seolah membuat ulah lagi.

"Neng masih kepikiran tempat itu?"

"Iya, Mbok. Di sana memang sederhana, tapi itu tempat pertama yang membuatku belajar berdiri sendiri. Di sana juga aku mulai menata hidupku lagi."

Wanita paruh baya itu mengusap bahu Alya dengan lembut. "Tapi sekarang kondisi Neng berbeda. Ada calon bayi yang harus dijaga, dan ingat kata dokter Neng harus bed rest."

Alya mengangguk pelan. "Aku tahu... cuma rasanya masih aneh tinggal di rumah semewah ini. Aku takut terlalu lama merepotkan Mas Dewa."

Mbok Ina tersenyum penuh pengertian. "Buat Tuan Dewa, menjaga Neng bukan beban."

Alya kembali memandang kolam kecil itu. Entah mengapa, dadanya mendadak terasa sesak. Perasaan tidak tenang yang sempat hilang perlahan datang lagi, seolah ada firasat buruk yang sedang mendekatinya.

☘️☘️☘️☘️

Sementara itu Arlan yang sudah sampai di tempat perkumpulannya. Pria itu benar-benar tidak terima dengan kelakuan licik gadis pemilik Kostan itu. tangannya perlahan mengepal lalu ia hantam ke dinding sebagai pelampiasan rasa kesalnya.

"Sial, gadis itu tahu tempat persembunyian Alya, awas saja," ancamnya.

"Bener banget Tuan, apa besok kita datangi lagi saja tempat itu," ujar salah satu anak buahnya.

Arlan menggeleng cepat. "Tidak jangan bertindak gegabah, lebih baik kita cari alamat rumah sakit tempat Alya priksa dan dari situ kita bisa tahu di mana tempat tinggalnya."

Tiba-tiba sebuah bayangan melintas di kepalanya. Kalau kandungannya lemah, Alya pasti harus kontrol rutin.

"Al, kali ini kau boleh bersembunyi di mana pun. Tapi aku yakin, rumah sakit akan membawaku menemukanmu."

Bersambung. .....

Selamat sore Kakak ...

1
Lisa
Pagi Kak Ayu..makasih y utk updatenya..seneng bacanya karena semuanya udh berjln dgn baik..sehat terus y Alya sampai HPL nya nanti.
Nar Sih
pagi juga kak alya ,👍senja suka dgn boneka pemberiaan ayah kandung nya,
Nar Sih
semagat arlan💪pasti suatu saat nanti senja ingat klau kmu ayah kandung nya
Rahayu Ayu
Untung sekarang Arlan sudah lebih dewasa, tidak lagi egois, tidak lagi menyalahkan orang padahal dia sendiri yg melakukan kesalahan itu,
Pelan pelan Arlan mungkin untuk sekarang Senja belum tau siapa Ayah kandungnya yg sebenarnya, semoga suatu hari nanti Senja & Arlan di berikan kesempatan untuk saling mengenal tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Bahagia selalu kalian ☺️
Yeni Astriani
ketika kembali ke Indonesia satu hal yg harus Arkan lakukan didik Amara agar bisa jadi istri yg baik dan shalehah, bila perlu stop kasih duit berlebih.
kalau Amara membangkang tidak mau di didik lebih baik ceraikan Amara yg menikah dgn mu karna uangnya saja atau hartanya saja, carilah pendamping hidup yg memiliki cinta yg tulus seperti Alya.
Ibu mu sudah sadar kalau Amara bukanlah seorang istri yg baik.
lebih baik menduda drpd beristri kan Amara dan perbaiki sikap hidup suatu hari Senja pun pasti bakal datang untuk mengenal sosok Ayah kandungnya.
Dewa dan Alya pun tidak akan selamanya menutupi siapa dirimu Arlan.
☺☺☺
Lisa: Setuju banget Kak Yeni..pasti suatu saat Alya akan menceritakan tentang Arlan pada Senja
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Arlan sudah mengakui kesalahannya..
Nar Sih
alhamdulilah arlan sdh sadar dan menyesal tinggal tunggu maaf dri alya juga senja
Yati Susilawati
akhirnya.... 👍
Adi Sudiro
bukan nya alya pernah hamil ya..! kok reaksinya seperti baru pertama kali hamil🤭🤭🤭🤭
Ayumarhumah: kan udah delapan tahun menunggu.
total 1 replies
Nar Sih
senja bnr,,senang mau punya adik dan kira,,apa yg mau di bicara kan arlan dan dewa yaa,kak ayu boleh dobel up seperti biasa yaa🙏🥰
Lisa: Moga yg dibicarakan membawa kebaikan utk semuanya
total 1 replies
Nancy Nurwezia
nggak sabar melihat ekspresi nya senja
Lisa
Selamat y utk Alya & Dewa juga ntar lagi Senja jadi kakak..😊
Nar Sih
,alhamdulilah bnran adik senja udh otw ,waah pasti surpraise buat kakak senja 🙏🥰🥰
Yeni Astriani
Selamat Alya dan Dewa akan menjadi orang tua kembali, dan selamat untuk Senja yg akan menjadi kakak☺☺☺🥂
Jengendah Aja Dech
❤️
Yeni Astriani
kapan mulai Update lagi Author, udah gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya
Rohmi Yatun
akhirnya.. selamat ya alya.. 😘
Lisa
Selamat y buat Alya & Dewa..sehat selalu y Alya & debaynya..Senja pasti seneng banget..
Nar Sih
alhamdulilah hasil positip ,adik buat senja sdh dtg ,selamat buat kalian. pasti senja bkln bahagia🙏
Lisa
ya nih moga aj Alya hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!