NovelToon NovelToon
Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Dikelilingi wanita cantik / Romansa Fantasi
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: maminya nathania bortum

Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part.30 : Dilema

"Lalu, bagaimana dengan isi surat wasiat

pak Budi? Kamu dituntut untuk bertanggung jawab disemua hidup dan nyawa Tina, Aldi!

Saya akan terus menerus berusaha mengingatkan

hal itu terhadapmu. Tidak bisa kamu mengelak lagi,

sayalah orang pertama sekali membaca isi surat

dari almarhum terhadapmu. Sebenarnya ini, bukanlah urusan pribadi saya, terserah kamu saja

melaksanakan atau mengabaikanya. Karena apapun pilihanmu, kamu sendirilah yang menjalaninya dan menerima konsekuensinya

sesuai yang kamu laksanakan!" papar pak kost

berusaha untuk memberi pemahaman

terhadap Aldi.

Tetapi pak, diusiaku yang masih muda dan tercatat

sebagai pelajar menengah, tidak sepantasnya tanggung jawab itu di tanggulangi terhadapku.

Bagaimana saya siap untuk itu? sementara saya

sendiripun masih anak mami yang semua kebutuhanku dilayani para asisten. Saya benar-benar belum siap menerima tanggung

jawab sebesar itu.

Saya mengerti itu Aldi, tetapi almarhum sudah

terlanjur mempercayakan anak gadisnya terhadapmu. Bahkan saat ziarah di hari pertama

setelah pak Budi dimakamkan, kamu juga memiliki janji terhadap bu Lasma didepan makam almarhum. Surat wasiat atau amanah dari seorang

almarhum bukan dianggap main-main, itu sesuatu

hal yang harus kita jalankan sesuai permintaanya.

Kamu memang anak sultan, kamu memiliki segalanya tetapi segalanya dalam hidup ini bukanlah harta jaminan kebahagiaan yang abadi.

"Ingatlah perkataanmu di depan makam almarhum!" bahwasanya kamu ingin mendampingi

Tina dan mau bertanggung jawab sepenuhnya

terhadap Tina. Itu semua mengisyaratkan bahwa

kamu setuju dan menerima pesan terakhir almarhum.

Aldipun memikirkan perkataan sang bapak kos.

Pria itu juga mengingat sekilas isi surat wasiat

almarhum pak Budi tersebut. Tiba-tiba saja perasaanya berubah menjadi tidak tenang, bahkan

jantungnya pun berdegup begitu kencang tanpa

beraturan. Tubuhnya terasa lemas dan bermandikan oleh keringat dingin yang mampu

membasahi sekujur tubuhnya.

"Saya sudah membuat kesepakatan dengan wanita

desa itu. Bahwa kami harus membisu selamanya

seperti tidak pernah kenal sama sekali, semua itu

bukan tidak beralasan. Tetapi disebabkan oleh ulah

gadis tersebut, membuat semua benar-benar hancur. Bukan itu saja, banyak dinding pemisah

diantara kami, baik itu dari keluarga maupun

orang tua saya yang tidak sudi anaknya memiliki

teman seperti Tina", gumam Aldi menggigit bibir

bawahnya sembari menarik pelan-pelan nafasnya.

"Pak tolong katakan! harus bagaimana saya untuk

menjalankan amanah itu? sementara ibuku sendiri

menjadi lawanku, jika harus kembali berteman dengan wanita desa itu". Papar Aldi menatap sang pak kost dengan wajah melas.

"Aldi, saya juga laki-laki. Sebagai sesama kaum Adam, saya hanya ingin mengingatkan kamu saja sebagaimana jati diri laki-laki sebenarnya.

Yakni: Berjuang, bertahan, dan bertanggung jawab.

Jika ketiga itu ada pada dirimu, lantas hal apa

yang harus kamu takuti?" ujar sang pak kost sembari memegang bahu Aldi.

" Ya pak, ada benarnya juga.

Tetapi sampai kapan tanggung jawab saya lepas untuk Tina? sementara almarhum berpesan seumur hidup wanita itu harus saya dampingi.

Lantas setelah saya dewasa, bagaimana bisa hal

itu terlaksanakan? saya juga kan kelak memiliki

kehidupan sendiri". Sahut Aldi dengan nada panik

sembari mengerutkan dahinya.

"Sampai hayat hidupmu, hidup kalian berdua sudah

saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Kelak kamu dewasa akan semakin paham tujuan

dari pesan terakhir almarhum tersebut. Untuk itu,

jangan biarkan dia menangis dalam kesendirian.

Saat ini, wanita itu butuh teman dan dukungan, kejarlah dia Aldi! temui dia dan bantu sebisamu keluh kesahnya". Ujar sang pak kost dengan nada tegas.

Tanpa pikir panjang lagi, Aldipun langsung memutar motor besarnya. Pria itu langsung

membalab memutar arah dan meninggalkan

sang pak kost sendiri. Pria pemilik kost Tinapun

tersenyum melihat Aldi yang bisa memahami

tujuanya. Dirinyapun bisa tenang berbalik arah

menuju rumahnya.

Tiba-tiba Aldi menepikan motor besarnya, ketika melihat satu titik sudut ada wanita duduk ditepi jalan berteduh dibawah pohon untuk beristirahat.

Tampak wanita itu sesekali mengusap air matanya,

dengan membungkukkan tubuhnya diatas lututnya.

"Tina, dirimu mau kemana? kok menenteng tas

seberat ini. Kamu mau kabur lagi, atau ingin

kembali bersama pria paruh baya itu, hemm?

Sepertinya kamu nyaman hidup bersamanya, tinggal disebuah gubuk di tengah-tengah hutan".

Imbuh Aldi sembari duduk disamping Tina.

" Maaf, saya tidak butuh bantuan apapun,

jika harus menerima perkataanmu yang menoreh

luka dihatiku. Pergilah! tinggalkan saya sendiri,

saya yakin mampu menjalani semua ini tanpa harus mengemis pengasihanian dari siapapun",

jawab Tina dengan memalingkan wajahnya sembari mengusap air matanya yang terus berurai.

"Wahhh, hebat. Kamu sekarang sangat hebat.

Baguslah, jika akhirnya kamu berubah menjadi

Wonder Woman, karena itu yang kuinginkan!"

papar Aldi menjawab dengan lantang.

"Bukankah kamu sendiri yang meminta kita

saling membisu dan seperti tidak kenal satu

sama yang lain? untuk itu, kamu atas hak apa

menegur dan menyapaku? bahkan menghampiriku

mengkepoi kehidupanku." Ujar Tina membalikkan

tubuhnya berusaha membelakangi Aldi.

Saya punya hak atas semua hidupmu, Tina!

kamu tau kenapa? semua itu kehendak dari

ayahmu sendiri.

"Apa? kamu bilang ini kehendak dari ayahku,

bagaimana dengan kehendak orang tuamu?

saya tidak ingin seseorang itu masuk dalam hidupku dengan keadaan paksa". Sahut Tina sembari berdiri menenteng tasnya.

"Saya juga maunya begitu, tetapi nasib takdirku

dipertemukan denganmu, sehingga hidupku

dikelilingi banyak problem", celetus Aldi dengan

nada kesal.

"Baiklah, untuk itu kita akan melawan takdir itu.

Tidak guna juga kita selalu berdebat dan pada

akhirnya saling menyakiti. Saya juga tidak niat

sedikitpun masuk dalam kehidupanmu, terlebih

dalam keluargamu. Sungguh sakit dan masih sakit

atas semua perkataan hinaan yang ibumu torehkan

terhadapku". jawab Tina sembari melangkahkan

kakinya beranjak pergi meninggalkan Aldi.

"Ok, Fine. Tetapi ingat! kamu yang harus bertanggung jawab atas semua pesan dari ayahmu. Ini surat wasiat disaat nafas terakhir ayahmu dan akan kukembalikan padamu!"

seru Aldi sembari mengeluarkan secarik kertas

dari dompetnya.

"Saya masih berduka, saya belum siap membaca

isi surat itu. Lagian itu kan, tujuan pesanya bukan

untukku tetapi untukmu.Maka itu, kamulah berhak

memegang surat itu, terserah kamu saja mau

kamu apakan itu surat". Imbuh Tina dan melemparkan tasnya diperumputan.

Oh, begitukah caramu menanggapi isi surat ini?

Kamu benar, ini tujuanya bukan untukmu,

jadi apapun yang terjadi dengan takdirku karena

mengabaikan pesan ini, dirimu benar-benar tidak

mau tahu begitu? ternyata kamu wanita jahat Tina.

"Diammm! jangan sesekali kamu mengatakanku

wanita jahat, tetapi yang jahat sesungguhnya itu

adalah kalian. Semua kalian jahat, tidak puas-puasnya menyalahkanku dan menghinaku

terus menerus!" seru Tina menangis histeris

sembari menghempaskan tubuhnya di

perumputan itu.

Pria itupun terdiam sejenak, dirinya kehabisan kata-kata setelah melihat reflek dari Tina.

Sungguh pria itu terkejut batin dan sangat bingung

tingkat dewa. Dirinya kurang memahami

seperti apa perasaanya sesungguhnya untuk wanita desa itu. Haruskah kasihan, sedih, sayang atau benci? Ntahlah, waktulah yang akan menjawab seperti apa rasa dan perasaan diantara mereka berdua. Tetapi ketika melihat Tina menangis dan menderita, sepertinya sang

pria itu juga ikut merasakan yang dirasakan

oleh Tina. Bahkan seolah-olah pria itu tidak rela melihat wanita itu tersiksa. Anehnya, justru malah perkataanya sendiri dan tingkah lakunya

yang sudah menyayat hati wanita itu semakin luka.

bersambung..

1
Rey Nababan
lanjut thor
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
Julia Asyura
crta nya bgs Thor tapi lebih bgus lagi pakai tanda petik agar memudahkan pembaca,dan Masi bnyak sekali kesalahan ketik
Sihotang Naulilagu
wao luar biasa tur alur ceritanya mengandung bawang juga😭
Maminya Nathania Bortum: terima kasih ito
total 1 replies
Tondi Tondiku
penasaran part berikutnya thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob, mohon ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pak Tuakeladi
kasihan Vivibdan Tina adiknya Vivi, bagaimana kabarnya thor?
Maminya Nathania Bortum: Di episode berikutnya, akan ada cerita Tina sob, ditunggu ya🙏
total 1 replies
Mas Bro
sepertinya saya lagi nonton didunia drama perfiliman sungguh ikut terbawa suasana thor pas saat baca
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mas
total 1 replies
Pratama Yahoi
hebat karyanya thor, i like
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Derita Deritamu
alur ceritanya bagus dan sangat berbeda dari novel lainya
Derita Deritamu
penasaran part selanjutnya thor agak gimana gitu
Maminya Nathania Bortum: ok ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pratama Yahoi
ada-ada saja musibah menimpa gadis malang itu
Mychael Butar-butar
lanjut...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih nak
total 1 replies
mom mimu
semangat terus Mamih... satu iklan mendarat untukmu mam...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mom
total 1 replies
Rita Loho
antap ceritanya
good job dekq
seperti sinetron ahhhh
Maminya Nathania Bortum: terima kasih kk
total 1 replies
Valen Tino
ceritanya bagus dan menarik bikin baper dan mengandung bawang.
Valen Tino
ceritanya ringan tapi kwalitasnya bagus, lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Susanty Armaida
baru kali ini dapat cerita novel berbeda daribyang lainya, pertahankan thor kesederhanaan ceritanya akan tetapi menarik dan bikin baper
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mbak
total 1 replies
Delvin
lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Ungkapan dan Suarahati
lanjut thor👍
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Didit Pratama
hmmm, makin naik episode ceritanya makin seru thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Boru napogos Situmorang
ditunggu up selanjutnya thor
Maminya Nathania Bortum: ok, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!