NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

...Setelah beberapa jam berlalu dalam siksaan visual yang paling mengerikan, suasana kamar akhirnya hening....

...Indra dan Imelda telah tertidur pulas di atas ranjang yang biasa Ratri gunakan bersama suaminya....

...Dengan sisa tenaganya yang terkuras habis dan tatapan mata yang kosong tanpa nyawa, Ratri perlahan mendorong pintu lemari....

...Ia melangkah keluar dengan sangat hati-hati, melewati pakaian-pakaian yang berserakan di lantai dengan rasa muak yang membakar dada....

...Saat melangkah keluar kamar, ia melewati kamar kedua buah hatinya yang pintunya sedikit terbuka....

...Di dalam sana, Tasya dan Gabriel tertidur pulas dengan wajah tanpa dosa, dikelilingi barang-barang mewah hasil keringat ibunya....

..."Kalian semua... jahat," gumam Ratri dengan suara bergetar dan parau....

...Kalimat itu lolos dari bibirnya yang pucat, membawa serta seluruh sisa kasih sayang yang kini telah mati....

...Ratri berjalan turun, membuka pintu utama, dan melangkah keluar tanpa menoleh lagi....

...Langit malam seolah ikut merasakan kepedihannya; hujan deras langsung mengguyur bumi begitu ia menginjakkan kaki di halaman....

...Dengan tubuh yang mulai basah, ia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin....

...Begitu mobil melaju membelah jalanan malam yang buta di bawah guyuran hujan, tanggul pertahanan Ratri runtuh total....

..."AARRGGHHHHH!!"...

...Ratri berteriak histeris di dalam mobilnya. Suara jeritannya beradu dengan suara petir dan hantaman air hujan di kaca depan....

...Ia mencengkeram setir mobil begitu kuat hingga jemarinya memutih....

...Air matanya kembali mengalir deras. Ia masih benar-benar tidak menyangka, orang-orang yang ia hidupi dengan taruhan nyawa di angkasa bisa sekejam dan sebiadab itu padanya....

...Pikiran yang kacau dan jiwa yang terguncang hebat entah bagaimana menuntun instingnya kembali ke tempat ia merasa paling berkuasa: bandara....

...Sesampainya di terminal kedatangan, Ratri keluar dari mobil....

...Ia berjalan terseok-seok memasuki lobi bandara dengan pakaian dan rambut yang basah kuyup. Tatapannya lurus ke depan, namun kosong....

..."Bukankah itu Kapten Ratri?" bisik salah seorang dari sekelompok pramugari yang sedang berjalan bersiap untuk penerbangan pagi....

..."Iya, benar. Kenapa beliau basah kuyup begitu?" sahut yang lain, menatap heran sekaligus khawatir pada kapten mereka yang biasanya tampil sangat anggun dan berwibawa....

...Di sudut lain lobby, sekelompok petinggi maskapai baru saja tiba....

...Salah seorang pria bertubuh tegap dengan setelan jas rapi menoleh ke arah kerumunan kecil itu....

...Dialah Devandra, pimpinan tertinggi yang baru di maskapai tempat Ratri bekerja—dan lebih dari itu, ia adalah pria yang telah menyimpan rasa cinta mendalam pada Ratri sejak masa-masa awal mereka merintis karier, jauh sebelum Ratri memilih Indra....

...Melihat wanita yang selalu ada di hatinya berdiri rapuh layaknya boneka kaca yang siap pecah, tatapan Devandra langsung menajam penuh kekhawatiran....

..."Thomas, tolong ambilkan payung," perintah Devandra tegas kepada asistennya yang berdiri di sampingnya....

..."Siap, Pak," jawab Thomas cepat, segera berlari mengambil payung dari dalam mobil dinas....

...Begitu Thomas memberikan payung besar itu ke tangannya, Devandra tidak membuang waktu lagi....

...Ia langsung melangkah lebar menembus tampiasan hujan di area drop-off, menghampiri Ratri yang kini mulai terhuyung-huyung di ambang batas kesadarannya....

..."Ratri, ada apa?" tanya Devandra dengan nada suara yang bergetar menahan cemas....

...Ia langsung memosisikan payung di atas kepala Ratri, mencoba menghalau sisa-sisa tampiasan air hujan yang membasahi tubuh wanita itu....

...Ratri mendongak pelan. Begitu melihat wajah Devandra, pertahanan terakhirnya runtuh....

...Ia menangis sesenggukan dengan dada yang naik-turun hebat, hingga tenggorokannya tercekat dan sama sekali tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjawab pertanyaan itu....

...Saat mengamati wajah Ratri dari dekat di bawah temaram lampu bandara, mata Devandra membelalak....

...Ia melihat bibir Ratri yang terluka dan mengeluarkan darah segar—bekas gigitan Ratri sendiri saat menahan jeritan di dalam lemari tadi....

...Hati Devandra mencelos melihat kondisi wanita tangguh itu yang tampak begitu hancur....

..."Ratri, ayo kita berteduh dulu di dalam. Tubuhmu sudah sangat dingin," ajak Devandra lembut, mencoba menuntunnya....

...Namun, tubuh Ratri sudah mencapai batas maksimalnya....

...Rasa syok yang luar biasa dipadukan dengan kelelahan fisik setelah penerbangan tujuh belas jam membuat dunianya mendadak menggelap....

...Ratri yang sudah teramat lelah itu langsung pingsan, ambruk begitu saja....

...Dengan sigap, Devandra melempar payung di tangannya dan menangkap tubuh Ratri....

...Ia menarik pinggang Ratri erat-erat agar wanita itu tidak jatuh terhempas ke lantai beton....

..."Ratri! Ratri, bangun!" seru Devandra panik, menepuk pelan pipi Ratri yang terasa sedingin es....

...Melihat situasi darurat tersebut, Thomas dengan cekatan berlari mendekat....

...Ia mengambil alih payung yang sempat terjatuh, lalu memayungi bosnya dan Ratri dari guyuran hujan yang kian deras....

..."Buka pintu mobil, Thomas! Cepat!" perintah Devandra sambil mengangkat tubuh Ratri ke dalam gendongannya....

..."Siap, Pak!" Thomas berlari mendahului, membuka pintu belakang mobil sedan mewah milik Devandra yang mesinnya memang sudah dalam posisi menyala....

...Devandra dengan sangat hati-hati merebahkan tubuh Ratri yang tak sadarkan diri ke kursi belakang, lalu ikut masuk dan menutup pintu rapat-rapat, menghalau dinginnya badai di luar....

...Mobil itu pun segera melaju membelah jalanan, membawa Ratri pergi dari bandara, menjauh dari masa lalunya yang penuh parasit, menuju awal babak baru kehidupannya....

...Di dalam mobil yang melaju membelah keheningan malam, Devandra segera mengeluarkan ponselnya. Wajahnya menegang penuh kekhawatiran saat menghubungi nomor dokter pribadinya....

..."Dok, tolong segera datang ke apartemen saya sekarang. Ini darurat," perintah Devandra dengan nada suara yang tidak menerima bantahan....

...Setelah mendapat konfirmasi dari seberang telepon, ia menutup panggilan dan menoleh ke arah kursi depan....

..."Thomas, setelah mengantarkan kami, tolong kamu segera belikan beberapa pakaian baru dengan ukuran Ratri. Jangan lupa beli juga makanan hangat yang mudah dicerna," instruksi Devandra pada asisten setianya....

...Thomas melirik melalui spion tengah lalu menganggukkan kepalanya dengan patuh....

..."Siap, Pak. Segera saya laksanakan."...

...Devandra kemudian mengalihkan seluruh perhatiannya pada wanita yang bersandar lemas di sampingnya....

...Ia meraih tangan Ratri, meremasnya perlahan, dan seketika hatinya teriris merasakan betapa dinginnya telapak tangan itu—bagaikan menyentuh es....

...Tatapan Devandra melembut, dipenuhi rasa iba sekaligus amarah yang tertahan pada siapa pun yang telah membuat wanita setangguh Ratri menjadi sehancur ini....

...Tak berselang lama, Thomas menghentikan mobilnya dengan mulus di area parkir basemen apartemen mewah milik Devandra....

...Tanpa membuang waktu, Devandra langsung membopong tubuh ringkih Ratri yang masih pingsan, membawanya melewati akses privat menuju unit apartemennya yang berada di lantai atas, lalu membaringkannya dengan sangat hati-hati di atas tempat tidur kamarnya....

...Melihat pakaian Ratri yang basah kuyup oleh air hujan, Devandra tahu ia tidak bisa menunggu Thomas kembali....

...Ratri bisa terkena hipotermia jika terus membiarkan baju basah itu melekat di tubuhnya....

...Dengan tangan yang sedikit gemetar namun tetap menghormati, ia mulai melepaskan pakaian luar Ratri yang dingin menyengat....

..."Maaf, Ratri... aku harus mengganti pakaianmu. Ini demi kesehatanmu," bisik Devandra pelan di tengah kesunyian kamar....

...Ia bergegas menuju lemari pakaiannya sendiri, mengambil sebuah kemeja hem berukuran longgar miliknya beserta sebuah celana training kain yang lembut....

...Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, ia mengenakan pakaian hangat itu ke tubuh Ratri yang masih belum sadarkan diri....

...Ting tong......

...Suara bel apartemen Devandra berbunyi tepat saat ia selesai menyelimuti Ratri....

...Devandra segera melangkah keluar dan membukakan pintu untuk dokter pribadinya yang baru saja tiba....

...Dokter itu langsung masuk ke dalam kamar dan segera memeriksa keadaan Ratri dengan cermat....

...Stetoskop ditempelkan, denyut nadi diperiksa, dan luka robek di bibir Ratri akibat gigitannya sendiri dibersihkan serta diobati dengan antiseptik....

...Setelah menyelesaikan pemeriksaannya, sang dokter melepas stetoskop dan menoleh ke arah Devandra dengan wajah serius....

..."Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Devandra cemas....

..."Secara fisik, dia mengalami kelelahan yang luar biasa, ditambah dengan penurunan suhu tubuh drastis akibat kehujanan. Namun, yang jauh lebih berbahaya adalah kondisi psikologisnya, Dev," jelas dokter itu panjang lebar sambil merapikan peralatannya. "Denyut jantung dan tekanan darahnya menunjukkan indikasi bahwa dia baru saja mengalami trauma psikologis yang sangat hebat atau syok berat. Beban emosional yang masif seperti ini bisa memicu depresi klinis atau gangguan kecemasan akut jika tidak ditangani dengan benar. Tubuh dan pikirannya benar-benar kolaps. Dia wajib beristirahat total, tidak boleh memikirkan hal berat, dan saya instruksikan agar dia mengambil cuti penuh selama seminggu ke depan. Jangan biarkan dia menerbangkan pesawat dalam kondisi mental tidak stabil seperti ini, itu sangat berbahaya."...

...Devandra mendengarkan setiap kalimat dokter dengan saksama dan menganggukkan kepalanya dengan berat....

..."Saya mengerti, Dok. Terima kasih banyak."...

...Setelah mengantar kepergian dokter tersebut, Devandra kembali ke meja kerjanya....

...Sebagai pimpinan tertinggi maskapai yang baru, ia memiliki otoritas penuh....

...Ia langsung mengambil selembar dokumen resmi surat cuti, menuliskan nama Kapten Ratri, dan menandatanganinya secara sah di atas meterai digital....

...Tanpa menunda waktu, Devandra memotret surat tersebut dan mengirimkannya langsung ke grup koordinasi internal para pilot dan manajemen maskapai....

...Di bawah foto surat itu, ia mengetikkan pesan tegas:...

...Diberitahukan kepada seluruh manajemen dan kru, Kapten Ratri resmi mengambil cuti sakit dan istirahat total selama tujuh hari ke depan terhitung mulai hari ini. Seluruh jadwal penerbangannya akan dialihkan ke pilot cadangan. Terima kasih....

...Devandra meletakkan ponselnya, lalu kembali berjalan ke sisi tempat tidur Ratri....

...Sambil menatap wajah pucat yang kini sudah terlelap lebih tenang berkat pengaruh obat, Devandra berjanji dalam hati bahwa dalam tujuh hari ini, ia akan menjadi benteng bagi Ratri untuk bangkit kembali....

...Tak berselang lama, terdengar suara pintu depan terbuka....

...Thomas melangkah masuk dengan napas sedikit terengah, menenteng beberapa kantong belanjaan berisi pakaian baru berukuran pas untuk Ratri serta wadah berisi makanan hangat yang masih mengepulkan uap....

..."Ini barang-barangnya, Pak," ucap Thomas pelan sambil melangkah mendekati area kamar....

...Devandra menoleh tanpa beranjak dari sisi ranjang....

..."Kamu taruh sana saja. Dan besok, tolong kosongkan semua jadwalku."...

...Thomas tertegun di ambang pintu, matanya membelalak kecil....

..."Tapi Pak, besok Anda harus menghadiri rapat pleno pemegang saham dan pertemuan formal pertama dengan jajaran kapten senior. Agenda Anda sangat padat..."...

..."Thomas."...

...Devandra memotong kalimat asistennya dengan nada suara rendah namun begitu dingin dan penuh penekanan....

...Sorot matanya yang tajam mengisyaratkan bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat oleh apa pun....

...Melihat ketegasan bosnya yang tidak biasa jika menyangkut pekerjaan, Thomas langsung menelan kembali kata-katanya. Ia menunduk hormat....

..."Baik, Pak. Saya mengerti. Semua jadwal besok akan saya atur ulang dan saya kosongkan."...

...Setelah meletakkan kantong belanjaan di atas meja luar, Thomas pamit undur diri dengan langkah tenang, meninggalkan unit apartemen itu dalam keheningan yang pekat....

...Devandra kembali memutar tubuhnya, duduk di tepi ranjang berjarak hanya beberapa senti dari tubuh Ratri....

...Di bawah temaram lampu tidur yang kuning hangat, ia menatap lekat-lekat wajah wanita yang selama ini selalu tampak tangguh dan tak tersentuh di dalam kokpit pesawat....

...Kini, Ratri terlihat begitu rapuh, dengan guratan kesedihan yang tercetak jelas di dahinya yang sesekali berkerut dalam tidurnya....

...Tangan Devandra terulur perlahan, menyisir beberapa helai rambut Ratri yang mulai mengering dari keningnya, lalu turun menyentuh sudut bibirnya yang kini tertutup salep obat....

..."Kamu kenapa, Ratri?" bisik Devandra teramat lirih, suaranya sarat akan rasa sakit yang tak tersampaikan....

..."Siapa yang sudah tega membuat kapten terbaikku menjadi sehancur ini?" lanjutnya dalam hati....

...Kemarahan perlahan menyusup di antara rasa ibanya. Devandra bersumpah, siapa pun bajingan yang telah menggoreskan luka ini di hati Ratri, ia tidak akan tinggal diam begitu wanita ini siap untuk menuntut keadilan....

1
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
Muft Smoker
nah kan ,, harus ny mempermalukan Ratri ,, malah kalian yg malu sendiri karena kebusukan kalian terbongkar
Muft Smoker
udh cukup kalian ( indra , Imelda , Tasya dan Gabriel ) senang2 ny ,,
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
Muft Smoker
indra , Imelda , Tasya dan Gabriel emnk cocok jdi 1 keluarga ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
aduuuh aduuuuh ,, cari kerja atuh broo ,,
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
formasi Ratri udh lengkap ,, tinggal nunggu pengganti sang kepala keluarga ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
akhirnya Ratri bisa ketemu dg kedua ank kembar nya ,,
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
Muft Smoker
dmn2 org sirik akan melakukan apa pun untuk menjatuh kan rival ny ,, meski dg cara kotor sekali pun
Muft Smoker
kdg keserakahan bisa membuta kn segalanya ,,
😒😒😒
Muft Smoker
Akhirnya mereka ketemu juga ,, tinggal menemukan si kembar laki2 niih ,,
semoga cepat bisa di temukan ,
Muft Smoker
semoga Ratri mereka bisa segera bertemuu ,, dan Ratri juga bisa ketemu ma si kembar cowo ,, duuuuh
gregeet bangeet
Muft Smoker
org punya harta dan kuasa bisa dg mudah menemukan hal2 yg begitu mustahil buat org awam ,,
Muft Smoker
semangat ratriii ,, km hrus lebih kuat buat menemukan ank2 kandung mu ,, dan memberi pelajaran kpda mereka yg udh jahat kpda mu
Muft Smoker
si indra bnr2 bi*d*p ,, ank sndrii di tuker ank selingkuhan ,, pantes si Tasya ma Gabriel kurang ajar ma Ratri wong bukan ibu ny ,, udh bnr sih mereka di usir ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
udh salah Masih aj gx sadar diri ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
aduuh laki2 mokondo model km ndraa byk di pasar loak ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
tanpa istri Dan ibu kalian bisa apa ,,
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!